<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CAHAYA IMAN</title>
	<atom:link href="http://cahaya-iman.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cahaya-iman.web.id</link>
	<description>Menuju Muslim Sejati</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Apr 2010 09:49:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hubungan Bentuk Buah dengan Tubuh</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/04/08/hubungan-bentuk-buah-dengan-tubuh/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/04/08/hubungan-bentuk-buah-dengan-tubuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 09:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[bananas]]></category>
		<category><![CDATA[carrot]]></category>
		<category><![CDATA[cheese]]></category>
		<category><![CDATA[grapes]]></category>
		<category><![CDATA[mushroam]]></category>
		<category><![CDATA[tomato]]></category>
		<category><![CDATA[walnut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=623</guid>
		<description><![CDATA[1. MUSHROOM – EAR
Potong Jamur menjadi dua bagian yag sama..dan anak berbentuk seperti telinga. Dan tahukah anda, bahwa menambahkan jamur ke dalam masakan anda dapat membantu menungkatkan pendenaran. Ini disebabkan karena jamur merupakan salah satu makanan diet yang mengandung vitamin D. Vitamin ini penting untuk kekuatan tulang, bahkan untuk bagian yg kecil, seperti tulang telinga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. MUSHROOM – EAR</strong></p>
<p>Potong Jamur menjadi dua bagian yag sama..dan anak berbentuk seperti telinga. Dan tahukah anda, bahwa menambahkan jamur ke dalam masakan anda dapat membantu menungkatkan pendenaran. Ini disebabkan karena jamur merupakan salah satu makanan diet yang mengandung vitamin D. Vitamin ini penting untuk kekuatan tulang, bahkan untuk bagian yg kecil, seperti tulang telinga yang &#8220;menyalurkan&#8221; suara ke otak .</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/mushroomear.jpg" alt="" width="269" height="168" /></p>
<p><strong>2. BANANA &#8211; SMILE (LIPS) </strong></p>
<p>Segarkan harimu dan tersenyumlah dengan makan pisang. Buah ini mengandung protein yang disebut tryptophan yang setelah dicerna, maka protein ini akan dikonversi secara kimia menjadi serotonin. zat ini adalah zat yang penting di dalam otak dalam mengatur suasana hati dan merupakan obat anti depresi yang manjur dengan meningkatkan produksi serotonin. Mood yang baik berarti Hari yang Sempurna.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/2bananasmilelips.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-624" title="2bananasmilelips" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/2bananasmilelips.jpg" alt="" width="269" height="128" /></a></p>
<p><strong>3.BROCCOLI – CANCER</strong></p>
<p>Dilihat secara lebih detail, maka brololi akan berbentuk seperti ratusan sel kanker. Pada ilmuwan menyadari bahwa brokoli mempunyai peran penting dalam mencegah penyakit ini. Tahun 2009, US National Cancer Ins. menemukan bahwa makan brokoli secara teratur tiap 1 minggu dapat mencegah canker sebesar 45%. Di Inggris, kanker prostat membunuh 1 orang tiap 1 jam .</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/3broccolicancer.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-625" title="3broccolicancer" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/3broccolicancer.jpg" alt="" width="269" height="136" /></a></p>
<p><strong>4. GINGER – STOMACH </strong></p>
<p>Jahe yang banyak ditemukan di Indonesia dan berbentuk seperti lambung. Yang sangat menarik adalah kemampuannya dalam membantu pencernaan. Di China, jahe telah digunakan lebih dari 2000 tahun sebagai obat untuk menenangkan perut dan mual &#8211; mual, sedangkan fungsi lainnya bisa untuk mencegak mabuk. Namun, manfaat yang lebih jauh, ditemukan oleh tim Universiti of Minesota, dimana suntikan senyawa dengan kandungan jahe dapat memperkecil resiko tumor usus.</p>
<p><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/4gingerstomach.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-626" title="4gingerstomach" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/4gingerstomach-300x150.jpg" alt="" width="300" height="150" /></a></p>
<p><strong>5. CHEESE – BONES</strong></p>
<p>Keju, seperti Emmenthal, bukan hanya bagus untuk tulang anda, bahkan mereka mempunyai struktur yang sama seperti tulang anda. berlubang &#8211; lubang. Keju mempunyai kandungan kalsium yang sangat tinggi, yang merupakan bahan yang penting untuk kekuatan tulang dan mencegah osteoporosis. ditambah dengan mineral lain , fosfat, akan menghasilkan kekuatan didalam tulang dan menambah kekuatan otot anda. Mempunyai kalsium yang cukup di masa kecil, sangat krusial untuk kekuatan tulang. Study oleh University of New York di Kolombia menunjukkan remaja yang mengkonsumsi kalsiom 800-1200mg per hari berhasil menambah kepadatan tulang hingga 6%.</p>
<p><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/5cheesebones.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-627" title="5cheesebones" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/5cheesebones-300x135.jpg" alt="" width="300" height="135" /></a></p>
<p><strong>6. GRAPES – LUNGS</strong></p>
<p>Paru &#8211; patu kita terdiri dari cabang &#8211; cabang yang semakin mengecil can  berakhir pada gelembung &#8211; gelembung kecil yang disebut alveoli. struktur  yang menyerupai anggur ini memungkinkan oksigen mengalir radi paru &#8211;  paru ke dalam saluran darah. Salah satu alasan kenapa bayi yang lahir  prematur adalah belum terbentukna alveoli pada umur 24 minggu kehamilan.<br />
Diet dengan buah segar seperti anggur, dapat menurunkan resiko kanker  paru &#8211; paru dan emphysema. Anggur mengandung zat kimia yang disebut  proantosianidin yang dapat menurunkan efek asma akibal alergi.</p>
<p><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/6grapeslungs.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-628" title="6grapeslungs" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/6grapeslungs-300x150.jpg" alt="" width="300" height="150" /></a><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>7. TOMATO – HEART </strong></p>
<p>Tamat biasanya berwarna merah dan mempunyai 4 bagian, sama seperti jantung kita. Tomat mengandung lycopene yang sangat besar dan merupakan zat kimia dari tumbuhan yang mampu mengurangi resiko serangan jantung dan beberapa kanker. Pusat Kesehatan Wanita &#8211; program riset Amerika &#8211; menemukan bahwa wanita dengan level lycopene yang tinggi dalam darah mempunyai resiko serangan jantung 30% lebih kecil daripada yang memiliki sedikit lycopene. Selain itu, lycopene juga melawan kolesterol jahat.</p>
<p><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/7tomatoheart.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-629" title="7tomatoheart" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/7tomatoheart-300x164.jpg" alt="" width="300" height="164" /></a></p>
<p><strong>8. WALNUT – BRAIN </strong></p>
<p>lipatan &#8211; lipatan pada walnut/kenari mempunyai bentuk yang sangat mirip dengan otak manusia merupakan petunjuk bagi fungsi kacang walnut itu sendiri. Walnut merupakan satu &#8211; satunya kacang yang mengandung asam lemak omega 3. Zat ini mampu mengurangi resiko demensia. para peneliti menemukan bahwa walnut dapat menghambat penuaan otak pada tikus dan mencegah penyakiy Alzheimer.</p>
<p><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/8walnutbrain.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-630" title="8walnutbrain" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/8walnutbrain-300x144.jpg" alt="" width="300" height="144" /></a><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>9. CARROT – EYES</strong></p>
<p>Potongen wortel mempunyai bentuk yang mirip dengan mata, terutama retina. ini adalah petunjuk yang jelas tentang fungsi wortel pada mata. Wortel mendapat warna orange dari zat bernama betacarotene, yang mengurangi resiko katarak. Kombinasi beberapa unsur kimia dengan wortel mempunyai fungsi unik yang bermanfaat bagi mata anda.</p>
<p><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/9carroteyes.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-631" title="9carroteyes" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/04/9carroteyes-300x132.jpg" alt="" width="300" height="132" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/04/08/hubungan-bentuk-buah-dengan-tubuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membongkar Argumen Liberal</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/31/membongkar-argumen-liberal/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/31/membongkar-argumen-liberal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 07:34:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Menangkal Liberalisasi Agama]]></category>
		<category><![CDATA[liberalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Membongkar argumen liberal]]></category>
		<category><![CDATA[paham liberal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=616</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Mahendradata, SH, MH, MA, PhD., Anggota Tim Pengacara  Muslim
Segelintir LSM liberal dengan Kuasa Hukum  Asfinawati dan kawan-kawan menggugat Pasal 156a KUHP yang diberlakuan  dengan Penetapan Presiden No.1/PNPS/1965 jo UU No.5 Tahun 1969 tentang  Penistaan Agama ke Mahkamah Konstitusi dengan dalih regulasi tersebut  bertentangan dengan deklarasi International Convenient on Civil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Mahendradata, SH, MH, MA, PhD., Anggota Tim Pengacara  Muslim</strong></p>
<p>Segelintir LSM liberal dengan Kuasa Hukum  Asfinawati dan kawan-kawan menggugat Pasal 156a KUHP yang diberlakuan  dengan Penetapan Presiden No.1/PNPS/1965 jo UU No.5 Tahun 1969 tentang  Penistaan Agama ke Mahkamah Konstitusi dengan dalih regulasi tersebut  bertentangan dengan deklarasi International Convenient on Civil  Political Right, Konvenon Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCR)  Pasal 18 ayat 1 yang lima tahun lalu diratifikasi oleh pemerintah  menjadi UU No.12 Tahun 2005.</p>
<p>Bila gugatan mereka dikabulkan, maka  bukan hanya aliran sesat yang semakin menjamur tetapi yang lebih  menyakitkan lagi akan semakin maraknya orang-orang yang akan menghina  Rasulullah SAW dan tokoh-tokoh agama lainnya. Lebih dari itu mereka pun  menuntut agar orang yang tidak mempercayai adanya Tuhan (atheis)  diberikan hak untuk menyebarkan faham atheisme.</p>
<p>Kelompok liberal ini dari dulu dalam memaksakan kehendaknya itu  dilakukan dengan cara memelintir pemikiran orang. Mereka menghipnotis  orang dengan konsep-konsep ala Barat tetapi ala Barat yang tidak  beragama. Jadi sebenarnya gampang sekali melihat &#8216;kebodohan&#8217; pemikiran  mereka itu karena polanya selalu memelintir. Memotong ayat, bukan saja  ayat-ayat suci, tetapi juga memotong ayat-ayat hukum positif (hukum yang  sedang diterapkan negara).</p>
<p>Ke mana-mana mereka selalu  bersenjatakan ICCR itu dan hanya mengutip Pasal 18 ayat 1 saja, padahal  Pasal 18 itu ada 4 ayat. Ayat 1 yang mereka kutip itu intinya berbunyi,  kebebasan beragama itu tidak boleh diganggu, tidak boleh dilarang dan  lain sebagainya. Mereka potong di situ saja! Padahal pada pasal yang  sama yaitu ayat 3 jelas-jelas dikatakan bahwa kebebasan untuk  mengungkapkan sebuah agama atau keyakinan bisa dibatasi asal saja dengan  UU atau dengan hukum untuk melindungi keamanan publik, kepentingan  publik, kesehatan publik, moral publik dan juga untuk melindungi hak-hak  mendasar dari kebebasan orang lain. Tapi mereka tidak pernah  menyinggung ayat 3 itu. Itulah pola pembodohan masyarakat yang selalu  mereka lakukan. Ya mereka itu tidak ubahnya dengan Jaringan Islam  Liberal (JIL) itu.</p>
<p>Sejatinya, pasal yang digugat Asfinawati, dkk  itu adalah Pasal yang mengancam dia, dkk! Kepandaiannya mereka itu ya  di situ, ingin membatalkan pasal yang bisa menjerat mereka. Jadi  sebenarnya mereka sekarang ini bisa ditangkap karena memicu kerusakan  pada keamanan, kepentingan, kesehatan, dan moral publik. Tetapi saya  bukan pada posisi itu. Saat ini kewenangan itu ada di Presiden Susilo  Bambang Yudhoyono.</p>
<p>Insya Allah dengan dukungan seluruh umat,  Bismillah,  kita bisa melawan dan mengalahkan gugatan mereka secara  hukum. Karena mereka tidak lebih dari orang yang suka memutarbalikan  ayat dan pasal-pasal hukum, insya Allah, kita akan mudah mematahkan  argumen mereka.</p>
<p>Tetapi tidak bisa hanya di luar gedung MK,  karena mereka sudah masuk ke ranah hukum, jadi kita harus melawannya  dalam sidang. Maka kita harus melalui prosedur hukum acara MK. Jadi ada  sinergi antara perlawanan di luar dan di dalam Gedung MK. Bukan asal  masuk tetapi kita sudah siap dengan bantahan-bantahan yang, insya Allah,  dengan bahasa mereka yang selalu berlindung di balik kata-kata HAM,  demokrasi, dan resolusi PBB itu.</p>
<p>Jangan salah kita  mempertahankan UU tersebut bukan kita mempercayai regulasi buatan   manusia tersebut. Tetapi saat ini itulah yang masih bisa diharapkan  untuk menjadi benteng dari penistaan agama. Jadi kita, saya, dan Tim  Pengacara Muslim tetap tidak suka dengan UU ini. Kita tetap hanya akan  menyukai bila masalah ini dan masalah lainnya diatur hanya dengan  syariah Islam.[MU]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/31/membongkar-argumen-liberal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tokoh Islam Liberal (3)</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/12/tokoh-islam-liberal-3/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/12/tokoh-islam-liberal-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 09:07:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Menangkal Liberalisasi Agama]]></category>
		<category><![CDATA[dawam rahardjo]]></category>
		<category><![CDATA[orang jil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=605</guid>
		<description><![CDATA[Dawam Raharjo 
Berbeda dengan GD yang tega menelikung Nurcholish, Dawam Rahardjo seratus persen loyal dan membela Cak Nur, bahkan jauh ketika dia sudah meninggal dunia. Mengapa demikian? Sebab, tanpa bersandar ke Nurcholish atau GD, nama Dawam tidak punya makna. Makanya, meski Nurcholish sudah tiada, ia berusaha terus membelanya, meski harus berbohong sekalipun. Di Kompas edisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dawam Raharjo </strong></p>
<p>Berbeda dengan GD yang tega menelikung Nurcholish, Dawam Rahardjo seratus persen loyal dan membela Cak Nur, bahkan jauh ketika dia sudah meninggal dunia. Mengapa demikian? Sebab, tanpa bersandar ke Nurcholish atau GD, nama Dawam tidak punya makna. Makanya, meski Nurcholish sudah tiada, ia berusaha terus membelanya, meski harus berbohong sekalipun. Di Kompas edisi Jumat, 19 Januari 2007, Dawam memuji-muji GD melalui tulisannya berjudul Pembaruan KH Abdurrahman Wahid. Isinya, komentar subyektif Dawam tentang cuatan pemikiran GD yang terangkum di dalam sebuah buku berjudul Islamku, Islam Anda dan Islam Kita, sebuah kumpulan tulisan GD dalam beberapa periode. Begitulah cara Dawam mempertahankan eksistensinya.</p>
<p>Selain Nurcholish, Dawam juga gemar bersandar ke berbagai tokoh lainnya. Antara lain Munawir Sjadzali, menteri agama dua periode (1983-1993). Munawir pernah berpidato di IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dan melontarkan gagasan reaktualisasi ajaran Islam dengan mengemukakan bahwa hukum waris Islam tidak adil (laki-laki dua bagian, perempuan satu bagian). Munawir ketika itu juga berpendapat bahwa ada beberapa ayat Al-Qur’an yang kini tidak relevan lagi.</p>
<p>Naluri oportunis Dawam langsung bekerja. Ia tanpa ditunjang kesiapan (ilmu) yang memadai langsung mendukung gagasan Munawir yang nyeleneh itu. Salah satunya, Dawam berpidato di hadapan ahli Syari’ah yang berjumlah lebih dari 200 orang, di Kaliurang, Jogjakarta, ia berceloteh, kalau bagian warisan itu lelaki dua kali lipat bagian perempuan, maka bagaimana cara membaginya?</p>
<p>Melihat kebingungan Dawam, spontan hadirin tertawa terbahak-bahak. Tentu saja mereka terbahak-bahak, karena sebagai tenaga ahli Syari’ah di Pengadilan-pengadilan Agama dari berbagai kota, mereka sudah biasa memberi fatwa waris. Menghitung pembagian waris lelaki dua bagian dan perempuan satu bagian adalah pekerjaan mudah. Ternyata untuk urusan semudah itu, Dawam yang bergelar professor tidak bisa mencernanya dengan baik. Lagi pula, Dawam bukan ahli syari’ah, namun sok tahu mau mengajari para ahli syari’ah yang sudah lama mempraktekkannya.</p>
<p>Menyadari kedunguannya, serta-merta Dawam turun dari podium, langsung kabur ke Jakarta bersama seorang pendampingnya. Selain suka bersandar, Dawam juga senang membela aliran sesat, di antaranya membela Ahmadiyah. Di tahun 2000, bersama Habib Hirzin, Dawam terbang ke London mengundang Tahir Ahmad yang oleh kalangan Ahmadiyah dianggap sebagai Khalifah ke-4 tingkat dunia, untuk datang ke Jakarta (Indonesia).</p>
<p>Ketika rombongan Tahir Ahmad tiba di Bandara Cengkareng, Jakarta, Dawam pun menjemputnya, dan mengalungi bunga, kemudian dipertemukan dengan Presiden (kala itu) Abdurrahman Wahid dan Ketua MPR (kala itu) Prof. Dr. Amien Rais. Keberhasilan Dawam tentu saja mendapat pujian dari Tahir Ahmad. Pujian itu juga dipublikasikan melalui majalah khusus Ahmadiyah yang terbit di London.</p>
<p>Selama berada di Jakarta, Tahir Ahmad sang penerus nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad ini, sesumbar akan menjadikan Indonesia sebagai negeri terbesar Ahmadiyah. Sesumbar itu disambut oleh umat Islam dengan perlawanan, di antaranya penghancuran rumah-rumah orang Ahmadiyah di berbagai tempat di Indonesia.</p>
<p>Rupanya Dawam termasuk tokoh yang gigih membela Ahmadiyah. Ini terbukti ketika dalam rangka menyikapi terjadinya penyerbuan terhadap kantor Pusat Ahmadiyah di Parung (Bogor) pertengahan Juli 2005, ia membela sejadi-jadinya sampai-sampai Dawam menyatakan,  jika ada gerakan anti Islam, maka saya akan ikut Pernyataan itu diucapkannya di hadapan pers dalam acara jumpa pers yang berlangsung di gedung (kantor) PBNU.</p>
<p>Selain mau ikut gerakan anti Islam, Dawam juga tidak sungkan-sungkan melakukan pembelaan dengan argumen bohong. Ketika diwawancarai Rakyat Merdeka edisi Sabtu, 23 Juli 2005, Dawam mengatakan:  di Parung itu awalnya banyak sarang perjudian dan prostitusi, tapi setelah ada Ahmadiyah semua itu hilang</p>
<p>Padahal kenyataannya, masalah prostitusi dan perjudian di Parung, tidak ada korelasinya dengan keberadaan Ahmadiyah. Meski Ahmadiyah telah mendirikan kantor pusatnya di Parung, prostitusi dan perjudian tidak berkurang, malah semakin marak. Kalau prostitusi dan perjudian di Parung kemudian jauh berkurang, itu karena pernyataan Kapolri Jenderal Soetanto yang secara tegas akan melibas praktek perjudian dan prostitusi di seluruh Indonesia.</p>
<p>Barangkali Dawam belum tahu nasib tragis yang menimpa Mirza Ghulam Ahmad (MGA). Ada baiknya sebelum Dawam mengalami nasib yang sama, bertanyalah kepada Dr. Hasan bin Mahmud Audah, mantan orang kepercayaan Khalifah Ahmadiyah ke-4 Thahir Ahmad, yang sudah kembali ke Islam. Dr. Hasan bin Mahmud Audah pernah menjelaskan, berminggu-minggu sebelum kematian menjemput, MGA tidak bisa ke kakus. Akibatnya, MGA buang air besar dan kecil di tempat tidur. Karena sakitnya itu, sampai-sampai dalam sehari dia kencing seratus kali. Jadi tempat tidurnya sangat kotor seperti kakus. Begitulah nasib nabi palsu penyesat umat. Dawam akhirnya dipecat dari Muhammadiyah, ketika Din Syamsuddin naik menggantikan Syafii Ma’arif.</p>
<p>Masalah yang dihadapi bangsa Indonesia bukan cuma tingginya tingkat korupsi, narkoba, pornografi, tetapi juga tingginya tingkat taklid bodoh sebagian rakyat Indonesia. Taklid bodoh ini sudah sedemikian mengkhawatirkan, karena ekspresinya tidak hanya berbentuk memotongi pohon di pinggir jalan dalam rangka membela sang tokoh idolanya, tetapi juga sudah sampai tahap siap mengorbankan nyawa demi membela sang tokoh yang sebenarnya penganjur kesesatan. Yang memprihatinkan, kerelaan mengorbankan nyawa demi sang tokoh sesat seperti ini, mereka anggap sebagai salah satu cara mati syahid. Dan yang lebih memprihatinkan lagi, di tempat yang sama lahir pula generasi muda yang liberal dan sesat dari aqidah Islam. Ini jelas mengkhawatirkan. Bila dari pantat ayam betina bisa keluar telur, bisa juga kotoran, tetapi dari tempat ini tidak ada telurnya, cuma kotoran yang keluar dari duburnya. (Risalah Mujahiddin)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/12/tokoh-islam-liberal-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Hajar Aswad</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/12/rahasia-hajar-aswad/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/12/rahasia-hajar-aswad/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 08:40:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[batu hajar aswad]]></category>
		<category><![CDATA[batu hitam]]></category>
		<category><![CDATA[batu surga]]></category>
		<category><![CDATA[hajar aswad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[Hajar Aswad adalah “batu hitam” yang terletak di sudut sebelah Tenggara Ka’bah, yaitu sudut darimana  Tawaf dimulai. Hajar Aswad merupakan jenis batu ‘RUBY’  yang diturunkan Allah dari surga melalui malaikat Jibril.
