<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CAHAYA IMAN &#187; Berita Luar Negeri</title>
	<atom:link href="http://cahaya-iman.web.id/category/berita-luar-negeri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cahaya-iman.web.id</link>
	<description>Menuju Muslim Sejati</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Feb 2012 14:20:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Israel Semakin Terancam</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2009/02/israel-semakin-terpuruk/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2009/02/israel-semakin-terpuruk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 07:12:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[hamas]]></category>
		<category><![CDATA[Israek]]></category>
		<category><![CDATA[israel terpuruk]]></category>
		<category><![CDATA[yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Belum pernah Israel seterancam seperti sekarang, apalagi belum genap dua tahun lalu, superioritas militernya terhadap Arab dipatahkan Hizbullah di Lebanon. Kini, tak ada satu pun kota Israel yang aman dari serangan Arab meski puluhan skuadron pesawat tempur canggih dan wahana anti rudal menjaga ketat kota-kota Israel. Bahkan saat tank-tank canggih Abrams, lusinan heli tempur Apache [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://secretsocieties.files.wordpress.com/2009/01/erez-eidan-funeral.jpg?w=217&amp;h=300" alt="" width="174" height="239" />Belum pernah Israel seterancam seperti sekarang, apalagi belum genap dua tahun lalu, superioritas militernya terhadap Arab dipatahkan Hizbullah di Lebanon.</p>
<p>Kini, tak ada satu pun kota Israel yang aman dari serangan Arab meski puluhan skuadron pesawat tempur canggih dan wahana anti rudal menjaga ketat kota-kota Israel.</p>
<p>Bahkan saat tank-tank canggih Abrams, lusinan heli tempur Apache dan salah satu pasukan infanteri paling terlatih di dunia menginvasi Gaza sejak 3 Januari 2009, luncuran roket Hamas tetap menghujam bumi Israel.</p>
<p>“Hamas masih cukup memiliki roket dan mortir untuk terus ditembakkan jauh ke dalam wilayah Israel sampai beberapa minggu,” kata Kepala Litbang Intelijen Militer (Aman), Jenderal Yossi Beidatz, seperti dilansir AFP (6/1).</p>
<p>Hamas yang berada di jantung Israel kian mengancam negara Yahudi itu dan didukung rakyatnya terbukti pemilu Palestina Januari 2006 lalu telah memenangkan Hamas dan membuat Israel serta rezim-rezim Arab sekutu AS ketakutan.</p>
<p><img class="alignright" src="http://secretsocieties.files.wordpress.com/2009/01/idf-soldier-mourns.jpg?w=206&amp;h=300" alt="" width="165" height="239" />Israel harus menerima kenyataan, semua pemenang proses demokrasi di Timur Tengah berubah menentangnya, tak terkecuali Turki yang sebelumnya menjadi sahabat kentalnya atau Iran yang kini menjadi musuh paling fanatiknya.</p>
<p>Israel juga menghadapi Presiden terpilih AS yang bungkam menyikapi ulah usilnya di Timur Tengah, padahal sebelumnya rezim-rezim baru Washington selalu berhasil dipancing Israel untuk berkomentar.</p>
<p>Wayne White, mantan analis Timur Tengah di Departemen Luar Negeri AS, menilai Obama bungkam karena ia menghadapi kompleksitas konflik Gaza dan melihat Israel berlaku bodoh di Gaza.</p>
<p>“Jika saya Obama, saya juga akan memilih bungkam,” kata Wayne seperti dikutip Washington Times (30/12).</p>
<p><strong>Sendirian</strong></p>
