<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CAHAYA IMAN</title>
	<atom:link href="http://cahaya-iman.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cahaya-iman.web.id</link>
	<description>Menuju Muslim Sejati</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Feb 2012 14:20:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>JIN PUN GENTAR KEPADA HIZBUT TAHRIR (Sebuah Kisah Sejati)</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2011/12/jin-pun-gentar-kepada-hizbut-tahrir-sebuah-kisah-sejati/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2011/12/jin-pun-gentar-kepada-hizbut-tahrir-sebuah-kisah-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 06:30:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hizbut tahrir]]></category>
		<category><![CDATA[jin]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=963</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : KH. Abu Nashir** Demi Allah, cerita yang saya sampaikan ini adalah benar adanya. Bukan cerita fiktif atau sesuatu yang mengada-ngada. Tujuannya agar pembaca khususnya para pengemban dakwah dapat semakin istiqomah dan bersemangat dalam memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah. Perkenalkan, nama saya Abu Nashir.  Saya asli kelahiran Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Saya sudah dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 align="center"><strong><strong>Oleh : KH. Abu Nashir**</strong></strong></h4>
<p><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2011/12/htilogo.jpg"><img class="size-full wp-image-967 alignleft" title="htilogo" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2011/12/htilogo.jpg" alt="" width="359" height="270" /></a>Demi Allah, cerita yang saya sampaikan ini adalah benar adanya. Bukan cerita fiktif atau sesuatu yang mengada-ngada. Tujuannya agar pembaca khususnya para pengemban dakwah dapat semakin istiqomah dan bersemangat dalam memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah.</p>
<p align="justify">Perkenalkan, nama saya Abu Nashir.  Saya asli kelahiran Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Saya sudah dua belas tahun merantau ke Kalimantan dan menetap di Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah. Saya aktif sebagai aktivis HTI Kecamatan Pangkalan Banteng sejak 2007. Sehari-hari saya berprofesi sebagai pengasuh Ponpes Darul Hikam, Pangkalan Banteng. Pendidikan agama saya dapatkan ketika nyantri di Ponpes Lirboyo Kediri, Jawa Timur.</p>
<p align="justify">Saya memiliki 8 orang saudara dan 2 di antaranya sudah meninggal dunia. Yang bungsu bernama Muhammad Za’far An Nuh (19 tahun). Ketika masih duduk di bangku SD, Za’far sering disiksa secara fisik oleh  seorang teman satu sekolah sampai kelas enam akhir. Karena fisiknya lemah (memang karakternya yang pendiam dan tertutup), Za’far tidak bisa membela diri. Meski demikian, Za’far tetap berjanji dalam hatinya bahwa kalau teman yang menyiksa itu meminta maaf kepadanya pasti Za’far memaafkanya dengan setulus hati. Kenyataannya, sampai lulus SD, teman tersebut tidak pernah meminta maaf kepada Za’far.</p>
<div align="justify">Ketika duduk di kelas 1 MTs PSM Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, gejala-gejala munculnya kemampuan supranatural mulai nampak dalam diri Za’far. Diawali dengan sering munculnya bisikan hatif (suara tanpa wujud) yang menyuruh Za’far untuk menjalankan sebuah “lelaku” tertentu. Begitu Za’far selesai melakukan satu “lelaku”, muncul kembali hatif yang meminta Za’far melakukan “laku” yang lain. Begitu seterusnya.  Dan itu terjadi dengan sendirinya sampai Za’far mendapatkan kekuatan supranatural yang sangat jarang dimiliki orang lain.Di antara kekuatan supranatural itu, Za’far bisa membaca pikiran (hati) teman-temannya yang sedang membencinya dan mengetahui alasan kenapa teman teman membenci dirinya secara detail. Dia juga mampu melihat (menerawang) peristiwa yang akan terjadi pada masa mendatang.  Sebagai contoh, dia  melihat dinding atas (layar atap bagian luar) masjid di desanya roboh ketika menjalankan sholat Jum’at dan menimpa sejumlah  jamaah serta beberapa kendaraan. Padahal secara kasat mata pada saat itu kondisi masjid masih utuh. Hal tersebut kemudian disampaikan kepada sang ayah. Mendengar ucapan Za’far, ayah kami tidak merespon dan hanya mengatakan,”Kuwi jenenge laduni.” (Itu namanya laduni). Artinya, ilmu yang didapat secara langsung tanpa melalui proses belajar. Ternyata, satu bulan kemudian apa yang di-“lihat” Za’far menjadi kenyataan. Mulai saat itulah, Za’far akhirnya semakin penasaran dan mendalami ilmu supranatural yang dimiliki. Masih banyak contoh kemampuan supranatural lainnya yang tidak bisa kami ceritakan satu persatu.Lulus dari MTs pada tahun 2006/2007, Za’far ingin nyantri di ponpes yang masih berada di Kabupaten Nganjuk untuk mempelajari ilmu agama dan pengobatan alternatif menggunakan herbal dan pijat syaraf. Setelah selesai nyantri di sebuah ponpes di Ngajuk, Za’far pindah belajar agama ke salah satu pesantren di Kabupaten Tegal, Propinsi Jawa Tengah. Di pesantren tersebut, Za’far bermaksud mencari guru ngaji sekaligus guru spiritual supaya nantinya ketika suara hatif tersebut muncul sang gurulah yang memutuskan apakah dilaksanakan atau tidak bisikan tersebut.</p>
<p>Selama berada di pesantren itu, kemampuan supranatural yang dimiliki Za’far semakin meningkat karena mendapat dukungan ustadz di pesantren setempat.  Di antaranya, Za’far memiliki kemampuan hipnotis, bisa menghilang dan berpindah-pindah tempat hanya dalam hitungan detik.</p>
<p>Puncaknya, dia dengan mudah mendapatkan ilmu tasawuf sampai pada level wihdatul wujud dengan sendirinya tanpa dipandu oleh siapapun. Pada level ini, Za’far kembali mendapat bisikan kuat yang menjelaskan bahwa wihdatul wujud sebenarnya bukanlah “manunggaling kawulo marang gusti” (bersatunya makhluk dengan Khaliq), tetapi yang benar adalah mengamalkan syariat Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan.</p>
<p>Dari sinilah Za’far mulai merenung dan mengoreksi diri. Pada satu sisi, dia mendalami ilmu tasawuf. Pada sisi lain, juga melihat fakta umat yang aktivitasnya banyak bertentangan dengan syariah Islam. Dalam hati, Za’far mulai bertanya-tanya, “Apakah mungkin cinta seorang hamba diterima oleh-Nya sedangkan umat terus dalam kerusakan yang sangat parah?”. Alhamdulillah, dari sini Za’far mendapat pencerahan dan bertekad kuat untuk melepas dan membuang ilmu supranatural yang pernah dipelajarinya.</p>
<p>Za’far juga bertekad untuk berperan aktif memikirkan nasib umat,  tetapi masih bingung karena belum memiliki fikrah yang jelas. Untuk membuang ilmu tersebut, Za’far membutuhkan bantuan tiga orang ustadz dan alhamdulillah berhasil. Bisikan fakta umat itu semakin kuat hingga memaksa Za’far untuk pindah ke pesantren Tahfidzul Quran guna memperdalamnya dan masih berada di wilayah administrasi Kabupaten Tegal. Di sisi lain, keinginan untuk mempelajari Syariat Islam semakin kuat.</p>
<p>Pada titik ini, Za&#8217;far menerima cobaan berupa sakit kepala yang luar biasa di kepala bagian kiri. Rasanya seperti ada benda tajam di dalamnya, semakin hari rasa sakitnya tambah parah hingga sempat terhenti akvitasnya tahfidz Qur`annya beberapa bulan. Setelah diperiksa secara medis, dokter memvonis Za’far terserang semacam penyakit syaraf pada kepala dan untuk mengobatinya harus dengan jalan dioperasi.</p>
<p>Setelah itu, kami keluarga yang ada di Kalimantan menyarankan agar Za’far dibawa ke Kalimantan tempat kami menetap di Desa Karang Mulya, Kabupaten Kotawaringin Barat. Kebetulan saya pernah kursus Thibbun Nabawi (pengobatan ala Nabi). Setelah saya terapi sekitar dua minggu, ternyata sakitnya semakin parah dan dia sering pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit yang luar biasa.</p>
<p>Akhirnya kami memutuskan untuk membawa Za’far ke Thibbun Nabawi El Iman Bogor Cabang  Banjarmasin, Kalimantan Selatan selama satu hari satu malam. Begitu tiba di Banjarmasin, pada pagi hari, Za’far diruqyah oleh para ustadz di sana, namun tidak ada reaksi hanya bau yang sangat busuk yang menyelimuti tubuh Za’far sedangkan yang lain tidak merasakan.</p>
<p>Kemudian sekitar pukul 20.00 waktu setempat, Za’far kembali diruqyah. Hasilnya, Za’far kesurupan, meraung dan berteriak keras  sehingga kami berlima kewalahan dalam menenangkan Za’far.  Dalam kondisi kesurupan, jin dalam tubuh jafar melontarkan sejumlah perkataan antara lain tidak terima kalau Za’far bisa menghafalkan Al Quran dan meminta pihak keluarga untuk menghentikan aktivitas hafalan Quran Za’far.</p>
<p>Setelah kurang lebih dua jam mengamuk hingga pukul 23.00 waktu setempat, Za’far tersadar. Kemudian oleh sang terapis, Za’far disuruh mengambil air wudhu dan segera tidur. Kemudian Za’far tidur ditemani salah seorang kakaknya (adik saya yang lain), yaitu Ayyub di salah satu ruang ruqyah. Saya sendiri tidak bisa tidur dan memilih duduk di ruang tunggu. Jarak antara tempat tidur Za’far dan tempat saya duduk sekitar 20 meter dan dipisahkan oleh lorong panjang.</p>
<p>Tak berselang lama, saya terkejut bukan kepalang karena tiba-tiba Za’far sudah berdiri di belakang saya dalam kondisi kerasukan. Kemudian terjadilah dialog antara kami berdua (Kode AB : Abu Nashir, MZA : Muhammad Za’far An Nuh).</p>
<p>AB : Nuh&#8230; (saya memanggil nama Za’far dengan suara merendah)</p>
<p>MZA : Nama saya bukan An Nuh. Nama saya Ubaid.</p>
<p>AB : Siapapun kamu, saya minta kamu duduk. (saya ucapkan dengan nada datar).</p>
<p>(MZA akhirnya duduk dan menundukkan kepala. Hening sejenak. Kemudian MZA mengangkat kepala sambil mengacungkan tangan kanan ke atas dan berkata dengan lantang begini )</p>
<p>MZA :  Ini semua gara-gara Hizbut Tahrir ! Sebetulnya anak ini (MZA) sudah lama mencari pemahaman yang benar tentang Syariat Islam namun tidak menemukannya. Setelah di Kalimantan, dia bertemu Hizbut Tahrir dan akhirnya menemukan apa yang telah di carinya. Maka ini semua tidak boleh terjadi! (teriak MZA dengan nada yang tinggi).</p>
<p>AB : Kenapa kamu menyalahkan Hizbut Tahrir. Apa yang kamu tahu tentang Hizbut Tahrir ?</p>
<p>MZA : Kamu kok tahu dengan Hizbut Tahrir? (Dia balik bertanya). Gara-gara Hizbut Tahrir kami bangsa jin di seluruh dunia luluh<br />
lantak dan saya tidak terima. Kami pada saat ini bangsa jin merapatkan barisan untuk menghalang-halangi tegaknya syariah dan khilafah.</p>
<p>AB : Apa lagi yang kamu tahu dari Hizbut Tahrir ?</p>
<p>MZA : Hizbut Tahrir itu akan membangunkan umat Islam dari tidur panjangnya, mengingatkan kembali sejarah kejayaan Islam selama 1.300 tahun dan akan menyatukan umat Islam di seluruh dunia. Dan itu sebentar lagi. Namun, semua itu tidak boleh terjadi !</p>
<p>AB : Kenapa tidak boleh terjadi ?</p>
<p>MZA : Karena kami bangsa jin akan susah mencari teman dari kalangan manusia.<br />
(Karena saya ketakutan, saya lari ke lorong dan membangunkan Ayyub yang sedang tertidur agar menjadi saksi. Kemudian kami kembali ke ruang tunggu dan menghampiri Za’far yang masih dalam kondisi kerasukan).</p>
<p>AY (Ayyub) : Sudah, kamu keluar (dari tubuh Za’far) aja. Kasihan Za’far kecapekan belum tidur.</p>
<p>MZA : Saya mau keluar asalkan ada perjanjian. Syaratnya, kamu harus menghalang-halangi anak ini agar tidak  menghafalkan Al Quran, Sebab, ketika dia hafal Al Quran dan mendakwahkan syariah. Maka seluruh ulama se-Jawa Timur akan hancur (maksudnya sadar dan memperjuangkan tegaknya Syariah).</p>
<p>AY : Tidak ada perjanjian antara manusia dan Jin. Siapa yang menyuruh kamu ? (AY berkata dengan nada tegas)</p>
<p>MZA : Yang menyuruh saya, ya jin , ya manusia.</p>
<p>AY : Kamu Islam atau bukan?</p>
<p>MZA : Saya Islam.</p>
<p>AY : Kalau kamu Islam, coba baca syahadat.</p>
<p>MZA : Asy.. asy.. asy&#8230;. (berkata dengan nada yang terputus-putus)</p>
<p>AY : Bohong kamu ! Kalau kamu memang benar Islam, cepat baca syahadat !</p>
<p>MZA : Asyahadu an Laa Ilaha Illa llah</p>
<p>AY : Teruskan ! (MZA kemudian menjulurkan lidahnya).</p>
<p>AY : Teruskan !</p>
<p>MZA : Wa Asyhadu anna Muhammadarasulullah</p>
<p>(Usai membaca syahadat, MZA kemudian menangis dan meneteskan air mata sambil berkata).</p>
<p>MZA : Sebetulnya saya sudah mau pergi. Tapi pergi kemana? Kami sudah membangun rumah di kepala anak ini lebih dari setahun. Sekarang rumah ini sudah dihancurkan.</p>
<p>AY : Tidakkah kau tahu bahwa bumi Allah itu luas?</p>
<p>AB : Sudah, jangan banyak bicara. Pergi aja!</p>
<p>(MZA kembali menangis sambil berkata)</p>
<p>MZA : Saya tetap tidak bisa menerima tegaknya syariah dan khilafah.</p>
<p>AB : Kenapa kemarin tidak ikut ngaji? (ada satu forum kajian HTI di masjid Al Muhajirin, Pangkalan Banteng yang seharusnya dihadiri MZA).</p>
<p>MZA : Sebetulnya anak ini sudah mau ngaji. Namun, saya halang-halangi karena anak ini tidak boleh mengikuti kajian Hizbut Tahrir. Akhirnya, dia nggak jadi ngaji kan? Menang saya kan ? (dia bertepuk tangan sambil tertawa ha..ha..ha..)</p>
<p>AB : Siapapun kamu, kamu harus pergi hari ini dan ketahuilah bahwa Syariah dan Khilafah janji Allah. Dan itu pasti akan terjadi ! (katanya dengan suara lantang).</p>
<p>MZA : Jangan! Jangan katakan itu ! Tolong..tolong..! (katanya sambil teriak).</p>
<p>AB : Kamu adalah mahluk lemah. Kalau kamu tidak segera bertaubat, kamu segera diazab oleh Allah. Kalau kamu tidak percaya, datangkanlah semua jin untuk menghalang-halangi tegaknya Syariah dan Khilafah. Pasti kalian tidak akan mampu. Karena itu janji Allah.</p>
<p>MZA : Jangan&#8230;! Jangan katakan itu ! Jangan..! Panas..! (katanya sambil teriak). Ya sudah, saya pergi saat ini juga.</p>
<p>Seketika, Za’far lemas dan jatuh lunglai ke lantai dan tertidur. Sejenak saya (Abu Nashir) dan Ayyub membiarkan tubuh Za’far yang terkulai lemas di lantai. Tak lama berselang, keduanya membangunkan Za’far untuk kembali istirahat ke dalam kamar.</p>
<p>Pagi harinya, Za’far terbangun dan kepalanya terasa ringan. Sakitnya pun sudah mulai berkurang. Bakda Shubuh, kami berpamitan dengan para terapis. Sebelum pulang, kami meminta para terapis meruqyah sekali lagi untuk memastikan rasa sakit Za’far sudah sembuh atau belum.</p>
<p>Alhamdulillah, setelah  beberapa kali diruqyah, tidak ada reaksi dan Za’far dalam keadaan normal. Akhirnya, terapis bertanya kepada Za’far. (Kode T : Terapis)</p>
<p>T     : Apakah sebelumnya pernah mimpi buruk ?</p>
<p>MZA : Tidak pernah bermimpi, kecuali dua hari sebelum ke sini. Sekitar jam 02.00 dini hari. Saya bermimpi bertemu dengan Rasulullah dan Rasulullah duduk di dalam masjid dan dikelilingi oleh lima orang satu di antaranya saya. Posisi saya tepat berada di depan Rasulullah.</p>
<p>T : Berlima itu siapa saja ?</p>
<p>MZA : Saya tidak kenal kecuali satu orang, yaitu teman saya di Tahfidzul Quran.</p>
<p>T : Apa yang disampaikan Rasulullah kepada kalian ?</p>
<p>MZA : Saya tidak hapal saking banyaknya pesan yang disampaikan Rasulullah. Namun, garis besarnya beliau mengajarkan saya tentang Thariqul Iman (dalam hati saya berfikir,”lho kok sama penjelasannya, seperti kakak saya tentang Thariqul Iman dari kitab Nizhamul Islam?”). Rasulullah menjelaskan alam semesta, manusia dan kehidupan. Di baliknya ada Allah sebagai Pencipta dan setelahnya ada Yaumul Hisab. Selain itu, Rasulullah menjelaskan tentang keterkaitan antara sebelum, saat, dan setelah kehidupan ada hubungan perintah dan larangan. Setelah beliau menjelaskan tentang Thariqul Iman akhirnya saya terbangun dari tempat tidur saya.</p>
<p>Selesai berdialog, kami pun pamit kembali ke Desa Karang Mulya.</p>
<p>Sebagai informasi tambahan, hingga kini Za’far sudah hafal Al Qur`an 20 juz dan alhamdulillah dalam kondisi sehat wal afiat. [  ]</p>
<p>= = = =</p>
<p>*Diceritakan langsung oleh KH Abu Nashir dan Ustadz Ayyub pada hari Senin, 24 Oktober 2011 ba’da Isya. Ditulis ulang oleh Ustadz Andri Saputra, aktivis HTI Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Diedit oleh KH M Shiddiq Al Jawi.</p>
<p>** KH Abu Nashir, pengasuh Ponpes Darul Hikam Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Alumnus Ponpes Lirboyo Kediri. Aktivis HTI Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.</p>
</div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify">Keterangan foto : KH Abu Nashir, pengasuh Ponpes Darul Hikam Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.</div>
<p>Last Updated ( Saturday, 19 November 2011 )</p>
<p>Dikutip dari Khilafah1924.0rg</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2011/12/jin-pun-gentar-kepada-hizbut-tahrir-sebuah-kisah-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibalik Rahasia Kalimat Adzan Shubuh</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2011/06/dibalik-rahasia-kalimat-adzan-shubuh/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2011/06/dibalik-rahasia-kalimat-adzan-shubuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2011 11:28:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[adzan]]></category>
		<category><![CDATA[kalimat]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia]]></category>
		<category><![CDATA[shubuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=953</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ada dari pembaca situslakalaka yang kerap kali tak menyadari, apa sebab Allah swt memerintahkan kita bangun pagi dan shalat subuh? Dan mengapa dalam adzan subuh terdengar kalimat yang berbeda, kalimat yang tidak ada pada azan di lain waktu. &#8220;ash shalaatu khairun minan naum&#8221; Jika kita terjemahkan, akan berarti Sholat itu Lebih Baik Daripada Tidur. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin ada dari pembaca situslakalaka yang kerap kali tak menyadari,  apa sebab Allah swt memerintahkan kita bangun pagi dan shalat subuh? Dan  mengapa dalam adzan subuh terdengar kalimat yang berbeda, kalimat yang  tidak ada pada azan di lain waktu.</p>
<p>&#8220;ash shalaatu khairun minan naum&#8221;</p>
<p>Jika kita terjemahkan, akan berarti Sholat itu Lebih Baik Daripada  Tidur. Tetapi coba perhatikan baik baik. Mengapa kalimat itu hanya  dikumandangkan saat adzan subuh saja? Anda benar&#8230;&#8230;..dalam kalimat  itu Allah swt ternyata sedang memberikan isyarat kasih sayangnya pada  kaum muslimin, sebuah isyarat yang sering kita abaikan maknanya, yang  jika kita tangkap isyarat itu kira kira akan berbunyi seperti ini</p>
<p>&#8220;shalat (pada saat) itu lebih baik dari pada tidur&#8221;.</p>
<p>Subhanallah Laa Khaula Wa Laa Quwwata Illa Billaah, Lalu mengapa isyarat  itu justru dikumandangkan hanya pada shalat subuh, tatkala kita semua  sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain?.</p>
<p>Pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri,  yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih mendapati sebuah  kesimpulan jika puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar  dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang.</p>
<p>Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada  sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah  Cina:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN).</p>
<p>Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur,  tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan  sebagainya.</p>
<p>Pada tegangan saraf parasimpatis yang meningkat maka terjadi penurunan  tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi  peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan  berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk,  pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat.</p>
<p>Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang  itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi  peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan  penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat  agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sama lain pada sel  trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur.</p>
<p>Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk  anda dan saya maupun bayi anda. Hal seperti ini disebut sebagai ritme  Circardian/Ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Allah swt  kepada manusia.</p>
<p>Furgot dan Zawadsky pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan  sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang  sedang diselidikinya (dikerok). Pembuluh darah yang normal yang tidak  dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila  ditetesi suatu zat kimia yaitu: Asetilkolin.</p>
<p>Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari  dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak  melebar kalau ditetesi asetilkolin.</p>
<p>Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran.<br />
&#8220;Jadi itu toh yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah,  sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun  diteliti tapi tidak ketemu&#8221;.</p>
<p>Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk  mengetahui zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah  yang mampu mengembangkan/melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu  penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut  NO/Nitrik Oksida.</p>
<p>Ketiga penelitian itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998.</p>
<p>Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu  diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan  Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan  bergerak, dengan olahraga.</p>
<p>Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya  darah dengan cara mengurangi sifat agregasi/sifat menempel satu sama  lain dari trombosit pada darah kita.</p>
<p>Jadi kalau kita kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal  itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan  kardiovaskular.</p>
<p>Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise yaitu wudhu dan shalat  sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke mesjid merupakan  proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular tanpa manusia  menyadarinya.</p>
<p>Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi  proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang  melawan efek tonus simpatis). Dengan exercise tubuh memproduksi NO untuk  melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek  menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi  bertambah liar dan saling merangkul.</p>
<p>Allah, sudah sejak awal Islam datang menyerukan shalat subuh. Hanya saja  Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat  ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya  sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun.</p>
<p>Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya.  Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu  Akbar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2011/06/dibalik-rahasia-kalimat-adzan-shubuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shalat Sunnah Rawatib</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2011/06/shalat-sunnah-rawatib/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2011/06/shalat-sunnah-rawatib/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 03:41:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ghoiru muakad]]></category>
		<category><![CDATA[Muakad]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat sunnah Rawatib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=948</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian dan Definisi Shalat sunah rawatib adalah shalat yang mengiringi solat wajib lima waktu dalam sehari yang bisa dikerjakan pada saat sebelum sholat dan setelah solat. Fungsi salat sunat rawatib adalah menambah serta menyempurnakan kekurangan dari shalat wajib. Tata Cara dan Syarat Kondisi 1. Dikerjakan sendiri-sendiri tidak berjamaah 2. Mengambil tempat salat yang berbeda dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengertian dan Definisi</strong></p>
<p>Shalat sunah rawatib adalah shalat yang mengiringi solat wajib lima  waktu dalam sehari yang bisa dikerjakan pada saat sebelum sholat dan  setelah solat.  Fungsi salat sunat rawatib adalah menambah serta  menyempurnakan kekurangan dari shalat wajib.</p>
<p><strong>Tata Cara dan Syarat Kondisi</strong></p>
<p>1. Dikerjakan sendiri-sendiri tidak berjamaah<br />
2. Mengambil tempat salat yang berbeda dengan tempat melakukan sholat wajib.<br />
3. Shalat sunah rawatib dilakukan dua rokaat dengan satu salam.<br />
4. Tidak didahului azan dan qomat</p>
<p><strong> Jenis Salat Sunat Rawatib</strong></p>
<p>1. Salat sunat qabliyah / qobliyah adalah sholat sunah yang dilaksanakan sebelum mengerjakan solat wajib.<br />
2. shalat sunah ba&#8217;diyah adalah sholat yang dikerjakan setelah melakukan shalat wajib.</p>
<p><strong>Macam-macam Sholat Sunah Rawatib</strong></p>
<p><strong>1. Salat sunat rawatib muakkad / penting</strong><br />
Adalah sholat sunat rawatib yang dikerjakan pada :<br />
- Sebelum subuh dua rokaat<br />
- Sebelum zuhur dua rokaat<br />
- Sesudah dzuhur dua rokaat<br />
- Sesudah maghrib dua rokaat<br />
- Sesudah isya dua rokaat</p>
<p><strong>2. Salat sunat rawatib ghoiru muakkad / tidak penting</strong><br />