Hajar Aswad terdiri dari delapan keping yang  terkumpul dan diikat dengan lingkaran perak. Batu hitam itu sudah licin  karena terus menerus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hajar Aswad</strong> adalah <strong>“batu hitam”</strong> yang terletak di sudut sebelah Tenggara Ka’bah, yaitu sudut darimana  Tawaf dimulai. Hajar Aswad merupakan jenis batu ‘<strong>RUBY</strong>’  yang diturunkan Allah dari surga melalui malaikat Jibril.</p>
<p><strong>Hajar Aswad</strong> terdiri dari delapan keping yang  terkumpul dan diikat dengan lingkaran perak. Batu hitam itu sudah licin  karena terus menerus di kecup, dicium dan diusap-usap oleh jutaan bahkan  milyaran manusia sejak Nabi Adam, yaitu jamaah yang datang ke  Baitullah, baik untuk haji maupun untuk tujuan Umrah. Harap dicatat  bahwa panggilan Haji telah berlangsung sejak lama yaitu sejak Nabi Adam  AS. Bahkan masyarakat Jahilliah yang musyrik dan menyembah berhala pun  masih secara setia melayani jemaah haji yang datang tiap tahun dari  berbagai belahan dunia.</p>
<p>Nenek moyang Rasulullah, termasuk kakeknya Abdul Muthalib adalah para  ahli waris dan pengurus Ka’bah. Atau secara spesifik adalah penanggung  jawab air zamzam yang selalu menjadi primadona dan incaran para jemaah  haji dan para penziarah. Hadist Sahih riwayat Tarmizi dan Abdullah bin  Amir bin Ash mengatakan bahwa Rasul SAW bersabda :</p>
<p>Satu riwayat Sahih lainnya menyatakan:<br />
“<strong> Rukun (HajarAswad) dan makam (Batu/Makam Ibrahim) berasal dari  batu-batu ruby surga yang kalau tidak karena sentuhan dosa-dosa manusia  akan dapat menyinari antara timur dan barat. Setiap orang sakit yang  memegangnya akan sembuh dari sakitnya”</strong></p>
<p>Hadist Sahih riwayat Imam Bathaqie dan Ibnu ‘Abas RA, bahwa Rasul SAW  bersabda:<br />
“Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia  dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang  yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar”.</p>
<p>Hadis Siti Aisyah RA mengatakan bahwa Rasul SAW bersabda:<br />
<strong>“Nikmatilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari  bumi). Ia berasal dari surga dan setiap sesuatu yang keluar dari surga  akan kembali ke surga sebelum kiamat”.</strong></p>
<p>Berdasarkan bunyi Hadist itulah antara lain maka setiap jamaah haji  baik yang mengerti maupun tidak mengerti akan senantiasa menjadikan  Hajar Aswad sebagai ‘target’ berburu …. saya harus menciumnya. <strong>Mencium  Hajar Aswad!!!.</strong><br />
Tapi apa bisa? Dua juta jemaah, datang dimusim haji secara bersamaan dan  antri untuk keperluan dan target yang sama. Begitu padatnya, maka anda  harus rela dan ikhlas untuk hanya bisa memberii <strong>‘kecupan’</strong> jarak jauh sembari melafaskan basmalah dan takbir: <strong>Bismillah  Wallahu Akbar.</strong></p>
<p>Hadis tersebut mengatakan bahwa disunatkan membaca do’a ketika hendak  istilam (mengusap) atau melambainya pada permulaan thawaf atau pada  setiap putaran, sebagai mana, diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA. Artinya:<br />
<strong>“Bahwa Nabi Muhammad SAW datang ke Ka’bah lalu diusapnya Hajar  Aswad sambil membaca Bismillah Wallahu Akbar”.</strong></p>
<p>Lanjutannya dikisahkan bahwa batu hitam tersebut pernah terkubur  pasir selama beberapa waktu.</p>
<p><strong>RIWAYATNYA</strong><br />
Dalam riwayat lanjutannya bahwa batu hitam  tersebut  pernah terkubur  pasir selama beberapa lama<strong> </strong>dan secara ajaib  ditemukan  kembali oleh Nabi Ismail AS ketika ia berusaha mendapatkan batu tambahan  untuk menutupi dinding Ka’bah yang masih sedikit kurang. Batu yang  ditemukan inilah rupanya yang sedang dicari oleh Nabi Ibrahim AS, yang  serta merta sangat gembira dan tak henti-hantinya menciumi batu  tersebut. Bahkan, ketika sudah tiba dekat ka’bah, batu itu tak segera  diletakan di tempatnya. Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS menggotong batu  itu sambil memutari Ka’bah tujuh putaran.</p>
<p><strong>DIANGKUT DENGAN SORBAN MUHAMMAD</strong><br />
Diantara peristiwa penting yang berkenaan dengan batu ini adalah yang  terjadi pada tahun 16 sebelum Hijrah (<strong>606 M</strong>) yaitu  ketika suku Quraisy melakukan pemugaran Ka’bah. Pada saat itu hampir  saja terjadi pertumpahan darah yang hebat karena sudah lima hari lima  malam mereka dalam situasi gawat, karena keempat kabilah dalam suku  Quraisy itu terus bersitegang ngotot pada pendapat dan kehendak  masing-masing siapa yang mengangkat dan meletakkan kembali  batu ini  ketempat semula karena pemugaran Ka’bah sudah selesai.</p>
<p>Akhirnya muncul usul dari Abu Umayyah bin Mughirah Al-Mukhzumi yang  mengatakan<br />
”Alangkah baiknya kalau keputusan ini kita serahkan kepada orang yang  pertama kali masuk masjid pada hari ini.”</p>
<p>Pendapat sesepuh Quraisy Abu Umayyah ini disepakati. Dan ternyata  orang pertama masuk pada hari itu adalah Muhammad bin Abdullah yang  waktu itu masih berusia 35 tahun. Menjadi rahasia umum pada masa itu  bahwa akhlak dan budi pekerti Muhammad telah terkenal jujur dan bersih  sehingga dijuluki Al-Amin (orang yang terpercaya).</p>
<p>Muhammad muda yang organ tubuhnya yaitu HATI-nya pernah dibersihkan  lewat operasi oleh Malaikat, memang sudah dikenal luas tidak pernah  bohong dan tidak pernah ingkar janji. Lalu apa jawaban dan tindakan  Muhammad terhadap usul itu?</p>
<p>Muhammad menuju tempat pernyimpanan Hajar Aswad itu lalu  membentangkan sorbannya dan meletakkan batu mulia itu ditengah-tengah  sorban kemudian meminta satu  orang wakil dari masing-masing kabilah  yang sedang bertengkar untuk memegang sudut sorban itu dan bersama-sama  menggotongnya kesudut dimana batu itu hendak diletakkan. Supaya adil,  Muhammad pulalah yang memasang batu itu ketempat semula. <strong> </strong></p>
<p><strong>RAHASIA HAJAR AL-ASWAD</strong></p>
<p>Kita semua tahu bahwa Hajar Aswad hanyalah batu yang tidak memberikan  mudorat atau manfaat, begitu juga dengan Ka’bah, ia hanyalah bangunan  yang terbuat dari batu. Akan tetapi apa yang kita lakukan dalam prosesi  ibadah haji tersebut adalah sekedar mengikuti ajaran dan sunnah Nabi  SAW. Jadi apa yang kita lakukan bukanlah menyembah Batu, dan tidak juga  menyembah Ka’bah.</p>
<p>Umar bin Khatab berkata <em>“Aku tahu bahwa kau hanyalah batu,  kalaulah bukan karena aku melihat kekasihku Nabi SAW menciummu dan  menyentuhmu, maka aku tidak akan menyentuhmu atau menciummu” </em></p>
<p>Allah memerintahkan kita untuk Thawaf mengelilingi Ka’bah dan Dia  pula yang telah memerintahkan untuk mencium Hajar Aswad. Rasulullah juga  melakukan itu semua, dan tentu saja apa yang dilakukan oleh beliau  pastilah berasal dari Allah, sebagaimana yang terdapat dalam firmanNya :  <em>“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya.  Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (QS. An-Najm :  53 ) “.</em></p>
<p><em></em>Hajar Aswad berasal dari surga. Batu ini pula yang menjadi  fondasi pertama bangunan Ka’bah, dan ia menghitam akibat banyaknya dosa  manusia yang melekat disana pada saat mereka melakukan pertaubatan.  Tidakkah orang yang beriman merasa malu, jika hati mereka menghitam  akibat dosa yang telah dilakukan. Rasulullah bersabda “Ketika Hajar  Aswad turun, keadaannya masih putih, lebih putih dari susu, lalu ia  menjadi hitam akibat dosa-dosa anak Adam (HR Tirmidzi).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/12/rahasia-hajar-aswad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahaya Pluralisme</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/10/bahaya-pluralisme/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/10/bahaya-pluralisme/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 07:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Menangkal Liberalisasi Agama]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya pluralisme]]></category>
		<category><![CDATA[paham pluralis]]></category>
		<category><![CDATA[Pluralisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[ Bersamaan dengan meninggalnya Gus  Dur (mantan Presiden RI ke-4), isu pluralisme kembali menjadi  perbincangan. Selama beberapa hari hampir semua media cetak menjadikan  pluralisme sebagai berita utama, baik dikaitkan langsung dengan sosok  Gus Dur maupun tidak. Isu pluralisme kembali mencuat terutama setelah  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjuluki Gus Dur sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong>Bersamaan dengan meninggalnya Gus  Dur (mantan Presiden RI ke-4), isu pluralisme kembali menjadi  perbincangan. Selama beberapa hari hampir semua media cetak menjadikan  pluralisme sebagai berita utama, baik dikaitkan langsung dengan sosok  Gus Dur maupun tidak. Isu pluralisme kembali mencuat terutama setelah  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjuluki Gus Dur sebagai “Bapak  Pluralisme” yang patut menjadi teladan bagi seluruh bangsa. (<em>Antara.co.id</em>,  31/12/2009).</p>
<p>Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien  Rais pun menilai Gus Dur sebagai ikon pluralisme (<em>Kompas.com</em>,  2/1/2010).</p>
<p>Kalangan liberal tak ketinggalan. Salah seorang  aktivisnya, Zuhairi Misrawi, menulis bahwa dalam rangka memberikan  penghormatan terhadap Gus Dur sebagaimana dilakukan oleh Presiden  Yudhoyono, akan sangat baik jika MUI mencabut kembali fatwa pengharaman  terhadap pluralisme (<em>Kompas.com</em>, 4/1/2010).</p>
<p>Sejumlah kalangan pun menilai penting untuk  memelihara nilai-nilai pluralisme pasca Gus Dur. Mantan Wakil Presien  Jusuf Kalla (JK), misalnya, mengharapkan semangat kebersamaan dan  pluralisme yang selalu dikobarkan Gus Dur tetap terjaga (<em>Detik.com</em>,  30/12/2009).</p>
<p>Pertanyaannya, bagaimana dengan MUI sendiri yang  dalam fatwanya No.7/MUNAS VII/MUI/11/2005 telah dengan jelas-jelas  menyebutkan bahwa pluralisme (selain sekularisme dan liberalisme) adalah  paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, dan umat Islam <em>haram</em> mengikuti paham tersebut? Lebih penting lagi, bagaimana sesungguhnya  pluralisme menurut pandangan Islam?</p>
<p><strong>Hakikat Pluralisme</strong></p>
<p>Pluralisme sering diartikan sebagai paham yang  mentoleransi adanya ragam pemikiran, agama, kebudayaan, peradaban dan  lain-lain. Kemunculan ide pluralisme didasarkan pada sebuah keinginan  untuk melenyapkan ‘klaim keberanan’ (<em>truth claim</em>) yang dianggap  menjadi pemicu munculnya sikap ekstrem, radikal, perang atas nama  agama, konflik horisontal, serta penindasan atas nama agama. Menurut  kaum pluralis, konflik dan kekerasan dengan mengatasnamakan agama baru  sirna jika masing-masing agama tidak lagi menganggap agamanya yang  paling benar.</p>
<p>Inilah hakikat ide pluralisme agama yang saat ini  dipropagandakan di Dunia Islam melalui berbagai cara dan media. Dari ide  ini kemudian muncul gagasan lain yang menjadi ikutannya seperti dialog  lintas agama, doa bersama dan lain sebagainya. Pada ranah politik, ide  pluralisme didukung oleh kebijakan Pemerintah yang harus mengacu pada  HAM dan asas demokrasi. Negara memberikan jaminan sepenuhnya kepada  setiap warga negara untuk beragama, pindah agama (murtad), bahkan  mendirikan agama baru.</p>
<p><strong>Di Balik Gagasan Pluralisme</strong></p>
<p>Lahirnya gagasan mengenai pluralisme (agama)  sesungguhnya didasarkan pada sejumlah faktor. Dua di antaranya adalah: <em>Pertama</em>,  adanya keyakinan masing-masing pemeluk agama bahwa konsep  ketuhanannyalah yang paling benar dan agamanyalah yang menjadi jalan  keselamatan. Masing-masing pemeluk agama juga meyakini bahwa merekalah  umat pilihan.</p>
<p>Menurut kaum pluralis, keyakinan-keyakinah inilah  yang sering memicu terjadinya kerenggangan, perpecahan bahkan konflik  antarpemeluk agama. Karena itu, menurut mereka, diperlukan gagasan  pluralisme sehingga agama tidak lagi berwajah eksklusif dan berpotensi  memicu konflik.</p>
<p><em>Kedua</em>, faktor kepentingan ideologis dari  Kapitalisme untuk melanggengkan dominasinya di dunia. Selain isu-isu  demokrasi, hak asasi manusia dan kebebasan serta perdamaian dunia,  pluralisme agama adalah sebuah gagasan yang terus disuarakan Kapitalisme  global yang digalang Amerika Serikat untuk menghalang kebangkitan  Islam.</p>
<p>Karena itu, jika ditinjau dari aspek sejarah, faktor  pertama bolehlah diakui sebagai alasan awal munculnya gagasan pluralisme  agama. Namun selanjutnya, faktor dominan yang memicu maraknya isu  pluralisme agama adalah niat Barat untuk makin mengokohkan dominasi  Kapitalismenya, khususnya atas Dunia Islam.</p>
<p><strong>Konflik Sebagai Alasan?</strong></p>
<p>Memang benar, dunia saat ini sarat dengan konflik.  Namun, tidak benar jika seluruh konflik yang terjadi saat ini dipicu  oleh faktor agama. Bahkan banyak konflik terjadi lebih sering berlatar  belakang ideologi dan politik. Dalam sekala internasional, konflik  Palestina-Israel lebih dari setengah abad, misalnya, jelas bukan konflik  antaragama (Islam, Yahudi dan Kristen). Sebab, <em>toh</em> dalam  rentang sejarah yang sangat panjang selama berabad-abad ketiga pemeluk  agama ini pernah hidup berdampingan secara damai dalam naungan Khilafah  Islam. Konflik Palestina-Israel ini lebih bernuansa politik yang  melibatkan penjajah Barat. Sejarah membuktikan, konflik Palestina-Israel  bermula ketika bangsa Yahudi (Israel) sengaja “ditanam” oleh penjajah  Inggris di jantung Palestina dalam ranga melemahkan umat Islam. Konflik  ini kemudian dipelihara oleh Amerika Serikat yang menggantikan peran  Inggris, untuk semakin melemahkan kekuatan umat Islam, khususnya di  Timur Tengah. Pasalnya, dengan begitu Barat dapat terus-menerus  menyibukkan umat Islam dengan konflik tersebut sehingga umat Islam  melupakan bahaya dominasi Barat—khususnya AS dan Inggris—sebagai  penjajah mereka.</p>
<p>Dalam sekala lokal, konflik yang pernah terjadi di  Maluku atau Poso beberapa tahun lalu, misalnya, juga lebih bernuansa  politik, yakni adanya campur tangan asing (yang tidak lain kaum penjajah  Barat) untuk melemahkan Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim,  ketimbang berlatar belakang agama.</p>
<p>Sementara itu, dalam skala yang lebih luas dan  global, konflik Barat-Timur (yang sering dianggap mencerminkan konflik  Kristen-Islam), khususnya setelah Peristiwa 11 September 2001, juga  jelas lebih berlatarbelakang ideologi dan politik ketimbang agama.  Memang, sesaat setelah terjadinya Peristiwa 11 September, Presiden AS  George W Bush pernah “keseleo” dengan menyebut secara jelas bahwa WoT (<em>War  on Terrorism</em>) sebagai <em>Crussade </em>(Perang Salib) baru. Lalu  setelah itu AS menyerang Afganistan, dan kemudian dilanjutkan dengan  menyerang Irak. Namun, banyak pakar Barat dan AS sendiri yang  menjelaskan bahwa serangan militer AS ke Afganistan maupun Irak bahkan  lebih bermotifkan ekonomi (yakni demi minyak)—di samping politik (demi  dominasi ideologi Kapitalisme), dan bukan bermotifkan agama.</p>
<p>Karena itu, sangat tidak ‘nyambung’ jika untuk  menghentikan konflik-konflik tersebut kemudian dipasarkan terus gagasan  pluralisme dan ikutannya seperti dialog antaragama dll. Pasalnya, akar  konflik-konflik tersebut, sekali lagi, lebih bermotifkan ideologi dan  politik—yakni dominasi Kapitalisme yang diusung Barat, khususnya AS,  atas Dunia Islam—ketimbang berlatar-belakang agama.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pluralisme Menurut Islam</strong></p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<blockquote><p><em>Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian  dari laki-laki dan perempuan dan Kami menjadikan kalian  berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Sesungguhnya  orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling  bertakwa di sisi Allah </em><strong>(QS al-Hujurat [49]: 13).</strong></p></blockquote>
<p>Ayat ini menerangkan bahwa Islam mengakui keberadaan  dan keragaman suku dan bangsa serta identitas-identitas agama selain  Islam (pluralitas), namun sama sekali tidak mengakui kebenaran  agama-agama tersebut (pluralisme). Allah SWT juga berfirman:</p>
<blockquote><p><em>Mereka menyembah selain Allah tanpa keterangan  yang diturunkan Allah. Mereka tidak memiliki ilmu dan tidaklah  orang-orang zalim itu mempunyai pembela</em> <strong>(QS al-Hajj:67-71).</strong><strong></strong></p></blockquote>
<p>Ayat ini menegaskan bahwa agama-agama selain Islam  itu sesungguhnya menyembah kepada selain Allah SWT. Lalu bagaimana bisa  dinyatakan, bahwa Islam mengakui ide pluralisme yang menyatakan bahwa  semua agama adalah sama-sama benarnya dan menyembah kepada Tuhan yang  sama?</p>
<p>Dalam ayat yang lain, Allah SWT menegaskan:</p>
<blockquote><p><em>Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah  hanyalah Islam</em> <strong>(QS Ali Imran [3]: 19).</strong></p></blockquote>
<p>Allah SWT pun menolak siapa saja yang memeluk agama  selain Islam (QS Ali Imran [3]: 85); menolak klaim kebenaran semua agama  selain Islam, baik Yahudi dan Nasrani, ataupun agama-agama lainnya (QS  at-Taubah [9]: 30, 31); serta memandang mereka sebagai orang-orang kafir  (QS al-Maidah [5]: 72).</p>
<p>Karena itu, yang perlu dilakukan umat Islam  sesungguhnya bukan menyerukan pluralisme agama apalagi dialog antaragama  untuk mencari titik temu dan kesamaan. Masalahnya, mana mungkin Islam  yang mengajarkan tauhid (QS 5: 73-77; QS 19: 88-92; QS 112: 1-4)  disamakan dengan Kristen yang mengakui Yesus sebagai anak Tuhan ataupun  disamakan dengan agama Yahudi yang mengklaim Uzair juga sebagai anak  Tuhan?! Apalagi Islam disamaratakan dengan agama-agama lain? Benar,  bahwa eksistensi agama-agama tersebut diakui, tetapi tidak berarti  dianggap benar. Artinya, mereka dibiarkan hidup dan pemeluknya bebas  beribadah, makan, berpakaian, dan menikah dengan tatacara agama mereka.  Tetapi, tidak berarti diakui benar.</p>
<p>Karena itu, yang wajib dilakukan umat Islam tidak  lain adalah terus-menerus menyeru para pemeluk agama lain untuk memeluk  Islam dan hidup di bawah naungan Islam. Meski dengan catatan tetap tidak  boleh ada pemaksaan.</p>
<p><strong>Bahaya di Balik Gagasan Pluralisme</strong></p>
<p>Bahaya pertama adalah penghapusan identitas-identitas  agama. Dalam kasus Islam, misalnya, Barat berupaya mempreteli identitas  Islam. Ambil contoh, jihad yang secara <em>syar’i</em> bermakna perang  melawan orang-orang kafir yang menjadi penghalang dakwah dikebiri  sebatas upaya bersungguh-sungguh. Pemakaian hijab (jilbab) oleh Muslimah  dalam kehidupan umum dihalangi demi “menjaga wilayah publik yang  sekular dari campur tangan agama.” Lebih jauh, penegakan syariah Islam  dalam negara pun pada akhirnya terus dicegah karena dianggap bisa  mengancam pluralisme. Ringkasnya, pluralisme agama menegaskan adanya  sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan).</p>
<p>Bahaya lain pluralisme agama adalah munculnya  agama-agama baru yang diramu dari berbagai agama yang ada. Munculnya  sejumlah aliran sesat di Tanah Air seperti Ahmadiyah pimpinan Mirza  Ghulam Ahmad, Jamaah Salamullah pimpinan Lia Eden, al-Qiyadah  al-Islamiyah pimpinan Ahmad Mosadeq, dll adalah beberapa contohnya. Lalu  dengan alasan pluralisme pula, pendukung pluralisme agama menolak  pelarangan terhadap berbagai aliran tersebut, meski itu berarti penodaan  terhadap Islam.</p>
<p>Karena itu, wajar jika KH Kholil Ahmad, Pengasuh  Pondok Pesantren Gunung Jati Pamekasan Jawa Timur, menilai pluralisme  agama yang diusung Gus Dur berbahaya bagi umat Islam (<em>Tempointeraktif.com</em>,  30/12/2009).</p>
<p>Bahaya lainnya, pluralisme agama tidak bisa  dilepaskan dari agenda penjajahan Barat melalui isu globalisasi.  Globalisasi merupakan upaya penjajah Barat untuk mengglobalkan  nilai-nilai Kapitalismenya, termasuk di dalamnya gagasan “agama baru”  yang bernama pluralisme agama. Karena itu, jika kita menerima pluralisme  agama berarti kita harus siap menerima Kapitalisme itu sendiri.</p>
<p>Inilah di antara bahaya yang terjadi, yang  sesungguhnya telah dan sedang mengancam kaum Muslim saat ini ketika kaum  Muslim kehilangan Khilafah Islamiyah sejak hampir satu abad lalu.  Padahal Khilafahlah kepemimpinan umum bagi kaum Muslim yang menerapkan  Islam, melindungi akidah Islam serta menjaga kemuliaan Islam dari  berbagai penodaan, termasuk oleh pluralisme. <strong>[Al-Islam]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/10/bahaya-pluralisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tokoh Islam Liberal (2)</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/10/tokoh-islam-liberal-2/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/10/tokoh-islam-liberal-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 06:58:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Menangkal Liberalisasi Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Abdurrahman Wahid]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[islam liberal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[ KH.Abdurahhman Wahid

Durahman Dianggap Wali
Dari segi kemampuan memproduksi pemikiran sesat, Durahman panggilan pamannya almarhum KH Yusuf Hasyim pada Gus Dur memang tidak secanggih Nurcholish. Durahman dibesarkan oleh nama kakeknya yang pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Sehingga status keulamaannya diraih karena faktor keturunan. Yang paling menonjol dari Durahman adalah kelicikannya dan kengawurannya. Bahkan ia bisa mempecundangi, bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> KH.Abdurahhman Wahid<br />
</strong></p>
<p><strong>Durahman Dianggap Wali</strong></p>
<p>Dari segi kemampuan memproduksi pemikiran sesat, Durahman panggilan pamannya almarhum KH Yusuf Hasyim pada Gus Dur memang tidak secanggih Nurcholish. Durahman dibesarkan oleh nama kakeknya yang pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Sehingga status keulamaannya diraih karena faktor keturunan. Yang paling menonjol dari Durahman adalah kelicikannya dan kengawurannya. Bahkan ia bisa mempecundangi, bukan saja Nurcholish, bahkan Soeharto bisa ia pecundangi. Padahal, tanpa Soeharto dan Orde Baru, Durahman bukan apa-apa. Ketika pecah kasus Priok (September 1984), dan Benny Moerdani (Pangab kala itu) melakukan cooling down dengan mengunjungi pesantren-pesantren di lingkungan NU, ia bertemu dengan generasi muda NU yang menarik hatinya karena pandai memberikan argumen yang dibutuhkan Benny untuk mendapat pembenaran atas aksi pembantaian di Tanjung Priok.</p>
<p>Sebelum bertemu Benny, GD adalah sosok yang tergolong fuqara wal masakin yang kaya gagasan. Gagasan itu ditampung majalah Tempo melalui kolom tertentu, sehingga GD disebut sebagai kolomnis. Kompas dan Sinar Harapan juga kerap memuat tulisan GD. Selain kolomnis, GD juga menerima berbagai pesanan untuk menjadi panelis (narasumber) di berbagai seminar atau sarasehan. Namun semua itu tetap membuat GD harus hidup miskin, bahkan Sitti Nuriyah (yang kelak berganti nama menajdi Sinta Nuriyah) harus pontang-panting mencari uang dengan menjadi penulis lepas di majalah Zaman, sebuah majalah yang lahir dari selangkangan Tempo Group pimpinan Gunawan Mohamad.</p>
<p>Begitu miskinnya, sehingga harus nebeng pada Kartono Mohamad setiap hendak ke tempatnya beraktivitas. Dari kediamannya di Ciganjur (yang kala itu masih belukar, dan belum dijangkau transportasi darat), GD harus tiba tepat waktu di kediaman Kartono Mohamad di Jati Padang (Pasar Minggu, Jakarta Selatan). Sedikit terlambat, ia ketinggalan tebengan, sehingga harus melanjutkan perjalanan dengan bis kota. Kartono Mohamad adalah kakak kandung Gunawan Mohamad.</p>