<p>Ketika Obama akhirnya berbicara, si hitam beradik keturunan Indonesia itu tidak mengisyaratkan ia bersetuju dengan Israel, sebaliknya menyampaikan kalimat yang netral sehingga tak membuat gerah Arab.</p>
<p>“Tegasnya, saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas konflik yang berlaku di wilayah itu,” kata Obama seperti dikutip DPA (7/1), tanpa mengomentari legalitas agresi Gaza yang justru diinginkan Israel.</p>
<p>Sikap diam Obama adalah kemunduran bagi Israel yang malah menegaskan fokusnya pada perbaikan ekonomi dan dengan cerdik membebankan Gaza pada rezim George Bush yang turut mengarsiteki krisis Gaza.</p>
<p>“Saya kira pemerintah Bush sangat nyaman mendukung Israel dan tak melibatkan diri atau mencoba upaya gencatan senjata,” kata Scott Lasensky, analis United States Institute of Peace, mengomentari aransemen Bush di Gaza.</p>
<p>Sejumlah kalangan bahkan meminta Obama tegas dengan tidak menuruti Israel.</p>
<p>“Obama mesti memulai inisiatif baru karena proses damai Annapolis pada November 2007 tidak menghasilkan apa-apa,” ulas Nathan Brown, analis Carnegie Endowment for International Peace, menunjuk prakarsa damai kreasi Bush yang menguntungkan Israel semata itu.</p>
<p>Jelas, Israel sendirian di Timur Tengah, apalagi Bush yang memanjanya segera raib dari Gedung Putih.</p>
<p>Turki yang lama menjadi sekutunya pun menjaga jarak setelah pemerintahan pimpinan AKP enggan menyeret Turki merapat ke Israel.</p>
<p>Jangan tanya sikap Eropa karena banyak negara seperti Prancis dan Jerman, geram terhadap ulah Israel yang gemar menyepelekan hukum internasional.</p>
<p>“Tuan Presiden (Shimon Peres), anda menghadapi masalah serius dengan dunia internasional dan citra Israel tengah hancur,” kata anggota Komisi Hubungan Luar Negeri Uni Eropa Benita Ferrero-Waldner saat menyampaikan sikap Eropa di Gaza.</p>
<p><img class="alignright" src="http://secretsocieties.files.wordpress.com/2009/01/roi-yaakov-funeral.jpg?w=300&amp;h=201" alt="" width="240" height="161" />Hanya karena ingin memupus perasaan bersalah atas genosida semasa Perang Dunia Kedua, Eropa ingin terlihat seimbang di Palestina dengan menyeru Hamas mengakhiri serangan roket ke Israel.</p>
<p><strong>Sadar</strong></p>
<p>Israel sendiri sadar petualangannya di Gaza tak akan sepermanen saat mereka merampas Sinai pada Perang 1967, lagipula ekspedisi kali ini hanya untuk konsumsi pemilu.</p>
<p>Israel juga tahu Hamas yang menjadi musuhnya sekarang lebih militan dibanding musuh musuhnya pada masa lalu, diantaranya karena memiliki roket-roket Iran yang menjangkau semua wilayah Israel.</p>
<p>Oleh karena itu, agresi Gaza adalah juga pesan Israel pada Iran yang membuatnya menjadi demikian tidak aman dan tak lagi superior. Iran menodong Israel dengan roket Grad dan Fajar tanpa menggelarkan seorang pun tentara.</p>
<p>“Iran cukup memasukkan anasir kimia dan biologi pada rudalnya dan hancurlah Negara Yahudi. Itu semua dilakukan secara terselubung melalui Hamas dan Hizbullah sehingga Iran bisa mengklaim diri bersih,” kata Profesor Rabbi Daniel Zucker, ketua Americans for Democracy in the Middle-East seperti dikutip Jerusalem Post.</p>
<p>Israel juga tak bisa mengandalkan sekutu Arabnya yang belakangan terlihat rapuh dirongrong oposisi yang umumnya senafas dengan Hamas.</p>
<p>Keengganan Mesir untuk tegas di Palestina misalnya, lebih karena dimotivasi oleh kekhawatiran Hamas menulari kaum oposisi Mesir. Pandangan serupa dianut rezim Arab moderat lainnya seperti Arab Saudi dan Yordania yang tak ingin shiah Iran menyemangati kaum oposisi.</p>