Adalah sholat sunat rawatib yang dikerjakan pada :<br />
- Sebelum zuhur dua rokaat<br />
- Setelah zuhur dua rokaat<br />
- Sebelum ashar empat rokaat<br />
- Sebelum magrib dua rokaat<br />
- Sebelum isya dua rokaat</p>
<p>Ada tiga hadits yang menjelaskan jumlah shalat sunnah rawatib beserta letak-letaknya:</p>
<p>1. Dari Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau  berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:<strong></strong><br />
<em>“Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunnah ikhlas karena  Allah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah  akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.”</em> (HR. Muslim no. 728)</p>
<p>Dari Ummu Habibah ra, ia berkata, <em>&#8220;Rasulullah saw bersabda,   &#8216;Barangsiapa yang menjaga empat rakaat sebelum Dzuhur dan empat rakaat   sesudahnya, Allah mengharamkannya dari api Neraka&#8217;.&#8221; </em>(HR Abu Daud dan Tirmidzi, ia mengatakan hadis ini hasan sahih).</p>
<p>Dan dalam riwayat At-Tirmizi dan An-Nasai, ditafsirkan ke-12 rakaat tersebut. Beliau bersabda:<br />
<em>“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas  rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu  empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat  setelah maghrib, dua rakaat setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh.”</em> (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-Nasai no. 1772 dari Aisyah)</p>
<p>2. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu dia berkata:<strong></strong><br />
<em>“Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa  shalat sunnat sepuluh raka’at yaitu; dua raka’at sebelum shalat zuhur,  dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah shalat maghrib di rumah  beliau, dua raka’at sesudah shalat isya’ di rumah beliau, dan dua  raka’at sebelum shalat subuh.” </em>(HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729)</p>
<p>Dalam sebuah riwayat keduanya,<em> “Dua rakaat setelah jumat.”</em><br />
Dalam riwayat Muslim, <em>“Adapun pada shalat maghrib, isya, dan jum’at, maka Nabi r mengerjakan shalat sunnahnya di rumah.”<br />
</em><br />
3. Dari Ibnu Umar dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:<strong></strong><br />
<em>“Semoga Allah merahmati seseorang yang mengerjakan shalat (sunnah) empat raka’at sebelum Ashar.” </em>(HR. Abu Daud no. 1271 dan At-Tirmizi no. 430)</p>
<p>Maka dari sini kita bisa mengetahui bahwa shalat sunnah rawatib adalah:<br />
a. 2 rakaat sebelum subuh, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.<br />
b. 2 rakaat sebelum zuhur, dan bisa juga 4 rakaat.<br />
c. 2 rakaat setelah zuhur<br />
d. 4 rakaat sebelum ashar<br />
e. 2 rakaat setelah jumat.<br />
f. 2 rakaat setelah maghrib, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.<br />
g. 2 rakaat setelah isya, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.</p>
<p>Adapun dua rakaat sebelum maghrib dan sebelum isya, maka dia tetap disunnahkan dengan dalil umum:<br />
Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:<br />
<strong></strong><em>“Di antara setiap dua adzan (azan dan iqamah) itu ada shalat  (sunnah).” Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang  ketiga beliau bersabda, “Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya.”</em> (HR. Al-Bukhari no. 588 dan Muslim no. 1384)</p>
<p>Adapun setelah subuh dan ashar, maka tidak ada shalat sunnah rawatib  saat itu. Bahkan terlarang untuk shalat sunnah mutlak pada waktu itu,  karena kedua waktu itu termasuk dari lima waktu terlarang.</p>
<p>Dari Ibnu ‘Abbas dia berkata:<br />
<strong></strong><em>“Orang-orang yang diridlai mempersaksikan kepadaku dan di antara  mereka yang paling aku ridhai adalah ‘Umar, (mereka semua mengatakan)  bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang shalat setelah Shubuh  hingga matahari terbit, dan setelah ‘Ashar sampai matahari terbenam.”</em> (HR. Al-Bukhari no. 547 dan Muslim no. 1367)</p>
<p>Adapun shalat sunnah sebelum jumat, maka pendapat yang rajih adalah  tidak disunnahkan. Insya Allah mengenai tidak disyariatkannya shalat  sunnah sebelum jumat akan datang pembahasannya tersendiri . Ada dua pendapat di kalangan ulama dalam masalah shalat rawatib yang 4  rakaat (yaitu sebelum zuhur, setelah zuhur, dan sebelum ashar):</p>
<p>1. Dikerjakan 2-2 rakaat, yakni salam setiap dua rakaat. Ini adalah pendapat Imam Asy-Syafi’i dan Ahmad.</p>
<p>Mereka berdalil dengan hadits Ibnu Umar secara marfu:<br />
“Shalat malam dan siang itu dua-dua rakaat.” (HR. An-Nasai: 3/227 dan Ibnu Majah no. 1322)</p>
<p>2. Sama seperti shalat wajib yang 4 rakaat, yakni dua kali tasyahud tapi satu kali salam. Ini adalah pendapat mayoritas ulama.</p>
<p>Mereka menyatakan bahwa hadits2 yang menerangkan shalat rawatib 4 rakaat  merupakan pengkhusus dari hadits Ibnu Umar di atas. Mereka juga  berdalilkan dengan sebuah riwayat An-Nasai tentang shalat sunnah 4  rakaat sebelum ashar, “Dan beliau salam pada rakaat yang terakhir  (keempat).” Riwayat ini dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam  Ash-Shahihah no. 237</p>
<p>Dan yang dikuatkan oleh Asy-Syaikh Muhammad Bazmul dalam Bughyah  Al-Mutathawwi’ adalah pendapat mayoritas ulama, yang menyatakan bahwa  shalat sunnah 4 rakaat dikerjakan dengan dua kali tasyahud dan sekali  salam, seperti shalat wajib yang 4 rakaat. Wallahu a’lam.wallahu  Ta’ala a’lam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2011/06/shalat-sunnah-rawatib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Dosa Ulil Sehingga Harus Dibunuh&#8230;?</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2011/04/apa-dosa-ulil-sehingga-harus-dibunuh/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2011/04/apa-dosa-ulil-sehingga-harus-dibunuh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 08:53:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menangkal Liberalisasi Agama]]></category>
		<category><![CDATA[JIL]]></category>
		<category><![CDATA[Ulil Abshar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=943</guid>
		<description><![CDATA[Ulil Abshar Abdalla, tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) dikirimi paket buku berisi bom, Selasa (15/3/2011) di KBR 68 H, Utan Kayu, Jakarta Timur. Buku berisi bom tersebut berjudul &#8220;Mereka Harus Dibunuh! Karena Dosa-Dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin&#8221;. Apa dosa Ulil terhadap Islam dan kaum Muslimin sehingga harus dibunuh? Dosa Ulil terhadap Islam dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ulil Abshar Abdalla, tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) dikirimi  paket buku berisi bom, Selasa (15/3/2011) di KBR 68 H, Utan Kayu,  Jakarta Timur. Buku berisi bom tersebut berjudul &#8220;Mereka Harus Dibunuh!  Karena Dosa-Dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin&#8221;. Apa dosa Ulil  terhadap Islam dan kaum Muslimin sehingga harus dibunuh?</em></p>
<p><strong>Dosa Ulil terhadap Islam dan kaum Muslimin</strong></p>
<p>Tidak aneh jika Ulil, tokoh JIL menjadi target pembunuhan. <em>Track record</em> lelaki kelahiran Pati, Jawa Tengah, 11 Januari 1967 ini sudah dikenal  &#8220;anti&#8221; syariat Islam. Pada 18 November 2002, Ulil menulis artikel di  harian umum <em>Kompas</em> berjudul <em>&#8220;Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam&#8221;</em> yang menuai fatwa hukum mati dari Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI).</p>
<p>Dalam artikel yang menghebohkan tersebut, Ulil mengobok-obok Islam  sesadis-sadisnya yang tentu saja menjadi dosa Ulil terhadap Islam dan  kaum Muslimin paling parah dan takkan pernah terlupakan. Dalam artikel  tersebut Ulil menistakan syariat Islam, dan menganggapnya hanya sebagai  budaya Arab.</p>
<p><em>&#8220;Aspek-aspek Islam yang merupakan cerminan kebudayaan Arab,  misalnya, tidak usah diikuti. Contoh, soal jilbab, potong tangan,  qishash, rajam, jenggot, jubah, tidak wajib diikuti, karena itu hanya  ekspresi lokal partikular Islam di Arab. Aspek-aspek Islam yang  merupakan cerminan kebudayaan Arab, misalnya, tidak usah diikuti.  Contoh, soal jilbab, potong tangan, qishash, rajam, jenggot, jubah,  tidak wajib diikuti, karena itu hanya ekspresi lokal partikular Islam di  Arab.&#8221;</em></p>
<p>Ulil tidak mengimani syariat Islam atau yang disebutnya sebagai hukum Tuhan.</p>
<p><em>&#8220;Menurut saya, tidak ada yang disebut &#8220;hukum Tuhan&#8221; dalam  pengertian seperti dipahami kebanyakan orang Islam. Misalnya, hukum  Tuhan tentang pencurian, jual beli, pernikahan, pemerintahan, dan  sebagainya. Yang ada adalah prinsip-prinsip umum yang universal yang  dalam tradisi pengkajian hukum Islam klasik disebut sebagai maqashidusy  syari&#8217;ah, atau tujuan umum syariat Islam.&#8221;</em></p>
<p>Lebih jauh, Ulil juga menghina insan termulia dalam Islam, nabi Muhammad SAW., dan menganggapnya banyak kekurangan.</p>
<p><em>&#8220;Bagaimana  meletakkan kedudukan Rasul Muhammad SAW dalam konteks  pemikiran semacam ini? Menurut saya, Rasul Muhammad SAW adalah tokoh  historis yang harus dikaji dengan kritis, (sehingga tidak hanya menjadi  mitos yang dikagumi saja, tanpa memandang aspek-aspek beliau sebagai  manusia yang juga banyak kekurangannya), sekaligus panutan yang harus  diikuti (qudwah hasanah).</em></p>
<p>Ulil bahkan membenarkan semua agama, mencampuradukan dan mengatakan kebenaran Islam ada dalam filsafat Marxisme.</p>
<p><em>&#8220;Saya berpandangan lebih jauh lagi: setiap nilai kebaikan, di mana  pun tempatnya, sejatinya adalah nilai Islami juga. Islam-seperti pernah  dikemukakan Cak Nur dan sejumlah pemikir lain-adalah &#8220;nilai generis&#8221;  yang bisa ada di Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, Yahudi, Taoisme,  agama dan kepercayaan lokal, dan sebagainya. Bisa jadi, kebenaran  &#8220;Islam&#8221; bisa ada dalam filsafat Marxisme.&#8221;</em></p>
<p>Dari artikel Ulil di tahun 2002 yang dimuat <em>Kompas</em> saja,  dosa-dosa Ulil kepada Islam dan kaum Muslimin dianggap tidak dapat  diampuni. Sayangnya, Ulil tidak berhenti menghina Islam dan kaum  Muslimin.</p>
<p>Di tahun 2005, dari Boston dia menulis sebuah surat yang lagi-lagi  menistakan Islam dan menbuat heboh. Dalam surat tersebut Ulil mengatakan  yang salah saat ini bukan hanya umat Islam, tetapi Islam itu sendiri.</p>
<p><em>&#8220;Menurut saya, memang ada yang salah saat ini, bukan pada umat  Islam, tetapi pada Islam itu sendiri. Kalau hal ini tidak diakui, maka  &#8220;kultur kematian&#8221; (saya tak mau menyebutnya sebagai &#8220;martyrdom&#8221;) seperti  yang meledak di Bali itu akan terus-menerus mewarnai Islam,<br />
di masa-masa mendatang. Hanya saat umat Islam menyadari kesalahan itu,  dan mengakuinya sebagai sejenis penyakit, maka mereka akan segera  bergegas ke<br />
dokter, dan mencari pengobatan. &#8220;Politic of denial&#8221;, menolak  terus-menerus, sambil mengatakan bahwa &#8220;Ini bukan Islam, ini oknum,&#8221;  hanya memperpanjang umur penyakit itu, akan membuatnya kian kronis, dan  menggerogoti Islam sendiri. Kultur itu hanyalah<br />
parasit yang harus segera dipotong.&#8221;</em></p>
<p><strong>Dosa Ulil dan JIL Menuai Adzab &amp; Bencana</strong></p>
<p>Dosa-dosa Ulil secara khusus dan JIL secara umum terhadap Islam dan  Kaum Muslimin tersebut bisa jadi merupakan penyebab dirinya dikirimi  paket buku berisi bom. Hal ini terlihat dari judul buku <em>&#8220;Mereka Harus Dibunuh! Karena Dosa-Dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin&#8221;</em> yang dikirim seseorang bernama Drs. Sulaiman Azhar, Lc dan mengaku berasal dari Ciomas, Bogor.</p>
<p>Dalam surat tersebut, pengirim menjelaskan bahwa tema bukunya adalah  &#8220;Deretan nama dan dosa-dosa tokoh Indonesia yang pantas dibunuh&#8221;. Dalam  buku berjumlah halaman 412 tersebut, nama Ulil tentu saja dipastikan ada  walaupun entah di urutan keberapa dan apakah buku tersebut betul-betul  telah ditulis dan diterbitkan.</p>
<p>Nama Ulil dalam buku berjudul &#8220;50 Tokoh Islam Liberal Indonesia&#8221; yang  ditulis oleh Budi Handrianto dan diterbitkan oleh Hujjah Press,  menempati urutan ke 48 dan termasuk ke dalam kategori &#8220;Para Penerus  Perjuangan&#8221; JIL Indonesia. Di urutan ke 49, terdapat nama Zuhairi  Misrawi, yang uniknya juga nyaris dibunuh karena kiprahnya di JIL. Juga  Masdar F Mas&#8217;udi (urutan ke 19 dan masuk kategori senior JIL).</p>
<p>Berikut kronologis peristiwanya sebagaimana terdapat dalam buku  &#8220;Kekafiran Berfikir Sekte Paramadina, Wihdah Press, 2004, hlm 146).</p>
<p>Medio Februari 2004 publik muslim Mesir dan Indonesia geger dengan  peristiwa ancaman bunuh terhadap Masdar F Mas&#8217;udi dan Zuhairi Misrawi  oleh Limra Zainuddin, Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia  (PPMI) Mesir.</p>
<p>Masdar F Mas&#8217;udi, Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan  Masyarakat (P3M) Jum&#8217;at sore di bulan Februari 2004 berada di Hotel  Sonesta, Kairo. Ia berada di sana karena memiliki gawe bertajuk  &#8220;Pendidikan dan Bahtsul Masail Islam Emansipatoris&#8221;. Acara ini akan  dilangsungkan di hotel bintang lima tersebut, Sabtu hingga Senin.  Kegiatan tersebut merupakan kerja sama P3M, Kekatiban Syuriyah Pengurus  Besar Nahdlatul Ulama (NU), dan organisasi mahasiswa setempat, &#8220;Sanggar  Strategi TEROBOSAN&#8221;. Pesertanya sekitar 75 mahasiswa Indonesia di Mesir  yang mewakili sejumlah simpul. Pemikir Mesir, Prof.Dr.Hassan Hanafi dan  Dr.Youhanna Qaltah, dijadwalkan menjadi pembicara.</p>
<p>Sore itu, Limra mendatangi hotel untuk menolak acara tersebut. Setelah  menemui manajer hotel, ia bertemu panitia dari unsur mahasiswa  Indonesia di Kairo. Limra menyebutkan alasan menolak acara, karena  lontaran pemikiran Zuhairi dianggap meresahkan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Peryataan Zuhairi tentang shalat tidak wajib. Dan permasalahan muslim  menikahi wanita musyrik,&#8221; kata Limra. &#8220;Juga pendapat Masdar tentang  haji,&#8221; Limra menambahkan. Baru beberapa menit Limra berada di lobi  hotel, kemudian muncul Masdar bersama beberapa mahasiswa.</p>
<p>Limra menyampaikan tembusan surat keberatan PPMI kepada Masdar. Surat  tertanggal 5 Februari 2004 itu meminta Duta Besar RI untuk Mesir  meniadakan acara yang akan digelar Zuhairi Misrawi selaku koordinator  Program Islam Emansipatoris P3M. Penolakan itu, katanya, berdasar  aspirasi mahasiswa Indonesia di Mesir. Ujung surat PPMI itu menyiratkan  ancaman. &#8220;Bapak sudah bisa membaca apa yang terjadi, bila acara Zuhairi  tetap dilaksanakan.&#8221; Menanggapi persoalan itu, Masdar berusaha  mendinginkan suasana dengan menawarkan dialog. Limra menolak, dengan  alasan hanya buang-buang waktu. Ia menilai pandangan Masdar tentang  pelanggaran waktu haji telah mengungkit akidah. &#8220;Itu sekedar pemikiran.  Anda tidak harus mengikutinya,&#8221; kata Masdar, berargumentasi. &#8220;Pokoknya  tidak bisa,&#8221; ujar Limra dengan nada tinggi. &#8220;Saya sudah capek mengurus  persoalan seperti ini, sampai program saya terbengkalai. Sejak lebaran,  saya sudah marah. Sampai sekarang saya masih marah.&#8221;</p>
<p>Masdar lalu menantang, &#8220;Seandainya acara ini tetap dilaksanakan, apa  akibatnya ?&#8221; Limra menanggapinya dengan melontarkan ancaman akan  membunuh Masdar. Dengan tenang, Masdar meledek Limra, &#8220;Bisa enggak saya  dibikinkan surat ancaman bahwa saya akan dibunuh?&#8221; Dan Limra pun  berkelit, &#8220;Saya hanya bisa lewat lisan, saya banyak pekerjaan.&#8221;</p>
<p>Masdar kembali melontarkan pertanyaan, &#8220;Jadi, sama sekali enggak ada  jalan keluar?&#8221; Limra naik pitam. Napasnya terengah-engah. Tangan  kanannya mengambil asbak di meja, lalu diacungkan ke muka Masdar. &#8220;Apa  perlu Bapak saya bunuh sekarang?&#8221; Limra membentak.</p>
<p>Dalam teks yang lain (ancaman itu dikutip dalam catatan kronologi  bikinan tim panitia yang beredar di milis para mahasiswa Universitas  al-Azhar, Mesir), Limra antara lain menyatakan : &#8220;Saya akan membunuh  Bapak atau Zuhairi. Kalau bukan Bapak yang mati, atau Zuhairi, maka saya  yang mati. Pilihannya mayat saya, mayat Bapak atau Zuhairi. Kalau Bapak  masih bersikeras, saya sendiri yang akan membunuh Bapak.&#8221;</p>
<p>Kejadian serupa, dengan tokoh liberal asal Mesir juga pernah terjadi,  menimpa Dr. Faraj Faudah (1945-1993). Dr.Faraj Faudah terbunuh setelah  peristiwa &#8220;debat besar&#8221; antara kelompok sekuler di Mesir dengan kelompok  Islam, tahun 1992. Dr. Faraj Faudah terbunuh enam bulan setelah acara  debat, yaitu pada April 1993, di Mesir.</p>
<p>Syekh Muhammad Al-Ghazali yang menjadi &#8216;teman debat&#8217; Faudah  didatangkan oleh pengadilan sebagai saksi ahli atas terbunuhnya tokoh  sekuler itu. Kesaksian Al-Ghazali ini kemudian ramai di media massa  Mesir, ada yang pro dan kontra. Hal ini karena teryata di pengadilan  Al-Ghazali menyatakan tegas bahwa orang yang mengaku muslim tapi menolak  terang-terangan pelaksanaan syari&#8217;at Islam dan mengajak untuk mengganti  syari&#8217;at Allah dengan syari&#8217;at thaghut, maka orang itu telah keluar  dari agama Islam alias murtad.</p>
<p>Syekh Umar Bakri Muhammad dalam sebuah artikel di Majalah <em>Shariah</em> berjudul <em>The Secularist&#8217;s Attack on Islam and Muslim</em> mengungkapkan bahwa terdapat orang-orang Islam tetapi mempropagandakan  ide-ide bukan Islam. Sifat dan perbuatan jahat orang-orang tersebut  sudah tidak terhitung lagi banyaknya, bahkan mereka adalah ancaman  paling berbahaya bagi keberadaan kaum Muslimin dan kemunculan kembali  khilafah, karena mereka adalah &#8220;ancaman&#8221; yang tidak terlihat (munafik).</p>
<p><strong>Abdurrahman Al Maliki  dalam <em>Nidzomul Uqubat fil Islam</em>, memasukkan aktivitas penyebaran ideologi kufur ke dalam sanksi jenis <em>ta&#8217;zir</em>, yaitu sanksi yang ditetapkan atas tindakan maksiyat yang di dalamnya tidak ada <em>had</em> dan <em>kifarat</em> .</strong></p>
<p><em>&#8220;setiap orang yang melakukan aktivitas penyebaran ideologi kufur,  atau pemikiran kufur, maka akan dikenakan sanksi penjara mulai 2 tahun  hingga 10 tahun. Hal ini jika orang tersebut bukan muslim. Jika  pelakunya seorang muslim, maka kepadanya ditetapkan hukum murtad, yakni  dibunuh. Dan setiap orang yang melakukan penyebaran agama kufur di  tengah-tengah kaum muslimin, maka ia akan dikenakan sanksi serupa.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Setiap tulisan atau seruan yang mengandung celaan terhadap salah  satu dari akidah kaum Muslim, maka pelakunya akan dikenakan sanksi  penjara mulai dari 5 tahun sampai 15 tahun, jika pelakunya bukan muslim  atau celaannya tidak sampai mengkafirkan pengucapnya. Namun jika  pelakunya seorang muslim dan jika celaan tersebut dapat mengkafirkan  pengucapnya, maka ia akan dikenakan sanksi murtad (hukuman mati).&#8221;</em></p>
<p>Wallahu&#8217;alam bis showab!</p>
<p><strong>By: M. Fachry</strong><br />
<strong>International Jihad Analysis</strong></p>
<p>Jum&#8217;at, 13 Robi&#8217;ul Akhir 1432 H/18 Maret 2011 M</p>
<p><strong>Ar Rahmah Media Network</strong><br />
<a href="http://www.arrahmah.com/"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2011/04/apa-dosa-ulil-sehingga-harus-dibunuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Matematika Dalam Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2011/04/keajaiban-matematika-dalam-al-quran/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2011/04/keajaiban-matematika-dalam-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 04:16:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Bukti kebenaran Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=934</guid>
		<description><![CDATA[Keajaiban Al Quran dilihat dari sisi kandungannya telah banyak ditulis dan diketahui, tetapi keajaiban dilihat dari bagaimana Al Quran ditulis/disusun mungkin belum banyak yang mengetahui. Orang-orang non-muslim khususnya kaum orientalis barat sering menuduh bahwa Al Qur’an adalah buatan Muhammad. Padahal kalau kita baca Al Qur’an ada ayat yang menyatakan tantangan kepada orang-orang kafir khususnya untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2011/04/al-quran.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-936" title="al-quran" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2011/04/al-quran.jpg" alt="" width="358" height="269" /></a>Keajaiban Al Quran dilihat dari sisi kandungannya telah banyak ditulis  dan diketahui, tetapi keajaiban dilihat dari bagaimana Al Quran  ditulis/disusun mungkin belum banyak yang mengetahui. Orang-orang  non-muslim khususnya kaum orientalis barat sering menuduh bahwa Al  Qur’an adalah buatan Muhammad. Padahal kalau kita baca Al Qur’an ada  ayat yang menyatakan tantangan kepada orang-orang kafir khususnya untuk  membuat buku/kitab seperti Al Quran dimana hal ini tidak mungkin akan  dapat dilakukannya meskipun jin dan manusia bersatu padu membuatnya.</p>
<p>Tulisan singkat ini bertujuan untuk menyajikan beberapa keajaiban  Al Qur’an dilihat dari segi bagaimana Al Qur’an ditulis, dan sekaligus  secara tidak langsung juga untuk menyangkal tuduhan tersebut, dimana  Muhammad sebagai manusia biasa tidak mungkin dapat melakukan atau  menciptakan sebuah Al Qur’an. Pandangan sains secara konvensional  menempatkan matematika sebagai suatu yang prinsipil dari sebuah cabang  pengetahuan dimana alasan dikedepankan, emosi tidak dilibatkan,  kepastian menjadi hal yang ingin diketahui, dan kebenaran hari ini  merupakan kebenaran untuk selamanya.</p>
<p>Dalam masalah agama, ilmuan memandang bahwa semua agama sama, karena  semua agama sama-sama tidak mampu memverifikasi atau menjustifikasi  kebenaran melalui pembuktian yang dapat diterima oleh logika. Jadi suatu  hal dikatakan valid jika ada bukti nyata, dan pembuktian ini merupakan  sebuah prosedur yang dibentuk untuk membuktikan suatu realitas yang tak  terlihat melalui sebuah proses deduksi dan konklusi yang hasil akhirnya  dapat diterima oleh semua pihak.</p>
<p>Dengan dasar tersebut, tulisan ini mencoba untuk membawa pembaca pada  suatu kesimpulan bahwa Al Qur’an yang ditulis menurut aturan  matematika, merupakan bukti nyata bahwa Al Qur’an adalah benar-benar  firman Allah dan bukan buatan Nabi Muhammad. Kiranya patut juga  direnungi apa yang dikatakan oleh Galileo (1564-1642 AD) bahwa .  “Mathematics is the language in which God wrote the universe (Matematika  adalah bahasa yang digunakan Tuhan dalam menuliskan alam semesta ini)”  ada benarnya. Kebenaran bahasa matematika tersebut akan dibahas sekilas  sebagai tambahan dari tema utama tulisan ini.</p>
<p>Angka-angka Menakjubkan dari Beberapa Kata dalam Al Qur’an</p>
<p>Kalau kita buka Al Quran dan kita perhatikan beberapa kata dalam Al  Quran dan menghitung berapa kali kata tersebut disebutkan dalam Al  Quran, kita akan peroleh suatu hal yang sangat menakjubkan. Mungkin kita  betanya, berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencari dan  menghitungnya. Dengan kemajuan teknologi khususnya komputer, hal  tersebut tidak menjadi masalah. Tabel 1 menyajikan frekuensi penyebutan  beberapa kata penting dalam Al Qur’an yang kita kenal dalam kehidupan  sehari-hari.</p>
<p>Berdasarkan tabel tersebut ada beberapa pelajaran yang dapat kita  petik. Misalnya pada kata “dunya” dan “akhirat” yang disebutkan dalam Al  Qur’an dengan frekuensi sama, kita dapat menafsirkan bahwa Allah  menyuruh umat manusia untuk memperhatikan baik kehidupan dunia maupun  kehidupan akhirat secara seimbang. Artinya kehidupan dunia dan akhirat  sama-sama penting bagi orang Islam. Selanjutnya pada penyebutan kata  “malaaikat” dan “syayaathiin” juga disebutkan secara seimbang. Hal ini  dapat mengindikasikan bahwa kebaikan yang direfleksikan oleh kata  “malaaikah” akan selalu diimbangi oleh adanya kejahatan yang  direfleksikan oleh kata “syayaathiin”. Hal lain juga dapat kita kaji  pada beberapa pasangan kata yang lain.</p>
<p>Tabel 1. Jumlah Penyebutan beberapa Kata Penting dalam Al Quran</p>
<p>Sumber: From the Numeric Miracles In the Holy Qur’an by Suwaidan, www.islamicity.org</p>
<p>Beberapa kata lain yang menarik dari tabel tersebut adalah kata “syahr  (bulan)” yang disebutkan sebanyak 12 kali yang menunjukkan bahwa jumlah  bulan dalam setahun adalah 12, dan kata “yaum (hari)” yang disebutkan  sebanyak 365 kali yang menunjukkan jumlah hari dalam setahun adalah 365  hari. Selanjutnya Kata “lautan (perairan)” disebutkan sebanyak 32 kali,  dan kata “daratan” disebut dalam Al Quran sebanyak 13 kali. Jika kedua  bilangan tersebut kita tambahkan kita dapatkan angka 45.</p>
<p>Sekarang kita lakukan perhitungan berikut:</p>
<p>· Dengan mencari persentase jumlah kata “bahr (lautan)” terhadap total jumlah kata (bahr dan barr) kita dapatkan:<br />
(32/45)x100% = 71.11111111111%</p>
<p>· Dengan mencari persentase jumlah kata “barr (daratan)” terhadap total jumlah kata (bahr dan barr) kita dapatkan:<br />
(13/45)x100% = 28.88888888889%</p>
<p>Kita akan mendapatkan bahwa Allah SWT dalam Al Quran 14 abad yang lalu  menyatakan bahwa persentase air di bumi adalah 71.11111111111%, dan  persentase daratan adalah 28.88888888889%, dan ini adalah rasio yang  riil dari air dan daratan di bumi ini.</p>