<p>GD sering berjalan kaki ke suatu tempat yang jaraknya tidak terlalu jauh. Sehari-hari GD jarang memakai sepatu, kecuali ke Istana Negara menemui Soeharto. Sebelum jadi Ketua PBNU, berkat belas kasih Soetjipto Wirosardjono yang kala itu menjabat sebagai Wakil Ketua BPS (Biro Pusat Statistik) dan juga Ketua Umum PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia)? GD disediakan sebuah kamar di bilangan Menteng, untuk tempatnya bekerja.</p>
<p>Setelah bertemu Benny, kemudian GD berhasil dipasang sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU periode 1984-1999. Untuk menyesuaikan dengan statusnya yang baru itu, GD buru-buru menunaikan ibadah haji. Dari sinilah karier GD melesat. Ia berhasil dinobatkan sebagai lokomotif pembaharuan pemikiran Islam, dan tokoh demokrasi. Kemampuan GD memproduksi pernyataan yang kontroversial, menghina Islam dan membingungkan ummat, justru dianggap sebagai terobosan dan angin segar oleh sebagian kalangan. Maka, GD yang hidup miskin berubah menjadi kaya raya.</p>
<p>Durahman dan Nurcholish adalah dua sosok yang succsess story-nya kemudian diikuti oleh generasi muda di bawahnya, seprti Ulil dan lain-lain. Mereka menapak tilas langkah GD-NM yang aneh, nyeleneh, seolah-olah cerdas, seolah-olah Islami namun sebenarnya bertentangan dengan Islam, menyimpang dari aqidah dan membingungkan ummat. Tapi anehnya justru dihormati orang sebagai intelektual, bertabur pujian dan uang.</p>
<p>Salah satu predikat yang disandang GD adalah intelektual. Ciri yang seharusnya melekat pada seorang intelektual, adalah konsistensi. Kenyataannya, GD adalah sosok yang sangat tidak konsisten. Bahkan ketidakonsistenan GD telah menjadi trade mark akhlaqnya.</p>
<p>Ketika di berbagai daerah ramai-ramai menerbitkan sejumlah perda yang dianggap bernuansa syariat Islam, GD termasuk yang menolak, sebagaimana tercermin melalui wawancara yang terjadi antara GD dengan komunitas JIL. Ketika itu GD berkilah, ?Otonomi daerah itu perlu dipahami sebagai kebebasan untuk melaksanakan aturan yang sudah ada, bukan kebebasan untuk menetapkan undang-undang sendiri. Pengertian otonomi daerah itu bukan seperti yang terjadi sekarang ini; daerah mau merdeka di mana-mana dan dalam segala hal. Sikap itu tidak benar.</p>
<p>Namun ketika ditanya, Apakah beberapa daerah yang mayoritas non-muslim seperti NTT, Papua, Bali, dan lain-lain, dibolehkan menerapkan aturan agama mereka masing-masing dengan alasan otonomi daerah?</p>
<p>GD menjawab, Iya nggak apa-apa. Itu konsekuensinya kan? Makanya, kita tidak usah ribut-ribut soal perda dan aturan yang berasal dari satu agama.</p>
<p>Ini jelas tidak konsisten. Kalau perda bernuansa syariat Islam diterbitkan di daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dianggap kacau oleh GD, namun hal yang sama tidak disebut kacau untuk Bali, NTT dan Papua yang non Islam.</p>
<p>Meski GD sering menunjukkan sikapnya yang anti Islam, namun berbagai media tetap saja menyebutnya sebagai cendekiawan Muslim. Sehingga, orang awam pun ikut-ikutan menganggapnya sebagai cendekiawan Muslim. Ada juga yang menganggap GD sebagai ulama, bahkan sebagian lainnya menganggap GD bermaqam wali.</p>
<p><strong>Wali dan Nabi Palsu</strong></p>
<p>Kalau GD diposisikan bermaqam wali oleh orang awam yang punya kecenderungan taklid bodoh, barangkali masih bisa bisa dipahami, karena sikap itu dilandasi oleh kebodohannya. Tapi kalau yang menganggap GD bermaqam wali adalah sosok sekaliber Dawam, betapa memprihatinkannya kualitas bangsa ini. Dawam yang dijuluki intelektual Muslim, berpredikat profesor (guru besar), ternyata mengangap GD bermaqam wali dengan argumen yang tidak berkualitas. Dalam sebuah wawancara dengan ANteve, Selasa pagi 26 Oktober 1999 M (16 Rajab 1420 H), Dawam Rahardjo dimintai komentarnya tentang Gus Dur yang baru saja terpilih sebagai presiden RI ke-4, dan saat itu bertepatan dengan rencana pemerintah mengumumkan susunan kabinetnya. Ketika itu, Dawam mengatakan bahwa GD adalah wali. Alasannya, karena GD mampu belajar Bahasa Inggris dengan cepat sekali, dan pidatonya dalam bahasa Inggris bagus sekali.</p>
<p>Bila kemampuan mempelajari bahasa Inggris dengan cepat, dan mampu berpidato dalam bahasa Inggris dengan baik sekali merupakan persyaratan menjadi wali, maka di Indonesia ini banyak sekali orang yang layak disebut wali.</p>
<p>Kalau GD dianggap wali karena disandarkan pada ketinggian ilmunya tentang Islam, barangkali masih bisa disebut fair. Faktanya, GD sering ngawur di dalam memahami Islam. Misalnya, sebagaimana tercermin melalui artikel berjudul Antara Asas Islam dan Asas Pancasila di harian Media Indonesia, Rabu 17 Maret 1999, halaman 6, Bahkan, Allah memerintahkan manusia untuk beragam agama, Bagimu agamamu dan bagiku agamaku (lakum dienukum wa liya dien). Bahkan, dalam hal perbedaan agama, kita diperintahkan berbeda keyakinan, tetapi boleh bersama-sama dalam hal perbuatan. Bagi kami amal perbuatan kami bagi kamu amal perbuatan kamu. (Lanaa a&#8217;maalunaa walaikum a&#8217;maalukum).</p>
<p>Jika Allah memerintahkan umat manusia untuk beragam agama, ngapain sampai repot-repot menurunkan wahyu berupa Kitab Suci dan mengutus Nabi segala? Tanpa bimbingan Allah, tanpa Kitab Suci dan Nabi, umat manusia mampu menciptakan agama yang beragam, kok. Buktinya, meski sudah ada Kitab Suci dan Nabi serta Rasul, masih saja lahir nabi-nabi palsu dengan kitab suci palsu pula.</p>
<p>Salah satu nabi palsu itu adalah GD sendiri. Dalam sebuah pertemuan dengan sejumlah wartawan di Kantor PBNU jalan Kramat Raya (Jakarta Pusat), pertengahan Juli 1999, GD mengeluarkan pernyataan, Saya sekarang menjadi nabinya orang Aceh. Pernyataan itu tentu saja mendapat reaksi keras. Maka GD pun berkilah, Dalam budaya Jawa, orang yang dikatakan nabi itu adalah orang yang memperjuangkan sesuatu dengan sunguh-sungguh.</p>
<p>Padahal, menurut pakar kebudayaan Jawa Karkono Kamajaya, Nabi itu adalah utusan Tuhan untuk membawa umatnya kepada jalan yang benar. Budaya Jawa juga memandang hanya nabi yang mendapat wahyu dari Tuhan.</p>
<p>Ternyata, untuk urusan yang berkenaan dengan budaya saja, GD terbukti ngawur dan tidak menguasai persoalan. Apalagi yang berkenaan dengan syari’at Islam! Lha, orang seperti ini koq disebut wali.</p>
<p>Semakin ketahuan ketidakmampuan GD memahami Al-Qur’an adalah ketika ia tanpa ditanya oleh pewawancara (di situs JIL) menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah Kitab Suci paling porno, hanya karena di dalam Al-Qur’an ada perintah menyusui. Kalau hanya karena itu disebut porno, maka banyak sekali dokumen, peraturan, makalah dan anjuran (ucapan) yang tergolong porno. Termasuk, anjuran yang disosialisasikan isteri Presiden SBY melalui berbagai media agar para ibu menyusui bayinya dengan ASI karena ASI lebih sesuai dibanding susu formula.</p>
<p>Sekalipun demikian, Gus Dur bernasib lebih baik dibanding Nurcholish. Meski serba sebentar, GD pernah jadi anggota MPR bahkan sempat menjadi presiden selama hampir dua tahun. Kemudian habis kariernya. Kharisma dan kewibawaannya melorot setelah skandal perzinahannya terkuak lebar, dan kemudian diturunkan dari jabatan Presiden oleh MPR. Memalukan. Begitulah nasib tragis yang harus diterima orang-orang yang menghina agama Allah. Benarlah firman Allah, Biarkan Aku yang mengurus. (<em>Risalah Mujahidin )<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/10/tokoh-islam-liberal-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tokoh Islam Liberal (1)</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/09/tokoh-islam-liberal-1/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/09/tokoh-islam-liberal-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 07:42:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Menangkal Liberalisasi Agama]]></category>
		<category><![CDATA[JIL]]></category>
		<category><![CDATA[Nurcholis madjid]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Islam Liberal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[IMAM ALI Ra berkata: Bencana datang diundang oleh dosa, dan tidak akan bisa dicegah kecuali dengan tobat. Dosa yang mengundang bencana, antara lain kebejatan moral, berupa perselingkuhan seksual yang dilakukan para pemimpin dan pejabat negara, seperti sudah diungkapkan dalam Risalah Mujahidin edisi 5 yang lalu
Selain itu, kebejatan intelektual juga tidak kalah dahsyatnya sebagai penyebab malapetaka, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>IMAM ALI Ra berkata: Bencana datang diundang oleh dosa, dan tidak akan bisa dicegah kecuali dengan tobat. Dosa yang mengundang bencana, antara lain kebejatan moral, berupa perselingkuhan seksual yang dilakukan para pemimpin dan pejabat negara, seperti sudah diungkapkan dalam Risalah Mujahidin edisi 5 yang lalu</p>
<p>Selain itu, kebejatan intelektual juga tidak kalah dahsyatnya sebagai penyebab malapetaka, sehingga menjadikan umat kehilangan pegangan tentang halal dan haram, haq dan bathil. Akibatnya, masyarakat kian jauh tersesat, bahkan ragu terhadap kebenaran Islam.</p>
<p>Para tokoh yang pernah populer dengan sebutan lokomotif pembaharuan pemikiran Islam, menyumbang amat besar atas terjadinya malapetaka akibat kesesatan berfikir yang ditularkan pada umat.</p>
<p>Di dalam kitab Tadribur Rawi karangan Imam As-Suyuthi, dinyatakan bahwa Imam Malik rahimahullah menggariskan ciri-ciri kaum penyesat agama, antara lain: Pertama, mengabaikan implementasi ayat-ayat Al-Qur&#8217;an yang telah berurat-akar sejak masa Rasulullah dan para shahabat. Kedua, menjadikan situasi dan kondisi aktual sebagai landasan untuk melahirkan pemahaman baru dalam beragama, dengan maksud menciptakan toleransi di antara umat beragama serta kerdilisasi jiwa tauhid. Dan yang ketiga, membangga-banggakan ilmu sebagai satu-satunya hakim kebenaran untuk melakukan modifikasi pemahaman terhadap Al-Qur’an dan hadits.</p>
<p><strong>1. Nurcholish Madjid</strong><br />
Pada tahun 1970, saat masih muda usia, Nurcholish Madjid melontarkan gagasan pembaharuan pemikiran lebih tepat membuat hal-hal baru dalam Islam. Kini, gagasan tersebut berkembang antara lain menjadi sepilis (sekularisme, pluralisme, liberalisme) yang diusung generasi muda semacam Ulil Absar Abdalla dan kawan-kawannya. Sebagaimana Nurcholish, juga komunitas Ulil, merupakan contoh yang tepat bagi umat Islam, kaitannya dengan hadits Nabi SAW:</p>
<p>Diriwayatkan dari Ali r.a, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda: Pada akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akalnya. Mereka berkata-kata seolah-olah mereka adalah manusia yang terbaik. Mereka membaca al-Qur’an tetapi tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembusi binatang buruan. Apabila kamu bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka karena sesungguhnya, membunuh mereka ada pahalanya di sisi Allah pada Hari Kiamat. (HR Muttafaq ‘alaih).</p>
<p>Dua tahun kemudian, Oktober 1972, Nurcholish Madjid berceramah di Taman Ismail Marzuki (Jakarta Pusat), dengan makalah berjudul <em>Menyegarkan Faham Keagamaan di Kalangan Umat Islam Indonesia</em><em>.</em> Ketika itu, Nurcholish menghubungkan sekularisasi dengan tauhid, sehingga timbul kesan seolah-olah Islam memerintahkan sekularisasi dalam arti tauhid.</p>
<p>Sejak saat itu, media massa seperti Kompas, Sinar Harapan, Majalah Tempo, memainkan peran penting mensosialisasikan gagasan Nurcholish. Di tengah-tengah iklim politik yang represif dan keterbukaan yang tersumbat, gagasan Nurcholish menjadi vitamin yang membangkitkan semangat menaikkan tiras dan keuntungan bagi ketiga media cetak tersebut. Maka, jadilah Nurcholish Madjid ibarat anak kecil yang ditunjang loudspeaker banyak, sehingga omongannya terdengar di mana-mana.</p>
<p>Ketika itu, gelar sarjana (S-1) masih menjadi salah satu simbol sosial yang mentereng, bagai orang kampung memiliki sepeda motor. Dan nurcholish, ibarat bocah kampung yang punya bapak berduit sehingga bisa membelikannya sepeda motor. Karena sepeda motor merupakan simbol kementerengan, maka seisi kampung pun menjadi heboh, ternganga mulut orang kampung ketika melihat bocah kecil melaju dengan pesat di atas sepeda motor. Mereka tidak mempedulikan apakah pantas bocah kecil mengendarai sepeda motor, mereka tidak mempedulikan aturan yang berlaku. Yang penting mentereng.</p>
<p><strong>Membela Iblis</strong></p>
<p>Kenyataannya, Nurcholish kian bernafsu melaju di atas sepeda motornya. Sejak itu, kemasyhuran dan kemujuran terus bergerak mengujinya, sehingga ia mampu melanjutkan studi hingga ke Chicago, Amerika Serikat. Berbekal ilmu, pengalaman, dan mungkin juga dollar AS, kemudian ia mendirikan sebuah yayasan wakaf yang diberi nama Paramadina. Salah satu kegiatannya adalah memberikan ceramah keagamaan. Pada ceramah yang diselenggarakan tanggal 23 Januari 1987, seorang peserta, Lukman Hakim, bertanya, <em>?</em><em>Salahkah Iblis, karena menolak bersujud kepada Adam, ketika Allah menyuruhnya. Bukankah sujud hanya boleh kepada Allah?</em></p>
<p>Ketika itu, Nurcholish Madjid sudah menyandang gelar Doktor, menjawab dengan mengutip pendapat Ibnu Arabi: Iblis kelak akan masuk surga, bahkan di tempat yang tertinggi karena dia tidak mau sujud kecuali kepada Allah saja, dan inilah tauhid yang murni,  jawab Nurcholish.</p>
<p>Pendapat Nurcholish Madjid di atas jelas menyesatkan, dan bertentangan dengan Al-Qur’an Surah Al Baqarah ayat 34: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.</p>
<p>Rupanya, setelah lulus dari Chicago, dan meraih gelar doktor, Nurcholish justru menjadi pembela Iblis. Padahal Iblis jelas kafir, dan tempatnya di dalam neraka jahannam selama-lamanya (QS Al-Bayyinah ayat 6). Ibnu Arabi sendiri telah dianggap kafir dan murtad oleh sejumlah ulama, akibat tulisan-tulisannya yang sangat bertentangan dengan aqidah Islam. Nama lengkap Ibnu Arabi adalah Abu Bakar Muhammad ibn Ali Muhyiddin Al-Hatimi at-Thai al-Andalusi. Sosok ini berbeda dengan mufassir Ibnul Arabi, pengarang tafsir Jami Al-Ahkamil Qur’an. Ibnu Arabi sesat ini dianggap sebagai tokoh tasawwuf</p>
<p>falsafi, lahir di Murcia Spanyol, 17 Ramadhan 560 H (bertepatan dengan 28 Juli 1165M), dan mati di Damaskus, Rabi&#8217;uts Tsani 638H (Oktober 1240M).</p>
<p>Inti ajaran Ibnu Arabi didasarkan pada teori wihdatul wujud (menyatunya makhluk dengan Tuhan) yang menghasilkan wihdatul adyan (kesatuan agama, tauhid maupun syirik) sebagai sinkretisme dari teori-teori al-ittihad (manunggal, melebur jadi satu antara si orang sufi dan Tuhan) dengan mengadakan al-ittishal atau emanasi. Yang jelas, Ibnu Arabi banyak dipengaruhi oleh filsafat Masehi atau Nasrani.</p>
<p>Ternyata, semakin tinggi pendidikannya, sampai jauh-jauh ke Chicago untuk meraih gelar doktor, kesesatan berfikir Nurcholish semakin jauh melampaui masa sebelumnya. Antara lain sebagaimana tercermin melalui berbagai pernyataannya: Islam dianggap bukan nama agama, tapi hanya sikap penuh pasrah kepada Allah; istilah musyrikah dianggap tidak mencakup segala jenis wanita musyrik, tapi hanyalah wanita musyrik Arab; Ahli Kitab bukan hanya Yahudi dan Nasrani, tetapi mencakup watsaniyin (penyembah berhala/paganis) India, China, dan Jepang.</p>
<p>Selain sesat, Nurcholish ternyata juga tidak konsisten dengan gagasan sesat pluralisme yang diusung dan membesarkan namanya. Hal ini terbukti ketika dia menyikapi pernikahan anak perempuannya dengan lelaki Yahudi. Sebagaimana diceritakan Adian Husaini dalam kesempatan diskusi di Kampus Paramadina Jakarta, pada tanggal 22 Mei 2002.</p>
<p>Diskusi dihadiri sejumlah tokoh, selain Adian dan Nurcholish Madjid, ada Kautsar Azhari Noer, dosen UIN Syarif hidayatullah, Jakarta), dan Martin Sinaga tokoh Kristen dari Teologia. Pesertanya, mahasiswa pascasarjana Paramadina Jakarta. Ketika itu, setelah Nurcholish panjang lebar menjelaskan fahamnya yang pluralis, ia pun pergi begitu saja. Pada kesempatan itu, Adian membacakan kepada audiens sebuah e-mail yang berasal Nurcholish Madjid ditujukan kepada puterinya, Nadia, di Amerika, Agustus 2001. Ketika itu, Nadia sedang merencanakan membangun mahligai perkawinan dengan seorang pria Yahudi bernama David. Isi e-mail tersebut, menunjukkan betapa kegundahan menerpa hati Nurcholish: <em>Kalau sampai terjadi perkawinan antara Nadia dengan David, itu termasuk dosa terbesar setelah syirik.</em> Isi surat elektronik itu jelas sangat bertentangan dengan uraian Nurcholish Madjid tentang faham pluralisme yang baru saja dijelaskan pada forum diskusi itu.</p>
<p>Sekiranya pluralisme itu baik dan benar, baik secara agama maupun pemikiran, seharusnya Nurcholish tidak perlu gundah sampai mengatakan perkawinan antara Nadia yang Muslimah dengan David yang Yahudi merupakan dosa besar setelah syirik. Faktanya, Nurcholish Madjid akhirnya menikahkan puterinya itu dengan lelaki Yahudi, setelah sebelumnya melakukan kebohongan publik, dengan menyebarkan informasi palsu, seakan David sudah masuk Islam dan dinikahkan secara Islam. Padahal, Cak Nur panggilan akrabnya mengawinkan puterinya Nadia dengan David lelaki Yahudi berlangsung 30 September 2001, di Amerika, tidak dengan cara Islam, melainkan perkawinan dengan akad universal. Yaitu, perkawinan antara anak manusia dengan anak manusia. Melalui sikapnya itu, sebenarnya Nurcholish menunjukkan isi hatinya yang jujur bahwa pluralisme lebih dekat kepada syirik.</p>
<p>Pada saat-saat tertentu, ketika kesadaran Islami lebih kuat menuntutn hidup seseorang, kejujuran tidak bisa dibendung. Kejujuran nurani itu juga dialami dan menembus kepekatan hati Nurcholish Madjid. Dalam kunjungan delegasi Majelis Mujahidin ke Cak Nur pada 26 Juli 2005, terjadi dialog intensif mengenai pluralisme dan kritik terhadap buku Fiqih Lintas Agama yang di dalamnya terdapat pernyataan Nurcholish, bahwa semua agama sama. Juga, wanita boleh jadi imam shalat di hadapan makmum laki-laki, kawin beda agama dan tanpa walim nikah sah, dan berbagai pernyataan sesat lainnya.</p>
<p>Ketika itu Cak Nur menjawab: Pluralisme yang saya maksudkan bukan semua agama sama, melainkan kebenaran itu tergantung masing-masing penganut agama.</p>
<p>Dengan sedikit nalar intelektual, orang bisa mengerti bahwa statement di atas mengandung kesalahan yang fatal. Agama adalah milik Allah, maka segala penilaian benar dan salah haruslah berdasarkan kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya. Manusia tidak memiliki otoritas untuk menilai agama yang ini haq dan yang itu bathil.</p>
<p>Delegasi Majelis Mujahidin sempat meminta Cak Nur bertobat dan beristighfar. Tetapi belum sempat dijawab, pendampingnya, Utomo Dananjaya, dengan nada marah menghentikan dialog itu.</p>
<p><strong>Bohong itu Biasa</strong></p>
<p>Dalam hal melakukan kebohongan, Nurcholish Madjid pernah diprotes Hilma Hamid (dosen IAIN Padang, Sumbar). Hilma adalah putri Abdul Hamid Hakim, penulis buku berjudul Al-Mu?inul Mubin. Menurut Hilma, Nurcholish telah menyalah artikan tulisan ayahnya sehingga tak sesuai dengan Islam. Buku Al-Mu?inul Mubin karangan Abdul Hamid Hakim diperlakukan oleh Cak Nur sebagai landasan untuk memasukkan Konghuchu, Hindu, Budha, dan Sinto sebagai Ahli Kitab. Padahal, pada buku Al-Mu?inul Mubin itu yang dimaksud dengan Ahli Kitab adalah Yahudi dan Nasrani, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2004.</p>
<p>Banyak yang belum tahu, bahwa Nurcholish sebenarnya adalah pegawai negeri (PNS) di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), sebagai peneliti. Namun, dia hampir sama sekali tidak pernah hadir di kantornya. Meski tidak pernah hadir, namun untuk urusan gaji, Nurcholish tak pernah lalai mengambilnya tiap bulan.</p>
<p>Banyak juga yang belum tahu, bahwa Nurcholish termasuk sosok yang berani secara terang-terangan berbohong di depan umum, memfitnah, dan bahkan mengumpat. Hal ini terjadi ketika Nurcholish membela Gus Dur yang diisukan mau mengganti Assalamu’alaikum dengan Selamat Pagi. Waku itu Nurcholish mengatakan, bahwa Gus Dur tidak bermaksud mengganti Assalamu’alaikum dengan Selamat Pagi. Itu cuma isu yang disebarkan oleh seorang wartawan tengik. Menurut Nurcholish, di hadapan sejumlah wartawan, Gus Dur ditanya oleh Pak Siswono Yudohusodo bahwa dirinya tidak fasih mengucapkan assalamu’alaikum, kalau mau berpidato. Lalu dijawab Gus Dur, ya cukup dengan selamat pagi saja. Tahu-tahu diberitakan oleh wartawan tengik itu bahwa Gus Dur akan mengganti assalamu’alaikum dengan selamat pagi.</p>
<p>Wartawan tengik yang dimaksud Nurcholish ternyata bernama Hartono Ahmad Jaiz. Menurut Hartono, cerita Nurcholish di atas adalah bohong. Sebab, Hartono pernah mendengarkan sendiri rekaman wawancara antara Edy Yurnaedi wartawan Majalah Amanah dengan Gus Dur yang kemudian dimuat di Majalah Amanah No. 22, 1987, hal. 39.</p>
<p>Ketika itu Edy Yurnaedi bertanya kepada Gus Dur (GD): Beberapa waktu yang lalu Anda pernah mempopulerkan istilah mempribumikan Islam, apa maksudnya?</p>
<p>GD menjawab: Yah, selama ini kan Islam di Indonesia terlalu melihat kepada Timur Tengah. Sebagai contoh kalau dulu kita membangun masjid harus memakai kubah. Padahal bangsa kita sudah memiliki bentuk arsitektur yang lebih sesuai dengan budayanya sendiri dan mengandung makna yang mendalam. Lalu <em>tentang ucapan assalamu</em><em>’alaikum, kenapa kita merasa bersalah kalau tidak mengucapkan assalamu’alaikum. Bukankah ucapan itu bisa saja kita ganti saja dengan selamat pagi atau apa kabar,</em> misalnya&#8230;</p>
<p>Edy Yurnaedi wartawan Majalah Amanah kemudian bertanya lagi: Bukankah itu (assalamu’alaikum) juga untuk menunjukkan identitas keislaman kita?</p>
<p>GD menjawab: Justru di sini saya nggak setuju. Untuk menunjukkan identitas Islam saja kok harus begitu. Menurut saya, selamat pagi, selamat sore atau apa kabar itu sama saja Islamnya dengan assalamu’alaikum.</p>
<p>Begitulah akhlak Nurcholish, dalam rangka mendukung sesama pengikut Iblis, sampai berani berbohong, memfitnah, dan bahkan mengumpat di hadapan orang banyak, di dalam sebuah forum resmi dan ilmiah, yaitu acara penandatanganan kerjasama penelitian antara Pascasarjana Paramadina Mulia dan Departemen Agama (Balitbang). Acara resmi itu dihadiri para pejabat Depag dan pimpinan Paramadina Mulia serta sejumlah wartawan elektronik dan cetak.</p>
<p>Tahun 2003, Nurcholish sibuk melakukan persiapan untuk mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat bakal calon presiden pada pilpres 2004. Padahal, saat Sidang Umum MPR bulan Oktober tahun 1999 berlangsung, Nurcholish menolak untuk diunggulkan sebagai calon Presiden RI 1999-2004. Bahkan sebelumnya Nurcholish juga pernah menolak tawaran Soeharto untuk duduk di Komite Reformasi.</p>
<p>Secara resmi Nurcholish mengumumkan kesediaan dirinya itu melalui sebuah konferensi pers, April 2003, yang diselenggarakannya di kampus Paramadina, Jakarta. Salah satu upaya lanjutan yang ditempuh Nurcholish adalah melakukan pendekatan ke Partai Keadilan (sekarang PKS), parpol Islam yang berbasis massa Tarbiyah (Ikhwanul Muslimin). Ketika itu, 30 April 2003, Cak Nur tidak sungkan-sungkan menyambangi kantor PKS di bilangan Mampang Prapatan, Jakarta. Padahal dua dasawarsa sebelumnya, dia pulalah yang gencar menggembosi partai Islam dengan slogan Islam Yes Partai Islam No. Sebagaimana disampaikan Hidayat Nur Wahid, ketika itu (2003) NM sudah berubah sikap, yaitu Islam Yes Partai Islam Yes.</p>