<p>Presiden Husni Mubarak tak saja khawatir Hamas mengancam Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Fatah, tapi juga karena dia memiliki agenda politiknya sendiri, menetralisir oposisi muslim militan, khususnya Ikhwanul Muslimin.</p>
<p>Ikhwanul memang dinyatakan terlarang, namun para aktivisnya yang kini menjadi anggota parlemen dari garis independen telah membentuk kaukus oposisi besar di parlemen di mana tokohnya yang bernama Mohamed Habib menuduh Mubarak bersekongkol dengan Israel.</p>
<p>Habib juga menyebut Israel telah mengiris wilayah Arab, menjarah kekayaannya dan menghapus identitas budayanya. Untuk itu, Habib melihat perlawanan Palestina di Gaza adalah garis depan pertahanan Arab guna menghadapi rekayasa Israel.</p>
<p>Ekspedisi militer Israel di Gaza adalah memang rekayasa dan petualangan Partai Kadima dalam menaikkan popularitasnya menjelang pemilu legislatif 10 Februari 2009.</p>
<p>Kalau dulu PLO atau Hizbullah di Lebanon yang menjadi pion pendongkrak popularitas politik Tel Aviv, maka kini mereka memainkan Hamas sebagai bidak pendongkrak popularitas politik dengan membesar-besarkan ancaman Hamas. Padahal, militansi Hamas adalah reaksi dari embargo tak manusiawi Israel di Gaza.</p>
<p>Dengan embargo Gaza, Israel ingin melemahkan Hamas sehingga tak mampu memerintah dan Gaza pun kacau untuk kemudian menjadi pintu masuk bagi penggulingan Hamas oleh Israel.</p>
<p>Hamas berupaya menembus blokade itu, mulanya dengan penyelundupan, namun frustasi dan terpaksa mengadopsi serangan bersenjata, satu tindakan yang justru diinginkan Israel karena menjadi pembenar bagi invasi ke Gaza.</p>
<p>Pengepungan</p>
<p>“Padahal bukan hanya Hamas yang ingin mengakhiri pengepungan Israel, tapi juga seluruh rakyat Palestina. Itu keinginan semua manusia dan bangsa yang bercita-cita hidup sebagai manusia merdeka,” kata editor Jerusalem Post, Larry Derfner (31/12).</p>
<p>Dengan merusak ketertiban Gaza lewat kampanye militer, total sudah kekacauan di Gaza dan Israel pun percaya Hamas bakal seinferior Fatah.</p>
<p>“Hamas tak akan seperti Fatah yang lemah, korup dan tidak populer. Hamas justru akan kian ekstrem karena blokade dan serangan terus menerus Israel hanya membuatnya berpikir sia-sialah bernegosiasi dengan Tel Aviv,” kata wartawan AS keturunan Iran, Nir Rosen, dalam tulisannya di laman Aljazeera (30/12).</p>
<p>Lebih dari itu, invasi ke Gaza bukan saja mendegradasi citra Israel, namun juga memojokkan sekutu Arabnya.</p>
<p>“Damaskus telah menarik diri dari pembicaraan tripartit dengan Tel Aviv dan rakyat Arab murka tak hanya pada Israel dan AS, tapi juga pada pemerintah mereka yang dianggap bersekongkol dengan Washington,” tutur Rosen.</p>
<p>Tidak itu saja, krisis Gaza telah menajamkan militansi muslim garis keras seluruh dunia sehingga menyulitkan Obama mengampanyekan perdamaian global, satu situasi yang didesain Israel.</p>
<p>“Saya telah berbicara dengan para aktivis jihad di Irak, Lebanon, Afghanistan, Somalia dan banyak lagi. Mereka menyebut Palestinalah yang memotivasi gerakan jihad mereka,” ungkap Rosen.</p>
<p>Tak heran jika rakyat Israel sendiri mulai mengkritisi pendekatan pemerintahnya di Gaza. Dari 81 persen warga yang mendukung kampanye militer ke Gaza, hanya 39 persen yang percaya Hamas bisa digulingkan.</p>
<p>Jika pun Israel menang maka kemenangan itu malah mengungkap ketidakmampuan Israel hidup berdampingan dengan bangsa lain dan masyarakat Yahudi pun bertanya apa yang sebenarnya diinginkan para politisi Israel.</p>