<p>Al Qur’an Didisain Berdasarkan Bilangan 19</p>
<div id="attachment_937" class="wp-caption alignright" style="width: 190px"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2011/04/tangan.jpg"><img class="size-full wp-image-937" title="tangan" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2011/04/tangan.jpg" alt="" width="180" height="213" /></a><p class="wp-caption-text">Ruas Jari Tangan Berjumlah 19</p></div>
<p>Dalam kaitannya dengan pertanyaan yang bersifat matematis yang hanya  memiliki satu jawaban pasti, maka jika ada beberapa ahli matematika,  yang menjawab di waktu dan tempat yang berbeda dan dengan menggunakan  metode yang berbeda, maka tentunya akan memperoleh jawaban yang sama.  Dengan kata lain, pembuktian secara matematis tidak dipengaruhi oleh  ruang dan waktu. Perlu diketahui bahwa dari seluruh kitab suci yang ada  di dunia ini, Al Qur’an merupakan satu-satunya kitab suci yang  seluruhnya ditulis dalam bahasa aslinya. Berkaitan dengan pembuktian,  kebenaran Al Qur’an sebagai wahyu Allah yang sering dikatakan oleh orang  barat sebagai ciptaan Muhammad, dapat dibuktikan secara matematis bahwa  Al Qur’an tidak mungkin diciptakan oleh Muhammad. Adalah seorang ahli  biokimia berkebangsaan Amerika keturunan Mesir dan seorang ilmuan  muslim, Dr. Rashad Khalifa yang pertama kali menemukan sistem matematika  pada desain Al Qur’an. Dia memulai meneliti komposisi matematik dari Al  Quran pada 1968, dan memasukkan Al Qur’an ke dalam sistem komputer pada  1969 dan 1970, yang diteruskan dengan menerjemahkan Al Qur’an ke dalam  bahasa Inggris pada awal 70-an. Dia tertantang untuk memperoleh jawaban  untuk menjelaskan tentang inisial pada beberapa surat dalam Al Qur’an  (seperti Alif Lam Mim) yang sering diberi penjelasan hanya dengan “hanya  Allah yang mengetahui maknanya”. Dengan tantangan ini, dia memulai  riset secara mendalam pada inisial-inisial tersebut setelah memasukkan  teks Al Qur’an ke dalam sistem komputer, dengan tujuan utama mencari  pola matematis yang mungkin akan menjelaskan pentingnya inisial-inisial  tersebut. Setelah beberapa tahun melakukan riset, Dr. Khalifa  mempublikasikan temuan-temuan pertamanya dalam sebuah buku berjudul  “MIRACLE OF THE QURAN: Significance of the Mysterious Aphabets” pada  Oktober 1973 bertepatan dengan Ramadan 1393. Pada buku tersebut hanya  melaporkan bahwa inisial-inisial yang ada pada beberapa surat pada Al  Qur’an memiliki jumlah huruf terbanyak (proporsi tertinggi) pada  masing-masing suratnya, dibandingkan huruf-huruf lain. Misalnya, Surat  “Qaaf” (S No. 50) yang dimulai dengan inisial “Qaaf” mengandung huruf  “Qaaf” dengan jumlah terbanyak. Surat “Shaad” (QS No. 38) yang memiliki  inisial “Shaad”, mengandung huruf “Shaad” dengan proporsi terbesar.  Fenomena ini benar untuk semua surat yang berinisial, kecuali Surat Yaa  Siin (No. 36), yang menunjukkan kebalikannya yaitu huruf “Yaa” dan  “Siin” memiliki proporsi terendah. Berdasarkan temuan tersebut, pada  awalnya dia hanya berfikir sampai sebatas temuan tersebut mengenai  inisial pada Al Qur’an, tanpa menghubungkan frekuensi munculnya  huruf-huruf yang ada pada inisial surat dengan sebuah bilangan pembagi  secara umum (common denominator). Akhirnya, pada Januari 1974  (bertepatan dengan Zul-Hijjah 1393), dia menemukan bahwa bilangan 19  sebagai bilangan pembagi secara umum[1] dalam insial-inisial tersebut  dan seluruh penulisan dalam Al Qur’an, sekaligus sebagai kode rahasia Al  Qur’an. Temuan ini sungguh menakjubkan karena seluruh teks dalam Al  Qur’an tersusun secara matematis dengan begitu canggihnya yang  didasarkan pada bilangan 19 pada setiap elemen sebagai bilangan pembagi  secara umum. Sistem matematis tersebut memiliki tingkat kompleksitas  yang bervariasi dari yang sangat sederhana (bisa dihitung secara manual)  sampai dengan yang sangat kompleks yang harus memerlukan bantuan  program komputer untuk membuktikan apakah kelipatan 19. Jadi, sistem  matematika yang didasarkan bilangan 19 yang melekat pada Al Quran dapat  diapresiasi bukan hanya oleh orang yang memiliki kepandaian komputer dan  matematika tingkat tinggi, tetapi juga oleh orang yang hanya dapat  melakukan penghitungan secara sederhana.</p>
<p>Selain 19 sebagai kode rahasia Al Qur’an itu sendiri, peristiwa  ditemukannya bilangan 19 sebagai “miracle” dari Al Qur’an juga dapat  dihubungkan dengan bilangan 19 sebagai kehendak Allah. Disebutkan di  atas bahwa kode rahasia tersebut ditemukan pada tahun 1393 Hijriah. Al  Qur’an diturunkan pertama kali pada 13 tahun sebelum Hijriah (hijrah  Nabi). Jadi keajaiban Al Qur’an ini ditemukan 1393+13=1406 tahun (dalam  hitungan hijriah) setelah Al Qur’an diturunkan, yang bertepatan dengan  tahun 1974 M.</p>
<p>Surah 74 adalah Surah Al Muddatsir yang berarti orang yang berkemul  (Al Quran dan Terjemahnya, Depag) dan juga dapat berarti rahasia yang  tesembunyi, yang memang mengandung rahasia Allah mengenai keajaiban Al  Qur’an. Dalam Surah 74 ayat 30-36 dinyatakan:</p>
<p>(74:30) Di atasnya adalah 19.</p>
<p>(74:31) Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka melainkan dari malaikat;  dan tidaklah Kami jadikan bilangan mereka itu (19) melainkan untuk:</p>
<p>- cobaan/ujian/tes bagi orang-orang kafir,</p>
<p>- meyakinkan orang-orang yang diberi Al Kitab (Nasrani dan Yahudi),</p>
<p>- memperkuat (menambah)keyakinan orang yang beriman,</p>
<p>- menghilangkan keragu-raguan pada orang-orang yang diberi Al kitab dan juga orang-orang yang beriman, dan</p>
<p>- menunjukkan mereka yang ada dalam hatinya menyimpan keragu-raguan;  dan orang-orang kafir mengatakan: “Apakah yang dikehendaki Allah dengan  perumpamaan ini?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang  dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya.  Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia. Dan ini  tiada lain hanyalah sebuah peringatan bagi manusia.</p>
<p>(74:32) Sungguh, demi bulan.</p>
<p>(74:33) Dan malam ketika berlalu.</p>
<p>(74:34) Dan pagi (subuh) ketika mulai terang.</p>
<p>(74:35) Sesungguhnya ini (bilangan ini) adalah salah satu dari keajaiban yang besar.</p>
<p>(74:36) Sebagai peringatan bagi umat manusia.</p>
<p>Sebagian besar ahli tafsir menafsirkan 19 sebagai jumlah malaikat.  Menurut Dr. Rashad Khalifa, menafsirkan bilangan 19 sebagai jumlah  malaikat adalah tidak tepat karena bagaimana mungkin jumlah malaikat  dapat dijadikan untuk ujian/tes bagi orang-orang kafir, untuk meyakinkan  orang-orang nasrani dan yahudi, untuk meningkatkan keimanan orang yang  telah beriman dan juga untuk menghilangkan keragu-raguan. Jadi, tepatnya  bilangan 19 ini merupakan keajaiban yang besar dari Al Qur’an sesuai  ayat 35 di atas, menurut terjemahan Dr. Rashad Khalifa (dan juga  terjemahan beberapa penterjemah lain). Jadi pada ayat 35 kata “innahaa”  merujuk pada kata “’iddatun” pada ayat 31.</p>
<p>Mengapa 19?</p>
<p>Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu dijelaskan tentang sistem  bilangan. Kita pasti mengenal betul sistem bilangan Romawi yang masih  sangat dikenal pada saat ini, seperti I=1, V=5, X=10, L=50, C=100, D=500  dan M=1000. Seperti halnya pada sistem bilangan Romawi, sistem bilangan  juga dikenal pada huruf-huruf arab. Bilangan yang ditandai pada setiap  huruf dikenal sebagai “nilai numerik (numerical value atau gematrical  value)”. Click link ini untuk mengetahui lebih jauh tentang nilai  numerik.</p>
<p>Setelah mengetahui nilai dari setiap huruf arab tersebut, kita dapat  menjawab mengapa 19 dipakai sebagai kode rahasia Allah dalam Al Qur’an,  dan sekaligus dapat digunakan untuk mengungkap keajaiban Al Qur’an.  Berikut beberapa hal yang dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa 19.</p>
<p>* 19 merupakan nilai numerik dari kata “Waahid” dalam bahasa arab yang  artinya ‘esa/satu’ (lihat Tabel 2) Tabel 2. Nilai numerik dari kata  “waahid”</p>
<p>* 19 merupakan bilangan positif pertama dan terakhir (1 dan 9), yang  dapat diartikan sebagai Yang Pertama dan Yang Terakhir seperti yang  dikatakan Allah, misalnya, pada QS 57 ayat 3 sebagai berikut: “Dialah  Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha  Mengetahui segala sesuatu” (QS 57:3). Kata “waahid” dalam Qur’an  disebutkan sebanyak 25 kali, dimana 6 diantaranya tidak merujuk pada  Allah (seperti salah satu jenis makanan, pintu, dsb). Sisanya 19 kali  merujuk pada Allah. Total jumlah dari (nomor surat + jumlah ayat pada  masing-masing surat) dimana 19 kata “waahid” yang merujuk pada Allah  adalah 361 = 19 x 19. Jadi 19 melambangkan keesaan Allah (Tuhan Yang  Esa).</p>
<p>* Pilar agama Islam yang pertama juga dikodekan dengan 19</p>
<p>“La – Ilaha – Illa – Allah”</p>
<p>Nilai-nilai numerik dari setiap huruf arab pada kalimah syahadat di atas adalah dapat ditulis sebagai berikut</p>
<p>“30 1 – 1 30 5 – 1 30 1 – 1 30 30 5”</p>
<p>Jika susunan angka tersebut ditulis menjadi sebuah bilangan, diperoleh  = 30113051301130305 = 19 x … atau merupakan bilangan yang mempunyai  kelipatan 19. Jadi jelaslah bahwa 19 merujuk kepada keesaan Allah  sebagai satu-satunya dzat yang wajib disembah.</p>
<p>Beberapa Contoh Bukti-bukti yang Sangat Sederhana tentang Kode 19</p>
<p>Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa desain Al Qur’an yang  didasarkan bilangan 19 ini, dapat dibuktikan dari penghitungan yang  sangat sederhana sampai dengan yang sangat komplek. Berikut ini hanya  sebagian kecil dari keajaiban Al Quran (sistim 19) yang dapat ditulis  dalam artikel singkat ini. Fakta-fakta yang sangat sederhana:</p>
<p>(1) Kalimat Basmalah pada (QS 1:1) terdiri dari 19 huruf arab.</p>
<p>(2) QS 1:1 tersebut diturunkan kepada Muhammad setelah Surat 74 ayat 30 yang artinya “Di atasnya adalah 19”.</p>
<p>(3) Al Qur’an terdiri dari 114 surah, 19×6.</p>
<p>(4) Ayat pertama turun (QS 96:1) terdiri dari 19 huruf.</p>
<p>(5) Surah 96 (Al Alaq) ditempatkan pada 19 terakhir dari 114 surah (dihitung mundur dari surah 114), dan terdiri dari 19 ayat</p>
<p>(6) Surat terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad adalah Surah  An-Nashr atau Surah 110 yang terdiri dari 3 ayat. Surah terakhir yang  turun terdiri dari 19 kata dan ayat pertama terdiri dari 19 huruf.</p>
<p>(7) Kalimat Basmalah berjumlah 114 (19×6). Meskipun pada Surah 9 (At  Taubah) tidak ada Basmalah pada permulaan surah sehingga jumlah Basmalah  kalau dilihat pada awal surah kelihatan hanya 113, tetapi pada Surah 27  ayat 30 terdapat ekstra Basmalah (dan juga 27+30=57, atau 19 x 3).  Dengan demikian jumlah Basmalah tetap 114.</p>
<p>(8) Jika dihitung jumlah surah dari surah At Taubah (QS 9) yang tidak  memiliki Basmalah sampai dengan Surah yang memuat 2 Basmalah yaitu S 27,  ditemukan 19 surah. Dan total jumlah nomor surah dari Surah 9 sampai  Surah 27 diperoleh (9+10+11+…+26+27=342) atau 19×18. Total jumlah ini  (342) sama dengan jumlah kata antara dua kalimat basmalah dalam Surat  27.</p>
<p>(9) Berkaitan dengan inisial surah, misalnya ada dua Surah yang  diawali dengan inisial “Qaaf” yaitu Surah 42 yang memiliki 53 ayat dan  Surah 50 yang terdiri dari 45 ayat. Jumlah huruf “Qaaf” pada  masing-masing dua surat tersebut adalah 57 atau 19 x 3. Jika kita  tambahkan nomor surah dan jumlah ayatnya diperoleh masing-masing adalah  (42+53=95, atau 19 x 5) dan (50+45=95, atau 19 x 5). Selanjutnya initial  “Shaad” mengawali tiga surah yang berbeda yaitu Surah 7, 19, dan 38.  Total jumlah huruf “Shaad” di ketiga surah tersebut adalah 152, atau 19 x  8. Hal yang sama berlaku untuk inisial yang lain.</p>
<p>(10) Frekuensi munculnya empat kata pada kalimat Basmalah dalam Al  Qur’an pada ayat-ayat yang bernomor merupakan kelipatan 19 (lihat Tabel  3)</p>
<p>Tabel 3: Empat kata dalam Basmalah dan frekuensi penyebutan dalam ayat-ayat yang bernomor dalam Al Quran</p>
<p>No. Kata Frekuensi muncul</p>
<p>1 Ism 19</p>
<p>2 Allah 2698 (19×142)</p>
<p>3 Al-Rahman 57 (19×3)</p>
<p>4 Al-Rahiim 114 (19×6)</p>
<p>(11) Ada 14 huruf arab yang berbeda yang membentuk 14 set inisial pada  beberapa surah dalam Al Qur’an, dan ada 29 surah yang diawali dengan  inisial (seperti Alif-Lam-Mim). Jumlah dari angka-angka tersebut  diperoleh 14+14+29=57, atau 19×3.</p>
<p>(12) Antara surah pertama yang berinisial (Surah 2 atau Surah Al  Baqarah) dan surah terakhir yang berinisial (Surah 68), terdapat 38  surah yang tidak diawali dengan inisial, 38=19×2.</p>
<p>(13) Al-Faatihah adalah surah pertama dalam Al-Quran, No.1, dan  terdiri dri 7 ayat, sebagai surah pembuka (kunci) bagi kita dalam  berhubungan dengan Allah dalam shalat. Jika kita tuliskan secara  berurutan Nomor surah (No. 1) diikuti dengan nomor setiap ayat dalam  surah tersebut, kita dapatkan bilangan: 11234567. Bilangan ini merupakan  kelipatan 19. Hal ini menunjukkan bahwa kita membaca Al Faatihah adalah  dalam rangka menyembah dan meng-Esakan Allah.</p>
<p>Selanjutnya, jika kita tuliskan sebuah bilangan yang dibentuk dari  nomor surah (1) diikuti dengan bilangan-bilangan yang menunjukkan jumlah  huruf pada setiap ayat (lihat Tabel 4), diperoleh bilangan :  119171211191843 yang juga merupakan kelipatan 19.</p>
<p>Tabel 4: Jumlah huruf pada setiap ayat dalam Surah Al Faatihah</p>
<p>(14) Ketika kita membaca Surah Al-Fatihah (dalam bahasa arab), maka  bibir atas dan bawah akan saling bersentuhan tepat 19 kali. Kedua bibir  kita akan bersentuhan ketika mengucapkan kata yang mengandung huruf “B  atau Ba’” dan huruf “M atau Mim”. Ada 4 huruf Ba’ dan 15 huruf Mim.  Nilai numerik dari 4 huruf Ba’ adalah 4×2=8, dan nilai numerik dari 15  huruf Mim adalah 15×40=600. Total nilai numerik dari 4 huruf Ba’ dan 15  huruf Mim adalah 608=19×32 (lihat Tabel 5).</p>
<p>Tabel 5. Kata-kata dalam Surah Al-Fatihah yang mengandunghuruf Ba’ dan Mim beserta nilai numeriknya</p>
<p>Kejadian Di Alam Semesta yang Terkait dengan Bilangan 19</p>
<p>Beberapa kejadian lain di alam ini dan juga dalam kehidupan kita sehari-hari yang mengacu pada bilangan 19 adalah:</p>
<p>· Telah dibuktikan bahwa bumi, matahari dan bulan berada pada posisi yang relatif sama setiap 19 tahun</p>
<p>· Komet Halley mengunjungi sistim tata surya kita sekali setiap 76 tahun (19×4).</p>
<p>· Fakta bahwa tubuh manusia memiliki 209 tulang atau 19×11.</p>
<p>· Langman’s medical embryology, oleh T. W. Sadler yang merupakan buku  teks di sekolah kedokteran di Amerika Serikat diperoleh pernyataan  “secara umum lamanya kehamilan penuh adalah 280 hari atau 40 minggu  setelah haid terakhir, atau lebih tepatnya 266 hari atau 38 minggu  setelah terjadinya pembuahan”. Angka 266 dan 38 kedua-duanya adalah  kelipatan dari 19 atau 19×14 dan 19×2.</p>
<p>Lima Pilar Islam (Rukun Islam) dan Sistem 19</p>
<p>Islam adalah agama yang dibawa oleh seluruh nabi sejak Nabi Ibrahim  sebagai the founding father of Islam (misalnya lihat QS 2:67, 130-136;  QS 5:44, 111; QS 3:52).Pesan utama yang disampaikan oleh seluruh Nabi  sejak Nabi Ibrahim sampai Nabi Muhammad adalah sama yaitu menyembah  Allah yang Esa, Shalat, Puasa, Zakat dan Haji. Allah menyempurnakan  Islam melalui Nabi Muhammad. Jadi praktek shalat, zakat, puasa dan haji  telah dilakukan dan diajarkan oleh Nabi-nabi sejak Nabi Ibrahim. Dari  kelima pilar agama Islam, dapat ditunjukkan bahwa semua berkaitan dengan  sistim bilangan 19 (kelipatan 19).</p>
<p>· Syahadat</p>
<p>Telah dibahas di atas bahwa pilar pertama agama Islam “Laa Ilaaha Illa Allah” didisain berdasarkan bilangan 19.</p>
<p>· Shalat</p>
<p>Kata “shalawat” yang merupakan bentuk jamak dari kata “shalat“ muncul  di Al Qur’an sebanyak 5 kali. Ini menunjukkan bahwa perintah Allah untuk  melaksanakan shalat 5 kali sehari dikodekan di Al Qur’an. Selanjutnya  jumlah rakaat dalam shalat dikodekan dengan bilangan 19. Jumlah rakaat  pada shalat subuh, zuhur, ashar, maghrib dan isya masing-masing adalah  2,4,4,3, dan 4 rakaat. Jika jumlah rakaat tersebut disusun menjadi  sebuah angka 24434 merupakan bilangan kelipatan 19 atau (24434 =  19×1286). Digit 1286 kalau dijumlahkan akan didapat angka 17 (1+2+8+6)  yang merupakan jumlah rakaat shalat dalam sehari. Untuk hari Jum’at  jumlah rakaat Shalat adalah 15, karena Shalat Jum’at hanya 2 rakaat. Ini  juga dapat dikaitkan dengan bilangan 19 (kelipatan 19). Jika kita buat  hari Jum’at sebagai hari terakhir, maka jumlah rakaat shalat mulai hari  Sabtu sampai Jum’at dapat ditulis secara berurutan sebagai berikut: 17  17 17 17 17 17 15. Jika urutan bilangan tersebut kita jadikan menjadi  satu bilangan 17171717171715, maka bilangan tersebut merupakan bilangan  dengan kelipatan 19 atau (19 x 903774587985). Jadi pada intinya shalat  itu menyembah Tuhan yang Satu (ingat: 19 adalah total nilai numerik dari  kata ‘waahid’). Surah Al-Fatihah yang dibaca dalam setiap rakaat dalam  Shalat seperti dibahas sebelumnya juga mengacu pada bilangan 19.  Selanjutnya, kata “Shalat’ dalam Al Qur’an disebutkan sebanyak 67 kali.  Jika kita jumlahkan nomor surat-surat dan nomor ayat-ayat dimana ke 67  kata “Shalat” disebutkan, diperoleh total 4674 atau 19×246.</p>
<p>· Puasa</p>
<p>Perintah puasa dalam Al Qur’an disebutkan pada ayat-ayat berikut:</p>
<p>- 2:183, 184, 185, 187, 196;</p>
<p>- 4:92; 5:89, 95;</p>
<p>- 33:35, 35; dan</p>
<p>- 58:4.</p>
<p>Total jumlah bilangan tersebut adalah 1387, atau 19×73. Perlu  diketahui bahwa QS 33:35 menyebutkan kata puasa dua kali, satu untuk  orang laki-laki beriman dan satunya lagi untuk wanita beriman.</p>
<p>· Kewajiban Zakat dan Menunaikan Haji ke Mekkah</p>
<p>Sementara tiga pilar pertama diwajibkan kepada semua orang Islam  laki-laki dan perempuan, Zakat dan Haji hanya diwajibkan kepada mereka  yang mampu. Hal ini menjelaskan fenomena matematika yang menarik yang  berkaitan dengan Zakat dan Haji.</p>
<p>Zakat disebutkan dalam Al Qur’an pada ayat-ayat berikut:</p>
<p>Penjumlahan angka-angka tersebut diperoleh 2395. Total jumlah ini jika  dibagi dengan 19 diperoleh sisa 1 (bilangan tersebut tidak kelipatan  19).</p>
<p>Haji disebutkan dalam Al Qur’an pada ayat-ayat</p>
<p>- 2:189, 196, 197;</p>
<p>- 9:3; dan</p>
<p>- 22:27.</p>
<p>Total penjumlahan angka-angka tersebut diperoleh 645, dan angka ini  tidak kelipatan 19 karena jika angka tersebut dibagi 19 kurang 1.</p>
<p>Kemudian jika dari kata Zakat dan Haji digabungkan diperoleh nilai total 2395+645 = 3040 = 19&#215;160.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Secara umum disimpulkan bahwa Al Qur’an didisain secara matematis. Apa  yang dibahas di atas hanyalah sebagian kecil dari ribuan bukti tentang  desain matematis dari Al Qur’an dan khususnya tentang bilangan dasar 19  sebagai desain Al Qur’an yang dapat disajikan pada tulisan ini. Selain  itu, tulisan ini hanya memfokuskan pada contoh-contoh yang sangat  sederhana, sementara untuk contoh-contoh yang sangat kompleks tidak  disajikan di sini karena mungkin akan sulit dipahami oleh orang yang  tidak memiliki latar belakang atau kurang memahami matematika. Bilangan  19 yang juga berarti Allah yang Esa, dan juga berarti tidak ada Tuhan  melainkan Dia, dapat dikatakan sebagai “Tanda tangan Allah” di alam  semesta ini. Hal ini sesuai dengan salah satu firman Allah yang  menyatakan bahwa seluruh alam ini tunduk dan sujud kepada Allah dan  mengakui keesaan Allah. Hanya orang-orang kafir lah yang tidak mau sujud  dan mengakui keesaan Allah. Allah dalam menciptakan Al Qur’an dan alam  semesta ini telah melakukan perhirtungan secara detail, seperti firman  Allah yang berbunyi: “dan Allah menghitung segala sesuatunya satu per  satu (secara detail)” (QS 72:28). Jumlahkan angka-angka pada nomor surah  dan ayat tersebut !!!!!! Anda memperoleh angka 19 (7+2+2+8=19). Dari  uraian di atas khususnya mengenai lima pilar Islam diperoleh kesimpulan  yang sangat tegas bahwa pemeluk Islam adalah orang-orang yang pasrah dan  tunduk menyembah dan mengakui keesaan Allah seperti yang ditunjukkan  bahwa kelima pilar Islam tersebut berkaitan dengan sistim bilangan 19  (nilai numerik dari kata “waahid” atau Esa). Hal ini juga sesuai dengan  Islam sendiri yang yang secara harfiah dapat berarti pasrah/tunduk. Hal  lain yang dapat diambil sebagai pelajaran dari sistim bilangan 19  sebagai disain Al Qur’an adalah terpecahkannya “unsolved problem”  mengenai perdebatan di antara para ulama terhadap status “Basmalah” pada  Surah Al-Faatihah apakah termasuk salah satu ayat dalam surah tersebut  atau tidak. Dengan ditemukannya bilangan 19 sebagai disain Al Qur’an,  bukti-bukti matematis pada tulisan ini telah membuktikan bahwa lafal  “Basmalah” termasuk dalam salah satu ayat Surah Al-Fatihah. Sebagai  penutup, semoga tulisan ini dapat menambah keimanan bagi orang-orang  yang beriman, menjadi tes/ujian bagi mereka yang belum beriman, dan  menghilangkan keragu-raguan bagi mereka yang hatinya dihinggapi  keragu-raguan akan kebenaran Al Qur’an. Allah akan membiarkan sesat  orang-orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk kepada siapa yang  dikehendakiNya (QS 74:31).</p>
<p><strong>Catatan:</strong><br />
Untuk memverifikasi “keajaiban matematis” dari Al Qur’an anda perlu  menggunakan Al Qur’an yang dicetak menurut versi cetak Arab Saudi atau  Timur Tengah pada umumnya. Mengapa? Hasil penelitian yang saya lakukan,  terdapat banyak perbedaan antara Qur’an versi cetak Indonesia pada  umumnya dan Qur’an versi cetak Arab Saudi (kebetulan saya memegang  Qur’an versi cetak Arab Saudi), meskipun perbedaan tersebut tidak  berpengaruh pada makna/arti. Perbedaan tersebut hanya pada cara  menuliskan beberapa kata. Meskipun demikian, jika mengacu pada  “Keajaiban Matematis” dari Al Qur’an, Qur’an versi cetak Indonesia pada  umumnya (yang disusun oleh orang Indonesia) menyalahi aturan yang  aslinya sehingga keajaiban matematis tidak muncul. Saya hanya memberikan  2 contoh kata saja dari sekian kata yang berbeda penulisannya yaitu  kata “shirootho” dan “insaana”. Menurut versi cetak Arab Saudi, tidak  ada huruf “ALIF” antara huruf “RO’” dan “THO” pada kata “SHIROOTHO”  (lihat di Surat Al Fatihah) dan antara huruf “SIN” dan “NUN”pada kata  “INSAANA”, tetapi menurut versi cetak Indonesia pada umumnya terdapat  huruf ALIF pada kedua kata tersebut. Pada versi cetak Arab Saudi, untuk  menunjukkan bacaan panjang pada bunyi ROO dan SAA pada kata SHIROOTHO  dan INSAANA, digunakan tanda “fathah tegak”. Saya paham, maksud orang  menambahkan ALIF pada kedua kata tersebut agar lebih memudahkan bagi  pembacanya, tetapi ternyata menyimpang dari aslinya. Maka dari itu anda  menemukan jumlah huruf yang lebih banyak pada Surat Al Fatihah ayat 6  dan 7 dari yang saya tuliskan. Sebagai tambahan, salah satu ciri Qur’an  versi cetak Indonesia pada umumnya adalah Surat Al Fatihah terletak pada  HALAMAN 2, sementara versi cetak Arab Saudi, Fatihah berada pada  HALAMAN 1.<br />
Mengenai jumlah kata, kata harus didefinisikan sebagai susunan dari  beberapa huruf (dua hrurf atau lebih), sehingga anda harus memperlakukan  “WA atau WAU” sebagai huruf meskipun bisa diartikan dengan kata “DAN”  dalam bahasa Indonesia. Perlakuan “WA” (misalnya pada kata “WATAWAA”)  sebenarnya bisa disamakan dengan “BI” (pada kata BISMI), karena  kebetulan BI bisa gandeng dengan kata berikutnya, sementara WA tidak  bisa ditulis gandeng dengan kata yang mengikutinya. Jadi jangan hitung  “WA” sebagai kata, tetapi sebagai huruf.</p>
<p>Oleh: Ali Said</p>
<p>Sumber : kabarislam.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2011/04/keajaiban-matematika-dalam-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Ini Pilihan Atau Takdir&#8230;.?</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2011/02/hidup-ini-pilihan-atau-takdir/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2011/02/hidup-ini-pilihan-atau-takdir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 07:16:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[takdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=925</guid>
		<description><![CDATA[Ya sudahlah.. percuma aku berusaha lebih keras lagi, ini sudah takdirku… Untuk apa menda’wahkan Islam untuk memperbaiki ummat?! kenyataan bahwa kaum muslim kini terpuruk sudah takdir yang diberikan Allah… Semua penderitaan kita sudah tertulis di Lauh al-Mahfudz, jadi walaupun kita terus berjuang merubah kemunkaran, tidak akan ada yang berubah! Sudah garis tangannya si fulan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ya sudahlah.. percuma aku berusaha lebih keras lagi, ini sudah takdirku…</em></p>
<p><em>Untuk apa menda’wahkan Islam untuk memperbaiki ummat?!<br />
kenyataan bahwa kaum muslim kini terpuruk sudah takdir yang diberikan Allah…<br />
</em><br />
<em>Semua penderitaan kita sudah tertulis di Lauh al-Mahfudz,<br />
jadi walaupun kita terus berjuang merubah kemunkaran, tidak akan ada yang berubah!</em></p>
<p><em>Sudah garis tangannya si fulan untuk menjadi ustadz yang paham agama,<br />
sedangkan aku garis tangannya menjadi pengusaha,<br />
oleh karena itu bukan urusanku untuk menyampaikan agama Islam..</em></p>
<p><em>Rizki itu di tangan Allah, semua sudah ditentukan sebelum kita dilahirkan di dunia,<br />
jadi jangan kuatir dengan rizki, kalau memang rizki itu milik kita,<br />