<p>Rupanya, Nurcholish Madjid tidak mau kalah dari Gus Dur yang tanpa dinyana bisa jadi presiden. Padahal, ketika roda reformasi sedang digelindingkan, GD justru sedang dirawat di rumahsakit, alias tidak ikut ambil bagian di dalam proses menggulingkan Soeharto. Bahkan ketika GD sudah agak waras dan bisa berkomentar, isi komentarnya pun mendukung Soeharto yang ketika itu sedang digugat habis-habisan oleh rakyat, terutama mahasiswa. Ketika roda reformasi sedang digelindingkan, GD justru meminta mahasiswa agar menghentikan aksi demo, dan menghentikan hujatan kepada Soeharto. Tetapi, tidak ada yang menggubris.</p>
<p>Tahu-tahu, GD yang tidak ikut susah-payah menggelindingkan roda reformasi, justru bisa terpilih menjadi presiden RI ketiga (20 Oktober 1999 &#8211; 24 Juli 2001), mengalahkan Megawati dari PDI-P yang merupakan partai pemenang pemilu Juni 1999. Yang menyedihkan, Nurcholish tidak kebagian kursi kekuasaan ketika GD jadi presiden.</p>
<p>Dan yang lebih menyakitkan hati, ketika Nurcholish bersiap-siap mencalonkan diri sebagai kandidat bakal calon presiden, justru gerakannya dibendung oleh sohibnya sendiri. Ketika itu, Nurcholish mengklaim bahwa dirinya sudah didukung oleh lebih dari 11 partai, termasuk PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). Namun kenyataannya, GD menghambat langkah Nurcholish dengan mengeluarkan pernyataan yang membela goyang ngebor Inul dan mengecam Rhoma Irama.</p>
<p>Inul dan Rhoma tidak menyadari, bahwa mereka dijadikan alat untuk menghambat lajunya gerakan Nurcholish. Begitu juga dengan media massa dan aktivis perempuan. Mereka semuanya berpeluh-basah membela pantat Inul, sehingga muka Nurcholish tenggelam. Dari kasus ini, Inul tambah populer dan mendapat simpati yang luas, begitu juga dengan Rhoma yang popularitasnya tidak berkurang. Sebaliknya, Nurcholish kian tenggelam, wajahnya dikalahkan pantat inul. Kejadian ini konon merupakan salah satu sebab yang membuat hati Nurcholish menjadi sedemikian sakit, sehingga harus dicangkok di RS negeri komunis, RRC, pertengahan tahun 2004. Tiga belas bulan kemudian, Senin 29 Agustus 2005, Nurcholish meninggal dunia, setelah 7 bulan menjalani perawatan pada salah satu rumahsakit di Singapura, kemudian berlanjut di RS Pondok Indah Jakarta sejak 17 Februari 2005.</p>
<p>Selama sakit, Nurcholish membutuhkan banyak dana. Sampai-sampai kelompok usaha Bakrie memberikan penghargaan (award) rekayasa kepada Nurcholish dengan hadiah uang tunai sebesar Rp 100 juta, semata-mata dalam rangka menopang keuangan Nurcholish yang terkuras untuk berobat. Kini, kelompok usaha Bakrie ikut terkuras dananya untuk mengatasi masalah semburan lumpur Lapindo di Sidoardjo, daerah asal Inul, yang terjadi sejak Mei 2006.</p>
<p>Betapa malangnya nasib Nurcholish Madjid, ia sama sekali tidak pernah menjadi menteri meski ketika jabatan presiden diduduki sahabatnya sendiri. Semakin mengenaskan, ketika sang sahabat yang ia bela sampai harus mengeluarkan jurus berbohong dan memfitnah, justru menjegal langkahnya dengan isu kontroversial pantat Inul.</p>
<p><strong><img class="alignright" src="http://www.gatra.com/images/gambar/19/1.jpg" alt="" width="186" height="122" />Email Cak Nur kepada Nadia Tentang Pernikahan anaknya</strong></p>
<p><em>Assalaamu’alaikum wr. wb.<br />
</em><em>Nadia Tersayang</em></p>
<p><em>Surat elektronikmu lewat Mikel telah Papa-Mama baca<br />
Kemudian dia itu beragama lain dari kita, yang dalam telinga banyak orang sangat stigmatik. Memang hal itu dapat diatasi, yaitu kalau dia mau masuk agama kita. Kalau tidak, sembilan puluh sembilan persen, suatu dosa yang sangat besar, salah satu yang terbesar dalam agama kita setelah syirik, durhaka kepada orang tua, membunuh dan merusak alam.</em></p>
<p><em>Dua hal lagi yang menjadi keprihatinan Papa-Mama, sekali pun sedikit lebih ringan. Yaitu bahwa dia itu agaknya dari keluarga berada dan terkenal, selain tentu saja menganut pola budaya yang cukup berbeda dengan kita, karena dia tidak sebangsa dengan kita</em></p>
<p><em>Kemungkinan-kemungkinan itu janganlah ditepis dengan adanya janji-janji lisan dari dia kepadamu. Kamu sendiri mengetahui hal itu, sebab seperti kata pepatah, lidah tak bertulang. Karena itu, inilah saatnya kamu menetapkan kearifan,lebih baik mandi keringat saat latihan daripada mandi darah saat pertempuran. Lebih baik bersusah payah saat persiapan daripada menerima derita nestapa saat perjalanan. Maka Mama-Papa dengan amat sangat menasehatkan kepadamu hal-hal berikut:</em></p>
<p><em>Kalau memang jadi, dia mutlak harus masuk agama kita. Acara pengislaman itu harus disaksikan cukup banyak orang lain, yang terdiri dari : Teman-teman dan kenalanmu dari kalangan bangsa kita di DC ini. Teman-teman dan kenalan-kenalanmu dari kalangan orang DC, khususnya dari Suara Amerika, Keluarga dan teman-teman dari dia, supaya ikut menyaksikan dan menjadi saksi. Sudah tentu orang-orang dari KBRI</em><em>.</em><em></em></p>
<p><em>Setelah itu semuanya terlaksana dengan mantap, dapat lakukan pernikahan resmi menurut syariat agama kita, sehingga benar-benar sah dan legal (agama dan hukum sipil), dan kamu sendiri, serta Papa-Mama dan seluruh keluarga terbebas dari fitnah, gunjingan dan umpatan orang (dikutip dari Buku Nikah Beda Agama Menurut Islam dan Seputar Kontroversi Pernikahan Putri Cak Nur, penerbit Media Wacana).</em></p>
<p><em>(Risalah Mujahidin Edisi 7)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/09/tokoh-islam-liberal-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Liberalisasi Agama: Konspirasi Menghancurkan Islam</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/09/liberalisasi-agama-konspirasi-menghancurkan-islam/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/09/liberalisasi-agama-konspirasi-menghancurkan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 07:22:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Menangkal Liberalisasi Agama]]></category>
		<category><![CDATA[islam liberal]]></category>
		<category><![CDATA[Konspirasi menghancurkan islam]]></category>
		<category><![CDATA[Liberalisasi Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=584</guid>
		<description><![CDATA[ Mahkamah Konstitusi Republik  Indonesia, melalui Paniteranya, menginformasikan dan memberikan  panggilan sidang kepada pihak terkait dalam rangka menyelenggarakan  sidang Pleno Perkara Nomor 140/PUU-VII/2009 perihal Pengujian  Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1965 tentang Penyalahgunaan dan/atau  Penodaan Agama. Agenda sidang pleno MK yang akan diselenggarakan pada  hari Kamis, 04 Februari 2010, pukul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong>Mahkamah Konstitusi Republik  Indonesia, melalui Paniteranya, menginformasikan dan memberikan  panggilan sidang kepada pihak terkait dalam rangka menyelenggarakan  sidang Pleno Perkara Nomor 140/PUU-VII/2009 perihal Pengujian  Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1965 tentang Penyalahgunaan dan/atau  Penodaan Agama. Agenda sidang pleno MK yang akan diselenggarakan pada  hari Kamis, 04 Februari 2010, pukul 10.00 wib di Gedung MK  (mahkamahkonstitusi.go.id), adalah: mendengarkan keterangan Pemerintah,  DPR, Saksi/Ahli dari pemohon dan Pemerintah serta Pihak terkait (MUI, KH  Hasyim Muzadi dan Prof. DR. H. Din Syamsudin, MA).</p>
<p>Pengujian (<em>judicial review</em>) atas UU ini  diajukan oleh 7 LSM dan beberapa gembong yang selama ini ada di garda  terdepan dalam menyuarakan Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme.  Mereka adalah: IMPARSIAL (Rachland Nashidik), ELSAM (Asmara Nababan),  PBHI (Syamsudin Radjab), DEMOS (Anton Pradjasto), Perkumpulan Masyarakat  Setara (Hendardi), Desantara Foundation (M. Nur Khoiron), YLBHI (Patra M  Zen), dan perorangan Abdurrahman Wahid (alm.), Prof. DR. Musdah Mulia,  Prof. M. Dawam Rahardjo dan Maman Imanul Haq. Mereka tergabung dalam  AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan).</p>
<p>Usaha kelompok Liberal untuk melakukan gugatan atas  UU No 1 PNPS Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau  Penodaan Agama di MK ini sudah digagas sejak 2008 (<strong><em>Okezone</em></strong>,  9/6/08). Keluarnya SKB tiga menteri terkait pelarangan kelompok sesat  Ahmadiyah menjadi saat yang bagus bagi mereka untuk melayangkan gugatan<em> </em>ini. Anggapan mereka, SKB yang dikeluarkan Pemerintah mengenai  pelarangan berbagai aktivitas Jamaah Ahmadiyah merupakan pelanggaran  konstitusi kebebasan beragama dan berkeyakinan dan bahkan diskriminatif  terhadap kelompok-kelompok penghayat kepercayaan. Oleh sebab itu, UU No 1  PNPS Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan  Agama harus segera diganti.</p>
<p>Inti gugatan terkait UU Nomor 1 PNPS Tahun 1965  antara lain pada pasal 2 dan pasal 156 huruf (a) yang besisi ancaman  pidana bagi organisasi dan pribadi yang melanggar ketentuan sesuai pasal  1 yang bunyinya: <em>untuk tidak menceritakan, menganjurkan, atau  mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang  dianut di Indonesia (Islam) atau melakukan kegiatan keagamaan yang  menyerupai kegiatan keagamaan dari agama itu yang menyimpang dari  pokok-pokok ajaran agama itu</em>.</p>
<p>Gugatan dan langkah-langkah propaganda ide  liberalisme yang diusung sekelompok LSM dan tokoh-tokoh tertentu itu  jelas lebih merupakan “desain” di level lokal, yang menjadi bagian dari  “desain global” di Dunia Islam yang bertujuan untuk menghancurkan Islam  dan memporak-porandakan kehidupan beragama umat Islam dimanapun mereka  berada. Karena itu, di lapangan ide-ide ini mendapatkan penentangan dari  tokoh-tokoh umat Islam dari berbagai ormas Islam.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ulama dan Umat Menolak Liberalisme Agama</strong></p>
<p>Setelah pengajuan <em>draft</em> (rancangan) gugatan  ke MK oleh AKKBB, respon keras datang dari ormas-ormas besar di  Indoensia. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, misalnya, meminta Mahkamah  Konstitusi menolak <em>yudicial review</em> Undang-Undang Nomor 1 Tahun  1965 tentang Penyalahgunaan dan Penodaan Agama yang diajukan tujuh LSM  tersebut. “Kalau UU ini sampai dicabut, orang akan bebas menghujat agama  dengan alasan demokrasi dan hak asasi manusia. Padahal ini bukan  masalah demokrasi atau HAM, tetapi masalah hak sebuah agama untuk  mempertahankan agamanya,” kata Hasyim dalam konferensi pers di Jakarta,  Rabu (18/11/2009).</p>
<p>Pengurus Besar Pemuda Al-Irsyad juga meminta Mahkamah  Konstitusi (MK) menolak uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun  1965 tentang Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama ini.</p>
<p>Ketua MUI Ma’ruf Amin pun menilai, “UU No 1 tahun  1965 tersebut harus diperkuat, bukan malah dihilangkan. Sebab, untuk  melindungi kemurnian agama.” (<em>Hidayatullah</em>, 25/11/09).</p>
<p>Dia menjelaskan, jika UU No 1 tahun 1965 tersebut  dihapus, dampaknya sangat besar. Penyimpangan agama akan tumbuh subur  dan tidak bisa dihentikan. Aliran-aliran sesat juga akan bebas  berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap agar MK menolak  tuntutan tersebut. Jika tidak maka gelombang protes dari masyarakat akan  timbul, tegasnya.</p>
<p>Pemerintah sendiri melalui Menteri Agama, H.  Suryadarma Ali, mengkhawatirkan munculnya radikalisme gaya baru yang  berbasiskan ideologi kebebasan. Kini kelompok yang mengusung ideologi  kebebasan ini sedang melakukan gugatan ke MK (Mahkamah Konstitusi)  terhadap kebebasan memeluk agama yang sekarang sudah berjalan (<em>Republika</em>,  23/01/2010).</p>
<p>Menteri Agama (Menag) H Suryadharma Ali mengingatkan  umat Islam agar berhati-hati dengan sekelompok orang yang menginginkan  adanya kebebasan beragama tanpa batas.</p>
<p>Menag mohon dukungan para ulama dan umat beragama di  Indonesia agar Mahkamah Konstitusi tidak mengabulkan gugatan sekelompok  orang tersebut. Pasalnya, mereka sudah terang-terangan menginginkan  munculnya agama-agama baru. Selain itu, kalau itu dilegalkan, tidak  salah kalau komunitas tertentu dapat mengacak-acak al-Quran dan hadis.  Sebab, mereka bebas menafsirkan dan menjalankan agama yang sesuai dengan  keinginan mereka tanpa batas.</p>
<p>Untuk itu, masalah ini menjadi keprihatinan kita  semua. Seperti di Cirebon, misalnya, muncul aliran Surga Eden. Nama  imamnya Imam Tontowi. Salah satu ajarannya, jika wanita mau suci maka ia  harus ditiduri dulu oleh imamnya. Kalau nanti tuntutan mereka  dilegalkan oleh Mahkamah Konstitusi, maka tindakan mereka untuk  menjalankan ajaran agama dengan kebebasan tanpa batas ini tidak bisa  disalahkan.</p>
<p>“Saya tidak mau sendiri, tapi perlu dukungan dari  para ulama, kiai, umat Islam, dan bangsa Indonesia pada umumnya. Kita  mengharapkan dapat menjaga kemurnian agama Islam yang kita cintai ini.  Kita tidak mau Al-Quran diacak-acak, begitu juga hadis perlu kita jaga,”  kata H Suryadharma Ali.</p>
<p>Tentu masih banyak penolakan lain yang datang dari  tokoh-tokoh umat Islam dan pimpinan ormas Islam yang memahami dan  menangkap bahaya ide liberalisasi yang diusung oleh kelompok Liberal  yang bernaung di AKKBB.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ada</strong><strong> Konspirasi </strong></p>
<p>Agenda yang diusung kelompok Liberal dalam beberapa  tahun terakhir ini mengisyaratkan beberapa hal. <em>Pertama</em>:  orang-orang kafir, sebagaimana saat ini ditunjukkan oleh kekuatan asing  pimpinan AS, akan selalu berupaya menghancurkan Islam dengan berbagai  cara, di antaranya dengan merusak akidah Islam. Di Indonesia proyek  liberalisasi agama yang dimotori oleh kelompok Liberal sejak beberapa  tahun lalu didukung penuh oleh kekuatan asing. Kelompok ini  terang-terangan mengaku mendapatkan gelontoran dana Rp 1,4 miliar  pertahun dari The Asia Foundation. Mereka berupaya menggiring umat Islam  ke arah ‘Islam moderat’, yakni Islam yang lebih pro-Barat, yang  tercerabut dari akar pemahaman Islam yang sebenarnya.</p>
<p>Dengan berbagai cara, kaum Liberal mendukung  keberadaan aliran sesat Ahmadiyah, juga aliran-aliran sesat lainnya  seperti Salamullah (Lia Eden), Bahai, Al-Qiyadah (Mosadeq) dan  semisalnya. Ini adalah proyek besar. Jika Ahmadiyah diakui sebagai  bagian dari Islam maka ini menjadi pintu masuk untuk merusak  bagian-bagian Islam lainnya. Proyek liberalisasi agama ini muncul dari  cendekiawan yang telah dididik Amerika dan Barat. Pemahaman menyimpang  itu masuk melalui beberapa perguruan tinggi Islam dan program beasiswa  terhadap anak bangsa yang belajar ke Amerika dan Barat. Aktivitas mereka  didukung sepenuhnya oleh media massa. Mahabenar Allah Yang berfirman:</p>
<blockquote><p><em>Orang-orang kafir tidak henti-hentinya berusaha  memerangi kalian hingga mereka berhasil mengeluarkan kalian dari agama  kalian—jika saja mereka mampu </em><strong>(QS al-Baqarah [2]: 217)</strong>.</p></blockquote>
<p><em>Kedua</em>: adanya koalisi (kerjasama) kaum  munafik (dalam hal ini para kaki tangan asing, khususnya kelompok  Liberal) dengan kaum kafir (pihak asing) untuk menghancurkan Islam.  Kerjasama semacam ini bukanlah hal baru. Empat belas abad lalu Allah SWT  telah mengisyaratkan bahwa di antara karakter munafik adalah menjadikan  orang-orang kafir sebagai kawan, pelindung bahkan ’tuan’ mereka. Allah  SWT berfirman:</p>
<blockquote><p><em>(Orang-orang munafik itu) ialah mereka yang  mengambil orang-orang kafir sebagai teman-teman penolong dengan  meninggalkan orang-orang Mukmin</em> <strong>(QS an-Nisa’ [4]: 139)</strong>.</p></blockquote>
<p><em>Ketiga</em>: adanya upaya memecah-belah umat  Islam. Ini juga akan selalu dilakukan oleh kaum munafik, juga  orang-orang kafir. Pada zaman Rasulullah saw., misalnya, upaya  pecah-belah pernah dilakukan orang kafir (Yahudi). Suatu ketika, seorang  Yahudi bernama Syash bin Qais lewat di hadapan orang-orang Aus dan  Khazraj yang saat itu tengah bercakap-cakap. Yahudi tersebut merasa  benci melihat keakraban mereka. Lalu Yahudi tersebut menyuruh seseorang  untuk turut terlibat di dalam percakapan mereka, seraya  membangkit-bangkitkan cerita Jahiliah pada masa Perang Buats (yang  melibatkan Aus dan Khajraj). Orang-orang Aus dan Khazraj pun  terprovokasi. Aus bin Qaizhi dari kabilah Aus dan Jabbar bin Sakhr dari  kabilah Khazraj akhirnya saling mencaci-maki satu sama lain hingga  nyaris terjadi baku hantam dengan pedang terhunus. Berita itu sampai  kepada Rasulullah saw. Beliau kemudian menghampiri mereka seraya  menasihati mereka akan makna ukhuwah islamiyah. Seketika mereka pun  sadar, bahwa mereka telah tergoda setan dan terperdaya musuh. Lalu  mereka pun menurunkan senjatanya, berpelukan dan bertangisan. Tidak  berselang lama, turunlah firman Allah SWT:</p>
<blockquote><p>]????????????? ???????? ????? ???????? ?????  ???????????[</p>
<p><em>Berpegang teguhlah kalian semuanya pada tali  (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai</em> <strong>(QS Ali Imran  [3]: 103)</strong>.</p></blockquote>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Umat Islam Harus Bersatu dan Melawan</strong></p>
<p>Kalau kita mau merenungkan, tentu upaya merongrong  Islam tidak demikian mudah terjadi manakala negara ini berdiri tegak di  atas ideologi Islam. Dengan sistem Islam, negara akan melindungi  keyakinan warga negaranya, khususnya kaum Muslim, dari segala bentuk  penistaan. Sebaliknya, ruang dan sistem demokrasi memberikan peluang  kebebasan kepada siapa saja untuk menghujat dan menodai agama. Bahkan  kelakuan yang lebih buruk tersebut bisa menimpa Islam dan kaum Muslim.  Dengan kedok HAM dan Demokrasi, begitu mengalir deras skenario pelecehan  dan penyudutan agama Islam di negeri mereka sendiri.</p>
<p>Karenanya, umat Islam semuanya tentu merindukan  lahirnya sebuah sistem yang sepenuhnya menegakkan syariah Islam. Itulah  Daulah Khilafah Islamiyah yang bisa menghentikan penghinaan dan  penistaan itu semua.</p>
<p>Umat Islam di Indonesia wajib bersatu dan melawan  setiap upaya liberalisasi agama yang terang-terangan bertentangan dengan  Islam. Jika berdiam diri maka di kesempatan yang berbeda, umat ini  betul-betul akan menjadi sekerumunan manusia yang hilang <em>haybah</em>-nya  (kemuliaan dan kewibawaannya) di hadapan musuh-musuhnya yang siang dan  malam mengintai untuk menghancurkan dirinya.<em> </em></p>
<p><em>Wallâhu a’lam bi ash-shawâb. </em><strong>[Al-Islam]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/09/liberalisasi-agama-konspirasi-menghancurkan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikah Yang Sah Dipersoalkan Perzinaan Dibiarkan</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/09/nikah-yang-sah-dipersoalkan-perzinaan-dibiarkan/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/09/nikah-yang-sah-dipersoalkan-perzinaan-dibiarkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 05:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Menangkal Liberalisasi Agama]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[zina dibiarkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, RUU HMPA Bidang Perkawinan sudah masuk  dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2010 di DPR.  Kemunculan RUU ini telah mengundang pro-kontra. Pasalnya, dalam RUU  tersebut nyata-nyata terkandung klausul pemidanaan (kriminalisasi) bagi  pelaku nikah siri, poligami dan nikah kontrak; mereka bisa diancam  hukuman penjara maksimal 3 bulan dan denda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, RUU HMPA Bidang Perkawinan sudah masuk  dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2010 di DPR.  Kemunculan RUU ini telah mengundang pro-kontra. Pasalnya, dalam RUU  tersebut nyata-nyata terkandung klausul pemidanaan (kriminalisasi) bagi  pelaku nikah siri, poligami dan nikah kontrak; mereka bisa diancam  hukuman penjara maksimal 3 bulan dan denda 5 juta rupiah. Mereka yang  pro (setuju), misalnya, adalah Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) Mahfud MD.  Alasannya, ia meyakini pernikahan bawah tangan (nikah siri) dan kawin  kontrak merugikan pihak perempuan. (<em>Jambi-independent.co.id</em>,  15/2/10).</p>
<p>Sebelumnya, Ketua MUI KH Ma’ruf Amin menyatakan,  &#8220;Nikah di bawah tangan kalau memenuhi syarat rukunnya itu sudah sah.  Tetapi bisa juga haram,&#8221; kata Ketua MUI KH Ma’ruf Amin. Menurut KH  Ma’ruf, label haram akan berlaku bila ada korban yang ditimbulkan akibat  dilakukannya nikah siri. &#8220;Biasanya, korban itu adalah anak atau istri  yang haknya tidak terlindungi. Mereka menjadi tidak memiliki hak waris  dan sebagainya,&#8221; ujar dia (<em>Vivanews</em>, 16/2/10).</p>
<p>Sebaliknya, menurut Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI  Asrorun Niam, hukuman yang pantas bagi pelaku pernikahan siri cukup  dengan sanksi administratif, bukan pidana (<em>Voa-islam.com</em>,  15/2/10).</p>
<p><strong>Mendudukkan Persoalan</strong></p>
<p>Dalam kasus nikah kontrak (<em>muth’ah</em>),  pemidanaan atas pelakunya tentu wajar belaka. Sebab, dalam pandangan  syariah Islam nikah kontrak (nikah <em>muth’ah</em>) haram. Keharaman  nikah <em>muth’ah</em> ini telah disepakati oleh jumhur (mayoritas) ulama.</p>
<p>Sebaliknya, pemidanaan atas pelaku nikah siri  (termasuk poligami) tentu bermasalah. <em>Pertama</em>: Selama ini nikah  siri (nikah di bawah tangan) yang dipahami masyarakat adalah pernikahan  yang absah secara agama tetapi tidak tercatat di lembaga pencatat  pernikahan (KUA). Jika memenuhi syarat dan rukunnya secara <em>syar’i</em>,  nikah siri model ini jelas tetap sah. Demikian pula dengan poligami  yang telah memenuhi syarat-syarat sah secara <em>syar’i</em>. Karena itu,  pemidanaan atas pelaku nikah siri (termasuk poligami) bertentangan  dengan hukum syariah. Lain halnya jika kedua model praktik pernikahan  itu tidak memenuhi standar <em>syar’i</em>.</p>
<p><em>Kedua</em>:<em> </em>Pemberlakuan hukum pidana atas  pelaku nikah siri (termasuk poligami) yang absah secara <em>syar’i</em> juga akan menimbulkan keresahan di masyarakat. Pasalnya, selama ini  sebagian masyarakat telah mempraktikan kedua bentuk pernikahan tersebut  selama puluhan tahun. Mereka melakukannya paling tidak karena salah satu  dari empat alasan berikut: (1) alasan agama (misal: takut terjerumus ke  dalam perzinaan, sementara untuk meresmikan pernikahan lewat KUA tidak  mudah); (2) alasan administrasi (misal: mahalnya biaya nikah lewat KUA;  sulitnya prosedur untuk poligami secara resmi [bahkan untuk PNS ada PP  No. 45/1990 yang nyata-nyata mencegah mereka untuk memiliki istri lebih  dari satu]); (3) alasan ekonomi (misal: banyak wanita mau dipoligami  asal dipenuhi nafkahnya dan tidak dicerai); (4) alasan tradisi (misal:  banyak tokoh agama [ulama/kiai/ustad], khususnya di pesantren-pesantren,  yang memiliki istri lebih dari satu; selain karena memang halal secara <em>syar’i</em>,  ada kebanggaan tersendiri bagi orangtua yang memiliki anak gadis jika  putrinya itu dipersunting oleh sang tokoh karena jaminan keilmuan dan  keshalihannya, selain karena status sosialnya di masyarakat).</p>