ia akan datang walaupun kita tidak mengusahakannya…</em></p>
<p><em>Kegagalan saya bukanlah kesalahan saya, melainkan sudah takdir dari yang Maha Kuasa…<br />
</em><br />
Kata-kata takdir seringkali membatasi manusia dari melakukan yang  terbaik dari dirinya, menjadi yang terbaik, dan merubah sesuatu yang  berada di depannya. Kata ini seolah-olah menjadi legitimasi bagi  seseorang untuk melakukan aktivitasnya secara minimalis dan menjadi  alasan khususnya bagi kaum muslim untuk menghindar dan mengelak dari  seruan Tuhan mereka.</p>
<p>Kesalahan pandangan terhadap konsep takdir biasanya dimulai dari  tidak tepatnya seseorang mengartikan ketiga hal yang berkaitan dengan  Allah, yaitu Ilmu Allah, Kehendak Allah dan Lauh al-Mahfudz. Mereka yang  berpandangan salah tentang konsep takdir merasa bahwa apa yang mereka  lakukan dan yang terjadi di dunia sudah diketahui oleh Allah sebagai  yang Maha Tahu, sudah dikehendaki Allah sebagai yang Maha Berkehendak  serta sudah tertulis di dalam Lauh al-Mahfudz. Sehingga sebagai manusia,  makhluk yang terbatas, mereka merasa terpaksa berada dalam kondisi yang  memang sudah ditentukan oleh yang Maha Kuasa. Padahal ketiga hal  tersebut, yaitu Ilmu Allah, Kehendak Allah dan Lauh al-Mahfudz tidak  boleh sekali-kali dicampuradukan dengan pembahasan takdir, karena tidak  seorangpun yang mengetahui ilmu Allah, seperti apa Allah berkehendak  atas dirinya, dan juga tidak mengetahui apa yang tertulis di dalam Lauh  al-Mahfudz.</p>
<p>Ada sebuah ilustrasi yang sangat masyhur, adalah seorang pencuri yang  tertangkap dimasa pemerintahan Islam sedang jaya-jayanya. Sang pencuri  ini tengah diproses oleh seorang Hakim. Lalu si pencuri berkata membela  diri ”Wahai tuan hakim, sungguh tidak pantas tuan menghukum saya”, dia  melanjutkan ”karena apa yang saya lakukan ini sesungguhnya sudah  diketahui oleh Allah dan Allah membiarkannya (mengizinkannya), dan  sesungguhnya Allah-lah yang berkehendak atas terjadinya pencurian ini,  dan kita semua tahu, di Lauh al-Mahfudz sesungguhnya telah tertulis  semua aktivitas kita dari mulai dilahirkan sampai kita menemui ajal,  termasuk pencurian ini sesungguhnya telah tertulis di kitab tersebut,  sehingga tidak pantas tuan hakim menjatuhkan hukuman kepada saya, karena  perbuatan ini bukan karena kehendak saya”. Hakim tersebut lalu berfikir  tentang hal tersebut, setelah lama berfikir akhirnya ia mengeluarkan  keputusan untuk menghukum si pencuri itu. ”Baik, masukkan dia kedalam  sel penjara!”, ujarnya. Si pencuri protes kepada tuan hakim dengan  penjelasannya yang panjang lebar tadi, yang intinya adalah pencurian itu  bukan kehendaknya tetapi kehendak Allah, atau sudah nasibnya. Sang  hakim pun berkata dengan tenang ”Sebenarnya saya tidak mau menjatuhkan  hukuman kepadamu, tetapi bagaimana lagi, ini juga kehendak Allah, dan di  Lauh al-Mahfudz juga sudah tertulis pada hari ini dan waktu ini saya  mengeluarkan hukuman penjara bagimu!”</p>
<p>Ilustrasi diatas memberikan kita kejelasan, bahwa si pencuri mencoba  mencampuradukkan Ilmu Allah, Kehendak Allah dan Lauh al-Mahfudz dalam  pembahasan takdir, sehingga pembahasan takdir menjadi kacau. Dan sampai  sekarangpun masih banyak kelompok atau individu yang salah memahami  konsep takdir, sehingga termasuklah mereka kedalam kaum fatalis, yaitu  kaum yang menganggap bahwa manusia seperti daun yang terombang ambing di  permukaan air, dengan kata lain, manusia tidak mempunyai pilihan untuk  mengarahkan hidupnya. Kaum fatalis ini menganggap masuknya manusia  kedalam surga ataupun kedalam neraka sesungguhnya telah ditentukan sejak  awal, dan manusia tidak memiliki kekuatan untuk mengubahnya.</p>
<p>Sehingga, jika kita menginginkan untuk berfikir efektif dan  produktif, hendaknya kita tidak boleh mencampuradukkan pembahasan takdir  dengan Ilmu Allah, Kehendak Allah dan Lauh al-Mahfudz. Tidak kita  sangsikan bahwa Allah pasti mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada  dunia yang diciptakan-Nya, ia juga mengetahui semua perbuatan hamba-Nya,  baik yang telah kita perbuat, yang sedang kita buat maupun yang akan  kita perbuat. Dan kita pun tahu bahwa apa pun yang menjadi kehendak  Allah pastilah terjadi diatas muka bumi ini. Kita pun yakin bahwa semua  perbuatan kita dari lahir hingga mati sesungguhnya telah tertulis di  Lauh al-Mahfudz. Tetapi, semua itu tidak berarti kita tidak bisa memilih  apa yang kita perbuat. Sebagai contoh, Allah sudah mengetahui dan  berkehendak Anda membaca artikel ini. di Lauh al-Mahfudz pun sudah  tertulis, pada tanggal ini jam sekian Anda membaca sampai pada  pembahasan takdir ini. Tetapi Anda juga ingat bahwa ketika berada di  website ini Anda bisa memilih dengan bebas apakah artikel ini ataukah  artikel lain yang Anda baca. Dengan kata lain, Anda memiliki pilihan  untuk melakukan sesuatu, memilih sesuatu dan menjadi sesuatu. Kehendak  bebas atau kesempatan memilih yang diberikan Allah kepada manusia inilah  yang akhirnya melahirkan konsekuensi logis, yaitu pertanggungjawaban  manusia atas perbuatan-perbuatan yang dipilih olehnya.  Pertanggungjawaban ini di akhirat kita sebut dengan prosesi hisab. Di  dunia pun, sudah sewajarnya bila kita dimintai pertanggungjawaban atas  apa yang dipilihnya.</p>
<p>Pada seorang individu, selain perbuatan-perbuatan atau  kejadian-kejadian yang bisa dipilih dan berada di dalam kendali manusia  untuk memilihnya, ada juga kejadian-kejadian dimana manusia tidak  mempunyai pilihan atasnya, dan dipaksakan terjadi atas manusia itu,  serta sudah ditetapkan atas manusia, baik dia suka maupun tidak,  misalnya manusia pasti akan mati, wanita memiliki kemampuan melahirkan,  pria memiliki kecenderungan kepada wanita, matahari terbit dari timur  dan terbenam di barat, bencana alam yang terjadi dan lain-lain. Dalam  hal ini, Allah tidak memberikan ruang kepada manusia untuk memilih,  sehingga apapun yang terjadi, manusia tidak perlu atau tidak akan  dimintai pertanggungjawaban atas apa yang terjadi, karena hal itu tidak  dapat dipilihnya. Di dunia pun anda tidak akan dimintai  pertanggungjawaban atas hal yang tidak bisa anda pilih. Misalnya, tidak  seorang pun bertanya kepada Anda, kenapa anda adalah seorang pria? atau  bertanya kepada Anda, mengapa matahari terbit dari timur? Mengapa  manusia akan mati?. Sekali lagi, dalam hal yang tidak bisa kita pilih,  kita tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang terjadi pada  diri kita maupun orang lain.</p>
<p>Sederhananya adalah, kejadian-kejadian yang terjadi pada manusia bisa  dikelompokkan dalam dua bagian. bagian pertama adalah kejadian yang  terjadi pada diri manusia yang dapat dipilih, bagian kedua adalah  kejadian yang terjadi pada diri manusia yang tidak dapat dipilih, atau  dipaksa terjadi atasnya. Pada bagian pertama, kita bisa memilih  perbuatan atau kejadian sesuai keinginan kita, karena itulah kejadian  itu akan dimintai pertanggungjawaban. Hal ini berarti, menjadi rajin  ataupun menjadi malas, menjadi orang yang amanah atau yang khianat,  menjadi seorang pemarah atau penyabar, menaati perintah Allah atau  membangkangnya adalah sesuatu yang dapat kita pilih.</p>
<p>Sedangkan pada bagian kedua, kita dipaksa menerima kejadian itu dan  tidak diberikan pilihan, inilah yang kita sebut takdir. Dan terhadap  takdir atau ketetapan yang diberikan kepada kita, baik atau burauknya  itu menurut kita, maka kita wajib mengimaninya, dan yakin bahwa itu yang  terbaik untuk kita yang berasal dari Allah swt. Prakteknya dalam  kehidupan sehari-hari, jika sesuatu terjadi atas kita ataupun terhadap  orang lain, dan itu tidak dapat dipilihnya, maka kita tidak boleh protes  atau mengeluh secara berlebihan, serta tidak boleh menyalahkan diri  sendiri atas kejadian itu. Karena itu semua berasal dari Allah, dzat  yang maha memberi ketetapan, dan apa yang diberikan oleh-Nya pasti baik.</p>
<p>Setelah pembahasan ini, kita menyadari bahwa tidak sepatutnya kita  menyalahkan takdir atas kejadian-kejadian yang sebenarnya bisa kita  pilih. Apa yang terjadi di masa yang lalu mungkin beberapa diantaranya  termasuk dalam hal yang bisa kita pilih. Masa depan pun sesungguhnya  bisa kita pilih, ingin menjadi apakah Anda?</p>
<p>Felix Siauw &#8211; Islamic Inspirator</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2011/02/hidup-ini-pilihan-atau-takdir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jejak Khilafah Islamiyah di Indonesia</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2011/02/jejak-khilafah-islamiyah-di-indonesia/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2011/02/jejak-khilafah-islamiyah-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 08:10:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jejak khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=921</guid>
		<description><![CDATA[Tidak banyak kaum Muslim, khususnya di Indonesia, yang tahu bahwa pada bulan Maret ini, 83 tahun lalu menurut hitungan Masehi dan 86 tahun menurut hitungan Hijriah, tepatnya tanggal 3 Maret 1924, Khilafah Islam yang berkedudukan di Turki diruntuhkan oleh kekuatan penjajah Inggris melalui kaki tangannya, Mustafa Kemal Attaturk. Sepantasnya kaum Muslim prihatin-sebagaimana jutaan umat Islam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak banyak kaum Muslim, khususnya di Indonesia, yang tahu bahwa pada bulan Maret ini, 83 tahun lalu menurut hitungan Masehi dan 86 tahun menurut hitungan Hijriah, tepatnya tanggal 3 Maret 1924, Khilafah Islam yang berkedudukan di Turki diruntuhkan oleh kekuatan penjajah Inggris melalui kaki tangannya, Mustafa Kemal Attaturk. Sepantasnya kaum Muslim prihatin-sebagaimana jutaan umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, yang sedih luar biasa saat itu-menyaksikan institusi politik Islam global itu diruntuhkan.</p>
<p>Ya, kita pantas prihatin dan bersedih karena:</p>
<p>Pertama, Khilafah adalah institusi politik yang telah di-nubuwwah-kan oleh Rasul saw. sejak 14 abad yang lalu:.</p>
<p>Dulu Bani Israil selalu dipimpin dan dipelihara urusannya oleh para nabi. Setiap nabi meninggal, nabi lain menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada nabi sesudahku. Akan tetapi, nanti akan ada banyak khalifah. (HR al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Kedua, Khilafahlah yang lebih dari 13 abad mengayomi dan mempersatukan kaum Muslim sedunia, dengan seluruh kemajuan peradabannya, kejayaan institusinya dan kemakmuran warga negaranya. Bahkan kaum Muslim Indonesia pun pernah merasakan perhatian dan kepedulian Khilafah; sesuatu yang tidak banyak diketahui oleh kaum Muslim sendiri di negeri ini.</p>
<p>Namun demikian, tulisan berikut tidak dimaksudkan untuk &#8220;meratapi&#8221; keruntuhan Khilafah. Tulisan ini lebih ditujukan agar kita tidak mudah melupakan begitu saja sejarah kita sendiri sebagai umat Islam, khususnya di Indonesia, yang diakui atau tidak, banyak diwarnai oleh warna Islam. Bahkan jejak syariah dan Khilafah di Indonesia sebetulnya bisa ditelusuri dari sejumlah rujukan dan bukti sejarah yang bisa dipertanggungjawabkan.</p>
<p><strong>Awal Masuknya Islam</strong></p>
<p>Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7. Saat itu sudah ada jalur pelayaran yang ramai dan bersifat internasional melalui Selat Malaka yang menghubungkan Dinasti Tang di Cina, Sriwijaya di Asia Tenggara dan Bani Umayyah di Asia Barat sejak abad ke-7. (Prof. Dr. Uka Tjandrasasmita, dalam Ensiklopedia Tematis Dunia Islam Asia Tenggara, Kedatangan dan Penyebaran Islam, 2002, Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, hlm. 9-27).</p>
<p>Sebuah kesultanan Islam bernama Kesultanan Peureulak didirikan pada 1 Muharram 225H atau 12 November tahun 839M. Demikian pula Kerajaan Ternate tahun 1440. Kerajaan Islam lain di Maluku adalah Tidore dan Kerajaan Bacan. Institusi Islam lainnya di Kalimantan adalah Kesultanan Sambas, Pontianak, Banjar, Pasir, Bulungan, Tanjungpura, Mempawah, Sintang dan Kutai. Di Sumatera setidaknya diwakili oleh institusi kesultanan Peureulak, Samudera Pasai, Aceh Darussalam, Palembang. Adapun kesultanan di Jawa antara lain: Kesultanan Demak yang dilanjutkan oleh Kesultanan Jipang, lalu dilanjutkan Kesultanan Pajang dan dilanjutkan oleh Kesultanan Mataram, Cirebon dan Banten. Di Sulawesi, Silam diterapkan dalam institusi Kerajaan Gowa dan Tallo, Bone, Wajo, Soppeng dan Luwu. Di Nusa Tenggara penerapan Islam di sana dilaksanakan dalam institusi Kesultanan Bima. (Ensiklopedia Tematis Dunia Islam: Khilafah dalam bagian &#8220;Dunia Islam Bagian Timur&#8221;, PT. Ichtiar Baru Vab Hoeve, Jakarta. 2002).</p>
<p><strong>Jejak Penerapan Syariah Islam</strong></p>
<p>Seiring perjalanan waktu, hukum-hukum Islam diterapkan secara menyeluruh dan sistemik di Indonesia. A.C Milner mengatakan bahwa Aceh dan Banten adalah kerajaan Islam di Nusantara yang paling ketat melaksanakan hukum Islam sebagai hukum negara pada abad ke-17. Di Banten, hukuman terhadap pencuri dengan memotong tangan bagi pencurian senilai 1 gram emas telah dilakukan pada tahun 1651-1680 M di bawah Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Iskandar Muda pernah menerapkan hukum rajam terhadap putranya sendiri yang bernama Meurah Pupok yang berzina dengan istri seorang perwira. Kerajaan Aceh Darussalam mempunyai UUD Islam bernama Kitab Adat Mahkota Alam. Sultan Alaudin dan Iskandar Muda memerintahkan pelaksanaan kewajiban shalat lima waktu dalam sehari semalam dan ibadah puasa secara ketat. Hukuman dijalankan kepada mereka yang melanggar ketentuan. (Musyrifah Sunanto, 2005).</p>
<p>Kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam I di Jawa memiliki jabatan qadi di Kesultanan yang dijabat oleh Sunan Kalijaga. De Graff dan Th Pigeaud mengakui hal ini. Di Kerajaan Mataram pertama kali dilakukan perubahan tata hukum di bawah pengaruh hukum Islam oleh Sultan Agung. Perkara kejahatan yang menjadi urusan peradilan dihukumi menurut kitab Kisas, yaitu kitab undang-undang hukum Islam pada masa Sultan Agung.</p>
<p>Dalam bidang ekonomi Sultan Iskandar Muda mengeluarkan kebijakan pengharaman riba. Menurut Alfian, deureuham adalah mata uang Aceh pertama. Istilah deureuham dari bahasa Arab dirham. Selain itu Kesultanan Samudera Pasai pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Malik az-Zahir (1297/1326) telah mengeluarkan mata uang emas. (Ekonomi Masa Kesultanan; Ensiklopedia Tematis Dunia Islam: Khilafah dalam bagian &#8220;Dunia Islam Bagian Timur&#8221;, PT. Ichtiar Baru Vab Hoeve, Jakarta. 2002).</p>
<p><strong>Hubungan dengan Khilafah</strong></p>
<p>Di samping penerapan syariah Islam, hubungan Nusantara dengan Khilafah Islam pun terjalin. Pada tahun 100 H (718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Khilafah Bani Umayyah. Sang Raja meminta dikirimi dai yang bisa menjelaskan Islam kepadanya. Dua tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama Sribuza Islam. (Ayzumardi Azra, 2005).</p>
<p>Sebagian pengemban dakwah Islam juga merupakan utusan langsung yang dikirim oleh Khalifah melalui amilnya. Tahun 808H/1404M adalah awal kali ulama utusan Khalifah Muhammad I ke Pulau Jawa (yang kelak dikenal dengan nama Walisongo). Setiap periode ada utusan yang tetap dan ada pula yang diganti. Pengiriman ini dilakukan selama lima periode. (Rahimsyah, Kisah Wali Songo, t.t., Karya Agung Surabaya, hlm. 6).</p>
<p>Bernard Lewis (2004) menyebutkan bahwa pada tahun 1563 penguasa Muslim di Aceh mengirim seorang utusan ke Istanbul untuk meminta bantuan melawan Portugis. Dikirimlah 19 kapal perang dan sejumlah kapal lainnya pengangkut persenjataan dan persediaan; sekalipun hanya satu atau dua kapal yang tiba di Aceh.</p>
<p>Hubungan ini tampak pula dalam penganugerahan gelar-gelar kehormatan. Abdul Qadir dari Kesultanan Banten, misalnya, tahun 1048 H (1638 M) dianugerahi gelar Sultan Abulmafakir Mahmud Abdul Kadir oleh Syarif Zaid, Syarif Makkah saat itu. Pangeran Rangsang dari Kesultanan Mataram memperoleh gelar sultan dari Syarif Makkah tahun 1051 H (1641 M) dengan gelar, Sultan Abdullah Muhammad Maulana Matarami. (Ensiklopedia Tematik Dunia Islam Asia Tenggara, 2002). Bahkan Banten sejak awal memang menganggap dirinya sebagai Kerajaan Islam, dan tentunya termasuk Dar al-Islam yang ada di bawah kepemimpinan Khalifah Turki Utsmani di Istanbul. (Ensiklopedia Tematis Dunia Islam, Struktur Politik dan Ulama: Kesultanan Banten, 2002).</p>
<p>Selain itu, Snouck Hurgrounye, sebagaimana yang dikutip oleh Deliar Noer, mengungkapkan bahwa rakyat kebanyakan pada umumnya di Indonesia, melihat stambol (Istanbul, ibukota Khalifah Usmaniyah) senantiasa sebagai kedudukan seorang raja semua orang Mukmin dan tetap (dipandang) sebagai raja dari segala raja di dunia. (Deliar Noer, 1991).</p>
<p><strong>Penjajah Belanda Menghapuskan Jejak Itu</strong></p>
<p>Pada masa penjajahan, Belanda berupaya menghapuskan penerapan syariah Islam oleh hampir seluruh kesultanan Islam di Indonesia. Salah satu langkah penting yang dilakukan Belanda adalah menyusupkan pemikiran dan politik sekular melalui Snouck Hurgronye. Dia menyatakan dengan tegas bahwa musuh kolonialisme bukanlah Islam sebagai agama. (H. Aqib Suminto, 1986).</p>
<p>Dari pandangan Snouck tersebut penjajah Belanda kemudian berupaya melemahkan dan menghancurkan Islam dengan 3 cara. Pertama: memberangus politik dan institusi politik/pemerintahan Islam. Dihapuslah kesultanan Islam. Contohnya adalah Banten. Sejak Belanda menguasai Batavia, Kesultanan Islam Banten langsung diserang dan dihancurkan. Seluruh penerapan Islam dicabut, lalu diganti dengan peraturan kolonial.</p>
<p>Kedua: melalui kerjasama raja/sultan dengan penjajah Belanda. Hal ini tampak di Kerajaan Islam Demak. Pelaksanaan syariah Islam bergantung pada sikap sultannya. Di Kerajaan Mataram, misalnya, penerapan Islam mulai menurun sejak Kerajaan Mataram dipimpin Amangkurat I yang bekerjasama dengan Belanda.</p>
<p>Ketiga: dengan menyebar para orientalis yang dipelihara oleh pemerintah penjajah. Pemerintah Belanda membuat Kantoor voor Inlandsche zaken yang lebih terkenal dengan kantor agama (penasihat pemerintah dalam masalah pribumi). Kantor ini bertugas membuat ordonansi (UU) yang mengebiri dan menghancurkan Islam. Salah satu pimpinannya adalah Snouck Hurgronye. Dikeluarkanlah: Ordonansi Peradilan Agama tahun 1882, yang dimaksudkan agar politik tidak mencampuri urusan agama (sekularisasi); Ordonansi Pendidikan, yang menempatkan Islam sebagai saingan yang harus dihadapi; Ordonansi Guru tahun 1905 yang mewajibkan setiap guru agama Islam memiliki izin; Ordonansi Sekolah Liar tahun 1880 dan 1923, yang merupakan percobaan untuk membunuh sekolah-sekolah Islam. Sekolah Islam didudukkan sebagai sekolah liar. (H. Aqib Suminto, 1986).</p>
<p>Demikianlah, syariah Islam mulai diganti oleh penjajah Belanda dengan hukum-hukum sekular. Hukum-hukum sekular ini terus berlangsung hingga sekarang. Walhasil, tidak salah jika dikatakan bahwa hukum-hukum yang berlaku di negeri ini saat ini merupakan warisan dari penjajah; sesuatu yang justru seharusnya dienyahkan oleh kaum Muslim, sebagaimana mereka dulu berhasil mengenyahkan sang penjajah: Belanda.</p>
<p><strong>Perjuangan Tak Pernah Padam<br />
</strong><br />
Meski penjajah Belanda menuai sukses besar dalam menghapus syariah Islam di bumi Nusantara, umat Islam di negeri ini tidak pernah diam. Perjuangan untuk menegakkan kembali syariah Islam terus dilakukan. Pada tanggal 16 Oktober 1905 berdirilah Sarekat Islam, yang sebelumnya adalah Sarekat Dagang Islam. Inilah mestinya tonggak kebangkitan Indonesia, bukan Budi Utomo yang berdiri 1908 dengan digerakkan oleh para didikan Belanda. KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah tahun 1912 dengan melakukan gerakan sosial dan pendidikan. Adapun Taman Siswa, baru didirikan Ki Hajar Dewantara pada 1922. Sejatinya, KH Ahmad Dahlanlah sebagai bapak pendidikan. (H. Endang Saefuddin Anshari, 1983).</p>
<p>Pada saat Pemilu yang pertama tahun 1955, Masyumi adalah partai Islam pertama dan terbesar yang jelas-jelas memperjuangkan tegaknya syariah Islam di Indonesia. Lahirnya Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 adalah salah satu puncak dari perjuangan umat Islam dalam menegakkan syariah Islam di Indonesia.</p>
<p>Lebih dari itu, sejarah perjuangan Islam di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari agenda Khilafah Islam. Setelah institusi Khilafah Islam Ustmaniyah dibubarkan pada 3 Maret 1924, ulama dan tokoh pergerakan Islam Indonesia meresponnya dengan pembentukan Komite Khilafah yang didirikan di Surabaya pada 4 Oktober 1924, dengan ketua Wondosudirdjo (Sarikat Islam) dan wakilnya KH A. Wahab Hasbullah (lihat: Bendera Islam, 16 Oktober 1924). Kongres ini memutuskan untuk mengirim delegasi ke Kongres Khilafah ke Kairo yang terdiri dari Surjopranoto (Sarikat Islam), Haji Fachruddin (Muhammadiyah), dan KH. A. Wahab dari kalangan tradisi. (Hindia Baroe, 9 Januari 1925). KH A. Wahab kemudian dikenal sebagai salah satu pendiri ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdhatul Ulama.</p>
<p>Semua bukti sejarah ini menunjukkan kepalsuan tuduhan berbagai pihak-yang menolak syariah Islam dan Khilafah-bahwa Indonesia tidak pernah mengenal formalisasi syariah Islam oleh negara, apalagi Khilafah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2011/02/jejak-khilafah-islamiyah-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Terkena Air Liur Anjing harus Dibersihkan Dengan Tanah</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2011/02/mengapa-terkena-air-liur-anjing-harus-dibersihkan-dengan-tanah/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2011/02/mengapa-terkena-air-liur-anjing-harus-dibersihkan-dengan-tanah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 04:21:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[air liu anjing]]></category>
		<category><![CDATA[anjing]]></category>
		<category><![CDATA[Haram air liur anjing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=912</guid>
		<description><![CDATA[Anda akan terkejut manakala hal ini sudah diberitahukan pada kita sejak 1400 tahun yang lalu. Ilmuwan membuktikan jika Virus anjing itu sangat lembut dan kecil. Sebagaimana diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah. Air liur anjing mengandung virus berbentuk pita cair. Dalam hal ini tanah berperan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda akan terkejut manakala hal ini sudah diberitahukan pada kita sejak 1400 tahun yang lalu. Ilmuwan membuktikan jika Virus anjing itu sangat lembut dan kecil. Sebagaimana diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah.</p>
<p>Air liur anjing mengandung virus berbentuk <em><strong>pita cair</strong></em>. Dalam hal ini tanah berperan sebagai penyerap mikroba berikut virus-virusnya yang menempel dengan lembut pada wadah. Perhatikan kata Rosulullah berikut :</p>
<p>Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,</p>
<p>Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing adalah dengan membasuhnya<em><strong>tujuh kali</strong></em>, salah satunya dengan menggunakan <em><strong>tanah.</strong></em></p>
<p>Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,</p>
<p>Apabila anjing menjilat wadah seseorang, maka keriklah (bekasnya) lalu basuhlah wadah itu <em><strong>tujuh kali</strong></em>. (HR. Muslim)</p>
<p><em><strong>Tanah</strong></em>, menurut ilmu kedokteran modern diketahui mengandung dua materi yang dapat membunuh kuman-kuman, yakni: <em><strong>tetracycline dan tetarolite</strong></em>. Dua unsur ini digunakan untuk proses pembasmian (sterilisasi) beberapa kuman.</p>
<p>Eksperimen dan beberapa hipotesa menjelaskan bahwa tanah merupakan unsur yang efektif dalam membunuh kuman. Anda juga bakal terkejut ketika mengetahui tanah kuburan orang yang meninggal karena sakit aneh dan keras, yang anda kira terdapat banyak kuman karena penyakitnya itu, ternyata para peneliti <em><strong>tidak menemukan bekas apapun</strong></em> dari kuman penyakit tersebut di dalam kandungan tanahnya.</p>
<p>Menurut muhammad Kamil Abd Al Shamad, tanah mengandung unsur yang cukup kuat menghilangkan bibit-bibit penyakit dan kuman-kuman. Hal ini berdasarkan bahwa molekul-molekul yang terkandung di dalam tanah menyatu dengan kuman-kuman tersebut, sehingga mempermudah dalam proses sterilisasi kuman secara keseluruhan. Ini sebagaimana tanah juga mengandung materi-materi yang dapat mensterilkan bibit-bibit kuman tersebut.</p>
<p>Para dokter mengemukakan, kekuatan tanah dalam menghentikan reaksi air liur anjing dan virus-virus di dalamnya lebih besar karena perbedaan dalam daya tekan pada wilayah antara cairan (air liur anjing) dan tanah.</p>
<p>Dr. Al Isma&#8217;lawi Al-Muhajir mengatakan anjing dapat menularkan virus tocks characins, virus ini dapat mengakibatkan kaburnya penglihatan dan kebutaan pada manusia.</p>
<p><em><strong>Fakta tentang anjing yang tak banyak diketahui</strong></em></p>
<p>dr. Ian Royt menemukan 180 sel telur ulat dalam satu gram bulunya, seperempat lainnya membawa 71 sel telur yang mengandung jentik-jentik kuman yang tumbuh berkembang, tiga di antaranya dapat matang yang cukup dengan menempelkannya pada kulit. <em><strong>Sel-sel telur ulat ini sangat lengket</strong></em> dengan panjang mencapai 1 mm. Data statistik di Amerika menunjukan bahwa terdapat 10 ribu orang yang terkena virus ulat tersebut, kebanyakan adalah anak-anak.</p>
<p>Secara ilmiah, anjing dapat menularkan berbagai macam penyakit yang membahayakan karena ada ulat-ulat yang tumbuh berkembang biak dalam ususnya. Para dokter menguatkan bahaya ulat ini dan racun air liur yang disebabkan oleh anjing. Biasanya penyakit ini berpindah pada manusia atau hewan melalui air liur pembawa virus yang masuk pada bekas jilatannya atau pada luka yang terkena air liurnya.</p>
<p>Ketika ulat-ulat ini sampai pada tubuh manusia, maka ia akan bersemayam di bagian organ tubuh manusia yaitu paru-paru. Ulat yang bersemayam di paru-paru, yang bertempat di hati dan beberapa organ tubuh bagian dalam lainnya, mengakibatkan terbentuknya kantong yang penuh dengan cairan. Dari luar, kantong ini diliputi oleh dua lapisan dengan ukuran kantong sebesar bentuk kepala embrio. Penyakit tersebut berkembang dengan lambat. Ulat Echinococcosis dapat tumbuh berkembang di dalam kantong itu selama bertahun-tahun.</p>
<p>SUBHANALLAH&#8230;.lebih dari 1400 tahun yang lalu Nabi SAW telah menyarankan untuk tidak bersentuhan dengan anjing dan air liurnya, dan telah memerintahkan untuk membasuhnya (jika terkena) dengan<em><strong> tujuh kali siraman yang salah satunya menggunakan tanah.</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2011/02/mengapa-terkena-air-liur-anjing-harus-dibersihkan-dengan-tanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Pemandu Arah Pada Burung Merpati</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2011/01/sistem-pemandu-arah-pada-burungmerpati/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2011/01/sistem-pemandu-arah-pada-burungmerpati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 10:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[burung dara]]></category>
		<category><![CDATA[burung merpati]]></category>
		<category><![CDATA[penunjuk arah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=902</guid>
		<description><![CDATA[Penelitian baru-baru ini telah memperkuat dukungan bagi teori yang menyatakan bahwa burung merpati menggunakan medan magnet bumi untuk memandu arah terbang mereka. Sejak zaman dahulu manusia telah menggunakan merpati untuk mengirimkan berita kepada para penerimanya di tempat yang jauh. Misalnya, di Baghdad pada tahun 1150 terdapat bukti bahwa burung merpati telah dimanfaatkan untuk mengirimkan berita. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #505050;">Penelitian  baru-baru ini telah memperkuat dukungan bagi teori yang menyatakan  bahwa burung merpati menggunakan medan magnet bumi untuk memandu arah  terbang mereka.</span></p>
<p>Sejak zaman dahulu manusia telah menggunakan merpati untuk mengirimkan  berita kepada para penerimanya di tempat yang jauh. Misalnya, di Baghdad  pada tahun 1150 terdapat bukti bahwa burung merpati telah dimanfaatkan  untuk mengirimkan berita. Pada tahun 1850, Paul Reuter, pendiri kantor  berita terkenal di dunia, Reuters, mengirimkan berita dan harga-harga  barang di pusat perniagaan antara ibukota Belgia, Brussels, dan kota  Aachen di Jerman dengan menggunakan armada penerbangan yang  beranggotakan 45 ekor merpati.</p>
<p>Merpati mampu terbang melampaui jarak yang sangat jauh. Jarak terjauh  seekor merpati yang berhasil kembali lagi ke rumahnya yang pernah  tercatat adalah 1689 mil (sekitar 2.719 km).</p>
<p>Hingga kini, pertanyaan tentang bagaimana merpati, yang dikenal dengan  nama ilmiah Columba livia, mampu menentukan letak rumahnya masih  merupakan sebuah teka teki. Di antara penjelasan yang mungkin, yang  paling banyak dipercayai adalah keberadaan indra penciuman yang sangat  tajam dan kemampuan merasakan medan magnet. Setelah penelitian selama  puluhan tahun, para ilmuwan telah mengungkap bahwa merpati benar-benar  memiliki kemampuan merasakan medan magnet.</p>
<p>Cordula Mora, pakar biologi di Universitas North Carolina di Chapel  Hill, dan rekan-rekan kerjanya menempatkan sejumlah merpati di sebuah  terowongan yang terbuat dari kayu. Ketika kumparan magnetik di permukaan  luar terowongan tersebut dinyalakan, medan magnet dengan kekuatan  paling besar terbentuk di bagian tengah di dalam terowongan tersebut.  Mora melatih empat ekor merpati agar terbang ke arah salah satu ujung  terowongan ketika medan magnet di dalam terowongan dalam keadaan tak  terusik, dan ke arah ujung lainnya ketika kumparan magnetik dinyalakan.  Selanjutnya, kemampuan merpati mengenali medan magnet tersebut pun  diukur. Merpati-merpati ini terbang ke arah yang tepat dengan tingkat  keberhasilan 55% hingga 65% dari 24 kali percobaan yang dilakukan untuk  tujuan tersebut.</p>
<p>Para peneliti sebelumnya telah menemukan butiran-butiran magnetik pada  paruh merpati. Untuk menguji benar tidaknya bagian paruh merupakan pusat  pengindra magnetik burung tersebut, Mora menempelkan magnet kecil pada  paruh tiap-tiap burung yang akan melemahkan kemampuannya dalam mengenali  medan magnet. Hasilnya, terjadi penurunan yang nyata pada kemampuan  mengindra medan magnet. Tingkat keberhasilannya menurun hingga di bawah  50%. Akan tetapi, sang burung mampu mengatasi gangguan yang diakibatkan  oleh magnet, dan seiring dengan hal tersebut, teramati bahwa tingkat  keberhasilan ini meningkat kembali.</p>
<p><img src="http://www.oaseqalbu.net/images/story/1266963944.jpg" alt="" /><br />
Seekor merpati yang digunakan dalam percobaan, dengan magnet yang diletakkan pada paruhnya.</p>
<p>Namun, ketika bahan yang tidak memiliki daya magnetik (yang terbuat dari  kuningan, misalnya) ditempelkan pada paruh mereka, tidak ada pengaruh  terhadap kemampuan mengindra medan magnet. Sama halnya, pembedahan yang  dilakukan untuk menghilangkan fungsi saraf penciuman pada paruh merpati  juga gagal melemahkan kemampuan ini.</p>
<p>Penemuan-penemuan ini memperkuat teori yang menyatakan bahwa merpati  memandu arah terbangnya menggunakan medan magnet yang melingkupi bumi.</p>
<p>Telah diketahui bahwa burung-burung yang bermigrasi memanfaatkan  benda-benda yang dapat dilihatnya seperti matahari, bulan, bintang,  serta mampu merekam dalam otaknya bagian-bagian permukaan bumi yang  memiliki ciri khusus. Mora kini menambahkan medan magnet bumi ke dalam  daftar ini, dan menyatakan bahwa hal tersebut berperan pula bagi  penentuan arah secara tepat. Ia mengatakan:</p>
<p>&#8220;Setiap titik di bumi memiliki sebuah perpaduan khas antara daya  magnetik dan kemiringan magnetik. Hal ini membantu merpati mengetahui  letak keberadaannya dari tempat yang ia tuju.&#8221;</p>
<p>Para peneliti lain juga menafsirkan penemuan ini sebagai sebuah kemajuan  besar dalam memahami sistem pengindraan pada merpati. Selain itu,  sistem penentuan letak secara magnetik yang diperjelas oleh penemuan  paling mutakhir ini juga bersesuaian dengan sebuah sistem yang  didasarkan pada teknologi canggih.</p>
<p>Global Positioning System</p>
<p><img src="http://www.oaseqalbu.net/images/story/1266964056.jpg" alt="" /><br />
GPS, sistem penentuan letak yang peka, didasarkan pada teknologi mutakhir dan merupakan sebuah hasil karya rancangan cerdas.</p>
<p>Pengkajian sistem pemandu arah secara magnetik pada merpati serta merta  mengingatkan kita pada Sistem Penentuan Letak di Bumi, atau yang biasa  diistilahkan dengan Global Positioning System (GPS). GPS adalah sistem  pengindraan satelit yang digunakan dalam menentukan letak keberadaan  suatu benda. Dalam sistem ini, satelit yang sedikitnya berjumlah 24 buah  digunakan.</p>
<p>Penggunaan GPS, yang dibuat dan dikendalikan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat,<br />
terbuka untuk siapa pun dan tanpa dipungut biaya. Sistem ini terdiri  atas tiga unsur: ruang angkasa, pengendali dan pengguna. Unsur ruang  angkasa merujuk pada satelit-satelit GPS. Unsur pengendali merujuk pada  stasiun-stasiun bumi yang berada di berbagai tempat di bumi.  Stasiun-stasiun ini mengawasi peredaran satelit, menyelaraskan  perangkat-perangkat penunjuk waktu yang sangat peka pada satelit, dan  memasukkan ke dalam satelit informasi yang akan diteruskannya.</p>
<p>Unsur pengguna terdiri dari penerima GPS. Penerima GPS menerjemahkan  kode sinyal-sinyal yang datang dari beberapa satelit dan menentukan  letak tersebut. Letak ini ditentukan berdasarkan teknik yang dikenal  dengan istilah trilaterasi (trilateration).</p>
<p>Trilaterasi adalah sebuah cara menentukan letak relatif suatu benda  dengan menggunakan geometri. Perhitungan ini, yang dilakukan dengan  bantuan geometri lingkaran, memerlukan setidaknya tiga titik acuan.  Penjelasan yang mendasari perhitungan ini dapat dipahami secara mudah  melalui bagan di bawah ini:</p>
<p><img src="http://www.oaseqalbu.net/images/story/1266964144.jpg" alt="" /><br />
Pada gambar di sebelah kiri, bayangkan bahwa Anda sedang dalam  perjalanan dan berada di suatu tempat antara  titik P1, P2 dan P3 dan  Anda ingin mengetahui letak keberadaan Anda secara tepat. (Pada tahap  ini, abaikan lingkaran-lingkaran dengan warna berbeda. Bayangkan saja  Anda hanya dapat melihat titik P1, P2 dan P3.) Jika Anda memberitahu  seorang penelpon &#8220;Saya berada di tempat antara titik P1, P2 dan P3&#8243; Anda  belum menyatakan letak Anda secara tepat. Namun, jika Anda tahu jarak  tempat Anda berada dari tiga titik ini, hal ini akan memungkinkan Anda  memberitahukan letak keberadaan Anda dengan tepat. Tahapan-tahapan  berikut akan mencukupi untuk hal ini: perhitungan r1 membatasi penentuan  letak keberadaan Anda dalam wilayah lingkaran merah muda. Kemudian  pengukuran r2 memperkecil wilayah penentuan keberadaan Anda pada salah  satu dari dua titik, A dan B. Terakhir, pengukuran r3 dengan tepat  memastikan bahwa Anda berada pada titik B. Dengan demikian koordinat  Anda pun ditemukan. Titik-titik yang diberi nama P1, P2 dan P3 dalam  penjelasan ini mewakili satelit-satelit dalam sistem GPS.</p>
<p>Kemiripan yang Luar Biasa</p>
<p>Sejumlah kemiripan dalam hal cara kerja dapat ditemukan antara sistem  GPS dan sistem penentuan letak secara magnetik yang dimiliki oleh  merpati. Keduanya memiliki sarana yang memungkinkan pengiriman data  tentang letak pada permukaan bumi. Pada GPS, data dari satelit  diteruskan melalui atmosfer, sebaliknya pada merpati fungsi tersebut  diyakini diperankan oleh medan magnet bumi. Keduanya memiliki sistem  yang dapat menangkap dan mengenali data-data (sinyal-sinyal) yang datang  dari luar ini; yaitu panel-panel pada satelit dan sel-sel yang  mengandung butiran-butiran magnetik pada paruh merpati. Sistem yang  menafsirkan data-data ini juga terdapat pada keduanya. Pada GPS  pengukuran geometris dilakukan oleh komputer dan perangkat digital  lainnya (sebagaimana pada teknik trilaterasi yang dipaparkan di atas),  sedangkan pada merpati otak melakukan tugas menafsirkan sinyal-sinyal  yang diteruskan organ pengindra kepadanya.</p>
<p>Selain itu kini banyak perusahaan penerbangan memasang GPS pada  pesawat-pesawat mereka, dengan menyatukan perangkat tersebut pada sistem  pengendali penerbangan mereka. Fakta bahwa sel-sel merpati yang  mengandung butiran-butiran magnetik telah ditempatkan pada paruhnya,  sebagaimana sistem penerbangan elektronik yang ditempatkan pada hidung  pesawat, merupakan sebuah kemiripan yang sangat penting.</p>
<p>Sama sekali tidak ada keraguan bahwa sistem GPS dan seluruh satelitnya  dan sistem pengendali di bumi telah dirancang secara khusus.<br />
Sistem ini tersusun atas bagian-bagian yang dirancang dan dipersiapkan  untuk melakukan tugas khusus dan membentuk keseluruhan sistem tersebut.  Perangkat-perangkat elektronik yang banyak pada satelit dan berbagai  sistem pengendali bekerja secara bersama secara selaras untuk tujuan  yang satu ini.</p>
<p>Sistem penentuan letak pada merpati juga mencerminkan petunjuk nyata  adanya perancangan semacam itu. Sel-sel yang berisi butiran-butiran  magnetik yang memungkinkan adanya hubungan dengan medan magnet bumi,  saraf-saraf yang meneruskan data yang ditangkap oleh sel-sel tersebut,  dan otak yang menafsirkan semua data tersebut, bekerja bersama dalam  keselarasan sempurna. Berkat semua hal inilah sang burung mampu  menentukan secara tepat letak rumahnya yang berjarak ribuan kilometer  dari tempat ia berada dengan perhitungan yang benar-benar cermat. Ini  benar-benar merupakan keahlian sempurna, sebab jika dilihat dari jarak  ribuan kilometer yang ditempuh oleh merpati, rumahnya tidaklah lebih  dari sebuah titik yang teramat kecil.</p>
<p>Akan tetapi, bagaimanakah sistem yang memungkinkan penentukan letak  secara luar biasa semacam ini dapat terbentuk? Mungkinkah serangkaian  peristiwa kebetulan, tanpa suatu kesengajaan, telah memunculkan  keberadaan merpati dengan rancangannya yang sempurna, melengkapinya  dengan sistem kerja tubuh yang sempurna, memasang sel-sel yang berisi  butiran-butiran magnetik pada paruhnya, dan akhirnya membentuk sistem  pengindraan tanpa cacat? Sudah pasti tidak.</p>
<p>Seluruh seluk beluk pada GPS adalah bukti yang tidak diragukan lagi  bahwa GPS telah dirancang oleh para insinyur. Demikian pula, sebuah  sistem yang memperlihatkan seluk beluk rancangan yang sama pastilah pula  telah dirancang, dengan kata lain telah diciptakan. Tidak ada keraguan  bahwa Allah Yang Mahakuasa, Tuhan seluruh alam, adalah Pencipta yang  menjadikan merpati ada dengan kekuasaan dan pengetahuanNya yang tak  terbatas, dan memberi merpati sistem yang memungkinkannya menentukan  letak sebuah titik dari jarak ribuan kilometer dengan kecermatan sangat  tinggi. Allah mengungkapkan hal berikut ini dalam Al Qur&#8217;an:</p>
<p>Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai  anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah  menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan  serapi-rapinya (QS. Al Furqaan, 25:2)</p>
<p>[Harun Yahya]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2011/01/sistem-pemandu-arah-pada-burungmerpati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapakah Sebenarnya Mustafa Kemal Attaturk</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2011/01/siapakah-sebenarnya-mustafa-kemal-attaturk/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2011/01/siapakah-sebenarnya-mustafa-kemal-attaturk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 09:59:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Mustafa kemal attaturk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=898</guid>
		<description><![CDATA[Penulisan sejarah biasanya berkaitan erat dengan siapa yang menjadi penguasa di zaman sejarah tersebut dibuat. Sebagai contoh sederhana, di zaman Soeharto berkuasa, ia menciptakan sejarah tentang jasa-jasanya menyelamatkan bangsa dan negara dari kudeta. Namun di zaman reformasi, banyak pakar sejarah yang berusaha merevisi ulang semua dogma tersebut. Contoh lain adalah nama Mustafa Kemal Attaturk. Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #505050;">Penulisan sejarah biasanya  berkaitan erat dengan siapa yang menjadi penguasa di zaman sejarah  tersebut dibuat. Sebagai contoh sederhana, di zaman Soeharto berkuasa,  ia menciptakan sejarah tentang jasa-jasanya menyelamatkan bangsa dan  negara dari kudeta. Namun di zaman reformasi, banyak pakar sejarah yang  berusaha merevisi ulang semua dogma tersebut.</span></p>
<p>Contoh lain adalah nama Mustafa Kemal Attaturk. Dalam sejarah dunia dia  dianggap sebagai bapak pembaharu Turki modern yang namanya begitu harum  sebagai peletak tonggak sekulerisme Turki. Namun bila kita jeli melihat  sejarah dalam sudut pandang yang lain, Attaturk adalah orang Yahudi yang  menyamar jadi muslim untuk menghancurkan Islam dari dalam. Dialah orang  yang mengabolisi Khilafah Islam dibubarkan pada 3 Maret 1924. Dia  adalah pengkhianat sekaligus pecundang.</p>
<p><img src="http://www.oaseqalbu.net/images/story/1269411923.jpg" alt="" /><br />
Mustafa Kemal Attaturk</p>
<p>Terjagalnya Khilafah tanpa daya pada bulan 28 Rajab 1342 H bertepatan  dengan 3 Maret 1924 M bukanlah terjadi dengan sekejap mata. Sebagaimana  kebaikan yang perlu proses untuk terjadinya, keburukan pun demikian,  membutuhkan proses. Mustafa Kemal Ataturk menjagal Khilafah juga bukan  proses sekejap, perlu proses yang panjang. Proses itu dimulai ketika  pada awal abad ke-19 M kaum muslimin mulai meninggalkan al-Quran dan  as-Sunnah untuk memecahkan masalah-masalah mereka, dan tertarik dengan  ideologi Liberal yang menggiurkan nafsu manusia.</p>
<p><strong>Liberalisasi di Eropa Barat</strong></p>
<p>Setelah mengalami Renaisance abad ke-15 M, masyarakat Eropa Barat  bersepakat untuk memisahkan agama dari kehidupan alias menganut faham  sekulerisme. Sekulerisme ini dikristalkan oleh John Locke filosof  Inggris menjadi ideologi Liberal, sebuah ideologi yang menempatkan  manusia bebas dari ikatan apa pun, baik ikatan agama ataupun selain  agama. Liberal dalam beragama, berekonomi, liberal berpolitik,  seksualitas, liberal dalam segala hal. Ideologi inilah yang akan  menghantarkan Barat kepada kebangkitannya, walau kebangkitan yang semu.</p>
<p>Semangat Liberalisme ini mendorong pecahnya Revolusi Perancis tahun 1789  yang mengusung jargon &#8220;Liberte, Egalite, dan Fraternite&#8221;. Revolusi  Perancis berhasil menjauhkan agama dalam hal ini gereja dari masyarakat,  negara maupun politik. Di awal abad ke-19 M, Perancis muncul menjadi  paling kuat dan maju, menjadi negara nomor satu di dunia di bawah  pimpinan Napoleon Bonaparte.</p>
<p>Khilafah Turki Utsmani Melirik Liberalisme</p>
<p>Sementara itu, Khilafah Turki Utsmani masih mengalami kemandegan  berpikir akibat terhentinya ijtihad dan mulai melirik ideologi Liberal  yang sedang berkembang pesat di Eropa Barat. Kemajuan teknologi akibat  revolusi Industri telah menyilaukan mata, sehingga tidak bisa membedakan  mana teknologi yang bisa diambil dari bangsa manapun, dan mana  peradaban yang harus disaring.</p>
<p>Tahun 1828 di masa Sultan Mahmud II, pemikiran dan sistem sekuler mulai  merasuk ke tubuh khilafah. Tahun 1876 M Gerakan Turki Muda yang  tergila-gila dengan ideologi liberal berhasil memaksa Sultan Abdul Hamid  II menerima Konstitusi 1876, sebuah konstitusi sekuler. Sejak itu,  tanda-tanda keruntuhan Khilafah mulai di depan mata. Sekeliling khalifah  sudah dipadati dengan orang-orang yang berideologi sekuler liberal,  yang dipimpin oleh Perdana Mentrinya sendiri, Midhat Pasya si pemabok.</p>
<p><strong>Mustafa Lahir</strong></p>
<p>Pada kondisi Khilafah sedang sakit ideologi inilah Mustafa Kemal Ataturk  yang akan menjadi penjagal Khilafah dilahirkan. Tepatnya tanggal 12  Maret 1881. Nama aslinya Mustafa. Ia dilahirkan di Salonika (sekarang di  Yunani). Saat itu Yunani berada di dalam wilayah Khilafah Turki  Utsmani. Ayah Mustafa bernama Ali Riza yang meninggal saat putranya  berumur 7 tahun. Ibu Mustafa bernama Zubeyde Hanim, seorang muslimah  taat yang berharap Mustafa menjadi ulama yang faqih.</p>
<p>Namun Mustafa berbeda pendirian. Ia menjadi remaja pemberontak melawan  segala bentuk peraturan. Ia kasar, dan kurang ajar pada gurunya. Di  depan kawannya, ia sangat arogan dan penyendiri.</p>
<p>Akhirnya pada usia dua belas tahun Mustafa dimasukkan ke akademi militer di Salonika. Ia ikut seleksi dan lulus jadi kadet.</p>
<p>Di militer, nampaknya Mustafa menemukan dunianya. Ia mampu menunjukkan  prestasi akademik yang bagus, sehingga salah satu pelajar menjulukinya  &#8220;Kemal&#8221; yang berarti kesempurnaan. Sejak itu ia panggil Mustafa Kemal.</p>
<p><strong>Mustafa Dicekoki Ideologi Liberal</strong></p>
<p>Pada usia 14 tahun, Mustafa Kemal pindah ke sebuah akademi di Monastir.<br />
Saat-saat liburannya di Salonika, Mustafa Kemal senang berkunjung ke  tempat-tempat hiburan Eropa dimana para wanita tidak mengenakan cadar,  menyanyi, berdansa, dan duduk di meja bersama laki-laki. Mustafa Kemal  senang minum-minuman keras.</p>
<p>Dalam pergaulan, Mustafa Kemal banyak bersandar pada teman-temannya para  pendeta Macedonia yang sengaja &#8220;menangkapnya&#8221;. Para pendeta Macedonia  inilah yang mengajarkan dasar-dasar bahasa Perancis bersama seorang  teman Mustafa dari Macedonia yang bernama Fethi. Keduanya diajari  buku-buku karya pemikir-pemikir liberal seperti Voltaire, Rousseau,  Thomas Hobbes, dan John Stuart Mill, serta buku-buku lainnya. Hingga  akhirnya, Mustafa mengarang syair yang mendengung-dengungkan  nasionalisme dan berpidato di depan akademi militer. Mustafa berbicara  kepada mereka tentang kerusakan sultan sebelum dia berumur 20 tahun.</p>
<p>Mustafa Kemal kemudian ditempatkan di Istambul. Di sana dia menjadi  pengunjung rutin rumah Madame Corinne, seorang janda Italia yang hidup  di Pera, sebuah distrik kota yang telah mengalami Westernisasi. Ia pun  hanyut dalam minum-minuman keras, bermain judi, dan bersenang-senang  dengan musik.</p>
<p>Setelah mencapai nilai tertinggi dalam ujian akhir, Mustafa lulus dengan gelar kehormatan pada Januari 1905 sebagai kapten.</p>
<p><strong>Mustafa menjadi atase militer di Sofia</strong></p>
<p>Saat itu, Mustafa Kemal bergabung dengan perkumpulan mahasiswa  nasionalis, yang dikenal sebagai Vatan (yang artinya Tanah Air). Para  anggotanya menganggap dirinya kelompok revolusioner yang menentang  pemerintahan Sultan Abdul Hamid II, yang memberangus segala pemikiran  &#8220;liberal&#8221; yang merongrong pemerintahan Islam. Kelompok ini selalu  menyalahkan Islam yang dianggap membuat Turki terbelakang dan  terus-terusan menyebarkan kebencian terhadap syariat yang dianggap  kolot, serta menjadikan ajaran-ajaran sufi sebagai tertawaan. Anggotanya  bersumpah melengserkan sultan dan menggantinya dengan sistem  pemerintahan Barat dengan konstitusi dan parlemen, menghancurkan  otoritas para ulama, menghapus jilbab dan kerudung, serta  mendeklarasikan kesetaraan gender. Tak lama bergabung, Mustafa Kemal  menjadi pemimpinnya.</p>
<p>Mustafa diundang untuk menghadiri salah satu pertemuan di sebagian  rumah-rumah orang Yahudi yang memiliki kewarganegaraan Italia dan  organisasi-organisasi Freemasonry Italia. Turki Muda menjadikan  perlindungan yang diberikan kepada Yahudi ini sebagai tameng. Mereka  mendapat bantuan finansial dalam jumlah yang sangat besar dari berbagai  pihak.</p>
<p>Tahun 1908 M Kaum nasionalis sekuler, Turki Muda, melakukan revolusi.  Revolusi ini dalam rangka merongrong Sultan Abdul Hamid II yang   menentang konstitusi 1876 yang sekuler dan selalu menyerukan kembali ke  Syari&#8217;at Islam.</p>
<p><strong>Pema&#8217;zulan Sultan Abdul Hamid II</strong></p>
<p>Akhirnya pada tanggal 26 April 1909 M Turki Muda yang berkomplot dengan  Syaikhul Islam, Mohammad Diauddin Afandi, berhasil memberhentikan Sultan  Abdul Hamid II, seorang khalifah yang saleh dan lembut. Sejak saat itu  Khilafah Utsmaniyah dikuasai kaum nasionalis Turki.</p>
<p>Setelah pemberhentian Sultan Abdul Hamid II banyak orang mulai menulis  buku baik berbahasa Inggris, Arab maupun Turki, yang memfitnah dan  menyerang Sultan Abdul Hamid II. Mereka memfitnah Sultan Abdul Hamid II  sebagai orang yang menjadikan Daulah Utsmani tenggelam semakin dalam dan  menampilkan Turki Muda sebagai pahlawan.</p>
<p>Dalam buku-buku sejarah Indonesia yang ditulis oleh kaum sekuler,  Gerakan Turki Muda ini disebut-sebut sebagai gerakan untuk mencapai  perbaikan nasib menentang Sultan Abdul Hamid II yang mereka sebut  sebagai Kaum Kolot. Gerakan Turki Muda ini dianggap sebagai pemicu  pergerakan nasionalis sekuler di Indonesia.</p>
<p>Setelah Sultan Abdul Hamid II diberhentikan, tahun 1909 M Sultan  Muhammad Risyad menggantikannya sebagai Khalifah Turki Utsmani. Namun  pemerintahannya sebenarnya sudah tidak berarti karena dibawah perintah  Turki Muda.</p>
<p>Di tubuh Turki Muda sendiri terjadi perpecahan. Mustafa Kemal akhirnya  meninggalkan Turki Muda dan kembali menekuni kemiliteran 10 tahun  berikutnya seperti sebelumnya. Berkat pribadi keras dan kecerdasannya,  ia merengkuh banyak kekuasaan politik. Ia habiskan malam dengan  mengadakan rapat rahasia untuk merencanakan makar, yang diharapkan  menghasilkan kekuasaan absolut baginya.</p>
<p><strong>Khilafah Turki Utsmani Terseret Perang Dunia I</strong></p>
<p>Tahun 1914 Pecah Perang Dunia Pertama. Jerman yang menguasai minyak di  Irak dan mengancam sumber minyak Inggris di Iran dan Jazirah Arab,  dengan kekuatan besar berambisi menguasai dunia. Inggris, Perancis dan  Rusia pun bersekutu mengumumkan perang melawan Jerman. Selain beraliansi  dengan Austria, Jerman membujuk Khilafah Turki Utsmani untuk ikut  Perang Dunia I melawan Sekutu.</p>
<p>Tahun 1918 Jerman dan Austria- Hungaria dituntut meletakkan senjata.  Maka berakhirlah Perang Dunia I. Kemenangan akhirnya ada di pihak  Sekutu. Setelah Rusia keluar dari persekutuan dan AS kembali ke politik  isolasinya, tinggallah Inggris dan Perancis membagi-bagi wilayah  Khilafah Utsmani.</p>
<p>Ketika Inggris menduduki Istambul, ibukota Khilafah Utsmaniyah Mustafa  Kemal melarikan diri ke Anatolia, tempat ia memulai perjuangan untuk  pembebasan Turki. Kebiasaan berzina diteruskan Kemal pada para wanita  pemburu cinta, yang berkeliaran di sekitar garnisun.</p>