<p><em>Ketiga: </em>Pemidanaan atas pelaku nikah siri  (termasuk poligami) yang absah secara <em>syar’i</em> patut dipertanyakan  motifnya. Pasalnya, jika alasannya karena praktik nikah siri dan  poligami selama ini banyak merugikan pihak perempuan, terutama  menyangkut hak-haknya di depan hukum/pengadilan (misal: sulit menuntut  hak nafkah jika terjadi masalah dalam rumah tangganya, apalagi sampai  terjadi perceraian; susah mendapat hak waris jika suami meninggal; sukar  mendapatkan akta kelahiran bagi anak-anaknya; dll), maka yang perlu  dipecahkan adalah bagaimana mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut  sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Caranya dengan mengubah UU atau  aturan yang ada yang selama ini mempersulit diperolehnya hak-hak  tersebut. Misal: PP No. 45/1990 bagi PNS seharusnya dicabut. Dengan itu,  saat mereka ada keinginan kuat menikah lagi, mereka bisa melakukannya  secara resmi melalui lembaga Pemerintah (KUA). Dengan itu pula, mereka  dengan mudah bisa mendapat akta nikah, yang selama ini dijadikan syarat  untuk mendapatkan akta kelahiran bagi anak-anaknya.</p>
<p><em>Keempat</em>: Pemidanaan atas pelaku nikah siri  (maupun poligami) juga tidak proporsional, terutama jika dibandingkan  dengan bencana seks bebas, baik melalui praktik zina secara  terang-terangan maupun &#8220;zina siri&#8221; (diam-diam). Jelas, segala bentuk  perzinaan ini telah berdampak pada problem-problem sosial pelik lainnya  seperti kehamilan tak diinginkan, aborsi, penyakit menular seksual,  epidemi HIV/AIDS, sampai degradasi moral remaja. Bahkan &#8220;zina siri&#8221;  telah melanda para remaja. Menurut hasil survei Badan Koordinasi  Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), misalnya, yang mengambil sampel di  33 provinsi pada tahun 2008, diperoleh fakta bahwa 63 persen remaja usia  sekolah SMP dan SMU mengaku pernah melakukan hubungan seks, dan 21  persen di antaranya pernah melakukan aborsi. Itu baru yang terungkap.</p>
<p>Bandingkan dengan nikah siri (yang absah menurut  agama tetapi tidak tercatat di KUA), dimana laki-laki dan wanita diikat  dalam sebuah ikatan luhur dan terhormat, demi mengarungi bahtera  keluarga <em>sakinah mawadah wa rahmah</em>. Bandingkanlah, mana yang  semestinya patut mendapat perhatian dan penanganan yang lebih serius?  Mana di antara keduanya yang berbahaya? Mana di antara keduanya yang  menyebarkan penyakit biologis dan penyakit sosiologis di tengah  masyarakat? Jika para pelaku nikah siri (termasuk poligami) diancam  dengan hukuman penjara, mengapa para pelaku zina terang-terangan maupun  &#8220;zina siri&#8221; malah dibiarkan?</p>
<p><strong>Akar Persoalan</strong></p>
<p>Harus diakui, sistem kehidupan yang diterapkan di  negeri ini telah sukses &#8220;memaksa&#8221; sebagian orang terjerumus ke dalam  kubangan perzinaan. Sistem tersebut tidak lain berisi sekumpulan aturan  dan undang-undang yang mendukung sekularisme, liberalisme dan  Kapitalisme di berbagai aspek kehidupan. Lihatlah bagaimana sistem yang  bekerja saat ini menghasilkan generasi para pezina, bahkan dalam usia  yang sangat dini, melalui beberapa hal berikut:</p>
<p>1.<em>Pendidikan sekular yang mendepak agama</em>.  Pendidikan sekular ini nyata-nyata menjadikan para remaja kita dibuat  tidak matang secara intelektual, emosional apalagi spiritual. Akhirnya,  mereka mudah terombang-ambing dan terjerumus ke dalam lembah maksiat,  termasuk perzinaan.</p>
<p>2.<em>Kemudahan mengakses sarana pornografi dan  pornoaksi. </em>Semua itu disediakan oleh raksasa industri yang  menjadikan aurat dan syahwat sebagai <em>core-business</em> (bisnis inti)  mereka dan dilegalkan Pemerintah. Para remaja terus-menerus dibombardir  oleh berbagai sarana pornografi dan pornoaksi tersebut. Akibatnya, di  tengah tidak adanya pegangan hidup yang kuat, hasrat seksual mereka pun  tak terbendung. Saat sebagian dari mereka itu masih percaya dengan  ikatan luhur pernikahan dan berniat untuk segera menikahi pasangan  mereka, ironisnya pintu pernikahan dini pun ditutup rapat-rapat. Yang  melanggar bisa dipidanakan. Akhirnya, mereka pun mencari jalan pintas  dan aman: berzina.</p>
<p>3.<em>Sanksi hukum yang longgar</em>. Hingga hari ini,  dalam KUHP kita tidak ada satu pasal pun yang mengatur pemidanaan atas  pelaku zina, selama dilakukan atas dasar suka sama suka! (Padahal mana  ada orang berzina dipaksa?). Intinya, zina tak lagi dianggap kriminal.  Akibatnya, orang tak akan pernah merasa takut untuk melakukannya.</p>
<p>Sungguh, maraknya kasus &#8220;zina siri&#8221; maupun zina  terang-terangan yang merusak ini lebih patut mendapatkan perhatian  Pemerintah ketimbang gejala nikah <em>siri</em> ataupun poligami yang  hanya secuil itu.</p>
<p><strong>Liberalisasi Keluarga</strong></p>
<p>Saat poligami dihambat, nikah siri pun dipidanakan,  sementara hasrat untuk menikah lagi tak terbendung, yang terjadi adalah  kemungkinan banyaknya para lelaki mencari jalan pintas dan aman. Apalagi  kalau bukan berzina. Sebab, hingga saat ini memang tidak ada sanksi  bagi para pezina!</p>
<p>Belum diberlakukannya UU HMPA yang bisa mempidanakan  pelaku nikah siri saja, saat ini perzinaan demikian marak.<strong> </strong>Bagaimana  jika saat sudah diberlakukan. Apalagi menurut Ustadzah Najmah Saidah  dari DPP MHTI, keluarnya RUU HMPA bukan tanpa sebab. Di dalamnya  terdapat ruh dan nuansa liberalisasi, yaitu CLDKHI. ”Ini merupakan upaya  terselubung liberalisasi keluarga. Ini merupakan bagian dari penjajahan  global oleh musuh-musuh Islam (AS) yang menginginkan hancurnya tatanan  kehidupan keluarga Muslim,” ujar Ibu Najmah (<em>Hizbut-tahrir.or.id</em>,  6/4/09).</p>
<p>Skenario global ini secara sistematis dan struktural  masuk melalui lembaga internasional (PBB) yang menekan negeri-negeri  Muslim jajahan untuk meratifikasi konvensi-konvensi yang sarat agenda  liberal seperti CEDAW dll. Selanjutnya negara menekan masyarakat dengan  berbagai UU liberal.</p>
<p><strong>Wahai kaum Muslim:</strong></p>
<p>Ketahuilah, negeri ini tak pernah berhenti menjadi  sasaran liberalisasi di berbagai bidang; baik liberalilasi agama dan  pemikiran, liberalisasi ekonomi, liberalisasi politik, liberalisasi  hukum Islam maupun liberalisasi sosial dan budaya. Selain itu, kini  upaya liberalisasi keluarga—yang notabene menjadi ‘benteng terakhir’  pertahanan kaum Muslim—juga terus digencarkan. Salah satu pintu masuknya  adalah melalui RUU Hukum Materiil Peradilan Agama (RUU HMPA) Bidang  Perkawinan.</p>
<p>Semua upaya liberalisasi ini tidak lain merupakan  bagian dari skenario kafir penjajah Barat melalui agen-agennya di negeri  ini untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslim. Karena itu, hendaklah  kita selalu meyakini firman Allah SWT:</p>
<blockquote><p><em>Mereka (kaum kafir) tidak henti-hentinya memerangi  kalian sampai mereka dapat mengembalikan kalian dari agama kalian (pada  kekafiran) seandainya mereka sanggup </em><strong>(QS al-Baqarah [2]: 217).</strong></p></blockquote>
<p>Allah SWT juga berfirman:</p>
<blockquote><p><em>Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah  rela kepadamu hingga kamu mengikuti agama (jalan hidup) mereka</em> <strong>(QS  al-Baqarah [2]: 120).</strong></p></blockquote>
<p>Selain itu, kita pun harus menyadari bahwa arus  liberalisasi masuk secara struktural dan kultural. Karena itu, upaya  membendungnya pun harus dilakukan secara struktural dan kultural. Di  sinilah pentingnya kita untuk terus berupaya menyadarkan umat sekaligus  berjuang menegakkan institusi Khilafah Islamiyah sebagai penjaga Islam  sekaligus pelindung umat Islam. <strong>[Al-Islam]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/03/09/nikah-yang-sah-dipersoalkan-perzinaan-dibiarkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ideologi Materialisme VS Ideologi Islam</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/02/24/ideologi-materialisme-vs-islam/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/02/24/ideologi-materialisme-vs-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 06:09:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ideologi materialisme]]></category>
		<category><![CDATA[materialisme]]></category>
		<category><![CDATA[paham materialistis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=565</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu fitnah zaman modern dewasa ini ialah  merebaknya ideologi materialisme. Ideologi ini berdasarkan gagasan bahwa materi, harta atau  kekayaan merupakan tolok ukur mulia tidaknya seseorang. Semakin kaya  seseorang berarti ia dipandang sebagai orang mulia dan semakin sedikit  materi atau harta yang dimilikinya  berarti ia dipandang sebagai seorang  yang hina [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu fitnah zaman modern dewasa ini ialah  merebaknya ideologi <em>materialisme</em>. Ideologi ini berdasarkan gagasan bahwa materi, harta atau  kekayaan merupakan tolok ukur mulia tidaknya seseorang. Semakin kaya  seseorang berarti ia dipandang sebagai orang mulia dan semakin sedikit  materi atau harta yang dimilikinya  berarti ia dipandang sebagai seorang  yang hina dan tidak patut dihormati. Maka di dalam sebuah masyarakat  yang telah diwarnai materialisme setiap anggota masyarakat akan berlomba  mengumpulkan harta sebanyak mungkin dengan cara bagaimanapun, baik itu  jalan halal, syubhat maupun haram.</p>
<p>Dalam sebuah masyarakat berideologi materialisme  semua orang manjadi sangat iri dan berambisi menjadi kaya setiap kali  melihat ada orang berlimpah harta lewat di tengah kehidupan mereka.  Persis sebagaimana masyarakat Mesir di zaman hidupnya seorang tokoh  kaya-raya bernama Qarun digambarkan di dalam Al-Qur’an.</p>
<p><em>”Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam  kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia:  &#8220;Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan  kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang  besar&#8221;.(QS Al-Qashshash ayat 79)</em><em> </em></p>
<p>Zaman kita dewasa inipun keadaannya sangat mirip  dengan zaman Qarun tersebut. Berbagai kemewahan tokoh kaya, selebritis, artis,  olahragawan dan pejabat dipertontonkan di televisi dan media lainnya  sehingga masyarakat berdecak kagum dan tentunya menjadi iri dan  berambisi ingin menjadi hartawan seperti mereka pula. Sedemikian kuatnya  ambisi tersebut terkadang muncullah berbagai kasus mengerikan di tengah  masyarakat. Sebut saja munculnya perdagangan bayi, penjualan organ  tubuh, pelacuran, korupsi, pencurian, perampokan dan pengkhianatan para  pejuang yang semestinya berada di jalan Allah.  Semua dilakukan karena  terbuai dengan mimpi ingin secara instan menjadi seorang yang kaya.</p>
<p>Bardasarkan hal ini pantaslah bilamana teladan kita  Rasulullah Muhammad <em>shollallahu ’alaih wa sallam</em> mengajarkan  kita suatu prinsip penting dalam hal menghindari berkembangnya  kemungkinan faham materialisme di tengah masyarakat. Nabi <em>shollallahu  ’alaih wa sallam</em> justeru mengajarkan ummat Islam agar senantiasa  rajin memandang kepada  kalangan yang kurang beruntung secara materi  daripada diri kita sendiri. Hal ini diharapkan akan menumbuhkan rasa  syukur dan ridha atas pemberian Allah.</p>
<p><em>“Pandanglah orang yang lebih rendah daripada  kalian, dan janganlah memandang orang yang di atas kalian. Maka yang  demikian itu lebih layak untuk dilakukan agar kalian tidak menganggap  remeh akan nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (HR  Muslim)</em><em> </em></p>
<p>Betapa dalamnya pesan Nabi <em>shollallahu  ’alaih wa sallam</em><em> </em>di atas. Andaikan setiap kita berpegang  teguh kepada prinsip di atas niscaya masyarakat akan terhindar dari  ideologi materialisme. Tidak mungkin akan muncul suatu anggapan bahwa  harta merupakan tolok ukur kemuliaan seseorang. Setiap orang akan  senantiasa rajin mensyukuri segenap karunia Allah yang telah  diterimanya. Islam mengajarkan bahwa tolok ukur kemuliaan sejati ialah  taqwa seseorang kepada Allah.</p>
<p><em>”Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara  kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu”. (QS  Al-Hujurat ayat 13)</em><em> </em></p>
<p>Allah tidak pernah berfirman: <em>”Sesungguhnya  orang</em><em> yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang  yang paling berharta di antara kamu”.</em> Tidak&#8230;! Allah jelas tegas  menyatakan bahwa taqwa merupakan tolok ukur  sesungguhnya mulia-hinanya  seseorang di mata Allah. Semakin bertaqwa seseorang berarti semakin  mulia dirinya di sisi Allah. Dan sebaliknya semakin tidak bertaqwa  seseorang berarti semakin hinalah dirinya di mata Allah Yang Maha Mulia.  Dan perkara ini tidak berkaitan dengan banyak-sedikitnya harta yang  dimiliki orang tersebut. Bisa jadi seseorang berharta sedikit atau  banyak, asalkan ketqwaannya kepada Allah memang tinggi, berarti mulialah  dirinya di sisi Allah. Sebaliknya, berapapun kekayaan atau kemisikinan  seseorang, bilamana ketaqwaannya kepada Allah sangat tipis, apalagi  tidak ada samasekali, berarti orang tersebut hina di dalam pandangan  Allah. Taqwa merupakan timbangan sejati bernilai atau tidaknya seseorang  dalam pandangan Allah yang Maha Tahu dan Maha Teliti PengetahuanNya.</p>
<p>Maka hadits riwayat Imam Muslim di atas sudah  semestinya menjadi pegangan seorang beriman. Hendaklah bila sudah  menyangkut urusan harta dan kekayaan seorang muslim janganlah memandang  silau kepada orang yang berada di atas dirinya. Tapi sepatutnya ia  bersibuk memandang mereka yang lebih rendah daripada dirinya sehingga  rasa syukur dan ridha akan pemberian Allah senantiasa terpelihara di  dalam dirinya. Bila ia sibuk memandang kepada mereka yang lebih kaya  daripada dirinya, niscaya yang muncul adalah keluhan dan ketidakpuasan  akan pemberian Allah kepada dirinya. Maka di zaman Qarun hidup ada  sebagian masyarakat Mesir yang tetap bersikap benar dalam memandang  Qarun. Mereka inilah yang disebut Allah di dalam Al-Qur’an sebagai  orang-orang yang berilmu dan mereka sangat faham akan hakekat kemuliaan  dan kehinaan di dalam kehidupan fana ini.</p>
<p><em>“Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu:  &#8220;Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi  orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala  itu kecuali oleh orang-orang yang sabar&#8221;.(QS Al-Qashshash ayat 80)</em><em> </em></p>
<p>Orang-orang yang berilmu sangat sadar bahwa  pahala dari Allah karena iman dan amal sholeh seseorang, jauh lebih  utama dan berharga daripada sekedar harta dan kekayaan duniawi seperti  yang dikumpulkan oleh seorang Qarun.  Itulah sebabnya tatkala pada  akhirnya Allah mencabut hak kekayaan Qarun dengan mendatangkan bencana  yang menghancurkan segenap kekayaan dan diri Qarun, barulah kaum awam  yang jahil alias bodoh atau sempit wawasan itu memahami dan menyadari  betapa bodohnya diri mereka karena tergiur menginginkan seperti yang  dimiliki oleh Qarun.<em> </em></p>
<p><em>Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke  dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya  terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat)  membela (dirinya).</em> <em>Dan jadilah orang-orang yang kemarin  mencita-citakan kedudukan Qarun itu. berkata: &#8220;Aduhai. benarlah Allah  melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya  dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita  benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak  beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)&#8221;. </em><em>(QS  Al-Qashshash ayat 81-82)</em><em> </em></p>
<p>Sosok Qarun dan siapapun yang memiliki mental dan  sikap seperti dia, adalah sosok yang mengingkari nikmat Allah. Mereka menyangka  bahwa kekayaan yang mereka kumpulkan merupakan hasil prestasi dirinya  dan tidak ada kaitan dengan Allah yang Maha Menentukan pembagian rezeki  manusia. Mereka tidak pernah besyukur kepada Allah akan rezeki yang  diterima. Dan mereka tidak pernah memohon rezeki kepada Allah saat  dirinya sedang mengalami kesulitan rezeki. Mereka hanya mengandalkan  kemampuan dirinya sendiri dalam urusan materi. Mereka inilah kaum yang  berideologi materialisme. Sungguh mateialisme tidak sama dengan Islam.  Bersyukurlah kita orang beriman memiliki iman dan islam sebagai pegangan  hidup. <em>Alhamdulillahi rabbil-’aalamiin.-<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/02/24/ideologi-materialisme-vs-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengkhianat Dalam Islam</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/02/24/pengkhianat-dalam-islam/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/02/24/pengkhianat-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 04:37:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[pengkhianat islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=561</guid>
		<description><![CDATA[
Berulangnya penjajahan atas negara-negara Islam, termasuk  runtuhnya Khilafah Otsmaniyah, tak lain akibat adanya pengkhianatan.  Para pengkhianat itu menyebabkan musuh dapat menguasai negeri-negeri  Islam, yang luas, dan kemudian  terjajah.
Kemal At-Taturk, tokoh yang sekarang diagung-agungkan menjadi ‘bapak  sekulerisme’, tak lain, adalah seorang pengkhianat, yang dengan sengaja  ikut menghancurkan  Islam dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Berulangnya penjajahan atas negara-negara Islam, termasuk  runtuhnya Khilafah Otsmaniyah, tak lain akibat adanya pengkhianatan.  Para pengkhianat itu menyebabkan musuh dapat menguasai negeri-negeri  Islam, yang luas, dan kemudian  terjajah.</p>
<p>Kemal At-Taturk, tokoh yang sekarang diagung-agungkan menjadi ‘bapak  sekulerisme’, tak lain, adalah seorang pengkhianat, yang dengan sengaja  ikut menghancurkan  Islam dan sistem Islam. Turki yang dibawah kekuasaan  Khilafah, berubah menjadi sistem republik, dan mengubah bentuk dan jati  dirinya, yang sampai sekarang menjadi sistem sekuler, yang menolak  Islam.</p>
<p>Pasukan Tartar berhasil masuk kota Bagdad, dan menghancurkan dan  membakar Bagdad, karena adanya pengkhianatan, yang dilakukan seorang  pengikut Syiah, dan bersedia berkolaborasi dengan pasukan Tartar,  menghancurkan Daulah Abbasiyah. Bagdad, seperti yang ada dalam kisah  ‘1001 malam’, yang menggambarkan kemasyhuran kekuasaan Islam, pengaruh  peradabannya, dan nilai-nilai, yang sangat mulia, pupus oleh  pengkhianatan dan perang, dan menghancurkan kekuasaan Islam.</p>
<p>Di Semanjung Arabia, Afrika, dan Asia Selatan, dan Tengah, kekuasaan  Islam, runtuh bersamaan dengan adanya  penjajahan baru, yang  menghancurkan sistem Islam, dan masuknya para penjajah, yang  menggantikan sistem Islam dengan  sistem sekuler. Kedatangan para  penjajah, yang hingga kini, bukan hanya menguasai sumber daya alam,  tetapi juga menanamkan nilai-nilai sekulerisme, yang menjadi jangkar  bagi penguasaan dan penjajahan.</p>
<p>Melalui nilai-nilai sekuler yang ditanamkan sebagai sebuah ideologi  yang dicangkokkan ke negeri-negeri Muslim, dan menyebabkan  mereka  menjadi lumpuh, dan tidak memiliki lagi spirit, dan perlawanan terhadap  para penjajah. Justru mereka menjadi pembela dan tulang pulung  (backbone) penjajah, dan bersedia mati, membela para penjajah.</p>
<p>Nilai-nilai sekuler itu, tak lain, paham materialisme, yang sudah  merasuk ke dalam jiwa-jiwa penduduk di negeri-negeri muslim. Sekulerisme  melahirkan ketamakan terhadap materi, dan meninggalkan agama (akhirat).  Maka, rakyat di negeri-negeri Islam, menjadi sangat permisive  (longgar), terhadap sekulerisme (materialisme), yang merusak akal dan  jiwa mereka.</p>
<p>Ini adalah senjata pemungkas bagi para penjajah terhadap umat Islam.</p>
<p>Penjajahan yang sifatnya permanen terus dijaga, dan dengan berbagai  bentuk, dan diantaranya dengan menciptakan para pengkhianat yang  bersedia membela kepentingan para penjajah. Politik divide at impera  (memecah belah), dikalangan umat di negeri-negeri muslim, berlangsung  dengan berbagai strategi, termasuk membuat propaganda, yang sistematis  terhadap kelompok-kelompok yang menentang penjajah, seperti gelar  ekstrim, fundamentalis,  eksklusif, dan radikal. Pemberian lebel ini  semakin kuat, saat usai peristiwa 11 September 2001, meledaknya gedung  WTC.</p>
<p>AS sebagai negeri yang sekarang ini, secara terbuka menyatakan perang  secara global terhadap terorisme, dan sekaligus perang terhadap kaum  muslimin, yang ingin melawan penjajahan Barat dan Zionisme, seperti yang  terjadi di Palestina, Irak, Kashmir, Afghanistan, Chechnya, Somalia,  Sudan Selatan, telah mendapatkan lebel, sebagai musuh umat manusia, dan  mendapatkan julukan ‘teroris’.</p>
<p>Padahal, Barat sebagai tuhannya sekulerisme, yang melakukan  kejahatan, dan penjajahan, serta perbudakan, malah mendapatkan dukungan.  Tindakan  mereka  yang sangat biadab, tak berperi kemanusiaan, tanpa  mendapatkan sanksi apapun, dan bahkan mendapatkan pembenaran hanya  dengan atas dasar perang melawan terorisme.</p>
<p>Tindakan AS yang menginvasi Irak, Afghanistan serta Palestina dengan  menggunakan kekuatan militer, justru mendapatkan pembenaran dunia, yang  mengatakan sebagai perang melawan terhadap terorisme. Zionis-Israel yang  menginvasi Gaza mendapatkan dukungan internasional, karena memerangi  teroris Hamas.</p>
<p>Jumlah kematian yang begitu besar dari penduduk Gaza, tak  menyebabkan, Israel dapat dihukum, dan bertanggung jawab atas kejahatan  yang dilakukannya. Sama seperti yang dilakukan AS terhadap Iraq dan  Afghanistan. AS seakan berhak menginvasi negara lain hanya berdasarkan  ‘tuduhan’ bukan bukti dan fakta.</p>
<p>Tapi para penjajah dapat berbuat semena-mena terhadap negeri-negeri  muslim, tak lain, karena ada para pengkhianat yang bersedia menjadi kaki  tangan para penjajah dan penjahat, yang kemudian tangan mereka  berlumuran darah. AS dapat masuk Afghanistan, karena adanya  pengkhiatan  Jendral Rashid Dostum, yang bersedia menjadi kaki tangan AS. Jendral  komunis yang dulunya menjadi sekutu Soviet itu, ikut menghancurkan  Taliban di Afghanistan.</p>
<p>Di Irak ada Chalabi dan tokoh-tokoh lainnya, yang mereka mendukung  invasi AS ke Irak, sampai hari ini, dan membiarkan tentara AS menjajah  terhadap negeri ‘1001’ malam. Di Afghanistan, sekarang ada Hamid Karzai,  yang sudah tidk populer di mata rakyatnya, tapi tetap dipelihara oleh  AS. Di Palestina ada Mahmud Abbas, dan lainnya,  yang bersedia melakukan  apa saja untuk Zionis-Israel. Seperti juga para pengkhianat lainnya di  negeri-negeri muslim, yang bersedia menghancurkan Islam dan umat Islam,  demi &#8216;tuannya&#8217; Barat, yang telah memberikan &#8216;roti&#8217; kepada mereka.</p>
<p>Inilah peranan para pengkhianat di negeri-negeri mulsim. Tangan  mereka berlumuran darah saudaranya. Walllahu’alam.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/02/24/pengkhianat-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Air</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/02/10/keajaiban-air/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/02/10/keajaiban-air/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 06:20:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Air]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban air]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=545</guid>
		<description><![CDATA[Dr. Masaru Emoto yang mempublikasikan karyanya yang cukup  terkenal : The True Power of Water.
Menurut Emoto, air bisa &#8220;mendengar&#8221; kata2, &#8220;membaca&#8221; tulisan, dan  &#8220;mengerti&#8221; pesan dan serta merekam pesan spt pita magnetik atau compact  disk.
Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dlm pesan tercetak di  air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dr. Masaru Emoto</strong> yang mempublikasikan karyanya yang cukup  terkenal : <strong>The True Power of Water</strong>.</p>
<p>Menurut Emoto, air bisa &#8220;mendengar&#8221; kata2, &#8220;membaca&#8221; tulisan, dan  &#8220;mengerti&#8221; pesan dan serta merekam pesan spt pita magnetik atau compact  disk.<br />
Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dlm pesan tercetak di  air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yg lain.<br />
Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan<br />
bisa menyembuhkan si sakit.<br />
Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekedar  sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan,<br />
menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada<br />
di tubuh si sakit.<br />
Penemuan oleh Dr. Masaru Emoto sungguh sangat menakjubkan. Beliau  membuktikan bahwa susunan molekul molekul air boleh merubah mengikuti  apa yang di ucapkan keatas air tersebut.sumber air diambil dari laut,  sungai, empang, perigi dan sebagainya. Ada berbagai bentuk dan rupa yang  cantuk bercahaya seolah-olah seperti berlian dan ada juga dengan bentuk  yang jelek, mengerikan &#8220;serupa dengan jin bertelinga besar, bertanduk  dst.&#8221;<br />
Suatu ketika bila ditunjukkan &#8220;rupa air yang cantik dan bercahaya&#8221;  molekul molekul tersusun secara apik, seperti berlian bersegi segi,  bersinar, berwarna warni melebihi 12 warna.</p>
<p>Ketika dibacakan doa untuk kesembuhan didepan sebotol air maka terekam  kristal :</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-546" title="air1" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air1.jpg" alt="" width="138" height="201" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima  cabang daun muncul berkilauan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-547" title="air2" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air2.jpg" alt="" width="160" height="112" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Ketika diputarkan musik symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-548" title="air4" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air4.jpg" alt="" width="132" height="130" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal akan hancur</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-549" title="air5" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air5.jpg" alt="" width="160" height="92" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Kristal air ini merekam lagu ‘Imagine’ dari John Lennon. Spt lagunya,  kristal ini unik dan indah. Setiap elemen tumbuh dg harmonis.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-550" title="air6" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air6.jpg" alt="" width="160" height="121" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Saat diucapkan ‘war’, kpd kristal air (sebelah kiri), maka bentuk  kristal ‘peace’ (kanan) tertabrak oleh benda mirip pswt (WTC pd 9 Sept).  Gb direkam sblm kejadian.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air7.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-552" title="air7" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air7.jpg" alt="" width="200" height="86" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Selanjutnya ditunjukkan kata ”malaikat” : terbentuk rantai dg kristal  hexagonal yg indah (gambar kiri) dan ketika ditunjukan kata &#8220;setan&#8221;,  kristal berbentuk buruk dg bola api ditengah (gambar kanan).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air11.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-554" title="air11" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air11.jpg" alt="" width="154" height="160" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Kristal air yang direkam dari mata air yg masih jernih di Jepang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air12.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-555" title="air12" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air12.jpg" alt="" width="160" height="138" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Ketika dibacakan surah Al-Fatihah, Solawat dan Ayat Kursi.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air13.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-556" title="air13" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air13.jpg" alt="" width="160" height="112" /></a><img title="handloX tidak memiliki  reputasi" src="http://www.kaskus.us/images/reputation/reputation_balance.gif" border="0" alt="handloX tidak memiliki reputasi" /></p>
<p style="text-align: left;">Banyak hadit dan ayat Al-Quran, yang menceritakan fenomena ini. Air juga  makluk Allah yang bernyawa dan dengan ijin Allah ia mampu menyembuhkan  atau memudaratkan seseorang karena dalam islam ada kaedah kaedah  tertentu yang mengunakan air untuk berikhtiar mengobati penyakit. Salah  satunya dengan jampi seperti yang pernah di amalkan Rosulullah, dan di  ikuti ulama ulama islam lainnya.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air14.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-557" title="air14" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/air14.jpg" alt="" width="242" height="320" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/02/10/keajaiban-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berqurban untuk Orang yang Sudah Meninggal</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/02/09/berqurban-untuk-orang-yang-sudah-meninggal/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/02/09/berqurban-untuk-orang-yang-sudah-meninggal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 08:21:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Islam]]></category>
		<category><![CDATA[berqurban]]></category>
		<category><![CDATA[qurban untuk orang yang meninggal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[Ada khilafiyah mengenai hukum berqurban bagi orang yang sudah  meninggal (al-tadh-hiyyah &#8216;an al-mayyit). Ada tiga pendapat.  Pertama, hukumnya boleh baik ada wasiat atau tidak dari orang yang sudah  meninggal. Ini pendapat ulama mazhab Hanafi, Hambali, dan sebagian ahli  hadits seperti Imam Abu Dawud dan Imam Tirmidzi. Kedua, hukumnya  makruh. Ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada khilafiyah mengenai hukum berqurban bagi orang yang sudah  meninggal (<em>al-tadh-hiyyah &#8216;an al-mayyit).</em> Ada tiga pendapat.  Pertama, hukumnya boleh baik ada wasiat atau tidak dari orang yang sudah  meninggal. Ini pendapat ulama mazhab Hanafi, Hambali, dan sebagian ahli  hadits seperti Imam Abu Dawud dan Imam Tirmidzi. Kedua, hukumnya  makruh. Ini pendapat ulama mazhab Maliki. Ketiga, hukumnya tidak boleh,  kecuali ada wasiat sebelumnya dari orang yang meninggal. Ini pendapat  ulama mazhab Syafi&#8217;i. (Hisamuddin Afanah, Al-Mufashshal fi Ahkam  Al-Udhhiyah, hlm. 158;  M. Adib Kalkul, Ahkam Al-Udhhiyah wa Al-Aqiqah  wa At-Tadzkiyah, hlm. 24; Nada Abu Ahmad, Al-Jami&#8217; li Ahkam Al-Udhhiyah,  hlm. 48).</p>
<p>Pendapat pertama berdalil antara lain dengan hadits  Aisyah RA bahwa ketika Nabi SAW akan menyembelih qurban, beliau  berdoa,&#8221;Bismillah, Ya Allah terimalah [qurban] dari Muhammad, dari  keluarga Muhammad, dan dari umat Muhammad.&#8221; (HR Muslim no 3637, Abu  Dawud no 2410, Ahmad no 23351). Hadits ini menunjukkan Nabi SAW  berqurban untuk orang yang sudah meninggal. Sebab beliau telah berqurban  untuk keluarga Muhammad dan umat Muhammad, padahal di antara mereka ada  yang sudah meninggal. (Hisamuddin Afanah, ibid., hlm. 161).</p>
<p>Pendapat  kedua beralasan tidak ada dalil dalam masalah ini, sehingga hukumnya  makruh. (Hisamuddin Afanah, ibid., hlm. 164). Sedang pendapat ketiga  berdalil antara lain dengan firman Allah SWT (artinya),&#8221;Dan bahwasanya  seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.&#8221;  (QS An-Najm [53] : 39).  Juga dengan hadits Hanasy RA bahwa ia melihat  Ali bin Abi Thalib RA menyembelih dua ekor kambing, lalu Hanasy  bertanya,&#8221;Apa ini?&#8221; Ali menjawab,&#8221;Sesungguhnya Rasulullah SAW telah  berwasiat kepadaku untuk berqurban untuknya, maka akupun menyembelih  qurban untuk beliau.&#8221; (HR Abu Dawud no 2408, Tirmidzi no 1415). Hadits  ini menunjukkan bolehnya berqurban untuk orang yang sudah meninggal jika  dia berwasiat. Jika tidak ada wasiat hukumnya tidak boleh. (Imam  Nawawi, Al-Majmu&#8217; 8/406; Nihayatul Muhtaj 27/231, Mughni Al-Muhtaj  18/148, Tuhfatul Muhtaj 41/170).</p>
<p>Yang rajih (kuat) menurut kami  adalah pendapat pertama. Sebab lafazh &#8220;umat Muhammad&#8221; dalam hadits  Aisyah RA adalah lafazh umum, sehingga mencakup semua umat Muhammad,  baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, baik yang meninggal  berwasiat atau tidak. Imam Shan&#8217;ani berkata,&#8221;Hadits ini menunjukkan  sahnya seorang mukallaf melakukan perbuatan taat untuk orang lain,  meskipun tidak ada perintah atau wasiat dari orang lain itu.&#8221; (Imam  Shan&#8217;ani, Subulus Salam, 4/90).</p>
<p>Pendapat ketiga yang mensyaratkan  wasiat, didasarkan pada mafhum mukhalafah. Artinya, jika Ali RA sah  berqurban untuk Nabi SAW karena ada wasiat, maka kalau tidak ada wasiat  hukumnya tidak sah. Mafhum mukhalafah ini tidak tepat, karena  bertentangan dengan hadits Aisyah yang bermakna umum. Imam Taqiyuddin  an-Nabhani berkata,&#8221;Mafhum mukhalafah tidak diamalkan jika ada nash  Alquran dan As-Sunnah yang membatalkannya.&#8221; (Al-Syakhshiyah  Al-Islamiyah, 3/200).</p>
<p><strong>Kesimpulannya,</strong> boleh hukumnya menyembelih  qurban untuk orang yang sudah meninggal dunia, baik ada wasiat maupun  tidak darinya.<em> Wallahu a&#8217;lam.<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/02/09/berqurban-untuk-orang-yang-sudah-meninggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jenis-Jenis Kesalahan dalam Berjilbab</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/02/09/jenis-jenis-kesalahan-dalam-berjilbab/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/02/09/jenis-jenis-kesalahan-dalam-berjilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 07:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[kerudung]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan dalam berjilbab]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan dalam berkerudung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=528</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, sekarang ini sudah banyak sekali wanita yang memakai  kerudung. Memang untuk berkerudung secara sempurna butuh proses.Kita  sering berkilah bahwa itu seperti ajang latihan. Untuk awalnya mungkin  tak apa. Tapi jangan sampai kita kemudian terlena dan hanyut dengan  pengaruh mode yang akhirnya malah membuat orang yang melihat berpikir  atau malah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, sekarang ini sudah banyak sekali wanita yang memakai  kerudung. Memang untuk berkerudung secara sempurna butuh proses.Kita  sering berkilah bahwa itu seperti ajang latihan. Untuk awalnya mungkin  tak apa. Tapi jangan sampai kita kemudian terlena dan hanyut dengan  pengaruh mode yang akhirnya malah membuat orang yang melihat berpikir  atau malah sampai bilang &#8220;pake jilbab tapi kok bajunya sexi yah&#8221; yang  akhirnya malah akan memberi citra negatif pada wanita berkerudung pada  umumnya</p>
<p>Dibawah ini ada contoh pemakaian kerudung yang tidak sesuai menurut  Islam. Apakah model jilbab kita termasuk dalam contoh dibawah ini?</p>
<p><strong>Gambar-1 </strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kerudung1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-529" title="kerudung1" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kerudung1.jpg" alt="" width="100" height="240" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Kesalahan pada gambar 1 :</p>
<p>Kerudung tidak menutupi dada</p>
<p>Allah S.W.T berfirman dalam surat An Nur ayat 31 &#8221; .. dan hendaklah  mereka menutup kain kerudung ke dadanya &#8230; &#8221;</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Gambar-2</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kerudung2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-530" title="kerudung2" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kerudung2.jpg" alt="" width="86" height="240" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Kesalahan pada gambar 2 :</p>
<p>· Kerudung tidak menutupi dada<br />
· Rok yang dipakai kurang panjang</p>
<p>Menurut riwayat Imam Tarmizi dan Nasa&#8217;i, dari Ummu Salamah r.a. &#8220;Ya Rasulullah, bagaimana perempuan akan berbuat kain-kain mereka yang  sebelah bawah?&#8221;</p>
<p>Sabda Rasulullah S.A.W : &#8220;Hendaklah mereka memanjangkan barang sejengkal  dan janganlah menambahkan lagi keatasnya&#8221;</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Gambar-3</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kerudung3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-531" title="kerudung3" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kerudung3.jpg" alt="" width="89" height="240" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Kesalahan pada gambar 3 :</p>
<p>· Pakaian ketat dan menampakkan bentuk tubuh</p>
<p>Rasulullah bersabda &#8221; hendaklah kamu meminjamkan dia baju yang panjang  dan longgar itu &#8221;</p>
<p>· Make up yang sangat tebal</p>
<p>Allah SWT berfirman dalam surat Al&#8217;Araf ayat 31 : &#8221; Wahai anak cucu  Adam. Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap memasuki mesjid, makan  dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai  orang yang berlebih-lebihan &#8221;</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Gambar-4</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kerudung41.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-533" title="kerudung4" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kerudung41.jpg" alt="" width="91" height="240" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Kesalahan pada gambar 4 :<br />
· Kerudung tidak menutupi dada</p>
<p>· Lengan blus pendek<br />
· Rok yang dipakai pendek<br />
· Tidak memakai kaos kaki</p>
<p>&#8221; Dan katakanlah kepada para perempuan beriman, agar mereka menjaga  pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan  perhiasan (auratnya) kecuali yang bisa terlihat&#8230;.&#8221; Surat An Nur  ayat  31</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Gambar-5</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kerudung5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-534" title="kerudung5" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kerudung5.jpg" alt="" width="92" height="240" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Kesalahan pada gambar 5 :</p>
<p>· Lengan blus pendek<br />
· Tidak memakai kaos kaki<br />
. Rok yang dipakai berbelah di depan</p>
<p>&#8221; Barang siapa yang memakai pakaian yang mencolok mata, maka Allah S.W.T  akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti &#8221; Riwayat Ahmad,  Abu Daud, An Nasa&#8217;i dan Ibn Majah.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Gambar-6</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kerudung6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-535" title="kerudung6" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kerudung6.jpg" alt="" width="96" height="240" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Kesalahan pada gambar 6 :</p>
<p>- Kerudung tidak menutupi dada<br />
- Pakaian ketat menampakkan lekuk tubuh<br />
- Blus yang dipakai pendek<br />
- Tidak memakai kaos kaki</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang  berpakaian tapi yang telanjang yang condong kepada maksiat dan menarik  orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk surga dan  tidak akan mencium baunya&#8221;  <em>Riwayat Bukhari dan Muslim</em></p>
<p>Ternyata cara berpakaian wanita berkerudung selama ini, walaupun sudah  menutup kepala, tapi ternyata masih banyak salahnya . Memang sebetulnya  yang benar tuh seperti apa sih?</p>
<p style="text-align: left;">Berikut contohnya.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kerudung7.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-536" title="kerudung7" src="http://cahaya-iman.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kerudung7.jpg" alt="" width="300" height="269" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Rasulullah S.A.W telah bersabda :</p>
<p>&#8220;Bahwa anak perempuan apabila telah cukup umurnya, maka mereka tidak  boleh dilihat akan dia melainkan mukanya dan kedua telapak tangannya  hingga pergelangan&#8221; (H.R. Abu Daud)</p>
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/02/09/jenis-jenis-kesalahan-dalam-berjilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Pengantin Bidadari</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2010/01/06/kisah-penganti-bidadari/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2010/01/06/kisah-penganti-bidadari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 02:28:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[bidadari]]></category>
		<category><![CDATA[pengantin]]></category>
		<category><![CDATA[syahid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Syahdan, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama  Zulebid.
Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para  sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan  taat.
Dari  sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang  telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu  menikah.
Beberapa kali ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syahdan, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama  Zulebid.</p>
<p>Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para  sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan  taat.</p>
<p>Dari  sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang  telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu  menikah.</p>
<p>Beberapa kali ia meminang gadis di  kota itu, namun selalu  ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai  alasan.</p>
<p>Akhirnya pada suatu pagi, ia menumpahkan kegalauan  tersebut kepada sahabat yang dekat dengan  Rasulullah.</p>
<p>“Coba  engkau temui langsung Baginda Nabi, semoga engkau mendapatkan jalan keluar yang  terbaik bagimu”, nasihat mereka.</p>
<p>Zulebid kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Baginda  Nabi. Sambil tersenyum beliau berkata:</p>
<p>“Maukah engkau saya nikahkan dengan putri si  Fulan?”</p>
<p>“Seandainya itu adalah saran darimu, saya terima. Ya  Rasulullah, putri si Fulan itu terkenal akan kecantikan dan kesholihannya, dan  hingga kini ayahnya selalu menolak lamaran dari  siapapun.</p>
<p>“Katakanlah aku yang mengutusmu”, sahut Baginda  Nabi.</p>
<p>“Baiklah ya Rasul”, dan Zulebid segera bergegas bersiap  dan pergi ke rumah si Fulan.</p>
<p>Sesampai di rumah Fulan, Zulebid disambut sendiri oleh  Fulan</p>
<p>“Ada  keperluan apakah hingga saudara datang ke rumah saya?” Tanya  Fulan.</p>
<p>“Rasulullah saw yang mengutus saya ke sini, saya hendak  meminang putrimu si A.” Jawab Zulebid sedikit  gugup.</p>
<p>“Wahai anak muda, tunggulah sebentar, akan saya tanyakan  dulu kepada putriku.”</p>
<p>Fulan  menemui putrinya dan bertanya, “bagaimana pendapatmu wahai  putriku?”</p>
<p>Jawab  putrinya, “Ayah, jika memang ia datang karena diutus oleh Rasulullah saw, maka  terimalah lamarannya, dan aku akan ikhlas menjadi  istrinya.”</p>
<p>Akhirnya pagi itu juga, pernikahan diselenggarakan  dengan sederhana. Zulebid kemudian memboyong istrinya ke  rumahnya.</p>
<p>Sambil memandangi wajah istrinya, ia berkata,” duhai  Anda yang di wajahnya terlukiskan kecantikan bidadari, apakah ini yang engkau  idamkan selama ini? Bahagiakah engkau dengan memilihku menjadi  suamimu?”</p>
<p>Jawab  istrinya, ” Engkau adalah lelaki pilihan rasul yang datang meminangku. Tentu  Allah telah menakdirkan yang terbaik darimu untukku. Tak ada kebahagiaan selain  menanti tibanya malam yang dinantikan para  pengantin.”</p>
<p>Zulebid tersenyum. Dipandanginya wajah indah itu ketika  kemudian terdengar pintu rumah diketuk. Segera ia bangkit dan membuka pintu.  Seorang laki-laki mengabarkan bahwa ada panggilan untuk berkumpul di masjid,  panggilan berjihad dalam perang.</p>
<p>Zulebid masuk kembali ke rumah dan menemui  istrinya.</p>
<p>“Duhai istriku yang senyumannya menancap hingga ke  relung batinku, demikian besar tumbuhnya cintaku kepadamu, namun panggilan Allah  untuk berjihad melebihi semua kecintaanku itu. Aku mohon keridhoanmu sebelum  keberangkatanku ke  medan  perang.</p>
<p>Kiranya Allah mengetahui semua arah jalan hidup kita  ini.”</p>
<p>Istrinya menyahut, “Pergilah suamiku, betapa besar pula  bertumbuhnya kecintaanku kepadamu, namun hak Yang Maha Adil lebih besar  kepemilikannya terhadapmu. Doa dan ridhoku  menyertaimu”</p>
<p>***</p>
<p>Zulebid lalu bersiap dan bergabung bersama tentara  muslim menuju ke medan  perang. Gagah berani ia mengayunkan pedangnya, berkelebat dan berdesing hingga  beberapa orang musuh pun tewas ditangannya. Ia bertarung merangsek terus maju  sambil senantiasa mengumandangkan kalimat Tauhi…ketika sebuah anak panah dari  arah depan tak sempat dihindarinya. Menancap tepat di dadanya.</p>
<p>Zulebid terjatuh, berusaha menghindari anak panah  lainnya yang berseliweran di udara.</p>
<p>Ia  merasa dadanya mulai sesak, nafasnya tak beraturan, pedangnya pun mulai terkulai  terlepas dari tangannya. Sambil bersandar di antara tumpukan korban, ia merasa  panggilan Allah sudah begitu dekat.</p>
<p>Terbayang wajah kedua orangtuanya yang begitu  dikasihinya. Teringat akan masa kecilnya bersama-sama saudaranya. Berlari-larian  bersama teman sepermainannya. Berganti bayangan wajah Rasulullah yang begitu  dihormati, dijunjung dan dikaguminya.</p>
<p>Hingga akhirnya bayangan rupawan istrinya. Istrinya yang  baru dinikahinya pagi tadi. Senyum yang begitu manis menyertainya tatkala ia  berpamitan. Wajah cantik itu demikian sejuk memandangnya sambil mendoakannya.  Detik demi detik, syahadat pun terucapkan dari bibir Zulebid. Perlahan-lahan  matanya mulai memejam, senyum menghiasinya….Zulebid pergi menghadap Ilahi, gugur  sebagai syuhada.</p>
<p>***</p>
<p>Senja  datang</p>
<p>Angin  mendesau, sepi…</p>
<p>Pasir-pasir beterbangan…</p>
<p>Berputar-putar…</p>
<p>Rasulullah dan para sahabat mengumpulkan syuhada yang  gugur dalam perang. Di antara para mujahid tersebut terdapatlah tubuh Zulebid  yang tengah bersandar di tumpukan mayat musuh. Akhirnya dikuburkanlah jenazah  zulebid di suatu tempat. Berdampingan dengan para syuhada  lain.</p>
<p>Tanpa  dimandikan…</p>
<p>Tanpa  dikafankan…</p>
<p>Tanah  terakhir ditutupkan ke atas makam Zulebid.</p>
<p>Rasulullah terpekur di samping pusara  tersebut.</p>
<p>Para sahabat terdiam  membisu.</p>
<p>Sejenak kemudian terdengar suara Rasulullah seperti  menahan isak tangis. Air mata berlinang di dari pelupuk mata  beliau</p>
<p>Lalu  beberapa waktu kemudian beliau seolah-olah menengadah ke atas sambil tersenyum.  Wajah beliau berubah menjadi cerah.</p>
<p>Belum  hilang keheranan shahabat, tiba-tiba Rasulullah menolehkan pandangannya ke  samping seraya menutupkan tangan menghalangi arah pandangan mata  beliau.</p>
<p>Akhirnya keadaan kembali seperti  semula.</p>
<p>Para shahabat lalu  bertanya-tanya, ada apa dengan Rasulullah.</p>
<p>“Wahai Rasulullah, mengapa di pusara Zulebid engkau  menangis?”</p>
<p>Jawab  Rasul, “Aku menangis karena mengingat Zulebid. Oo..Zulebid, pagi tadi engaku  datang kepadaku minta restuku untuk menikah dan engkau pun menikah hari ini  juga. Ini hari bahagia. Seharusnya saat ini Engkau sedang menantikan malam  Zafaf, malam yang ditunggu oleh para pengantin.”</p>
<p>“Lalu  mengapa kemudian Engkau menengadah dan tersenyum?” Tanya sahabat  lagi.</p>
<p>” Aku  menengadah karena kulihat beberapa bidadari turun dari langit dan udara menjadi  wangi semerbak dan aku tersenyum karena mereka datang hendak menjemput Zulebid,”  Jawab Rasulullah.</p>
<p>“Dan  lalu mengapa kemudian Engkau memalingkan pandangannya dan menoleh ke samping?”  Tanya mereka lagi.</p>
<p>“Aku  mengalihkan pandangan menghindar karena sebelumnya kulihat, saking banyaknya  bidadari yang menjemput Zulebid, beberapa diantaranya berebut memegangi tangan  dan kaki Zulebid. Hingga dari salah satu gaun dari bidadari tersebut ada yang  sedikit tersingkap betisnya….”</p>
<p>***</p>
<p>Di  rumah, istri Zulebid menanti sang suami yang tak kunjung kembali. Ketika  terdengar kabar suaminya telah menghadap sang ilahi Rabbi, Pencipta segala Maha  Karya.</p>
<p>Malam  menjelang…</p>
<p>Terlelap ia, sejenak berada dalam keadaan setengah mimpi  dan dan nyata.</p>
<p>Lamat-lamat ia seperti melihat Zulebid datang dari  kejauhan. Tersenyum, namun wajahnya menyiratkan kesedihan  pula.</p>
<p>Terdengar Zulebid berkata, “Istriku, aku baik-baik saja.  Aku menunggumu disini. Engkaulah bidadari sejatiku. Semua bidadari disini pabila  aku menyebut namamu akan menggumamkan cemburu padamu….</p>
<p>Dan  kan kubiarkan engkau  yang tercantik di hatiku.&#8221;</p>
<p>Istri  Zulebid, terdiam.</p>
<p>Matanya basah…</p>
<p>Ada sesuatu yang  menggenang disana..</p>
<p>Seperti tak lepas ia mengingat acara pernikahan tadi  pagi..</p>
<p>Dan  bayangan suaminya yang baru saja hadir..</p>
<p>Ia  menggerakkan bibirnya..</p>
<p>“Suamiku, aku mencintaimu…</p>
<p>Dan  dengan semua ketentuan Allah ini bagi kita..</p>
<p>Aku  ikhlas….&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2010/01/06/kisah-penganti-bidadari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Negara Islam Bukan Ilusi</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2009/12/21/negara-islam-bukan-ilusi/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2009/12/21/negara-islam-bukan-ilusi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 04:02:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Menangkal Liberalisasi Agama]]></category>
		<category><![CDATA[ilusi negara islam]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[negara islam]]></category>
		<category><![CDATA[negara islam bukan ilusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Ide lama yang basi menyerang ideology Islam, penegakan syariah Islam, Khilafah kembali muncul. Kelompok liberal Sabtu malam (18/05 ) meluncurkan buku berjudul “Ilusi Negara Islam”: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia. Buku setebal 322 halaman yang diterbitkan atas kerja sama Gerakan Bhineka Tunggal Ika, the Wahid Institute dan Maarif Institute .
Menurut Gus Dur studi dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ide lama yang basi menyerang ideology Islam, penegakan syariah Islam, <img class="alignright" src="http://i39.tinypic.com/2wd1sox.jpg" alt="" width="160" height="232" />Khilafah kembali muncul. Kelompok liberal Sabtu malam (18/05 ) meluncurkan buku berjudul “Ilusi Negara Islam”: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia. Buku setebal 322 halaman yang diterbitkan atas kerja sama Gerakan Bhineka Tunggal Ika, the Wahid Institute dan Maarif Institute .</p>
<p>Menurut Gus Dur studi dalam buku ini dilakukan dan dipublikasikan untuk membangkitkan kesadaran seluruh komponen bangsa khususnya para elit dan media massa tentang bahaya ideologi dan paham Islam garis keras yang di bawa ke Tanah Air oleh gerakan transnasional Timur Tengah. memperjuangkannya.</p>
<p>Buku ini sendiri patut dipertanyakan baik secara metodelogi, substansi, maupun pengusungnya (lihat keterangan pers Jubir HTI) . Inkonsistensi, kebohongan dan generalisasi kelirupun bertebaran dalam buku ini. Ada aroma kebencian dan kemarahan dari buku ini.</p>
<p>Anehnya , Negara Islam dianggap ilusi, namun harus harus diwaspadai secara serius sampai pada tingkat rekomendasi aksi. Padahal ilusi itu sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya angan-angan , khayalan dan palsu. Lho, kenapa yang angan-angan dan khayalan harus disikapi serius seperti itu ?</p>
<p>Tentu juga bukan kebetulan kalau opini yang ingin dibangun bahwa syariah dan khilafah itu mengancam, sejalan dengan opini yang disampaikan oleh Bush – Sang Pembantai Kaum Muslimin. Pada tanggal 5 September 2006 Presiden George W. Bush mengatakan:“They hope establish a violent political utopia across the Middle East, which they call Caliphate, where all would be ruled according to their hateful ideology”. [“Mereka berangan-angan untuk membangun utopia-politik kekerasan di sepanjang Timur Tengah, yang mereka sebut dengan Khilafah, dimana semua akan diatur berdasar pada ideologi yang penuh kebencian.”]</p>
<p>Sebenarnya perdebatan transnasional tidak relevan. Persentuhan Indonesia dengan ideologi transnasional adalah hal yang tak terelakan. Bukan hanya ideologi, Indonesia juga bersentuhan dengan hal lain baik itu berupa agama, seni, budaya, bahasa, bahkan juga makanan yang bersifat transnasional. Lima agama yang diakui (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha) juga Konghu Cu, semuanya berasal dari luar Indonesia. Termasuk pula gagasan-gagasan sistem politik seperti demokrasi, bahkan istilah republik juga berasal dari Barat.</p>
<p>Masuknya Islam ke Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dari watak ‘transnasional’ Islam. Adalah Sultan Muhammad I dari kekhilafahan Utsmani yang pada tahun 808H/1404M pertama kali mengirim para ulama (kelak dikenal sebagai Walisongo) untuk berdakwah ke pulau Jawa seperti Maulana Malik Ibrahim (Turki), Maulana Ishaq (Samarqand) yang dikenal dengan nama Syekh Awwalul Islam, Maulana Ahmad Jumadil Kubra (Mesir), Maulana Muhammad al-Maghrabi (Maroko) Maulana Malik Israil (Turki), Maulana Hasanuddin (Palestina),Maulana Aliyuddin (Palestina) dan Syekh Subakir dari Persia.</p>
<p>Keberadaan ormas-ormas Islam besar di Indonesia seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, juga tidak bisa dilepaskan dari persinggungan dengan dunia Islam internasional. Watak transnasional ini wajar saja mengingat Islam memang agama bagi seluruh manusia di dunia (rahmatan lil ‘alamin). Tokoh-tokoh pendiri ormas itu sebagian besar belajar di Timur Tengah dan menyebarkan pemikiran-pemikiran ulama dari Timur Tengah yang menjadi pusat Islam saat itu.</p>
<p>Penyakit Islamophobia dan Syariahphobia sepertinya telah membutakan mata hati dan sikap rasional kelompok liberal dan pengusungnya ini. Kenapa hanya Ideologi Islam dan kelompok Islam yang mereka anggap sebagai ancaman dari luar dan bersifat transnasionalisme. Sementera itu, ide-ide liberal dan sekuler seperti demokrasi , HAM, pluralisme, ide gender, yang mereka usung yang sesungguhnya merupakan ide import (dari Barat) dan juga berwatak transnasional, tidak dianggap ancaman.</p>
<p>Padahal ide liberal dan sekuler ini bukan hanya mengancam, tapi telah menjadi penyebab kehancuran Indonesia dan dunia Islam. Bukankah penerapan ekonomi yang neo liberal di Indonsia dengan progam pengurangan subsidi, privataisasi , investasi asing dan pasar bebas telah menyebabkan kemiskinan dan perampokan kekayaan alam Indonesia.</p>
<p>Atas nama HAM, kebebasan bertingkah laku mereka merusak moralitas menjerumuskan para pemuda dalam kemaksiatan. Dengan alasan HAM,mereka minta pornografi dan pornaaksi, pengakuan terhadap kelompok gay dan lesbian dilegalkan. Sementara perda yang mewajibkan busana muslimah dianggap melanggar HAM.</p>
<p>Atas nama HAM juga mereka meracuni aqidah umat Islam. Dengan dalih kebebasan beragama, kelompok liberal ini meminta agar Ahmadiyah jangan dilarang. Pelarang sholat dua bahasa yang jelas-jelas bid’ah, oleh kelompak liberal dianggap pelanggaran HAM. Tidak hanya itu ‘tafsir’ liberal yang mereka usung telah menghancurkan sendi-sendi Islam yang mendasar yang menimbulkan keraguan terhadap kebenaran al Qur’an dan as Sunnah.</p>
<p>Kelompok liberal ini menganggap kelompok yang ingin menegakkan syariah Islam sebagai garis keras. Sementara AS dan sekutunya yang dengan alasan HAM dan penyebaran demokrasi, serta perang melarang terorisme membunuh jutaan umat Islam di Irak, Afghanistan, Somalia, Sudan, dan Palestina, tidak secara intensif mereka kritik . Bukankah dengan dalih HAM (kebebasan menentukan nasib sendiri) Timor Timur lepas, dan hal yang sama sedang mengancam Aceh dan Papua ? Jadi ideologi mana yang sebenarnya berbahaya bagi bangsa ini ?</p>
<p>Yang jelas kewajiban penegakan syariah Islam dan Khilafah adalah perintah Allah SWT. Tidak mungkin hukum yang berasal dari NYA akan mencelakakan manusia. Syariah Islam akan membebaskan Indonesia dari penjajahan ideologi negara imperialis dan mensejahterakan rakyat . Hal ini bukanlah perkara mimpi atau ilusi, tapi bisa dibuktikan secara normatif maupun secara historis-empiris.</p>
<p>Untuk membuktikan itu, cukuplah kita kutipkan surat Surat Raja Inggris Goerge II kepada Kholifah Hisyam III : Keunggulan pendidikan di masa Khilafah , membuat banyak pihak mempercayai keluarganya untuk dididik dalam sistem pendidikan Khilafah. Termasuk Raja di Eropa yang mengirim keluarganya untuk belajar di Daulah Khilafah, seperti yang tampak dalam surat dari George II, Raja Inggeris, Swedia dan Norwegia, kepada Khalifah Hisyam III di Andalusia Spanyol. Kutipan surat tersebut antara lain : ” Setelah salam hormat dan takdzim, kami beritahukan kepada yang Mulia, bahwa kami telah mendengar tentang kemajuan yang luar biasa, dimana berbagai sekolah sains dan industri bisa menikmatinya di negeri yang Mulia, yang metropolit itu. Kami mengharapkan anak-anak kami bisa menimba keagungan yang ideal ini agar kelak menjadi cikal bakal kebaikan untuk mewarisi peninggalan yang Mulia guna menebar cahaya ilmu di negeri kami, yang masih diliputi kebodohan dari berbagai penjuru.”</p>
<p>Syariah Islam akan menjamin kebutuhan pokok tiap individu rakyat yang menjadi tanggung jawab negara. Berdasarkan syariah Islam pendidikan dan kesehatan wajib gratis. Syariah Islam juga melarang barang-barang yang merupakan pemilikan umum (al milkiyah al ‘amah) seperti emas, perak, minyak, batu bara diserahkan kepada swasta apalagi asing . Milik rakyat yang harus dikelola untuk kemaslahatan umat.</p>
<p>Syariah juga akan mencegah setiap intervensi asing yang mengancam disintegrasi umat dan negara. Sementara negara Islam Khilafah Islam adalah instutisi yang menerapkan syariah Islam dan menyatukan umat Islam sehingga menjadi negara adidaya global yang mensejahterakan manusia. Sekali lagi kita pantas bertanya, apa yang sebenarnya mengancam Indonesia : syariah Islam yang bersumber dari Allah SWT yang ar Rahman dan ar Rohim atau ideology liberal dari penjajah yang rakus ?</p>
<p>Tentang kepastian tegaknya kembali Khilafah tentu kita lebih percaya kepada hadist Rosulullah saw yang memberikan kabar gembira kepada kita : “Masa kenabian akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Kemudian akan ada (masa) Khilafah Rasyid (yang mendapat petunjuk) yang berjalan selaras dengan kenabian. Khilafah itu akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Setelah itu akan ada (masanya) banyak pemimpin, dan itu akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Setelah itu akan ada (masa) pemerintahan tirani, dan akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Kemudian, akan muncullah (masa) Khilafah Rasyid (kembali) yang berjalan selaras dengan kenabian.” Kemudian beliau (Rasulullah) terdiam.” (Musnad Imam Ahmad (v/273)).(Farid Wadjdi/HTI)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2009/12/21/negara-islam-bukan-ilusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunyit Bisa Mencegah Kanker</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2009/11/04/kunyit-bisa-mencegah-kanker/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2009/11/04/kunyit-bisa-mencegah-kanker/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 03:16:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[kunyit]]></category>
		<category><![CDATA[kunyit bisa cegah kanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[Kunyit selain ampuh untuk membersihkan darah kotor dan penyakit maag, ternyata juga berkhasiat tinggi membunuh sel kanker
 Bukti ini berdasarkan riset terbaru para ilmuwan di Inggris yang tengah melakukan penelitian khasiat ekstrak berbahan dasar kunyit yang terdapat dalam makanan kari pedas. Dugaan awal menyebutkan, ekstrak tersebut berpotensi membunuh sel kanker.