<p><strong>Mustafa Kemal Menjadi Pahlawan Boneka</strong></p>
<p>Untuk mengakhiri Khilafah Utsmani hingga ke akar-akarnya Barat membuat  skenario busuk namun licin. Mereka akan melahirkan seorang pahlawan  boneka yang bisa dijadikan partner pasukan sekutu. Pahlawan ini akan  menjadi harapan umat Islam yang sedang dilanda keputusasaan. Pilihan  mereka jatuh kepada Mustafa Kemal.</p>
<p>Intelijen-intelijen Inggris berhasil menemukan &#8220;impian mereka&#8221; yang  telah lama didambakan dalam pribadi Mustafa Kemal, seorang yang memiliki  watak diktator. Hubungan antara intelijen Inggris dan Kemal dilakukan  melalui perantaraan seorang intelijen bernama Amstrong yang memiliki  hubungan dekat dengan Kemal.</p>
<p>Skenario ini dilaksanakan. Di akhir Perang Dunia I Mustafa Kemal  memimpin pasukan pertahanan Turki melawan Pasukan Sekutu Eropa dan  Yunani yang menguasai Izmir. Mustafa Kemal mendengungkan spirit Jihad di  Turki, mengangkat al-Qur`an dan membuat orang-orang Inggris menarik  diri tanpa terjadi bentrokan senjata apa pun.</p>
<p>Tanpa mengalami banyak kesulitan, Mustafa Kemal berhasil menguasai  beberapa tempat strategis. Dunia Islam menyambutnya dengan penuh  antusias dan memberinya gelar &#8220;ghazi&#8221; (panglima perang yang gagah dan  tanpa tanding). Saat Yunani kalah dan Turki menang, rakyat mabuk  kemenangan, dan memuja Mustafa Kemal sebagai sang Penyelamat. Ia  digelari Pembela Kebenaran. Berbagai pengakuan para diplomat asing makin  meneguhkan kedudukannya sebagai pahlawan Turki melawan Barat. Para  khatib menyambutnya dengan sangat hangat. Para penyair memujinya. Ahmad  Syauqi, misalnya dalam sebuah awal baitnya menyejajarkan Mustafa Kemal  dengan Khalid bin Walid si pedang Allah dengan syairnya.</p>
<p>&#8220;Allahu Akbar, betapa banyak penaklukan yang demikian mengagumkan wahai Khalid Turki, perbaharuilah kepahlawanan Khalid Arab!&#8221;</p>
<p>Ya, sebuah skenario jahat yang luar biasa sukses!</p>
<p>Sekarang Mustafa Kemal menjadi seorang panglima militer yang memiliki  kedudukan Banyak wanita yang memujanya dengan mengenakan foto Kemal  dalam locket di lehernya. Sebagai  pembebas negaranya, Mustafa kemal  sudah terbiasa tidur dengan para wanita yang mau dan bernafsu.</p>
<p>Hingga tahun 1919 M Mustafa Kemal masih bersandiwara. Untuk menutupi  kebenciannya kepada Islam dan untuk meraih simpati rakyat Khilafah.  Ketika dia berhasil menang atas Yunani di Ankara, ia berbicara di  hadapan publik, &#8220;Sesungguhnya semua rencana akan diambil tidak  dimaksudkan kecuali untuk melindungi kesultanan dan khilafah serta  pembebasan sultan dan negeri ini dari perbudakan orang-orang asing.&#8221;<br />
<strong><br />
Mustafa Mulai Membuka Topeng</strong></p>
<p>Bulan April 1920 Mustafa Kemal membentuk dan memimpin Majelis Nasional Agung Turki yang berpusat di Ankara.</p>
<p>Tahun 1922 kaum nasionalis sekuler Turki makin merajela. Sultan Mehmet  VI Vahdettin (Wahiduddin) dijatuhkan. Kelompok nasionalis ini membuat  kekuasaan Khalifah ditiadakan pada tanggal 1 November 1922.</p>
<p>Mulailah Mustafa Kemal menampakkan kebenciannya kepada Islam. Pada  tanggal 19 November 1922 melalui Majelis Nasional Turki di Ankara,  Mustafa Kemal mengangkat Abdul Majid II menjadi Khalifah menggantikan  Muhammad Wahiduddin yang melarikan diri. Sultan Abdul Majid ini  sebenarnya hanya khalifah boneka yang sama sekali tidak memiliki  kekuasaaan apa-apa.</p>
<p>Pada tanggal 29 Oktober 1923 kaum nasionalis sekuler Turki  memproklamirkan berdirinya Republik Turki dengan Mustafa Kemal sebagai  presidennya.</p>
<p>Tidak lama berkuasa, ia menyatakan tegas bahwa ia akan menghancurkan  puing reruntuhan Islam dalam kehidupan bangsa Turki. Hanya dengan  mengeliminasi segala hal berbau Islam, Turki bisa &#8216;maju&#8217; menjadi bangsa  modern yang dihormati. Tanpa ragu Kemal menyerang Islam dan pilarnya.</p>
<p><strong>Pernikahan Mustafa Kemal<br />
</strong><br />
Mustafa Kemal akhirnya menikah juga. Ia menikah dengan Latife  Usakligil.anak perempuan Ushakizade Muammer, seorang Smyrna yang kaya  dan berminat pada perkapalan dan perdagangan intgernasional. Meskipun  Latife orang turki yang berkulit zaitun dan memiliki mata gelap dan  besar, namun ia telah belajar ilmu hukum di Eropa dan berbahasa Perancis  seperti wanita Perancis. Mereka menikah di rumah ayah Latife dengan  gaya Eropa sebagai upaya untuk menghapuskan adat-adat yang Islami. Dalam  perkawinan Islam, pengantin laki-laki dan perempuan tidak boleh saling  bertemu sampai setelah upacara akad nikah selesai. Namun, Kemal dan  Latife melanggar tradisi dan mengucapkan janji setia mereka sambil duduk  di atas bangku.</p>
<p>Setelah itu Kemal mengajak istrinya melakukan perjalanan bulan madu,  dengan memanfaatkan isterinya sebagai contoh dalam kampanyenya untuk  menggalakkan emansipasi terhadap wanita Turki. &#8220;Itulah cara untuk  memperlakukan seorang wanita,&#8221; katanya, dengan menunjuk Latife yang  berdiri di sampingnya dengan mengenakan celana. Memamerkan isteri  barunya dengan cara yang tidak lazim semacam itu menyulut kemarahan bagi  kalangan Islam yang mereka sebut tradisionalis di antara lawan-lawan  politiknya, khususnya ketika Latife tampil mengenakan gaun pendek yang  mempertontonkan bagian-bagian tubuh secara terbuka pada berbagai acara  pesta besar.</p>
<p>Tahun 1340 H/ 1923 M Mustafa Kemal menandatangani perjanjian dengan  negara-negara Barat yang dikenal dengan nama Perjanjian Luzan (lausane).  Perjanjian itu mewajibkan Turki menerima beberapa syarat yang dikenal  dengan nama syarat Karzun (Curzon) yang empat. Karzun adalah ketua  delegasi Inggris dalam pertemuan Luzan. Empat syarat itu:</p>
<p>1. Pemutusan Turki dari semua hal yang berhubungan dengan Islam.<br />
2. Penghapusan Khilafah Islam untuk selama-lamanya.<br />
3. Mengeluarkan Khalifah dan para pendukung Khilafah dan Islam dari negeri Turki serta mengambali harta khalifah.<br />
4. Mengadopsi undang-undang sipil sebagai pengganti undang-undang Turki yang lama.</p>
<p><strong>Mustafa Menjagal Khilafah</strong></p>
<p>Dan tanggal 3 Maret 1924 Mustafa Kemal pun memulai proses penjagalan  Khilafah yang tanpa daya. Ia memanggil semua anggota Majelis Nasional  untuk mengadakan pertemuan. Malam-malam sebelumnya, Mustafa Kemal  berusaha membungkam suara penentangnya dengan mengancam dengan hukuman  mati bagi para pengkritik pendapatnya. Mustafa Kemal mengusulkan pada  Majelis Nasional proyek pembubaran khilafah yang dia sebut sebagai  &#8220;bisul sejak Abad Pertengahan&#8221; untuk selamanya dan mendirikan negara  Turki sekuler. Keputusan pun diambil tanpa perdebatan. Keputusan  mencakup pembuangan Khalifah pada hari berikutnya ke Swiss. Maka obor  khilafah pun padam, di tangan Mustafa Kemal.</p>
<p>Berita Pembubaran Khilafah ini memunculkan kegundahan di seluruh dunia  Islam. Karena bagaimana pun selama ini Istambul merupakan lambang  kekuatan politik bagi dunia Islam. Penyair Syauqi yang sebelumnya memuji  Mustafa Kemal, meratap sedih atas peristiwa yang terjadi. Di  Indonesia,.kelompok modernis, seperti al-Irsyad, Muhammadiyah, Persis,  Sarekat Islam dan Kelompok tradisi yang nantinya mendirikan Nahdhatul  Ulama bersepakat untuk menegakkan kembali khilafah.  Mereka membentuk  Komite Khilafah tanggal 4 Oktober 1924 di Surabaya dengan ketua  Wondosudirdjo dari Sarekat Islam dan wakil ketua K.H. Abdul Wahab  Hasbullah tokoh pendiri Nahdhatul Ulama sebagai utusan dalam kongres  Khilafah di Mesir.</p>
<p><strong>Mustafa Mengubur Peradaban Islam</strong></p>
<p>Sementara itu di Turki, setelah sukses menjagal Khilafah, mulailah Mustafa Kemal mengubur peradaban Islam dari bumi Turki.</p>
<p>Tahun 1925 M/ 1344 H masjid-masjid ditutup dan pemerintah memberangus semua gerakan keagamaan dengan segala kebengisannya..</p>
<p>Tahun itu juga, Latife yang minta diperlakukan dan dihormati sebagaimana  mestinya seorang istri, dengan kasar diceraikan oleh Mustafa Kemal dan  diusirnya.</p>
<p>Setelah bercerai, Mustafa menjadi lelaki tak tahu malu dan tak mengenal  batas. Ia menjadi peminum berat dan tak bisa lepas dari miras. Sejumlah  lelaki muda tampan, istri, dan putri pendukungnyapun menjadi objek  pemuas syahwat dan korban agresi vital nafsunya, sampai ia menderita  penyakit kelamin.</p>
<p>Sementara itu, gemuruh kaum oposisi Turki mulai menderu. Gemuruh itu  akhirnya meledak pada 1926, ketika suku Kurdi gunung melancarkan  pemberontakan bersenjata melawan rezim Kemalis. Mustafa Kemal tak buang  waktu. Seluruh suku Kurdistan di Turki dibinasakan dengan bengis, desa  dibakar, ternak dan hasil panen dihancurkan, perempuan dan anak-anak  diperkosa dan dibantai. 46 kepala suku Kurdi digantung di depan umum.  Dan terakhir, mengeksekusi Syekh Said, pemimpin suku Kurdi.</p>
<p>Tahun 1926/ 1345 M Syariah Islam diganti dengan hukum sipil yang diadopsi dari hukum Swiss.</p>
<p>Tahun itu juga Penanggalan Hijriyah diganti dengan penanggalan masehi  sehingga angka tahun 1345 H dihapus di seluruh Turki dan diganti dengan  1926 M.</p>
<p>Tahun 1928 M/ 1347 H Teks undang-undang menghapus Turki sebagai  pemerintahan Islam. Teks sumpah yang diucapkan para pejabat pemerintah  saat dilantik yang sebelumnya bersumpah dengan nama Allah diganti dengan  hanya mengucapkan &#8220;Dengan kehormatan mereka, mereka akan menunaikan  kewajiban.&#8221;</p>
<p>Tanggal 1 November 1928 dibuat UU tentang pengambilan dan penerapan alfabet (Latin) serta pelarangan tulisan Arab.</p>
<p>Tahun 1929 M/ 1348 H. Pemerintah mulai mewajibkan secara paksa untuk  menggunakan huruf-huruf latin dalam penulisan bahasa Turki sebagai ganti  huruf Arab yang dipakai sebelumnya. Pengajaran bahasa Arab dan Persia  dihapuskan dari seluruh fakultas. Buku-buku yang terlanjur dicetak dalam  huruf Arab diekspor ke Mesir, Persia dan India. Pemerintah Turki ingin  memutus hubungan Turki dengan masa lalu keislaman mereka, juga memutus  hubungan Turki dengan kaum muslimin di seluruh negeri Arab dan negeri  Islam lainnya.</p>
<p>Tahun 1931-1932 M/ 1350-1351 H pemerintah membatasi jumlah masjid.  Mustafa Kemal terus mencerca masjid-masjid. Dia menutup masjid utama di  Istambul dan mengubah Masjid Aya Shofia menjadi museum, sedang Masjid  al-Fatih dijadikan gudang!</p>
<p>1933 M/ 1352 H  Fakultas Syariah di Universitas Istambul ditutup.  Pemerintah juga menghapus pendidikan agama di sekolah-sekolah khusus.</p>
<p>Mustafa Kemal meniupkan ruh nasionalisme ke tengah-tengah bangsa Turki  dengan selalu mendengung-dengungkan. &#8220;Sesungguhnya Turki adalah pemilik  peradaban yang paling tua di dunia. Sudah tiba saatnya kini untuk  diambil kembali dan menggantikan peradaban Islam.&#8221;</p>
<p>Tahun itu juga Mustafa Kemal melalui Majelis Nasional (National  Assembly) kemudian menyandangkan gelar Ataturk pada dirinya, yang  berarti Bapak orang-orang Turki.</p>
<p>Mustafa Kemal Ataturk memerintahkan penerjemahan al-Qur`an ke dalam  bahasa Turki, sehingga kehilangan makna-maknanya dan cita rasa  bahasanya. Puncaknya, dia memerintahkan agar adzan dilakukan dengan  menggunakan bahasa Turki!</p>
<p>Tanggal 3 Desember 1934 dibuat UU tentang larangan memakai busana tradisional yang Islami.</p>
<p>Pemerintah memerintahkan kaum wanita untuk menanggalkan jilbab dan  membiarkan mereka berkeliaran dimana-mana tanpa mengenakan jilbab.  Pemerintah juga menghapuskan kepemimpinan kaum lelaki atas wanita dengan  semboyan demi kebebasan dan kesetaraan jender. Pemerintah mendorong  diselenggarakannya pesta-pesta tari dan drama-drama yang menggabungkan  lelaki dan perempuan.</p>
<p>Tahun 1935 M Pemerintah Turki mengubah hari libur resmi Jumat menjadi hari Minggu yang dimulai Sabtu Zhuhur hingga Senin pagi.</p>
<p><strong>Pengaruh Mustafa Kemal ke Dunia Islam<br />
</strong><br />
Langkah-langkah yang diambil Mustafa Kemal ini memiliki dampak yang luas  di Mesir, Afghanistan, Iran, India dan Turkistan serta kawasan dunia  Islam lainnya, termasuk Indonesia. Langkah-langkah ini memberi peluang  bagi kalangan yang menyeru pada westernisasi dengan  menjadikan Turki  sebagai teladan utama saat menyatakan tentang kemajuan dan kebangkitan.  Media-media yang orientasinya memusuhi Islam menyambut gembira apa yang  dilakukan oleh Mustafa Kemal Ataturk. Media-media itu menyebarkan apa  yang dikatakan oleh Ataturk dengan ungkapannya, &#8220;Turki baru, sama sekali  tidak memiliki hubungan apa pun dengan agama.&#8221; Atau, saat lain ia  memegang al-Qur`an di tangannya dan dengan congkaknya menyatakan,  &#8220;Sesungguhnya kemajuan bangsa-bangsa tidak mungkin dilakukan dengan  menerapkan hukum-hukum dan kaidah-kaidah yang telah berlalu beberapa  abad lamanya.&#8221; Na&#8217;udzubillahi min dzalik!</p>
<p>Mustafa Kemal yang telah murtad ini selalu berkoar di mimbar-mimbar agar  rakyat Turki meniru apa yang ada di Barat Salibis dan mengajak pada  kebebasan yang berbau kekufuran bagi kalangan wanita Turki. Mustafa  mengajak pada degradasi akhlak dengan anggapan bahwa minum minuman  keras, judi dan perzinahan tak lain sebagai gambaran dari tingginya  peradaban dan kemajuan.</p>
<p>Setelah menghukum mati teman-teman yang dulu seperjuangan dengannya,  kini Mustafa Kemal jadi diktator absolut bagi Turki sekuler.</p>
<p><strong>Kematian Mustafa Kemal</strong></p>
<p>Tahun 1938 M, kesehatan Mustafa Kemal Ataturk memburuk, dan meninggal  dunia pada tanggal  10 November 1938/ 1356 H dalam kondisi terkena  penyakit pengerasan hati (cirrhosis) akibat kecanduan alkohol.</p>
<p>Demikianlah, akhir hayat seorang diktator sekuler liberal penjagal Khilafah. Mustafa Kemal Ataturk laknatullah alaihi.</p>
<p>Demikianlah, walau Mustafa Kemal Ataturk telah binasa, namun kader-kader  dan pendukungnya di berbagai negeri, termasuk di Indonesia masih  banyak. Sejarah tentang Mustafa Kemal Ataturk banyak yang disembunyikan  dan diputarbalikan. Mustafa Kemal Ataturk ditulis sebagai seorang  pahlawan, dan sebaliknya Khilafah yang ia jagal digambarkan dengan  gambaran yang sangat kelam. Tugas kita semua meluruskan penyimpangan  sejarah ini, agar anak cucu kita tak salah menilai siapa Mustafa Kemal  Ataturk ini. Amin.</p>
<p>*) Oleh : Umar Abdullah, Penulis Naskah VCD Sejarah Daulah Khilafah  Islamiyah, VCD Sejarah Pornografi, Erotisme dan Seks Bebas, dan buku  Kapitalisme, The Satanic Ideology</p>
<p>Sumber Bacaan:</p>
<p>1. Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Ali Muhammad Ash-Shalabi.  (ad-Daulah al-&#8217;Utsmaaniyyah &#8216;awaamilut tahwidh wa asbaabus suquuth.  Maktabah Al-Iman). Pustaka al-Kautsar. Jakarta. 2003.<br />
2. Konspirasi Barat Meruntuhkan Khilafah Islam. Abdul Qadim Zallum.  (Terjemahan How The Khilafah Destroyed. Khilafah Publication. London).  Al-Izzah. Bangil. 2001.<br />
3. Para Pengkhianat. Maryam Jameelah. (Terjemahan Traitrors of Islam in  Islam and Modernism. www.khilafah.org). 2003. Pustaka Thariqul Izzah.  Bogor. 2003.<br />
4. Rahasia Kehidupan Seksual Para Diktator Besar. Nigel Cawthorne.  (Terjemahan Sex Lives of The Great Dictators. Carlton Books. London).  Penerbit Alas Publishing. Yogyakarta. 2007<br />
5. Sejarah Para Khalifah. Hepi Andi Bastoni. Pustaka al-Kautsar. Jakarta. 2008.<br />
6. www.wikipedia.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2011/01/siapakah-sebenarnya-mustafa-kemal-attaturk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dusta Teori Gujarat Snouck Hurgronje</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2011/01/dusta-teori-gujarat-snouck-hurgronje/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2011/01/dusta-teori-gujarat-snouck-hurgronje/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 04:35:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[gujarat]]></category>
		<category><![CDATA[masuknya islam di indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[snouck hurgronje]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=891</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingatkah kita semua tatkala masih duduk di bangku sekolah, saat mendengar bapak atau ibu guru bercerita tentang sejarah masuknya Islam di Nusantara? “Agama Islam,” kata mereka, “… masuk ke Nusantara lewat para pedagang dari Gujarat, India.” Kini, puluhan tahun kemudian, coba buka buku sejarah anak-anak kita. Lihat bab mengenai masuknya Islam di Nusantara. Ternyata, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_892" class="wp-caption alignright" style="width: 267px"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2011/01/christiaan_snouck_hurgronje.jpg"><img class="size-full wp-image-892 " title="christiaan_snouck_hurgronje" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2011/01/christiaan_snouck_hurgronje.jpg" alt="" width="257" height="378" /></a><p class="wp-caption-text">christiaan_snouck_hurgronje</p></div>
<p>Masih ingatkah kita semua tatkala masih duduk di bangku sekolah, saat mendengar bapak atau ibu guru bercerita tentang sejarah masuknya Islam<br />
di Nusantara? “Agama Islam,” kata mereka, “… masuk ke Nusantara lewat para pedagang dari Gujarat, India.” Kini, puluhan tahun kemudian, coba buka buku sejarah anak-anak kita. Lihat bab mengenai masuknya Islam di Nusantara. Ternyata, masih banyak buku teks sejarah di sekolah-sekolah kita yang juga menuliskan jika Islam masuk di Nusantara lewat Gujarat di abad ke-13 Masehi. Hal ini diyakini berdasarkan catatan Marco Polo yang pada 1292 pernah singgah di Sumatera Utara dan menemukan sebuah kampung di mana warganya Muslim, lalu juga nisan makam Sultan Malik al-Shaleh yang berangka 1297 M.<br />
Teori yang menyebutkan Islam masuk di Nusantara berasal dari Gujarat secara populer disebut sebagai Teori Gujarat. Teori ini berasal dari seorang orientalis Belanda yang mengaku-aku masuk Islam bernama Snouck Hurgronje. Ironisnya, oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional, teori yang sesunguhnya penuh racun ini seolah dijadikan pembenaran tunggal bagi sejarah masuknya Islam di Nusantara.</p>
<p>Padahal, teori Gujarat tersebut banyak mendapat tentangan, bukan saja dari para intelektual Muslim, seperti HAMKA dan juga sejarawan Mansyur Suryanegara, namun juga dari intelektual Barat,dengan segala fakta-fakta arkeologis dan literatur kuno yang ditemukan. Islam di Nusantara Sejak Abad ke-7 Masehi Salah seorang penentang Teori Gujarat van Hurgronje adalah Prof. Dr. HAMKA yang menegaskan jika seorang pencatat sejarah Tiongkok<br />
yang mengembara pada 674 M telah menemukan satu kelompok bangsa Arab yang berdiam di pesisir Barat Sumatera. HAMKA juga menambahkan bahwa temuan ini telah diyakini kebenarannya oleh para pencatat sejarah dunia Islam di Princetown University di Amerika.</p>
<p>Temuan HAMKA diamini oleh Peter Bellwood2, seorang Reader in Archaeology di Australia National University, yang telah melakukan banyak<br />
penelitian arkeologis di Polynesia dan Asia Tenggara. Bellwood menemukan bukti-bukti jika sebelum abad kelima masehi, yang berarti Rasulullah SAW belum lahir, beberapa jalur perdagangan utama telah berkembang menghubungkan kepulauan Nusantara dengan Cina. Temuan beberapa tembikar Cina serta benda-benda perunggu dari zaman Dinasti Han dan zaman-zaman sesudahnya di selatan Sumatera dan di Jawa Timur membuktikan hal ini.</p>
<p>Bellwood dalam catatan kakinya  menulis, “Museum Nasional di Jakarta memiliki beberapa bejana keramik dari beberapa situs di Sumatera Utara. Selain itu, banyak barang perunggu Cina, yang beberapa di antaranya mungkin bertarikh akhir masa Dinasti Zhou (sebelum 221 SM), berada dalam koleksi pribadi di London. Benda-benda ini dilaporkan berasal dari kuburan di Lumajang, Jawa Timur, yang sudah sering dijarah…”</p>
<p>Bellwood dengan ini hendak menyatakan bahwa sebelum tahun 221 SM, para pedagang pribumi diketahui telah melakukan hubungan dagang dengan para pedagang dari Cina. Menurutnya, perdagangan pada zaman itu di Nusantara dilakukan antar sesama pedagang, tanpa ikut campurnya kerajaan, jika yang dimaksudkan kerajaan adalah pemerintahan dengan seorang raja dengan wilayah yang luas. Sebab kerajaan Budha Sriwijaya yang berpusat di selatan Sumatera baru berdiri pada 607 Masehi (Wolters 1967; Hall 1967, 1985).</p>
<p><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2011/01/ulama-arab.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-893" title="ulama arab" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2011/01/ulama-arab.jpg" alt="" width="241" height="263" /></a>Adanya jalur perdagangan utama dari Nusantara-terutama Sumatera dan Jawadengan Cina juga diakui oleh sejarahwan G.R. Tibbetts. Tibbetts meneliti hubungan perniagaan yang terjadi antara para pedagang dari Jazirah Arab dengan para pedagang dari wilayah Asia Tenggara pada zaman pra-Islam. Tibbetts menemukan bukti-bukti adanya kontak dagang antara negeri Arab dengan Nusantara saat itu. “Keadaan ini terjadi karena kepulauan Nusantara telah menjadi tempat persinggahan kapal-kapal pedagang Arab yang berlayar ke negeri Cina sejak abad kelima Masehi.</p>
<p>Bahkan peneliti sejarah kuno dari London University, Robert Dick-Read, lebih berani lagi dengan menyatakan jika pada masa awal Masehi, pelaut-pelaut Nusantara telah menjadi pioner bagi jalur perdagangan dunia hingga ke benua Afrika. Bahkan perdagangan bangsa Cina sangat tergantung pada jasa pelaut-pelaut Nusantara dalam mengarungi samudera luas. Sebuah dokumen kuno asal Tiongkok juga menyebutkan bahwa menjelang seperempat tahun 700 M atau sekitar tahun 625 M-hanya berbeda 15 tahun setelah Rasulullah menerima wahyu pertama atau sembilan setengah tahun setelah Rasulullah berdakwah terang-terangan kepada bangsa Arab-di sebuah pesisir pantai Sumatera sudah ditemukan sebuah perkampungan Arab Muslim yang masih berada dalam kekuasaan wilayah Kerajaan Budha Sriwijaya.</p>
<p>Disebutkan pula bahwa di perkampungan-perkampungan ini, orang-orang Arab bermukim dan telah melakukan asimilasi dengan penduduk pribumi dengan jalan menikahi perempuan-perempuan lokal secara damai. Mereka sudah beranak–pinak di sana. Dari perkampungan-perkampungan ini mulai didirikan tempat-tempat pengajian al-Qur’an dan pengajaran tentang Islam sebagai cikal bakal madrasah dan pesantren, umumnya juga merupakan tempat beribadah (masjid).</p>
<p>Dari berbagai literatur, diyakini bahwa kampung Islam di daerah pesisir Barat<br />
Pulau Sumatera itu bernama Barus atau yang juga disebut Fansur. Kampung kecil ini merupakan sebuah kampung kuno yang berada di antara kota Singkil dan Sibolga, sekitar 414 kilometer selatan Medan. Di zaman Sriwijaya, kota Barus masuk dalam wilayahnya. Namun ketika Sriwijaya mengalami kemunduran dan digantikan oleh Kerajaan Aceh Darussalam, Barus pun masuk dalam wilayah Aceh. Amat mungkin Barus merupakan kota tertua di Indonesia mengingat dari seluruh kota di Nusantara, hanya Barus yang namanya sudah disebut-sebut sejak awal Masehi oleh literatur-literatur Arab, India, Tamil, Yunani, Syiria, Armenia, China, dan sebagainya.</p>
<p>Sebuah peta kuno yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus, salah seorang Gubernur Kerajaan Yunani yang berpusat di Aleksandria Mesir, pada abad ke-2 Masehi, juga telah menyebutkan bahwa di pesisir barat Sumatera terdapat sebuah bandar niaga bernama Barousai (Barus) yang dikenal menghasilkan wewangian dari kapur barus. Di masa sebelum masehi, sangat sulit menemukan catatan tua di Jawa yang bisa membuka selubung gelap sejarah awalnya. Pangeran Aji Saka sendiri baru “diketahui” memulai sistem penulisan huruf Jawi kuno yang berdasarkan pada tipologi huruf Hindustan pada masa antara 0 sampai 100 Masehi. Dalam periode ini di Kalimantan telah berdiri Kerajaan Hindu Kutai dan Kerajaan Langasuka di Kedah, Malaya.</p>
<p>Tarumanegara di Jawa Barat baru berdiri tahun 400-an Masehi. Di Sumatera, agama Budha baru menyebar pada tahun 425 Masehi dan mencapai kejayaan pada masa Kerajaan Sriwijaya. Sejarahwan T.W. Arnold menguatkan temuan bahwa agama Islam telah dibawa oleh mubaligh-mubaligh Islam langsung dari jazirah Arab ke Nusantara sejak awal abad ke-7 M. Setelah abad ke-7 M, Islam mulai berkembang di kawasan ini; misal, menurut laporan sejarah negeri Tiongkok bahwa pada tahun 977 M, seorang duta Islam bernama Pu Ali (Abu Ali) diketahui telah mengunjungi negeri Tiongkok mewakili sebuah negeri di Nusantara. Bukti lainnya, di daerah Leran, Gresik, Jawa Timur, sebuah batu nisan kepunyaan seorang Muslimah bernama Fatimah binti Maimun bertanggal tahun 1082 telah ditemukan. Penemuan ini setidaknya menyatakan jika Islam telah merambah Jawa Timur di abad ke-11 M.</p>
<p>Sejarawan asal Bandung, Mansyur Suryanegara, berpegangan pada banyak literatur kuno dan berbagai penelitian yang ada meyakini jika Islam telah masuk ke Nusantara pada masa Rasulullah masih hidup. Bahkan Mansyur berani menyatakan jika pedagangpedagang dari Nusantara jauh sebelum Rasulullah diangkat menjadi Rasul SAW telah melakukan perdagangan sampai di Syam. “Bukan hal yang mustahil jika sesungguhnya para pedagang asal Nusantara telah melakukan kontak dengan Rasulullah di Syam, mengingat Rasulullah SAW juga seorang kepala kabilah dagang di Syam saat mudanya,<br />
yaitu membawa barang-barang dagangan dari Khadijah,” ujar Mansyur Suryanegara.</p>
<p>Secara ringkas dapat dipaparkan sebagai berikut: Rasululah menerima wahyu pertama di tahun 610 M, dua setengah tahun kemudian menerima wahyu kedua (kuartal pertama tahun 613 M), lalu tiga tahun lamanya berdakwah secara diam-diam—periode Arqam bin Abil Arqam (sampai sekitar kuartal pertama tahun 616 M), setelah itu baru melakukan dakwah secara terbuka dari Mekkah ke seluruh Jazirah Arab. Menurut literatur kuno Tiongkok, sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir<br />
Sumatera (Barus). Jadi hanya 9 tahun sejak Rasulullah SAW  memproklamirkan dakwah Islam secara terbuka, di pesisir Sumatera sudah terdapat sebuah perkampungan Islam.</p>
<p>Menengok catatan sejarah, pada seperempat abad ke-7 M, kerajaan Budha Sriwijaya tengah berkuasa atas Sumatera. Untuk bisa mendirikan sebuah perkampungan yang berbeda dari agama resmi kerajaan—perkampungan Arab Islam—tentu membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum diizinkan penguasa atau raja. Harus bersosialisasi dengan baik dulu kepada penguasa, hingga akrab dan dipercaya oleh kalangan kerajaan maupun rakyat sekitar, menambah populasi Muslim di wilayah yang sama yang berarti para pedagang Arab ini melakukan pembauran dengan jalan menikahi perempuan-perempuan pribumi dan memiliki anak, setelah semua syarat itu terpenuhi baru mereka—para pedagang Arab Islam ini—bisa mendirikan sebuah kampung di mana nilai-nilai Islam bisa hidup di bawah kekuasaan kerajaan Budha Sriwijaya.</p>
<p>Perjalanan dari Sumatera sampai ke Mekkah pada abad itu, dengan mempergunakan kapal laut dan transit dulu di Tanjung Comorin, India, konon memakan waktu dua setengah sampai hampir tiga tahun. Jika tahun 625 dikurangi 2,5 tahun, maka yang didapat adalah tahun 622 Masehi lebih enam bulan. Untuk melengkapi semua syarat mendirikan sebuah perkampungan Islam seperti yang telah disinggung di atas, setidaknya memerlukan waktu selama 5 hingga 10 tahun. Jika ini yang terjadi, maka sesungguhnya para pedagang Arab yang mula-mula membawa Islam masuk ke Nusantara adalah orang-orang Arab Islam generasi pertama para shahabat Rasulullah, segenerasi dengan Ali bin Abi Thalib r.a. Inilah yang membuat seorang Ahmad Mansyur Suryanegara sangat yakin bahwa Islam masuk ke Nusantara pada saat Rasulullah masih hidup di Mekkah dan Madinah.</p>
<p>Dalam literatur kuno asal Tiongkok, orang-orang Arab disebut sebagai orang-orang Ta Shih, sedang Amirul Mukminin disebut sebagai Tan mi mo ni’. Disebutkan bahwa duta Tan mi mo ni’, utusan Khalifah, telah hadir di Nusantara pada tahun 651 Masehi atau 31 Hijriah dan menceritakan bahwa mereka telah mendirikan Daulah Islamiyah dengan telah tiga kali berganti kepemimpinan. Dengan demikian, duta Muslim itu datang ke Nusantara di perkampungan Islam di pesisir pantai Sumatera pada saat kepemimpinanKhalifah Utsman bin Affan (644-656 M).</p>
<p>Hanya berselang duapuluh tahun setelah Rasulullah SAW wafat (632 M). Catatan-catatan kuno itu juga memaparkan bahwa para peziarah Budha dari Cina sering menumpang kapal-kapal ekspedisi milik orang-orang Arab sejak menjelang abad ke-7 Masehi untuk mengunjungi India dengan singgah di Malaka yang menjadi wilayah kerajaan Budha Sriwijaya. Gujarat Sekadar Tempat Transit Islam masuk di Nusantara dibawa oleh generasi Islam pertama, para shahabat. Islam di Nusantara bukan berasal dari para pedagang India (Gujarat) atau yang dikenal sebagai Teori Gujarat yang  berasal dari Snouck Hurgronje, karena para pedagang yang datang dari India, mereka ini sebenarnya berasal dari Jazirah Arab, lalu dalam perjalanan melayari lautan menuju Sumatera (Kutaraja atau Banda Aceh sekarang ini) mereka singgah dulu di India yang daratannya merupakan sebuah tanjung besar (Tanjung Comorin) yang menjorok ke tengah Samudera Hindia dan nyaris tepat berada di tengah antara Jazirah Arab dengan Sumatera. Bukalah atlas Asia Selatan, kita akan bisa memahami mengapa para pedagang dari Jazirah Arab menjadikan India sebagai tempat transit yang sangat strategis sebelum meneruskan perjalanan ke Sumatera maupun yang meneruskan ekspedisi ke Kanton di Cina. Setelah singgah di India beberapa lama, pedagang Arab ini terus berlayar ke Banda Aceh, Barus, terus menyusuri pesisir Barat Sumatera, atau juga ada yang ke Malaka dan terus ke berbagai pusat-pusat perdagangan di daerah ini hingga pusat Kerajaan Budha Sriwijaya di selatan Sumatera (sekitar Palembang), lalu mereka ada pula yang melanjutkan ekspedisi ke Cina atau Jawa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2011/01/dusta-teori-gujarat-snouck-hurgronje/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Umar Bin Abdul Aziz : Anak Yang Dinantikan</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2011/01/umar-bin-abdul-aziz-pemimpin-yang-amanah/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2011/01/umar-bin-abdul-aziz-pemimpin-yang-amanah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 10:41:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[umar bin abdul aziz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=885</guid>
		<description><![CDATA[Saat itu tengah malam di kota Madinah. Kebanyakan warga kota sudah tidur. Seorang setengah baya berbadan tinggi tegap perjalan pelan menyelusuri jalan-jalan di kota. Dia coba untuk tidak melewatkan satupun dari pengamatannya. Menjelang dini hari, pria botak ini lelah dan memutuskan untuk beristirahat. Tanpa sengaja, terdengarlah olehnya percakapan antara ibu dan anak perempuannya dari dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #505050;">Saat itu tengah malam di kota  Madinah. Kebanyakan warga kota sudah tidur. Seorang setengah baya  berbadan tinggi tegap perjalan pelan menyelusuri jalan-jalan di kota.  Dia coba untuk tidak melewatkan satupun dari pengamatannya. Menjelang  dini hari, pria botak ini lelah dan memutuskan untuk beristirahat. Tanpa  sengaja, terdengarlah olehnya percakapan antara ibu dan anak  perempuannya dari dalam rumah dekat dia beristirahat.</span></p>
<p>&#8220;Nak, campurkanlah susu yang engkau perah tadi dengan air,&#8221; kata sang  ibu. &#8220;Jangan ibu. Amirul mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak  menjual susu yang dicampur air,&#8221; jawab sang anak.</p>
<p>&#8220;Tapi banyak orang melakukannya Nak, campurlah sedikit saja. Toh insya  Allah Amirul Mukminin tidak mengetahuinya,&#8221; kata sang ibu mencoba  meyakinkan anaknya. &#8220;Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya.  Tapi, Rabb dari Amirul Mukminin pasti melihatnya,&#8221; tegas si anak  menolak.</p>
<p>Mendengar percakapan ini, berurailah air mata pria ini. Karena subuh  menjelang, bersegeralah dia ke masjid untuk memimpin shalat Subuh.  Sesampai di rumah, dipanggilah anaknya untuk menghadap dan berkata,  &#8220;Wahai Ashim putra Umar bin Khattab. Sesungguhnya tadi malam saya  mendengar percakapan istimewa. Pergilah kamu ke rumah si anu dan  selidikilah keluarganya.&#8221;</p>
<p>Ashim bin Umar bin Khattab melaksanakan perintah ayahandanya yang tak  lain memang Umar bin Khattab, Khalifah kedua yang bergelar Amirul  Mukminin. Sekembalinya dari penyelidikan, dia menghadap ayahnya dan  mendengar ayahnya berkata, &#8220;Pergi dan temuilah mereka. Lamarlah anak  gadisnya itu untuk menjadi isterimu. Aku lihat insya Allah ia akan  memberi berkah kepadamu dan anak keturunanmu. Mudah-mudahan pula ia  dapat memberi keturunan yang akan menjadi pemimpin bangsa.&#8221;</p>
<p>Begitulah, menikahlah Ashim bin Umar bin Khattab dengan anak gadis  tersebut. Dari pernikahan ini, Umar bin Khattab dikaruniai cucu  perempuan bernama Laila, yang nantinya dikenal dengan Ummi Ashim.</p>
<p>Suatu malam setelah itu, Umar bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat  seorang pemuda dari keturunannya, bernama Umar, dengan kening yang cacat  karena luka. Pemuda ini memimpin umat Islam seperti dia memimpin umat  Islam. Mimpi ini diceritakan hanya kepada keluarganya saja. Saat Umar  meninggal, cerita ini tetap terpendam di antara keluarganya.</p>
<p>Carut-marut umat sepeninggalan Imam Ali bin Abi Thalib</p>
<p>Ummi Ashim adalah seorang anak perempuan yang taat dan cerdas. Dia  menghadiri pemakaman Amirul Mukminin Umar bin Khattab yang dibunuh pada  tahun 644 Masehi itu. Tahun itu sekaligus mengakhiri kekhalifahan Umar  yang sangat menakjubkan.</p>
<p>Ummi Ashim menjalani 12 tahun kekhalifahan Ustman bin Affan sampai  terbunuh pada tahun 656 Masehi setelah menolak pertumpahan darah untuk  menyelesaikan masalah dalam negeri.</p>
<p>Ummi Ashim juga ikut menyaksikan 5 tahun kemelut berdarah Khalifah Imam  Ali bin Abi Thalib dengan Siti Aisyah dan Muawiyah bin Abu Sofyan.  Sampai akhirnya Muawiyah berkuasa dan mendirikan Dinasti Umayyah  menggantikan sistem kekhalifahan yang berlaku sebelumnya.</p>
<p>Pergantian sistem kepemerintahan ini sangat berdampak pada Negara Islam  saat itu. Karena bentuknya kekeluargaan, maka membuka potensi  ketidakadilan terjadi. Penguasa mulai memerintah dalam kemewahan. Hal  ini tidak pernah ada dan dicontohkan pada zaman kekhalifahan dan zaman  Rasulullah sendiri.</p>
<p>Setelah penguasa yang mewah, penyakit-penyakit lain mulai tumbuh dan  bersemi. Ambisi kekuasaan dan kekuatan, penumpukan kekayaan, dan korupsi  mewarnai sejarah Islam dalam Dinasti Umayyah. Negara bertambah luas,  penduduk bertambah banyak, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang,  tapi orang-orang semakin merindukan ukhuwah persaudaraan, keadilan dan  kesahajaan Ali, Utsman, Umar, dan Abu Bakar. Status kaya-miskin mulai  terlihat jelas, posisi pejabat-rakyat mulai terasa. Kafir dhimni pun  mengeluhkan resahnya, &#8220;Sesungguhnya kami merindukan Umar, dia datang ke  sini menanyakan kabar dan bisnis kami. Dia tanyakan juga apakah ada  hukum-hukumnya yang merugikan kami. Kami ikhlas membayar pajak berapapun  yang dia minta. Sekarang, kami membayar pajak karena takut.&#8221;</p>
<p>Saat Muawiyah mengangkat dirinya sebagai khalifah setelah syahidnya Imam  Ali r.a., masih banyak yang tidak ikhlas membaiat dirinya. Muawiyah  memerintah dengan sabar untuk menghindari pertumpahan darah lanjut.  Namun, terselip keinginan dalam hatinya untuk meneruskan dinasti Umayyah  dari keluarga Abu Sofyan. Untuk itu, dia baiat anaknya Yazid bin  Muawiyah menjadi penggantinya.</p>
<p>Tindakan Muawiyah ini adalah awal malapetaka dinasti Umayyah yang dia  buat sendiri. Yazid bukanlah seorang amir yang semestinya. Kezaliman  dilegalkan dan tindakannya yang paling disesali adalah membunuh  sahabat-sahabat Rasul serta cucunya Husein bin Ali bin Abi Thalib. Yazid  mati menggenaskan tiga hari setelah dia membunuh Husein.</p>
<p>Anak Yazid, Muawiyah bin Yazid, dikenal sebagai ahli ibadah. Dia  menyadari kesalahan kakeknya dan ayahnya dan menolak menggantikan  ayahnya. Dia memilih pergi dan singgasana dinasti Umayyah kosong.  Terjadilah rebutan kekuasaan di kalangan bani Umayah. Abdullah bin  Zubeir, seorang sahabat utama Rasulullah dicalonkan untuk menjadi amirul  mukminin. Namun, kelicikan mengantarkan Marwan bin Hakam, bani Umayah  dari keluarga Hakam, untuk mengisi posisi kosong itu dan meneruskan  sistem dinasti. Marwan bin Hakam memimpin selama sepuluh tahun lebih dan  lebih zalim daripada Yazid.</p>
<p>Kelahiran Umar bin Abdul Aziz</p>
<p>Saat itu, Ummi Ashim menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Abdul Aziz  adalah Gubernur Mesir di era khalifah Abdul Malik bin Marwan (685 &#8211; 705)  yang merupakan kakaknya. Abdul Malik bin Marwan adalah seorang shaleh,  ahli fiqh dan tafsir, serta raja yang baik terlepas dari permasalahan  ummat yang diwarisi oleh ayahnya (Marwan bin Hakam) saat itu.</p>
<p>Dari perkawinan itu, lahirlah Umar bin Abdul Aziz. Umar kecil hidup  dalam lingkungan istana dan mewah. Saat masih kecil Umar mendapat  kecelakaan. Tanpa sengaja seekor kuda jantan menendangnya sehingga  keningnya robek hingga tulang keningnya terlihat. Semua orang panik dan  menangis, kecuali Abdul Aziz seketika tersentak dan tersenyum. Seraya  mengobati luka Umar kecil, dia berujar, &#8220;Bergembiralah engkau wahai Ummi  Ashim. Mimpi Umar bin Khattab insyaallah terwujud, dialah anak dari  keturunan Umayyah yang akan memperbaiki bangsa ini.&#8221;</p>
<p>Mimpi Umar bin Khattab akhirnya menjadi kenyataan, Islam mencapai puncak  keemasannya semasa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz. Terdapat banyak  riwayat dan athar para sahabat yang menceritakan tentang kejayaan dan  keluruhan budi Umar bin Abdul Aziz. Di antaranya ialah:<br />
1) At-Tirmizi meriwayatkan bahwa Umar bin Khatab telah berkata: “Dari  anakku (zuriatku) akan lahir seorang lelaki yang menyerupainya dari segi  keberaniannya dan akan memenuhkan dunia dengan keadilan.”<br />
2) Dari Zaid bin Aslam bahawa Anas bin Malik telah berkata: “Aku tidak  pernah menjadi makmum di belakang imam selepas wafatnya Rasulullah SAW  yang mana solat imam tersebut menyamai solat Rasulullah SAW melainkan  daripada Umar bin Abdul Aziz dan beliau pada masa itu adalah Gubernur  Madinah.”<br />
3) Al-Walid bin Muslim menceritakan bahawa seorang lelaki dari Khurasan  telah berkata: “Aku telah beberapa kali mendengar suara datang dalam  mimpiku yang berbunyi: “Jika seorang yang berani dari Bani Marwan  dilantik menjadi Khalifah, maka berilah baiat kepadanya karena dia  adalah pemimpin yang adil”. ”Lalu aku menanti-nanti sehingga Umar bin  Abdul Aziz menjadi Khalifah, aku pun mendapatkannya dan memberi baiat  kepadanya.”<br />
4) Qais bin Jabir berkata: “Perbandingan Umar bin Abdul Aziz di sisi  Bani Ummayyah seperti orang yang beriman di kalangan keluarga Firaun.”<br />
5) Hassan al-Qishab telah berkata: ”Aku melihat serigala diternak  bersama dengan sekumpulan kambing di zaman Khalifah Umar Ibnu Aziz.”<br />
6) Umar bin Asid telah berkata: ”Demi Allah, Umar bin Abdul Aziz tidak  meninggal dunia sehingga datang seorang lelaki dengan harta yang  bertimbun dan lelaki tersebut berkata kepada orang-orang: ”Ambillah  hartaku ini sebanyak mana yang kamu mau”. Tetapi tiada yang mau  menerimanya (karena semua sudah kaya) dan sesungguhnya Umar telah  menjadikan rakyatnya kaya-raya.”<br />
7) ‘Atha’ telah berkata: “Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan para fuqaha’  setiap malam. Mereka saling ingat memperingati di antara satu sama lain  tentang mati dan hari qiamat, kemudian mereka sama-sama menangis karena  takut kepada azab Allah seolah-olah ada jenazah di antara mereka.”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2011/01/umar-bin-abdul-aziz-pemimpin-yang-amanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Kurma,Kismis Dan Madu Menurut Rasulullah Saw</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2011/01/manfaat-kurmakismis-dan-madu-menurut-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2011/01/manfaat-kurmakismis-dan-madu-menurut-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 03:49:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kismis]]></category>
		<category><![CDATA[Kurma]]></category>
		<category><![CDATA[madu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=877</guid>
		<description><![CDATA[Sabda Rasulullah s.a.w : &#8220;Berilah makan buah kurma kepada isteri-isteri kamu yang hamil, kerana sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, nescaya anak yang bakal dilahirkan itu menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas pemikirannya.&#8221; Kebaikan Kurma Ketika Mengandung dan Bersalin Adalah amat baik sekali jika puan mengamalkan memakan buah kurma semasa mengandung kerana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sabda Rasulullah  s.a.w :</strong><br />
&#8220;Berilah makan buah kurma  kepada isteri-isteri kamu yang hamil, kerana sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, nescaya anak yang bakal dilahirkan itu menjadi anak yang penyabar,  bersopan santun serta cerdas pemikirannya.&#8221;</p>
<p>Kebaikan Kurma Ketika Mengandung dan Bersalin Adalah amat baik sekali jika puan mengamalkan memakan buah kurma semasa mengandung kerana ini akan memudahkan bersalin nanti. Semasa bayi dilahirkan, buah kurma juga dicalitkan sedikit di lelangit  bayi.<br />
Ingat tak kisah dimana Maryam hanya memakan buah kurma semasa melahirkan  nabi Isa a.s. Buah kurma tidak mengandungi gula yang merbahayakan malah ia merupakan makanan Rasullullah s.a.w.<br />
Puan janganlah risau kerana takut diserang kencing manis.Apa yang harus puan buat, makanan manis2 yang lain puan jauhkanlah.<br />
Buah kurma tidak merbahayakan kesihatan kerana  mengandung banyak <strong>khasiat.</strong></p>
<p><strong>1) KURMA</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2011/01/Kurma.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-881" title="Kurma" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2011/01/Kurma.jpg" alt="" width="256" height="244" /></a><br />
</strong></p>
<p>Nabi Muhammad SAW bersabda: &#8220;Rumah yang tidak ada kurma di dalamnya, akan menyebabkan penghuninya kurang sehat&#8221;.</p>
<p>Nabi Muhammad SAW bersabda: &#8220;Berilah makanan kurma pada wanita yang hamil sebelum dia melahirkan, sebab yang demikian itu akan menyebabkan anaknya menjadi seorang yang tabah dan bertakwa (bersih  hatinya)&#8221;.</p>
<p>Abu Abdillah a.s. bersabda: &#8220;Buah kurma adalah salah satu buah yang berasal dari syurga dan dapat mensirnakan pengaruh sihir&#8221;.</p>
<p>Abu Abdillah a.s. bersabda: &#8220;Orang yang memakan 7 buah kurma yang baik sebelum sarapan, maka pada hari itu dia tidak akan tertimpa racun, sihir dan tidak diganggu setan&#8221;.</p>
<p>Imam Ja&#8217;far Ash-Shadiq a.s.  bersabda: &#8220;Barangsiapa memakan 7 buah kurma yang baik, maka cacing-cacing yang ada di perutnya akan mati&#8221;.</p>
<p><strong>2) KISMIS</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2011/01/kismis.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-882" title="kismis" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2011/01/kismis.jpg" alt="" width="293" height="233" /></a><br />
</strong></p>
<p>Nabi Muhammad SAW bersabda: &#8220;Barangsiapa memakan kismis merah sebanyak 21 biji setiap hari sebelum sarapan pagi, maka dia tidak akan tertimpa penyakit kecuali kematian&#8221;.</p>
<p>Nabi Muhammad SAW bersabda: &#8220;Biasakanlah memakan kismis karena kismis dapat menghilangkan kepahitan (empedu/cairan kuning),  menghilangkan lendir, menyehatkan badan, membaguskan rupa, menguatkan saraf  dan menghilangkan letih&#8221;.</p>
<p>Imam Ali a.s. bersabda: &#8220;Barangsiapa memakan 21 biji kismis merah, maka dia tidak akan  melihat pada jasadnya suatu yang tidak disenangi&#8221;.</p>
<p>Imam Ali a.s. bersabda:  &#8220;Kismis dapat menguatkan jantung, menghilangkan penyakit, menghilangkan  panas dan memulihkan kesehatan jiwa&#8221;.</p>
<p>Pada riwayat lain dari Abi Ja&#8217;far At-thusi disebutkan bahwa kismis dapat menghilangkan lendir dan menyehatkan jiwa&#8221;.</p>
<p><strong>3) MADU</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2011/01/madu.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-883" title="madu" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2011/01/madu.jpg" alt="" width="272" height="272" /></a><br />
</strong></p>
<p>Nabi Muhammad SAW bersabda: &#8220;Barangsiapa minum madu setiap bulan dengan niat melakukan nasehat Al-Qur&#8217;an, maka Allah SWT akan menyembuhkannya dari 77 penyakit&#8221;.</p>
<p>Nabi Muhammad SAW bersabda:  &#8220;Barangsiapa ingin memiliki hafalan yang kuat hendaklah dia meminum madu&#8221;.</p>
<p>Nabi Muhammad SAW bersabda: &#8220;Sebaik-baik minuman ialah madu karena dia dapat mengkonsentrasikan hati dan menghilangkan dingin yang ada di dalam dada&#8221;.</p>
<p>Nabi Muhammad SAW bersabda: &#8220;Allah SWt telah meletakan berkah di dalam madu dan menjadikannya sebagai obat dari rasa nyeri, dan madu telah didoakan oleh 70 Nabi&#8221;.</p>
<p>Dari Imam Ali a.s. beliau bersabda: &#8220;Madu adalah obat dari segala penyakit,tiada penyakit di dalamnya, ia dapat menghilangkan lendir dan membersihkan hati&#8221;.</p>
<p>Dari Imam Ja&#8217;far Ash-Shadiq a.s., beliau bersabda:<br />
&#8220;Rasul saw sangat menyenangi madu&#8221;. Dari Imam Ja&#8217;far Ash-Shadiq a.s., beliau bersabda: &#8220;Biasakanlah dirimu memperoleh dua obat yaitu meminum madu dan membaca Al-Quran&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2011/01/manfaat-kurmakismis-dan-madu-menurut-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Perayaan Natal</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/12/sejarah-perayaan-natal/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/12/sejarah-perayaan-natal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2010 09:51:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kristologi]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[Kata Natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingatri hari kelahiran Isa Al Masih- yang mereka sebut Tuhan Yesus. Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325-354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata      Natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal      berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingatri hari      kelahiran Isa Al Masih- yang mereka sebut Tuhan Yesus.</p>
<p>Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325-354 oleh Paus Liberius, yang      ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa      Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober,      28 April atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut      akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal).</p>
<p><strong>Kelahiran      Yesus Menurut Bibel</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Untuk      menyibak tabir Natal pada tanggal 25 Desember yang diyakini sebagai Hari      Kelahiran Yesus, marilah kita simak apa yang diberitakan oleh Bibel tentang      kelahiran Yesus sebagaimana dalam Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1,10,11 (Markus      dan Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran Yesus).</p>
<p>Lukas 2:1-8:</p>
<p><em> ”Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh      mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.</em></p>
<p><em> Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali      negeri di Siria.      Maka      pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.</em></p>
<p><em> Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galelilea ke Yudea, ke kota      Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan      Daud- supaya didaftarkan bersama dengan Maria, tunangannya yang sedang      mengandung.</em></p>
<p><em> Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin dan ia      melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya      dengan lapin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat      bagi mereka dirumah penginapan.</em></p>
<p><em> Didaerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjanga kawanan      ternak mereka pada waktu malam.”</em></p>
<p>Jadi, menuru      Bibel, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu yang      sedang melaksanakan sensus penduduk (7M=579 Romawi).  Yusuf, tunangan Maryam      ibu Yesus berasaldari Betlehem, maka mereka bertiga ke sana, dan lahirlah      Yesus di Betlehem, anak sulung Maria. Maria membungkusnya dengan kain lampan      dan membaringkannya dalam palungan (tempat makan sapi, domba yang terbuat      dari kayu). Peristiwa itu terjadi pada malam hari dimana gembala sedang      menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput.</p>
<p>Menurut       Matius 2:1, 10, 11</p>
<p><em> Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus,      datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem. Ketika  mereka melihat      bintang itu, sangat bersuka citalah mereka. Maka masukalah mereka kedalam      rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibunya.</em></p>
<p>Jadi menurut Matius, Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja      Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintah tahun 37 SM- 4 M (749      Romawi), ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang      Majusi dari Timur.</p>
<p>Cukup jelas      pertentangan kedua Injil tersebut (Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, 11) dalam      menjelaskan kelahiran Yesus. Namun begitu keduanya menolak kelahiran Yesus      tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengn      bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang      dilepas bebas di padang rumput beratapkan langit dengan bintang-bintangnya      yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di      padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari      sengatan matahari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin. Sedang suhu      udara di kawasan Palestina pada bulan Desember itu sangat rendah sehingga      salju merupakan hal yang tidak mustahil.</p>
<p>Bagi yang      memiliki wawasan luas, hati terbuka dan lapang dalam mencari kebenaran,      kitab suci Al-Quran telah memberikan jawaban tentang kelahiran Yesus (Isa      alaihssalam).</p>