Ekstrak itu bekerja pada 24 jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Kunyit selain ampuh untuk membersihkan darah kotor dan penyakit maag, ternyata juga berkhasiat tinggi membunuh sel kanker</p>
<p><em><strong> </strong></em>Bukti ini berdasarkan riset terbaru para ilmuwan di Inggris yang tengah melakukan penelitian khasiat ekstrak berbahan dasar kunyit yang terdapat dalam makanan kari pedas. Dugaan awal menyebutkan, ekstrak tersebut berpotensi membunuh sel kanker.</p>
<p>Ekstrak itu bekerja pada 24 jam pertama sejak dikonsumsi. Bahan kimia ini yang disebut &#8220;curcumin&#8221;, telah lama diketahui memiliki daya memulihkan tenaga dan telah dites sebagai cara pengobatan radang sendi dan kepikunan. Meskipun masih dalam skala laboratorium, tes oleh tim dari <em>Cork Cancer Research Centre</em> menunjukkan daya hancur curcumin terhadap sel-sel kanker kerongkongan.</p>
<p>Sejumlah ahli kanker menyebutkan, temuan yang dipublikasikan dalam <em>British Journal of Cancer</em> tersebut dapat membantu para dokter menemukan cara pengobatan di luar model pengobatan sekarang.</p>
<p>Seorang anggota tim peneliti, Dr. Sharon McKenna, mengakui bahwa para peneliti telah lama tahu potensi bahan-bahan alami yang menyembuhkan sel-sel yang salah, seperti curcumin.</p>
<p>Para dokter di Inggris berharap pada temuan yang lebih maju untuk mengobati kanker kerongkongan. Setiap tahun sekitar 7.800 orang didiagnosis menderita kanker kerongkongan di Inggris.</p>
<p>Kanker jenis itu menjadi enam besar kanker mematikan atau sekitar 5 persen dari angka kematian di Inggris.</p>
<p>Dari sudut pandang sumber daya, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tanaman herbal berpotensi obat melimpah.</p>
<p>Selain mampu membunuh sel kanker, kunyit yang diolah menjadi jamu dengan ditambah ramuan lainnya, seperti asam dan lain-lain, bisa pula menjadi obat pembersih darah kotor, terutama bagi para wanita selepas menstruasi.</p>
<p>Kunyit juga bermanfaat untuk orang-orang yang menderita maag, dengan cara memarutnya. Kemudian diperas, lalu diambil airnya untuk diminum secara rutin dengan ditambah gula merah, dan kalau perlu asam.</p></div>
<p><span><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2009/11/04/kunyit-bisa-mencegah-kanker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menangkal Eksploitasi Kaum Perempuan Oleh Kaum SEPILIS (Sekuler,Pluralis &amp; Liberalis)</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2009/10/20/eksploitasi-kaum-perempuan-oleh-kaum-sepilis-sekulerpluralis-liberalis/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2009/10/20/eksploitasi-kaum-perempuan-oleh-kaum-sepilis-sekulerpluralis-liberalis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 03:23:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Menangkal Liberalisasi Agama]]></category>
		<category><![CDATA[eksploitasi perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[kaum sepilis]]></category>
		<category><![CDATA[liberalis]]></category>
		<category><![CDATA[pluralis]]></category>
		<category><![CDATA[sekularis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Islam, peran domestik kaum istri memiliki kedudukan yang sangat mulia. Namun musuh-musuh Islam terus berusaha meruntuhkan sendi dasar rumah tangga ini dengan menggalang berbagai opini menyesatkan. “Pemberdayaan perempuan”, “kesetaraan gender”, “kungkungan budaya patriarkhi” adalah sebagian propaganda yang tiada henti dijejalkan di benak wanita-wanita Islam.
Islam, oleh musuh-musuhnya, dituding sebagai ajaran yang tidak sensitif gender. Posisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Islam, peran domestik kaum istri memiliki kedudukan yang sangat mulia. Namun musuh-musuh Islam terus berusaha meruntuhkan sendi dasar rumah tangga ini dengan menggalang berbagai opini menyesatkan. “Pemberdayaan perempuan”, “kesetaraan gender”, “kungkungan budaya patriarkhi” adalah sebagian propaganda yang tiada henti dijejalkan di benak wanita-wanita Islam.</p>
<p>Islam, oleh musuh-musuhnya, dituding sebagai ajaran yang tidak sensitif gender. Posisi wanita dalam Islam, menurut mereka, selalu termarginalkan atau terpinggirkan dalam lingkungan yang didominasi dan dikuasai laki-laki.</p>
<p>Permasalahan yang sering ‘diserang’ kaum feminis dan aktivis perempuan anti Islam adalah peran istri/ ibu dalam mengurusi tugas-tugas kerumahtanggaan. Oleh mereka, peran ibu yang hanya mengurusi tugas-tugas domestik hanya akan menciptakan ketidakberdayaan sekaligus ketergantungan istri terhadap suaminya.</p>
<p>Juga dikesankan bahwa wanita yang hanya tinggal di rumah adalah pengangguran dan menyia-nyiakan setengah dari potensi masyarakat. Propaganda ini didukung oleh opini negatif yang berkembang di masyarakat di mana wanita selama ini tak lebih dari sekedar “konco wingking”, wanita tak lepas dari “dapur, kasur, dan sumur”, “masak, macak, manak“, dan sebagainya. Oleh karena itu, agar wanita bisa “maju”, para wanita harus direposisi dalam ruang publik yang seluas-luasnya.</p>
<p>Gerakan ini gencar dilancarkan musuh-musuh Islam karena mereka sangat paham bagaimana merusak Islam dengan menjadikan wanita muslimah sebagai sasaran bidik. Dengan semakin jauhnya kaum wanita dari rumah, mereka berharap pintu-pintu kerusakan akan semakin terbuka lebar. Lebih jauh, jika wanitanya telah rusak, maka tatanan masyarakat Islam akan rusak pula.</p>
<p><strong>Rumahmu Istanamu</strong></p>
<p><img class="alignright" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ghMByi-F5JlJxM:http://lifestyle.okezone.com/photo/dt/content/2008/08/06/196/134236/YPs0N6ptGW.jpg" alt="" width="88" height="119" />Seorang wanita perlu mengetahui bahwa tempat asalnya berdiam adalah dalam rumahnya, dan rumah ini pula yang menjadi tempatnya bekerja. Dalil-dalil dari syariat yang mulia telah menetapkan dan mempersaksikan tentang hal ini, di antaranya:</p>
<p>- Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada Ummahatul Mukminin:</p>
<p><em>“Dan tetaplah kalian tinggal di rumah-rumah kalian.”</em> <strong>(Al-Ahzab: 33)</strong></p>
<p>Makna ayat ini, kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah, adalah perintah untuk selalu menetap dalam rumah. Walaupun sasaran pembicaraan dalam ayat ini ditujukan kepada para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam namun secara makna wanita selain mereka juga termasuk di dalam perintah ini. (Al-Jami’ li Ahkamil Quran, 14/117)<br />
- Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:</p>
<p><em>“Janganlah kalian mengeluarkan mereka (istri-istri yang telah ditalak) dari rumah-rumah mereka dan janganlah mereka keluar.” </em><strong>(Ath-Thalaq: 1)</strong></p>
<p>Walaupun ayat di atas berkenaan dengan wanita/ istri yang tengah menjalani masa ‘iddah, namun kata ulama, hukumnya tidaklah khusus bagi mereka namun juga berlaku bagi wanita yang lain. (Daurul Mar’ah fi Tarbiyatul Usrah, Asy-Syaikh Shalih bin Abdillah Alu Fauzan, hal. 1. www.alfauzan.net)<br />
- Pelajaran dari kisah antara Nabi Musa ‘alaihissalam dengan dua orang wanita di Madyan, yang Allah kisahkan kepada kita dalam Tanzil-Nya:</p>
<p><em>“Tatkala Musa sampai di sumber air negeri Madyan, di sana ia menjumpai sekumpulan orang yang sedang meminumkan ternak mereka dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat ternaknya. Musa berkata: ‘Apa maksud kalian berbuat begini, kenapa kalian tidak ikut meminumkan ternak kalian bersama mereka?’ Kedua wanita itu menjawab: ‘Kami tidak dapat meminumkan ternak kami sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan ternak mereka, sedangkan ayah kami1 telah berusia lanjut.’ Maka Musa memberi minum ternak itu untuk menolong keduanya, kemudian ia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu sembari berjalan dengan malu-malu, ia berkata: ‘Ayahku memanggilmu untuk membalas kebaikanmu memberi minum ternak kami.’ Maka tatkala Musa mendatangi ayahnya, ia menceritakan kisah dirinya. Syu’aib pun berkata: ‘Janganlah takut, engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu (Fir’aun dan pengikutnya).’ Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: ‘Wahai ayahku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja pada kita, karena sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil untuk bekerja pada kita adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya’.”</em> <strong>(Al-Qashash: 23-26)</strong><br />
Karena sifat wara dan takwa yang ada pada keduanya, kedua wanita ini enggan untuk bercampur (ikhtilath) dengan para penggembala tersebut. Adapun keduanya keluar rumah untuk memberi minum ternaknya adalah karena darurat, di mana sang ayah telah berusia senja sehingga tak mampu lagi mengurus ternak yang ada. Perjumpaan dengan Nabi Musa ‘alaihissalam membuahkan gagasan di benak salah seorang dari wanita tersebut bahwa telah tiba saatnya untuk mengembalikan perkara pada tempat yang semestinya, ia pun berkata kepada sang ayah: “Wahai ayahku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja pada kita, karena sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil untuk bekerja pada kita adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” Sang ayah pun menyambut usulan putrinya, kemudian berkata kepada Nabi Musa:</p>
<p>Berkatalah sang ayah:<em> ‘Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan engkau dengan salah seorang dari kedua putriku ini, atas dasar engkau bekerja denganku selama delapan tahun dan jika engkau cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah suatu kebaikan darimu, aku tidaklah hendak memberatkanmu. Dan engkau Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik’.”</em> <strong>(Al-Qashash: 27) [Daurul Mar’ah, hal. 1]</strong></p>
<p>- Shalat di masjid sebagai satu amalan yang utama disyariatkan kepada kaum lelaki, banyak pahala akan diraih terlebih bila shalat itu dilakukan di Masjid Nabawi. Namun ternyata bersamaan dengan itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kaum wanita untuk shalat di rumah mereka. Ketika istri Abu Humaid As-Sa’idi datang kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya menyatakan: “Wahai Rasulullah, aku senang shalat berjamaah bersamamu.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:</p>
<p><em>“Sungguh aku tahu engkau senang shalat jamaah denganku, namun shalatmu di ruang yang khusus yang ada di rumahmu lebih baik bagimu daripada shalatmu di kamarmu, shalatmu di kamarmu lebih baik daripada shalatmu di rumahmu, shalatmu di rumahmu lebih baik daripada shalatmu di masjid kaummu dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik daripada shalatmu di masjidku.” </em><strong>(HR. Ahmad, 6/371, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah, hal. 155)</strong></p>
<p>Bila seorang wanita tetap tinggal di rumahnya, ia akan bisa menunaikan tugas-tugas dalam rumahnya, memenuhi hak-hak suaminya, mendidik anak-anaknya dan membekali dirinya dengan kebaikan. Sementara bila seorang wanita sering keluar rumah, ia akan menyia-nyiakan sekian banyak kewajiban yang dibebankan kepadanya. (Nashihati Lin Nisa’, Ummu Abdillah Al-Wadi‘iyyah, hal. 101)</p>
<p><strong>Keluar rumah saat ada hajat</strong></p>
<p>Dari penjelasan di atas, janganlah dipahami bahwa wanita dilarang secara mutlak untuk keluar dari rumahnya. Bahkan terdapat keterangan dari syariat tentang kebolehan wanita keluar dari rumahnya saat ada kebutuhan dan karena darurat.</p>
<p>- ‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkisah: “Suatu malam, Saudah bintu Zam’ah radhiallahu ‘anha keluar dari rumahnya untuk membuang hajat. Ketika itu ‘Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu melihatnya dan mengenalinya. ‘Umar pun berkata: “Engkau Saudah, demi Allah, tidak tersembunyi bagi kami.” Saudah pun kembali menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia ceritakan kejadian tersebut kepada beliau. Saat itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang makan malam di rumahku. Dalam keadaan tangan beliau sedang memegang tulang yang padanya ada sisa daging, turunlah wahyu, beliau pun berkata:</p>
<p><em>“Allah telah mengizinkan kalian untuk keluar rumah guna menunaikan hajat kalian.”</em> <strong>(HR. Al-Bukhari no. 5237 dan Muslim no. 2170)</strong></p>
<p>- Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi tuntunan kepada para suami untuk tidak melarang istri mereka shalat di masjid, bila si istri minta izin padanya:</p>
<p><em>“Apabila istri salah seorang dari kalian minta izin ke masjid maka janganlah ia melarangnya.”</em> <strong>(HR. Al-Bukhari no. 873 dan Muslim no. 442)</strong></p>
<p>Dan beliau menyatakan:</p>
<p><em>“Janganlah kalian mencegah hamba-hamba perempuan Allah dari masjid-masjid Allah.”</em> <strong>(HR. Al-Bukhari no. 900 dan Muslim no. 442)</strong></p>
<p>- Dari sejarah para shahabiyyah, kita mengetahui ada di antara mereka yang keluar menyertai mahram mereka ke medan jihad untuk memberi minum kepada mujahidin dan mengobati orang yang luka.<br />
Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata:</p>
<p><em>“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berperang bersama Ummu Sulaim dan beberapa wanita dari kalangan Anshar ikut bersama beliau ketika beliau berperang. Mereka memberi minum dan mengobati mujahidin yang terluka.”</em> <strong>(HR. Muslim no. 1810)</strong></p>
<p>Ummu ‘Athiyah radhiallahu ‘anhu bertutur: <em>“Aku pernah berperang bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam tujuh kali peperangan, aku menjaga dan mengurus tunggangan-tunggangan mereka (mujahidin), membuatkan makanan untuk mereka, mengobati orang yang luka dan merawat orang sakit.”</em><strong> (HR. Muslim no. 1812)</strong></p>
<p>- Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri bila hendak safar, beliau mengundi di antara istri-istrinya untuk menentukan siapa di antara mereka yang akan menyertai beliau dalam safarnya.</p>
<p>Keluarnya wanita dari rumahnya ini merupakan pengecualian dari hukum asal2 dan disebabkan kepentingan yang darurat dengan memperhatikan dan menjaga adab-adab ketika keluar rumah seperti berhijab dan sebagainya, dan juga tidak ada fitnah dan kerusakan yang akan timbul saat ia keluar rumah.</p>
<p>Adapun bila wanita keluar rumah untuk bekerja karena memperhatikan bualan orang-orang yang mengikuti hawa nafsu syaithaniyyah bahwasanya bila wanita tetap tinggal di rumahnya ia akan menjadi pengangguran, maka hal ini tidaklah dibolehkan oleh syariat yang agung dan sempurna ini. Bila sampai wanita keluar dari rumahnya karena memenuhi ajakan manis nan berbisa dari pengikut hawa nafsu tersebut maka akan terjadilah kerusakan yang besar di tengah masyarakat dan sendi-sendi keluarga pun akan hancur.</p>
<p>Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah berkata: “Islam menetapkan masing-masing dari suami istri memiliki kewajiban yang khusus agar keduanya dapat menjalankan perannya, hingga sempurnalah bangunan masyarakat di dalam dan di luar rumah. Suami berkewajiban mencari nafkah dan penghasilan sedangkan istri berkewajiban mendidik anak-anaknya, memberikan kasih sayang, menyusui dan mengasuh mereka serta tugas-tugas lain yang sesuai baginya seperti mengajar anak-anak perempuan, mengurusi sekolah mereka, merawat dan mengobati mereka dan pekerjaan yang semisalnya yang khusus bagi wanita. Bila wanita sampai meninggalkan kewajiban dalam rumahnya berarti ia menyia-nyiakan rumah berikut penghuninya. Hal tersebut berdampak terpecahnya keluarga baik secara hakiki maupun maknawi.” (Khatharu Musyarakatil Mar’ah lir Rijal fi Maidanil ‘Amal, hal. 5)</p>
<p><strong>Arti wanita dalam keluarga</strong></p>
<p>Keberadaan seorang wanita sebagai istri dan ibu dalam keluarga memiliki arti yang sangat penting, bahkan bisa dikatakan dia merupakan satu tiang yang menegakkan kehidupan keluarga dan termasuk pemeran utama dalam mencetak “orang-orang besar.” Sehingga tepat sekali bila dikatakan: “Di balik setiap orang besar ada seorang wanita yang mengasuh dan mendidiknya.”</p>
<p>Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menyatakan: “Perbaikan masyarakat dapat dilakukan dengan dua cara:</p>
<p><strong>Pertama:</strong> Perbaikan secara dzahir, yang dilakukan di pasar-pasar, di masjid-masjid dan selainnya dari perkara-perkara yang dzahir. Ini didominasi oleh lelaki, karena merekalah yang biasa tampil di depan umum.</p>
<p>Kedua: Perbaikan masyarakat yang dilakukan dari balik dinding/ tembok. Perbaikan seperti ini dilakukan di rumah-rumah dan secara umum hal ini diserahkan kepada kaum wanita. Karena wanita adalah pengatur dalam rumahnya sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang ditujukan ketika itu kepada para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p><em>“Tetaplah kalian tinggal di rumah-rumah kalian dan jangan kalian bertabarruj sebagaimana tabarrujnya orang-orang jahiliyyah yang pertama. Tegakkanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah hanyalah berkehendak untuk menghilangkan dosa dari kalian wahai ahlul bait dan mensucikan kalian dengan sebersih-bersihnya.”</em><strong> (Al-Ahzab: 33)</strong></p>
<p>Kami yakin setelah ini bahwasanya tidak salah bila kami katakan perbaikan setengah masyarakat itu atau bahkan mayoritasnya tergantung pada wanita dikarenakan dua sebab berikut ini:</p>
<p>Pertama: Kaum wanita itu jumlahnya sama dengan kaum lelaki bahkan lebih banyak, yakni keturunan Adam mayoritasnya wanita sebagaimana hal ini ditunjukkan oleh As-Sunnah An-Nabawiyyah. Akan tetapi hal ini tentunya berbeda antara satu negeri dengan negeri lain, satu zaman dengan zaman lain. Terkadang di satu negeri jumlah wanita lebih banyak daripada jumlah laki-laki dan terkadang di negeri lain justru sebaliknya. Sebagaimana di satu masa kaum wanita lebih banyak daripada laki-laki namun di masa lainnya justru sebaliknya, laki-laki lebih dominan. Apapun keadaannya wanita memiliki peran yang besar dalam memperbaiki masyarakat.</p>
<p><strong>Kedua:</strong> Tumbuh dan berkembangnya satu generasi pada awalnya berada dalam asuhan wanita. Dengan ini jelaslah tentang kewajiban wanita dalam memperbaiki masyarakat.” (Daurul Mar’ah fi Ishlahil Mujtama’, Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah)</p>
<p>Bila demikian keadaannya, apakah bisa diterima ucapan yang mengatakan bahwa wanita yang bekerja dalam rumahnya, berkhidmat pada keluarganya adalah pengangguran? Manakah yang hakekatnya lebih utama, lebih berhasil dan lebih bahagia, wanita yang tinggal di rumahnya, menjaga diri dan kehormatannya, melayani suami hingga keluarganya menjadi keluarga yang sakinah, penuh cinta dan kasih sayang, dan ia mengasuh anak-anaknya hingga tumbuh menjadi anak-anak yang berbakti dan berguna bagi masyarakatnya, ataukah seorang wanita yang sibuk mengejar karier di kantor bersaing dengan para lelaki, bercampur baur dengan mereka, sementara suami dan anak-anaknya ia serahkan pengurusannya kepada orang lain? Manakah yang lebih merasakan ketentraman dan ketenangan?</p>
<p>Hendaklah dipahami oleh para wanita bahwa pekerjaan berkhidmat pada keluarga merupakan satu ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pekerjaan di dalam rumahnya bukanlah semata-mata gerak tubuhnya, namun pekerjaan itu memiliki ruh yang bisa dirasakan oleh orang yang mengerti tujuan kehidupan dan rahasia terwujudnya insan. (Daurul Mar’ah, hal. 3)<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:</p>
<p>“Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, ia menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya maka ia akan masuk surga dari pintu surga mana saja ia inginkan”. (HR. Ahmad, 1/191. Dalam Adabuz Zifaf, hal. 182, Asy-Syaikh Al-Albani berkata: “Hadits ini hasan atau shahih, ia memiliki banyak jalan.”)</p>
<p>Surga sebagai tempat yang sarat dengan kenikmatan yang kekal abadi dapat dimasuki seorang wanita yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Allah, menjaga kehormatan dirinya dan taat kepada suaminya, dan tentunya semua ini dilakukan oleh seorang wanita di dalam rumahnya.</p>
<p><strong>Pekerjaan wanita di dalam rumah</strong></p>
<p>Beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan wanita di dalam rumahnya, seperti:</p>
<p><strong>Pertama:</strong> ibadah kepada Allah.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p><em>“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” </em><strong>(Adz-Dzariyat: 56)</strong></p>
<p>Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Ummahatul Mukminin untuk berdiam di rumah mereka, Allah gandengkan perintah tersebut dengan perintah beribadah.</p>
<p><em>“Dan tetaplah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah bertabarruj seperti tabarrujnya orang-orang jahiliyyah yang terdahulu, tegaklah shalat, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya.”</em> (Al-Ahzab: 33)</p>
<p>Dengan menegakkan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ini, akan sangat membantu seorang wanita untuk melaksanakan perannya dalam rumah tangga. Dan dengan ia melaksanakan ibadah disertai kekhusyuan dan ketenangan yang sempurna akan memberi dampak positif kepada orang-orang yang ada di dalam rumahnya, baik itu anak-anaknya ataupun selain mereka.</p>
<p><strong>Kedua:</strong> Wanita berperan memberikan (ketenangan dan ketenteraman bagi suami dan juga bagi rumahnya.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p><em>“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untuk kalian pasangan-pasangan (istri) dari diri-diri kalian agar kalian merasakan ketenangan padanya dan Dia menjadikan di antara kalian mawaddah dan rahmah…”</em> <strong>(Ar-Rum: 21)</strong></p>
<p>Seorang wanita tidak bisa menjadi sakan bagi suaminya sampai dia memahami hak dan kedudukan suami, kemudian ia melaksanakan hak-hak tersebut dalam rangka taat kepada Allah dengan penuh kesenangan dan keridhaan. Seorang wanita perlu mengetahui tentang besarnya hak suami terhadapnya, sampai-sampai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suami.” (HR. Ahmad, 4/381. Dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 5295 dan Irwa-ul Ghalil no. 1998)</p>
<p>Ketika suaminya telah meninggal pun ia diperintah untuk menahan dirinya dari berhias (ber-ihdad) selama 4 bulan 10 hari.</p>
<p><em>“Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk berihdad atas mayit lebih dari tiga hari, kecuali bila yang meninggal itu adalah suaminya maka ia berihdad selama 4 bulan 10 hari.”</em> <strong>(HR. Muslim no. 1486</strong>)</p>
<p>Seorang wanita bisa menjadi sakan bagi rumahnya bila ia menegakkan beberapa hal berikut ini:<br />
1. Taat secara sempurna kepada suaminya dalam perkara yang bukan maksiat kepada Allah</p>
<p>Taat ini merupakan asas ketenangan karena suami sebagai qawwam (pemimpin) tidak akan bisa melaksanakan kepemimpinannya tanpa ketaatan. Dan ketaatan kepada suami ini lebih didahulukan daripada melakukan ibadah-ibadah sunnah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p><em>“Tidak boleh seorang wanita puasa (sunnah) sementara suaminya ada di tempat kecuali setelah mendapatkan izin suaminya.”</em> <strong>(HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)</strong></p>
<p>Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Larangan ini menunjukkan keharaman, demikian diterangkan dengan jelas oleh orang-orang dalam madzhab kami.” (Syarah Shahih Muslim, 7/115). Hal ini merupakan pendapat jumhur ulama sebagaimana disebutkan dalam Fathul Bari (9/356).</p>
<p>Al-Imam An-Nawawi rahimahullah juga memberikan alasan dalam hal ini: “Sebabnya adalah suami memiliki hak untuk istimta’ (bermesraan) dengan si istri sepanjang hari, haknya dalam hal ini wajib untuk segera ditunaikan sehingga jangan sampai hak ini luput ditunaikan karena si istri sedang melakukan ibadah sunnah ataupun ibadah yang wajib namun dapat ditunda.” (Syarah Shahih Muslim, 7/115)</p>