<p><em>”Maka      rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (Maryam) bersandar pada pangkal      pohon kurma, ia berkata: ”Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan      aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”. Maka Jibril      menyerunya dari tempat yang rendah. ”Janganlah kamu bersedih hati,      sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu (untuk minum).      Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan      menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu” </em></p>
<p><em>(Surat      Maryam\19: 23-25)</em></p>
<p>Jadi menurut      Al Quran Yesus dilahirkan pada musim panas disaat pohon-pohon kurma berbuah      dengan lebatnya. Untuk itu perlu kita cermati pendapat sarjana Kristen Dr.      Arthus S. Peak, dalam <em>Commentary on the Bible </em>– seperti dikutip buku     <em>Bible dalam Timbangan</em> oleh Soleh A. Nahdi (hal 23): Yesus lahir dalam      bulan Elul (bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan Agustus-September.</p>
<p>Sementara      itu Uskup Barns dalam <em>Rise of Christianity </em>– seperti juga dikutip      oleh Soleh A. Nahdi berpendapat sebagai berikut:</p>
<p>”Kepercayaan, bahwa 25 Desember adalah hari lahir Yesus yang pasti tidak ada      buktinya. Kalau kita percaya cerita Lukas tentang hari lahir itu dimana      gembala-gembala waktu malam menjaga di padang di dekat Betlehem, maka hari      lahir Yesus tentu tidak di musim dingin di saat suhu di negeri pegunungan      Yudea amat rendah sekali sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil.      Setelah terjadi banyak perbantahan tampaknya hari lahir tersebut diterima      penetapannya kira-kira tahun 300 Masehi”</p>
<p><strong>Pada      Tahun Berapa Yesus Lahir?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Umat Kristen      beranggapan bahwa Yesus dilahirkan pada tahun 1, karena penanggalan Masehi      yang dirancang oleh Dionysius justru dibuat dan disesuaikan dengan tahun      kelahiran Yesus. Namun Injil Lukas 2:1 (telah dikutip sebelumnya) menyatakan      Yesus lahir dalam masa pemerintahan Kaisar Agustus jadi antara tahun 27      Sebelum Maseh-14 Sesudah Masehi. Sedangkan Matius: 2:1 (Juga telah dikutip)      menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodes Agung: tahun 37      Sebelum Masehi-4 Sesudah Masehi.</p>
<p>Ternyata      antara pemahaman yang beredar di kalangan umat Kristen tentang kelahiran      Yesus dengan berita yang disampaikan oleh Injil, Lukas maupun Matius,      tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga ilmuwan-ilmuwan mereka ada      yang menyatakan Yesus lahir tahun 8 Sebelum Masehi, tahun 6 Sebelum Masehi,      tahun 4 sesudah Masehi. Antara lain  di kutip dari buku tulisan Rev. Dr.      Charles Francis Petter, MA. . B.D., S.T.M. yang berjudul, <em>The Lost Years      of Jesus Revealed</em> hal 119 sebagai berikut:</p>
<p><em> </em></p>
<p>Pada      abad ke-19 setelah terbukti dan akhirnya diakui bahwa Herodes telah mati 4      tahun sebelum masehi dan setelah ditetapkan, bahwa menurut cerita Matius      (2:16) raja Herodes memerintahkan pembunuhan kanak-kanak umur/dibawah umur      dua tahun untuk membinasakan Yesus harus digeser kebelakang, paling sedikit      4 tahun sebelum masehi. Masa kini para sarjana lebih condong menggeserkan      tanggal lahirnya Yesus itu 5 sampai 6 tahun kebelakang tahun Masehi.      Kesulitan menentukan tanggal kelahiran Yesus, kehidupannya, dan kematiannya      terpaksa ditimbulkan kembali karena adanya keterangan-keterangan yang banyak      terdapat dalam gulungan-gulungan Essene (yang terdapat di gua Qamran) malah      soal-soal yang berhubungan dengan ketuhanan juga harus dibangkitkan kembali.</p>
<p>Jadi sampai      hari ini pun tidak ada kejelasan tahun berapa Yesus dilahirkan.</p>
<p><strong>Asal Usul      Perayaan Natal 25 Desember</strong></p>
<p>Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Bibel dan      Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya      untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya.</p>
<p>Perayaan      Natal baru masuk dalam ajaran Kristen katolik pada abad ke-4 M. Dan      peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala.      Dimana kita ketahui bahwa abad ke-1 sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai      oleh imperium Romawi yang paganis politheisme.</p>
<p>Ketika      Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katolik, mereka tidak      mampu meninggalkan adat/budaya pangannya, apalagi terhadap pesta rakyat      untuk memperingati hari Sunday (sun=matahari: day=hari) yaitu kelahiran Dewa      Matahari tanggal 25 Desember.</p>
<p>Maka supaya      agama Katolik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah      sinkretisme (perpaduan agama-budaya/ penyembahan berhala), dengan cara      menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran      Son of God (Anak Tuhan=Yesus).</p>
<p>Maka pada      konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember      sebagai hari kelahiran Yesus. Juga diputuskan, <em>Pertama, </em>hari minggu      (Sunday=hari matahari) dijadikan pengganti hari Sabat yang menurut hitungan      jatuh pada Sabtu. <em>Kedua,</em> lambang dewa matahari yaitu sinar yang      bersilang dijadikan lambang Kristen. <em>Ketiga</em>, membuat patung-patung      Yesus untuk menggantikan patung Dewa Matahari.</p>
<p>Sesudah      Kaisar Kontantin memeluk agama Katolik pada abad ke-4 masehi, maka rakyat      pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katolik. Inilah prestasi gemilang hasil      proses sinkretisme Kristen oleh Kaisar Konstantin dengan agama panganisme      politheisme nenek moyang.</p>
<p>Demikian      asal-usul Christmas atau Natal yang dilestarikan oleh orang-orang Kristen di      seluruh dunia sampai sekarang.</p>
<p>Demikian      kepercayaan panganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang      diperingati tanggal 25 Desember.</p>
<p>Mari kita      telususri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan panganis yang dianut oleh      bangsa Babilonia kuno didalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud).</p>
<p>H.W. Amstrong dalam      bukunya <em>The Plain Truth About Christmas</em>, Worlwide Chrch of God,      California USA, 1994, menjelaskan:</p>
<p>Namrud cucu Ham,      anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno.      Nama Nimrod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kata “Marad”  yang      artinya: “Dia membangkang atau Murtad antara lain dengan keberaniaannya      mengawinkan ibu kandungnya sendiri bernama “Semiramis”.</p>
<p>Namun usia      Namrud tidak sepannjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati,      Semiramis menyebarkan ajaran: bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya,      walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon      “Evergreen” yang  tumbuh dari sebatang kayu mati.</p>
<p>Maka untuk      memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon      Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting      pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah      asal usul pohon Natal.</p>
<p>Lebih lanjut      Semiramis dianggap sebagai “Ratu Langit” oleh rakyat Babilonia, kemudian      Namrud dipuja sebagai “anak suci dari surga”.</p>
<p>Putaran jaman      menyatakan bahwa penyembahan berhala versi Babilonia ini berubah menjadi      “Mesiah palsu”, berupa dewa “Ba-al” anak dewa matahari dengan objek      penyembahan ‘Ibu dan Anak (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran      tersebut menjalar ke negara lain: Di mesir berupa “Isis dan Osiris”, di Asia      bernama “Cybele dan Deoius”. Di Roma disebut Fortuna dan Yupiter. Bahkan di      Yunani, “Kwan Im” di Cina, Jepang dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa      dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa “Madonna” dan      lain-lain.</p>
<p>Dewa-dewa berikut      dimitoskan lahir pada tanggal 25 Desember, dilahirkan oleh gadis perawan      (tanpa bapak), mengalami kematian (salib) dan dipercaya sebagai Juru Selamat      (Penebus Dosa):</p>
<p>1.         Dewa      Mithras (Mitra) di Iran, yang juga dinyatakan dilahirkan dalam sebuah gua      dan mempunyai 12 orang murid. Dia juga disebut sebagai Sang Penyelamat,      karena ia pun mengalami kematian dan dikuburkan, tapi bangkit kembali.      Kepercayaan ini menjalar hingga Eropa. Konstantin termasuk salah seorang      pengagum sekalugus penganut kepercayaan ini.</p>
<p>2.          Apollo,      yang terkenal memiliki 12 jasa dan menguasai 12 bintang/planet.</p>
<p>3.          Hercules      yang terkenal sebagai pahlawan perang tak tertandingi.</p>
<p>4.          Ba-al      yang disembah orang-orang Israel adalah dewa pendududk asli tanah Kana’an      yang terkenal juga sebagai dewa kesuburan.</p>
<p>5.          Dewa Ra,      sembahan orang-orang Mesir Kuno; kepercayaan ini menyebar hingga ke Romawi      dan diperingati secara besar-besaran dan dijadikan sebagai pesta rakyat.</p>
<p>Demikian      juga Serapsis, Attis, Issis, Horus, Adonis, Bacchus, Krisna, Osiris, Syamas,      Kybele dan lain-lain. Selain itu ada lagi tokoh/pahlawan pada suatu bangsa      yang oleh mereka diyakini dilahirkan oleh perawan, antara lain Zorates      (bangsa Persia) dan Fo Hi (bangsa Cina). Demikian pula pahlawan-pahlawan      Helenisme: Agis, Celomenes, Eunus, Soluius, Aristonicus, Tibarius, Grocecus,      Yupiter, Minersa, Easter.</p>
<p>Jadi      konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan seorang perawan pada tanggal 25 Desember      disalib/dibunuh kemudian dibangkitan, sudah ada sejak zaman purba.</p>
<p>Konsep/dogma agama bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan bahwa Tuhan mempunyai      tiga pribadi dengan sangat mudahnya diterima oleh kalangan masyarakat Romawi      karana merekalah telah memiliki konsep itu sebelumnya. Mereka tinggal      mengubah nama-nama dewa menjadi Yesus. Maka dengan jujur Paulus mengakui      bahwa dogma-dogma tersebut hanyalah KEBOHONGAN yang sengaja dibuatnya. Kata      Paulus kepada Jemaat Roma:</p>
<p><em>Tetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaannya,      mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai seorang berdosa?</em></p>
<p><em> (Roma 3:7)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Mengenai      kemungkinan terjadinya pendustaan itu, Yesus telah mensinyalir lewat      pesannya:</p>
<p><em>Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang      menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan      berkata Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.</em></p>
<p><em> (Matius 24:4-5).</em></p>
<p><strong>Pandangan      Bibel Tentang Upacara Natal.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Untuk      mengetahui pandangan Bibel tentang perayaan Natal yang diwarisi oleh tradisi      paganisme, baiklah kita telaah Yeremia 10:2-4:</p>
<p><em>”Beginilah firman Tuhan: ”Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah      bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun      bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang diseganii bangsa-bangsa adalah      kesia-siaan. Bukanlah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan,      yang dikerjakan dengan pahat oleh tukang kayu? Orang memperindahnya dengan      emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan      goyang”.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Demikianlah      pandangan Bibel tentang upacara Natal yaitu melarang orang Kristen mengikuti      kebiasaaan bangsa-bangsa penyembah berhala.</p>
<p>Selanjutnya      mari kita simak penjelasan Yeremia 10:5</p>
<p><em> ”Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun.      Tidak      dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah.      Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan      berbuat baik pun dia tidak dapt.”</em></p>
<p><strong>Sumber-sumber Kristen yang Menolak Natal</strong></p>
<p>1.          Catolic      Encyclopedia, ediai 1911 tentang Christmas:</p>
<p>” Natal      bukanlah upacara gereja yang pertama&#8230; melainkan ia diyakini berasal dari      Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan  jatuh      pada bulan Januari., kemudian dijadikan kelahiran Yesus.</p>
<p>Dalam buku yang sama,      tentang ” Natal Day” dinyatakan sebagai berikut:</p>
<p>”Di dalam kitab      suci tidak ada seorang pun yang mengadakan upacara atau penyelenggaraan      perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir      saja  (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari      kelahirannya ke dunia ini.”</p>
<p>2.          Encyclopedia Britanica, edisi 1946 menyatakan:</p>
<p>”Natal bukanlah upacara gereja abad pertama, Yesus Kristus atau para      muridnya tidak pernah menyelenggarakan dan Bibel juga tidak pernah      menyelenggarakannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir      penyembah berhala.”</p>
<p>3.          Encyclopedia Americana, edisi tahun 1944 menyatakan:</p>
<p>”Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan      oleh umat Kristen. Pada  umumnya umat kristen hanya merayakan hari kematian      orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran      tersebut&#8230;&#8230;.”.</p>
<p>(Perjamuan Suci, yang termaktub dalam kitab Perjanjian Baru hanyalah untuk      mengenang kematian Yesus Kristus)&#8230;.. Perayaan Natal yang dianggap sebagai      hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 M.      Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari      kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan      hari ”Kelahiran Dewa Matahari”. Sebab tidak seorangpun mengetahui hari      kelahiran Yesus.”</p>
<p>Hj.Irena Handono (Pakar kristologi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/12/sejarah-perayaan-natal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu Zakat, Infaq dan Sedekah&#8230;?</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/12/apa-itu-zakat-infaq-dan-sedekah/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/12/apa-itu-zakat-infaq-dan-sedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2010 09:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Islam]]></category>
		<category><![CDATA[infaq]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[shodaqoh]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=867</guid>
		<description><![CDATA[Memang ketiga istilah itu sangat akrab di telinga kita, seolah sudah menjadi satu kesatuan. Tetapi sesungguhnya masing-masing istilah itu punya hakikat dan pengertian sendiri-sendiri yang cukup spesifik, sehingga kita perlu menyebutkannya satu persatu. Karena bukan sinonim, bahkan dari segi hukum, juga amat berbeda. 1. Infaq Saya akan mulai dari istilah infaq. Karena istilah infaq ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memang  ketiga istilah itu sangat akrab di telinga kita, seolah sudah  menjadi  satu kesatuan. Tetapi sesungguhnya masing-masing istilah itu  punya  hakikat dan pengertian sendiri-sendiri yang cukup spesifik,  sehingga  kita perlu menyebutkannya satu persatu. Karena bukan sinonim,  bahkan  dari segi hukum, juga amat berbeda.</p>
<p><strong>1. Infaq</strong></p>
<p>Saya akan mulai dari istilah infaq. Karena istilah infaq ini boleh dibilang merupakan induk dari ketiga istilah tadi.</p>
<p>Asal kata infaq dari bahasa arab,  yang bermakna mengeluarkan atau membelanjakan harta.</p>
<p>Berbeda dengan yang sering kita pahami dengan istilah infaq yang selalu   dikaitkan dengan sejenis sumbangan atau donasi, istilah infaq dalam   bahasa Arab sesungguhnya masih sangat umum. Intinya, hanya mengeluarkan   harta atau membelanjakannya. Apakah untuk kebaikan, donasi, atau  sesuatu  yang bersifat untuk diri sendiri, atau bahkan keinginan dan  kebutuhan  yang bersifat konsumtif, semua masuk dalam istilah infaq.</p>
<p><strong>a. Membelanjakan Harta</strong></p>
<p>Mari kita lihat istilah infaq dalam beberapa ayat quran, misalnya :</p>
<div><em>Walaupun kamu membelanjakan semua  yang berada di bumi, niscaya  kamu  tidak dapat mempersatukan hati mereka.</em> (QS. Al-Anfal : 63)</div>
<div>Dalam terjemahan versi Departemen Agama RI tertulis kata anfaqta dengan   arti : membelanjakan dan bukan menginfaqkan. Sebab memang asal kata   infaq adalah mengeluarkan harta, mendanai, membelanjakan, secara umum   apa saja. Tidak hanya terbatas di jalan Allah, atau sosial atau donasi.</div>
<div><strong>b. Memberi Nafkah</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>Kata infaq ini juga berlaku ketika seorang suami membiayai belanja   keluarga atau rumah tangganya. Dan istilah baku dalam bahasa Indonesia   sering disebut dengan nafkah. Kata nafkah tidak lain adalah bentukan   dari kata infaq. Dan hal ini juga disebutkan di dalam Al-Quran :</div>
<div><em>Kaum  laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena  Allah  telah melebihkan sebahagian mereka  atas sebahagian yang lain ,  dan  karena mereka  telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.</em> (QS. An-Nisa`: 34)</div>
<div><strong>c. Mengeluarkan Zakat</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>Dan kata infaq di dalam Al-Quran kadang juga dipakai untuk mengeluarkan harta (zakat) atas hasil kerja dan hasil bumi (panen).</div>
<div><em>Hai  orang-orang yang beriman, keluarkanlah zakat sebagian dari hasil   usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari   bumi untuk kamu.</em> (QS. Al-Baqarah : 267)</div>
<div>Jadi kesimpulannya, istilah infaq itu sangat luas cakupannya, bukan   hanya dalam masalah zakat atau sedekah, tetapi termasuk juga   membelanjakan harta, memberi nafkah bahkan juga mendanai suatu hal, baik   bersifat ibadah atau pun bukan ibadah. Termasuk yang halal atau yang   haram, asalkan membutuhkan dana dan dikeluarkan dana itu, semua termasuk   dalam istilah infaq.</div>
<div>Jadi orang yang beli minuman keras yang haram hukumnya bisa disebut   mengifaqkan uangnya. Orang yang membayar pelacur untuk berzina, juga   bisa disebut menginfaqkan uangnya. Demikian juga orang yang menyuap atau   menyogok pejabat juga bisa disebut menginfaqkan uangnya.</div>
<div><strong>2. Sedekah</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>Istilah sedekah dalam teks Arab tertulis (????), punya kemiripan dengan   istilah infaq di atas, tetapi lebih spesifik. Sedekah adalah   membelanjakan harta atau mengeluarkan dana dengan tujuan mendekatkan   diri kepada Allah.</div>
<div>Ar-Raghib al-Asfahani mendefiniskan bahwa sedekah adalah :</div>
<div>harta yang dikeluarkan oleh seseorang dalam rangka   mendekatkan diri kepada Allah.</div>
<div>Jadi beda antara infaq dan sedekah dalam niat dan tujuan, dimana  sedekah  itu sudah lebih jelas dan spesifik bahwa harta itu dikeluarkan  dalam  rangka ibadah. Sedangkan infaq, ada yang sifatnya ibadah  (mendekatkan  diri kepada Allah) dan juga termasuk yang bukan ibadah.</div>
<div>Maka istilah sedekah tidak bisa dipakai untuk membayar pelacur, atau   membeli minuman keras, atau menyogok pejabat. Sebab sedekah hanya untuk   kepentingan mendekatkan diri kepada Allah alias ibadah saja.</div>
<div>Lebih jauh lagi, istilah sedekah yang intinya mengeluarkan harta di   jalan Allah itu, ada yang hukumnya wajib dan ada yang hukumnya sunnah.</div>
<div>Ketika seorang memberikan hartanya kepada anak yatim, atau untuk   membangun masjid, mushalla, pesantren, perpustakaan, atau memberi   beasiswa, semua itu adalah sedekah yang hukumnya bukan wajib. Termasuk   ketika seseorang mewakafkan hartanya di jalan Allah, bisa disebut dengan   sedekah juga.</div>
<div>Di dalam hadits nabi SAW yang menjadi dasar masyru`iyah waqaf, beliau SAW menyebutkan dengan istilah : sedekah.</div>
<div><em>Bersedekahlah dengan pokoh harta itu (kebun kurma), tapi jangan dijual, jangan dihibahkan dan jangan diwariskan.</em>(HR. Bukhari)</div>
<div><strong>3. Zakat</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>Sedangkan sedekah yang hukumnya wajib, maka para ulama sepakat untuk menyebutnya sebagai zakat.</div>
<div>Dengan kata lain, sedekah yang wajib itu adalah zakat. Atau sebaliknya,   zakat adalah sedekah yang hukumnya wajib. Di luar zakat, asalkan masih   dalam rangka kebaikan, cukup kita sebut dengan istilah sedekah.</div>
<div><strong>Perbedaan Zakat dan Sedekah</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>Zakat sangat berbeda dengan sedekah, kalau kita rinci perbedaannya antara lain :</div>
<div><strong>a. Dari Segi Hukum</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>Zakat hukumnya wajib, sedangkan sedekah hukumnya sunnah. Itu perbedaan   paling mendasar antara keduanya, meski sama-sama di jalan Allah dan   pasti berpahala.</div>
<div>Zakat merupakan bagian dari rukun Islam, yang bisa ditinggalkan  termasuk  dosa besar. Bahkan kalau diingkari kewajibannya, bisa  berakibat  runtuhnya status keislaman seseorang.</div>
<div>Amirul mukminim, Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu`anhu memvonis kafir   para pengingkar zakat dan memaklumatkan perang kepada mereka, dalam  arti  darah mereka halal.</div>
<div>Sedangkan sedekah yang hukumnya sunnah, tentu tidak ada paksaan untuk   dijalankan. Dan tidak ada sanksi baik di dunia atau pun di akhirat.</div>
<div><strong>b. Dari Segi Waktu</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>Zakat hanya dikeluarkan pada waktunya. Sedangkan sedekah tidak ada ketentuan waktu pelaksanaannya.</div>
<div>Zakat Fithr dikeluarkannya hanya pada menjelang hari Raya Iedul Fithr,   bila telah lewat shalat Iedul Fithr, makanya sudah bukan zakat Fitrh   lagi, melainkan sedekah biasa.</div>
<div>Zakat emas, perak, uang tabungan, perniagaan, peternakan dikeluarkan   pada saat telah dimiliki genap satu tahun terhitung sejak mencapai   jumlah minimal (nishab). Zakat pertanian, zakat rikaz dan zakat profesi   dikeluarkan pada saat menerima harta.</div>
<div><strong>c. Dari Segi Kriteria Harta</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>Tidak semua harta yang merupakan kekayaan wajib dikeluarkan zakatnya.   Asset yang berupa benda, seperti rumah, tanah, kendaraan, apabila tidak   produktif tidak diwajibkan untuk dikeluarkan zakatnya. Namun apabila   seseorang ingin bersedekah atas harta yang dimilikinya, tentu tidak   terlarang bahkan berpahala.</div>
<div><strong>d. Dari Segi Pihak Yang Berhak Menerima (Mustahiq)</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>Harta zakat tidak boleh diberikan kepada sembarang orang, seba</div>
<div>b   ketentuannya telah ditetapkan hanya untuk 8 kelompok saja. Dan hal itu   Allah SWT tegaskan di dalam Al-Quran :</div>
<div><em>Sesungguhnya  zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir,  orang-orang miskin,  pengurus-pengurus zakat, para mu`allaf yang dibujuk  hatinya, untuk   budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan  untuk mereka  yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan  yang diwajibkan  Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.</em> (QS. At-Taubah : 60)</div>
<div>Kalau kita perhatikan ayat di atas, mereka yang berhak atas harta zakat   itu tidak termasuk anak yatim, para janda, para siswa berperestasi,  atau  korban bencana. Sebab mereka itu tidak disebutkan dalam jajaran  para  mustahiq,</div>
<div>.  Fungsinya  membatasi, dimana selain yang disebutkan, tidak berhak dan  haram unmtuk  menerima harta zakat.</div>
<div>Maka dana zakat juga haram untuk membangun masjid, mushalla, pesantren,   jalan, jembatan, juga tidak dibenarkan untuk dijadikan modal  pembiayaan  sebuah usaha walau misalnya untuk rakyat kecil.</div>
<div>Sedangkan sedekah boleh diberikan kepada siapa saja, asalkan memang bermanfaat dan tepat guna.</div>
<div><strong>e. Dari Segi Jumlah Prosentase Yang Wajib Dibayarkan</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>Ketentuan harta yang wajib dikeluarkan dalam zakat itu pasti,  besarannya  ada yang 1/40 atau 2,5 % seperti zakat emas, perak, uang  tabungan,  perniagaan atau profesi. Ada juga 1/20 atau 5% seperti zakat  panen hasil  bumi yang diairi. Dan ada yang 1/10 atau 10% seperti zakat  panen hasil  bumi yang tidak diairi. Bahkan ada juga yang 1/5 atau 20%  seperti zakat  rikaz.</div>
<div>Sedangkan sedekah tidak ditetapkan berapa besarnya. Seseorang boleh   menyedekahkan berapa saja dari hartanya, seikhlasnya dan sesukanya.   Boleh lebih dari zakat atau juga boleh kurang.</div>
<div><strong>Kesimpulan</strong></div>
<ul>
<li><strong>Infaq </strong>:  mengeluarkan harta, baik di jalan kebaikan atau di  jalan kesesatan.  Hukumnya ada yang haram, ada yang sunnah dan ada yang  wajib.</li>
<li><strong>Sedekah </strong> : infaq yang khusus di jalan kebaikan saja. Hukumnya ada yang sunnah dan ada yang wajib.</li>
<li><strong>Zakat</strong> : sedekah yang hukumnya wajib saja</li>
</ul>
<div><em>Wallahu a`lam bishshawab, wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</em></div>
<div><strong>Ust Ahmad Sarwat LC</strong><em><br />
</em></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/12/apa-itu-zakat-infaq-dan-sedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