<p>Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan: “Hadits ini menunjukkan bahwa lebih ditekankan kepada istri untuk memenuhi hak suami daripada mengerjakan kebajikan yang hukumnya sunnah, karena hak suami itu wajib sementara menunaikan kewajiban lebih didahulukan daripada menunaikan perkara yang sunnah.” (Fathul Bari, 9/356)</p>
<p>“Wajib bagi wanita/ istri untuk taat kepada suaminya dalam perkara yang ia perintahkan dalam batasan kemampuannya, karena hal ini termasuk keutamaan yang Allah berikan kepada kaum lelaki di atas kaum wanita, sebagaimana dalam ayat:</p>
<p>“Kaum lelaki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita.”<br />
dan ayat:</p>
<p>“Dan bagi kaum lelaki kedudukannya satu derajat di atas kaum wanita.”</p>
<p>Hadits-hadits shahih yang ada memperkuat makna ini dan menjelaskan dengan terang apa yang akan diperoleh wanita dari kebaikan ataupun kejelekan bila ia mentaati suaminya atau mendurhakainya, demikian dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Adabuz Zifaf, hal. 175-176.</p>
<p>2. Mengerjakan pekerjaan rumah yang dibutuhkan dalam kehidupan keluarga seperti memasak, menjaga kebersihan, mencuci dan semisalnya.</p>
<p>Seorang wanita semestinya melakukan tugas-tugas di atas dengan penuh kerelaan dan kelapangan hati dan kesadaran bahwa hal itu merupakan ibadah kepada Allah. Telah lewat teladan dari para sahabat dalam masalah ini. Mungkin kita masih ingat bagaimana kisah Fathimah bintu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menggiling gandum sendiri untuk membuat kue hingga membekaskan kapalan pada kedua tangannya. Ketika akhirnya ia meminta pembantu kepada ayahnya untuk meringankan pekerjaannya maka sang ayah yang mulia memberikan yang lebih baik bagi putri terkasih.</p>
<p><em>“Maukah aku tunjukkan yang lebih baik bagi kalian berdua daripada seorang pembantu? Bila kalian berdua hendak berbaring di tempat tidur kalian, bertakbirlah 34 kali, bertahmidlah 33 kali dan bertasbihlah 33 kali. Maka yang demikian itu lebih baik bagi kalian daripada apa yang kalian minta.”<strong> </strong></em><strong>(HR. Al-Bukhari no. 3113 dan Muslim no. 2727)</strong></p>
<p>Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak mengingkari khidmat yang dilakukan putrinya dengan penuh kepayahan, padahal putrinya adalah wanita yang utama dan mulia. Bahkan beliau mengakui khidmat tersebut dan memberi hiburan kepada putrinya dengan perkara ibadah yang lebih baik daripada seorang pembantu.</p>
<p>3. Menjaga rahasia suami dan kehormatannya sehingga menumbuhkan kepercayaan suami secara penuh terhadapnya.</p>
<p>4. Menjaga harta suami.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p><em>“Sebaik-baik wanita penunggang unta, wanita Quraisy yang baik, adalah yang sangat penyayang terhadap anaknya ketika kecilnya dan sangat menjaga suami dalam apa yang ada di tangannya.”</em> <strong>(HR. Al-Bukhari no. 5082 dan Muslim no. 2527).</strong></p>
<p>Maksud sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: adalah wanita itu sangat menjaga dan memelihara harta suami dengan berbuat amanah dan tidak boros dalam membelanjakannya. (Fathul Bari, 9/152)</p>
<p>Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Hadits ini menunjukkan keutamaan sifat kasih sayang (dari seorang ibu), tarbiyah yang baik, mengurusi anak-anak, menjaga harta suami, mengurusi dan mengaturnya dengan cara yang baik.” (Fathul Bari, 9/152)</p>
<p>5. Bergaul dengan suami dengan cara yang baik.</p>
<p>Dengan memaafkan kesalahan suami bila ia bersalah, membuatnya ridha ketika ia marah, menunjukkan rasa cinta kepadanya dan penghargaan, mengucapkan kata-kata yang baik dan wajah yang selalu penuh senyuman. Juga memperhatikan makanan, minuman dan pakaian suami.</p>
<p>6. Mengatur waktu sehingga semua pekerjaan tertunaikan pada waktunya, menjaga kebersihan dan keteraturan rumah sehingga selalu tampak rapi hingga menyenangkan pandangan suami dan membuat anak-anak pun betah.</p>
<p>7. Jujur terhadap suami dalam segala sesuatu, khususnya ketika ada sesuatu yang terjadi sementara suami berada di luar rumah. Jauhi sifat dusta karena hal ini akan menghilangkan kepercayaan suami.</p>
<p><strong>Ketiga: mendidik anak-anak (tarbiyatul aulad)</strong></p>
<p>Tugas ini termasuk tugas terpenting seorang wanita di dalam rumahnya, karena dengan memperhatikan pendidikan anak-anaknya berarti ia mempersiapkan sebuah generasi yang baik dan diridhai oleh Rabbul Alamin. Dan tanggung jawab ini ia tunaikan bersama-sama dengan suaminya karena setiap mereka adalah mas’ul yang akan ditanya tentang tanggung jawabnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adhaah manusia dan batu.” (At-Tahrim: 6)</p>
<p><strong>Keempat: mengerjakan pekerjaan lain di dalam rumah bila ada kelapangan waktu dan kesempatan, seperti menjahit pakaian untuk keluarga dan selainnya. Dengan cara ini ia bisa berhemat untuk keluarganya di samping membantu suami menambah penghasilan keluarga.</strong></p>
<p>Apa yang disebutkan di atas dari tugas seorang wanita merupakan tugas yang berat namun akan bisa ditunaikan dengan baik oleh seorang wanita yang shalihah yang membekali dirinya dengan ilmu agama, ditambah bekal pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung tugasnya di dalam rumah. Adapun bila wanita itu tidak shalihah, jahil lagi bodoh maka di tangannya akan tersia-siakan tugas yang mulia tersebut.</p>
<p>Wallahu ta’ala a’lam.</p>
<p>Oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2009/10/20/eksploitasi-kaum-perempuan-oleh-kaum-sepilis-sekulerpluralis-liberalis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puasa dan Sholat yang Paling Dicintai Alloh</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2009/10/16/puasa-dan-sholat-yang-paling-dicintai-alloh/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2009/10/16/puasa-dan-sholat-yang-paling-dicintai-alloh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 06:31:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abdulloh bin ‘Amr bin Al ‘Ash rodhiyallohu ‘anhu beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya puasa yang paling dicintai Alloh adalah puasa Dawud dan sholat yang paling dicintai Alloh adalah sholatnya Dawud; beliau itu tidur setengah malam dan bangun di sepertiga sesudahnya lalu tidur seperenam malam sisanya, dan beliau senantiasa berpuasa sehari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dari Abdulloh bin ‘Amr bin Al ‘Ash rodhiyallohu ‘anhu beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya puasa yang paling dicintai Alloh adalah puasa Dawud dan sholat yang paling dicintai Alloh adalah sholatnya Dawud; beliau itu tidur setengah malam dan bangun di sepertiga sesudahnya lalu tidur seperenam malam sisanya, dan beliau senantiasa berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari.”</em> (Hadits riwayat Al Bukhori dalam kitab <em>Tahajjud</em> no. 1131 dan dalam kitab <em>Ahaaditsul Anbiyaa’</em> no. 3402, Muslim dalam kitab <em>Shiyaam</em> 1159, 189, Abu Dawud dalam kitab <em>Shoum</em> no. 2448, Ad Daarimi II/20 dalam kitab <em>Shoum</em>, Ibnu Maajah dalam kitab <em>Shiyaam</em> no. 1712 dan Ahmad dalam <em>Musnad</em>-nya II/160)</p>
<p><span id="more-319"> </span></p>
<p>Faedah yang bisa dipetik dari hadits di atas adalah:</p>
<ol>
<li>Sehari berpuasa dan sehari berbuka merupakan amalan puasa yang paling utama karena di dalamnya sudah menyamai puasa Dahr.</li>
<li>Tidur di setengah malam pertama, kemudian bangun untuk sholat di sepertiga sesudahnya, lalu tidur seperenam sisanya merupakan tata cara sholat malam yang paling utama karena pada cara ini tubuh dipenuhi kebutuhannya untuk beristirahat terlebih dulu kemudian bangun malam di waktu-waktu turunnya Alloh ke langit dunia lalu tidur seperenam sisanya supaya tubuh lebih segar dalam melakukan sholat shubuh dan untuk berdzikir sesudahnya.</li>
<li>Ibadah itu penuh keseimbangan dan keadilan, sehingga tidak boleh lalai dari beribadah kepada-Nya dan juga tidak boleh berlebih-lebihan dalam mengerjakannya, karena Robbmu itu memiliki hak atasmu, demikian juga keluargamu maka tunaikanlah setiap hak kepada pemiliknya.</li>
<li>Alloh Tabaaroka wa Ta’aala telah menyediakan berbagai macam ibadah bagimu, apabila kamu terlalu memforsir diri hanya pada salah satunya bisa saja menyebabkan yang lainnya tertinggal, maka sudah semestinya kamu sisakan kekuatan untuk mengerjakan yang lainnya. Kebiasaan yang berjalan pada manusia seperti bergaul dengan keluarga, mengunjungi sahabat-sahabat, mencari rizki, berbincang-bincang dengan anak-anak, tidur; itu semua bisa bernilai ibadah apabila diniatkan untuk meraih pahala dan menunaikan hak-hak sesama. Jadi keutamaan yang Allah sediakan amatlah luas dan kebaikan-Nya amatlah agung (lihat <em>Taisirul ‘Allaam</em> Juz I hal. 388).</li>
</ol>
<p><strong>Puasa 3 Hari Setiap Bulan</strong></p>
<p><em>Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu beliau berkata: “Kekasihku shollallohu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepadaku dengan tiga perkara: Puasa 3 hari setiap bulan, sholat 2 rokaat Dhuha dan sholat witir sebelum tidur.”</em> (Hadits riwayat Al Bukhori di kitab <em>Shoum</em> no. 1981, kitab <em>Tahajud</em> no. 1178, Muslim dalam kitab <em>Sholatul Musafirin</em> no. 721, Abu Dawud dalam kitab <em>Sholat</em> no. 1432, Ad Daarimi dalam kitab <em>Sholat</em> I/339, II/18,19 di kitab <em>Shoum</em>, Ahmad dalam <em>Musnad</em>-nya II/258, 271, 277, 402, 459, 497, 526)</p>
<p>Faedah yang bisa dipetik dari hadits di atas adalah:</p>
<ol>
<li>Disunnahkan puasa tiga hari setiap bulan, yaitu pada tanggal 13, 14 dan 15 sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Qotadah bin Malhan yang diriwayatkan oleh Ahlu Sunan, beliau mengatakan: <em>Dahulu Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk puasa pada hari-hari putih yaitu pada tanggal 13, 14 dan 15, dan beliau mengatakan “Puasa ini setara dengan puasa sepanjang masa.”</em></li>
<li>Disunnahkan melakukan sholat Dhuha serta sering-sering melakukannya bagi orang yang tidak kuat bangun sholat malam agar dia tidak kehilangan sholat (sunnah) siang dan malam sekaligus.</li>
<li>Mengerjakan witir sebelum tidur bagi orang yang berdasarkan perkiraan kuat tidak kuat untuk bangun di akhir malam, adapun orang yang merasa kuat untuk bangun di akhir malam hendaknya dia mengerjakan di akhir malam, dan apabila luput darinya karena tidur atau lupa disunnahkan untuk mengqodho’nya.</li>
<li>Tiga hukum yang disebutkan dalam hadits ini termasuk wasiat Nabi yang sangat berharga yang sudah semestinya diperhatikan dan bersemangat dalam mengerjakannya, sebab mengandung manfaat yang amat besar dan kedudukannya sangat mulia (lihat <em>Taisirul ‘Allaam</em> juz I hal 390).</li>
</ol>
<p><strong>Larangan Puasa di hari Jum’at</strong></p>
<p>Dari Muhammad bin ‘Abbaad bin Ja’far beliau mengatakan: <em>“Aku pernah bertanya kepada Jabir bin ‘Abdillah: ‘Apakah Nabi shollallohu ‘alihi wa sallam melarang puasa di hari Jum’at?’ Dia menjawab: ‘Ya.’”</em> (Hadits riwayat Al Bukhori dalam kitab <em>Shoum</em> no. 1984, Muslim dalam kitab <em>Shiyam</em> no. 1143)</p>
<p>Imam Muslim memberikan tambahan riwayat: <em>“(ya) Demi Rabb ka’bah.”</em></p>
<p><em>Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu beliau bekata: Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa di hari Jum’at, kecuali sehari sebelum atau sesudahnya berpuasa.”</em> (Hadits riwayat Al Bukhori dalam kitab <em>Shoum</em> no. 1985, Muslim dalam kitab <em>Shiyaam</em> no. 1144, Abu Dawud dalam kitab <em>Shoum</em> no. 2420, At Tirmidzi dalam kitab <em>Shoum</em> no. 743, Ibnu Maajah di  kitab <em>Shiyam</em> no. 1723)</p>
<p>Faedah yang bisa dipetik dari hadits di atas adalah:</p>
<ol>
<li>Larangan mengerjakan puasa di hari Jum’at saja.</li>
<li>Hal itu boleh dilakukan apabila diiringi puasa sehari sebelum atau sesudahnya, atau karena bertepatan dengan puasa yang sudah biasa dikerjakan (misal Puasa Dawud, pent).</li>
<li>Larangan puasa di dalam hadits ini dibawa menuju hukum makruh li tanzih (bukan haram) karena Nabi <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em> pernah berpuasa pada hari itu dalam rangkaian puasa yang biasa beliau lakukan. Beliau memberikan keringanan bolehnya berpuasa pada hari itu apabila diiringi dengan puasa sehari sebelum atau sesudahnya, seandainya larangan ini dibawa ke hukum haram niscaya tidak boleh puasa di hari itu sebagimana haramnya berpuasa di hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (lihat <em>Taisirul’Allaam</em> juz I hal. 391).</li>
</ol>
<p><strong>Larangan Puasa di Hari Raya</strong></p>
<p><em>Dari Abu ‘Ubaid maula Ibnu Azhar yang bernama Sa’ad bin ‘Ubaid, beliau berkata: “Aku pernah menghadiri hari raya bersama ‘Umar bin Khoththob rodhiyallohu ‘anhu dan beliau berkata dalam khotbahnya: Dua hari raya ini dilarang oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam untuk mengerjakan puasa, yaitu hari kalian ber idul fithri dan hari kalian menyembelih kurban.”</em> (Hadits riwayat Al Bukhori dalam kitab <em>Shoum</em> no. 1990, kitab <em>Al Adhoohi</em> no. 5571, Muslim dalam kitab <em>Shiyaam</em> no. 1137, Abu Dawud no. 2416, At Tirmidzi dalam kitab <em>Shoum</em> no. 771, Ibnu Maajah dalam kitab <em>Shiyaam</em> no. 1772)</p>
<p>Faedah yang bisa dipetik dari hadits di atas adalah:</p>
<ol>
<li>Diharamkan berpuasa pada hari raya Idul Fithri dan Idul Adha.</li>
<li>Puasa pada dua hari itu tidak dianggap sebagai puasa sehingga hukumnya tidak sah apabila dilakukan, sama saja apakah karena qodho’ atau puasa sunnah, atau puasa nadzar.</li>
<li>Hikmah larangan puasa pada hari itu adalah sebagaimana yang diisyaratkan dalam hadits: masuknya Idul Fithri adalah tanda berakhirnya bulan Romadhon maka hendaknya dibedakan dan supaya diketahui batas puasa wajib dengan merayakan Idul Fithri. Demikian pula beliau melarang puasa sehari atau dua hari sebelum Romadhon dalam rangka membedakan bulan puasa ini dengan bulan-bulan yang lainnya.</li>
<li>Disunnahkan bagi khothib mengingatkan hukum-hukum yang terkait dengan kondisi pada saat dia berbicara dan hendaknya dia berusaha memilih tema-tema yang bersesuaian (Lihat <em>Taisirul ‘Allaam</em> juz I hal. 392).</li>
</ol>
<p><strong>Balasan Bagi Orang yang Berpuasa Ketika Berjihad Fii Sabiilillaah</strong></p>
<p><em>Dari Abu Sa’id Al Khudri rodhiyallohu ‘anhu beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barangsiapa berpuasa sehari ketika berjihad di jalan Alloh niscaya Alloh akan menjeuhkan wajahnya dari apai neraka sejauh perjalanan 70 tahun.”</em> (Hadits riwayat Al Bukhori dalam kitab <em>Jihad</em> no. 2840, Muslim dalam kitab <em>Shiyaam</em> 128,1153, At Tirmidzi dalam kitab <em>Fadhooilul Jihad</em> no. 1623, An Nasaa’i dalam kitab <em>Shiyaam</em> IV/173, Ibnu Maajah dalam kitab <em>Shiyaam</em> no. 1717)</p>
<p>Faedah yang bisa dipetik dari hadits di atas adalah:</p>
<ol>
<li>Keutamaan berpuasa di tengah suasana jihad fii sabiilillaah serta pahala agung yang akan diberikan atasnya.</li>
<li>Disunnahkannya berpuasa ketika jihad dengan syarat tidak melemahkan kekuatan berjihad, apabila berpuasa justru membuatnya lemah maka disunnahkan baginya meninggalkan puasa karena jihad termasuk maslahat umum yang lebih luas cakupannya adapun puasa maslahatnya hanya terbatas pada diri orang yang berpuasa, karena semakin luas kemaslahatan yang terkandung dalam suatu ibadah maka itulah yang lebih utama (lihat <em>Taisirul ‘Allaam</em> juz I hal. 394).</li>
</ol>
<p>Demikianlah beberapa buah hadits yang berkenaan dengan ibadah puasa beserta faedah-faedah yang bisa dipetik darinya. Semoga bermanfaat. <em>Alhamdulillaahilladzii bi ni’matihi tatimmu sholihaat.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2009/10/16/puasa-dan-sholat-yang-paling-dicintai-alloh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Dahsyat Kekuatan Air Akhirnya Terungkap!</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2009/10/16/rahasia-dahsyat-kekuatan-air-akhirnya-terungkap/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2009/10/16/rahasia-dahsyat-kekuatan-air-akhirnya-terungkap/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 03:45:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Air]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan air]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=486</guid>
		<description><![CDATA[Selama berabad-abad lamanya manusia selalu tergantung pada air. Air bisa sangat bermanfaat bagi manusia untuk menjaga kesehatan dan pengobatan namun air bisa juga mengakibatkan bencana yang tak terperikan. Banjir dahsyat di berbagai daerah atau peristiwa tsunami di Aceh, jelas sekali menggambarkan kekuatan alam yang mampu meluluhlantakan kota dan penduduknya hanya dengan sekali libas.
Karena dahsyatnya kekuatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Franklin Gothic Medium;">Selama berabad-abad lamanya manusia selalu tergantung pada air. Air bisa sangat bermanfaat bagi manusia untuk menjaga kesehatan dan pengobatan namun air bisa juga mengakibatkan bencana yang tak terperikan. Banjir dahsyat di berbagai daerah atau peristiwa tsunami di Aceh, jelas sekali menggambarkan kekuatan alam yang mampu meluluhlantakan kota dan penduduknya hanya dengan sekali libas.</span></p>
<p>Karena dahsyatnya kekuatan air, manusia pun selayaknya memiliki ahlak terhadap air. Banyaknya pencemaran air di Indonesia yang meliputi sungai, laut, dan air tanah jelas sekali memperlihatkan betapa rendahnya ahlak manusia Indonesia terhadap air. Tidaklah mengherankan jika air pulalah yang mengakibatkan banyak bencana di Indonesia. Bencana-bencana tersebut tentulah bukan takdir Tuhan semata, melainkan takdir tersebut terjadi akibat perbuatan manusia itu sendiri :</p>
<p>Yang demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya. (Q.S Al Anfaal (8) : 35)</p>
<p>Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (Q.S Yunus (10) : 44)</p>
<p>Dengan demikian ada sebuah pertanyaan : benarkah air mampu merespon positif atau bahkan &#8216;balas dendam&#8217; kepada manusia?</p>
<p>Pertanyaan diatas terjawab juga akhirnya di abad modern ini. Melalui penelitian tentang air yang dilakukan ilmuwan Jepang Dr.Masaru Emoto akhirnya dapat kita ketahui bahwa air pun ternyata HIDUP dan dapat memberikan respon yang positif ataupun negatif terhadap manusia. Penelitian ini patut diacungi jempol karena telah membuktikan ayat dalam Al Quran : &#8220;Dan kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup&#8230;&#8221; (Q.S Al Anbiya (21) :30).</p>
<p>Dr.Masaru Emoto berhasil mendapatkan foto kristal air pertama di dunia bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ilmuwan yang ahli dalam mikroskop). Foto kristal air ini didapat dengan cara membekukan air pada suhu -25 derajat celcius dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi. Hasilnya adalah air ternyata mampu merespon terhadap kata-kata, gambar serta musik baik secara positif ataupun negatif.</p>
<p>Jika kita mengatakan pada air kata-kata &#8220;cinta dan terima kasih&#8221; maka hasil foto kristal airnya sungguh dahsyat yakni membentuk kristal air heksagonal yang indah. Sebaliknya, jika kita mengatakan pada air kalimat &#8220;kamu bodoh&#8221; maka tidak akan membentuk kristal bahkan gambarnya jelek sekali. Simak perbedaan fotonya berikut ini :</p>
<p>Kristal air yang terbentuk jika kita mengatakan &#8220;kamu bodoh&#8221; :</p>
<p><img src="http://indospiritual.com/gambar/kamubodoh.JPG" border="0" alt="" /></p>
<p>Kristal air yang terbentuk jika kita mengatakan &#8220;cinta dan terima kasih&#8221; :</p>
<p><img src="http://indospiritual.com/gambar/lovethanks.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p>Itulah sebabnya sekarang ini kita harus berahlak terhadap air karena dengan ahlak yang baik pada air berarti kita mengkonsumsi air yang akan berdampak baik pada tubuh kita, sebab air yang mampu membentuk heksagonal merupakan air yang mampu melunturkan racun-racun pada tubuh kita. Percobaan terhadap air tidak hanya dilakukan dengan kata-kata namun juga melalui musik. Ternyata musik klasik mampu merubah air membentuk kristal yang sangat indah sedangkan musik heavy metal justru membentuk air yang tidak baik.</p>
<p>Hal yang berkaitan dengan manfaat air sebagai penyembuhan spiritual juga mengagumkan. Foto berikut ini telah memperlihatkan kebesaran Allah, dimana air yang telah diberikan doa ternyata mampu membentuk kristal heksagonal yang sangat indah.</p>
<p>Gambar air SEBELUM diberi doa :</p>
<p><img src="http://indospiritual.com/gambar/beforedoa.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p>Gambar kristal air SESUDAH diberi doa :</p>
<p><img src="http://indospiritual.com/gambar/afterdoa.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p>Dengan penelitian ini, jelaslah sudah bahwa pengobatan alternatif melalui air yang telah diberi doa ternyata bisa memberikan kesembuhan kepada penyakit yang berat sekalipun. Jika dulu banyak orang beranggapan penyembuhan penyakit melalui air yang diberi doa adalah musrik maka oleh ilmu pengetahuan telah dibuktikan bahwa doa yang dibacakan pada air mampu merubah air tersebut menjadi air penyembuh. Jadi semua ini sejalan dengan ilmu pengetahuan.</p>
<p>Penelitian Dr.Masimoto inipun tidak hanya mencakup air melainkan juga makanan lainnya yang ternyata mampu memberikan reaksi positif dan negatif. Inilah rahasianya mengapa kita dianjurkan oleh agama untuk berdoa sebelum makan/minum. Doa yang baik ternyata akan mampu merubah air/makanan menjadi sesuatu yang baik bagi tubuh.</p>
<p>Penelitian ini sungguh menyadarkan kita bahwa ucapan, pikiran dan perbuatan yang tidak baik ternyata mampu mengalirkan energi negatif yang merubah segala sesuatunya menjadi tidak baik. Peristiwa tsunami di Aceh adalah bukti bahwa alam (air) telah merespon segala ketakutan, kemarahan, kesedihan rakyat aceh selama berpuluh-puluh tahun. Akibatnya adalah air merespon secara negatif dan berbalik menghantam mereka sendiri.</p>
<p>Untuk itu marilah kita berhati-hati! apalagi tubuh kita sendiri ternyata terdiri dari 70% air. Jika kita memiliki pikiran negatif maka air dalam tubuh kita juga akan membentuk pola yang negatif. Akibatnya malah bisa menimbulkan penyakit atau masalah lainnya. Tidaklah mengherankan jika stress ternyata memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap timbulnya penyakit.</p>
<p>Dengan penemuan yang brilian ini, kini saatnya bagi kita semua memiliki pikiran yang positif! Pikiran positif akan memancarkan gelombang energi dalam diri kita sendiri sehingga kesehatan akan semakin baik karena air dalam tubuh kita akan membentuk pola energi yang baik juga. Demikian gelombang energi positif ini akan mempengaruhi lingkungan sekitar kita hingga berdampak positif bagi kita. Hasilnya adalah kesuksesan hanya akan terjadi jika kita berpikiran positif! : rejeki tambah lancar, keluarga harmonis dll.</p>
<p>Dengan membiasakan diri berpikir positif, maka sesungguhnya kita akan mampu menghambat energi negatif yang akan menghantam kita, entah berupa penyakit, stress, sihir dll. Hal ini telah dibuktikan pula oleh Masimoto yaitu air yang telah diberi doa/kalimat positif ternyata masih tetap membentuk kristal meski kemudian diperdengarkan kata-kata negatif. Jadi tunggu apa lagi !?? berpikirlah positif mulai sekarang!!</p>
<p>Sumber : Buku &#8220;The True Power of Water&#8221; (Dr. Masaru Emoto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2009/10/16/rahasia-dahsyat-kekuatan-air-akhirnya-terungkap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