<p>“Inikah keterbatasan kita sebagai manusia yang dilahirkan kembali dari holocaust (pembasmian etnis semasa Perang Dunia Kedua)?” tanya Sara Roy, cendikiawan Yahudi pengarang “Failing Peace: Gaza and the Palestinian-Israeli Conflict” seperti dikutip Christian Science Monitor (2/1).</p>
<p>Sara adalah seorang dari kelompok warga Yahudi yang ingin adil mengkritisi bangsanya, bukan saja demi keadilan universal, namun melihat fakta betapa Israel sekarang sendirian dan tererosi superioritasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2009/02/israel-semakin-terpuruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun kehancuran AS</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2009/02/tahun-kehancuran-as/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2009/02/tahun-kehancuran-as/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 02:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Bush]]></category>
		<category><![CDATA[kehancuran AS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi ekonomi AS, memasuki bulan Februari 2009, semakin morat-marit. Lapangan pekerjaan semakin sempit. Jangankan bertambah, yang ada pun diberhentikan. Pengangguran tak pelak, melesat jumlahnya. Sekarang angka pengangguran di AS meningkat sudah mencapai 7,6 persen dari sebelumnya 7,2 persen pada Desember tahun lalu. Peningkatan angka pengangguran tersebut merupakan level yang tertinggi sejak 1992, atau dalam 16 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://i36.tinypic.com/2drrvj5.jpg" alt="" width="150" height="180" />Kondisi ekonomi AS, memasuki bulan Februari 2009, semakin morat-marit. Lapangan pekerjaan semakin sempit. Jangankan bertambah, yang ada pun diberhentikan.</p>
<p>Pengangguran tak pelak, melesat jumlahnya. Sekarang angka pengangguran di AS meningkat sudah mencapai 7,6 persen dari sebelumnya 7,2 persen pada Desember tahun lalu.</p>
<p>Peningkatan angka pengangguran tersebut merupakan level yang tertinggi sejak 1992, atau dalam 16 tahun terakhir. Menurut Departemen Tenaga Kerja AS, keadaan ekonomi menyebabkan 598 ribu orang kehilangan lapangan kerja setiap bulannya, dan angka ini terus bertambah.</p>
<p>Ada beberapa faktor yang menyebabkan AS mengalami resesi. Di antaranya adalah;</p>
<p><strong>Satu</strong>, secara mengejutkan, AS menjatuhkan harga minyak dunia di bawah<img class="alignright" title="Pukulan dahsyat bursa AS" src="http://i35.tinypic.com/2mhsuas.jpg" alt="" width="150" height="180" /> $50.00/barrel. Ini mereka lakukan untuk memerangi ekonomi negara-negara Arab/OPEC. AS mencari jalan bagaimana membuat bangkrut negara-negara OPEC, terutama Iran dengan cara memotong lebih dari 75% pendapatan mereka. Saat ini, Iran sedang menjalankan sebuah bursa minyak yang secara efektif menyingkirkan pasar minyak New York dan London. Lebih yang membuat AS makin terpuruk, Iran menjual minyaknya tidak dengan mata uang dolar, tetapi dengan mata uang lainnya seperti Euro. Hal ini, jelas, merupakan sebuah ancaman langsung terhadap sistem perbankan Barat.</p>
<p><strong>Dua</strong>, berpuluh-puluh tahun lamanya, negara-negara Arab membiayai hutang luar negeri AS. Hal ini dilakukan berdasarkan perjanjian dengan perbankan di New York dan Departemen Keuangan Amerika Serikat. Pengaturan tersebut merupakan bagian dari tatanan dunia sejak kegagalan Bretton Wood Agreement pada tahun 1971. Tahun ini, perjanjian itu berakhir. Karena itu bunga hutang AS yang saat ini konon melebihi 15 Trilyun dolar tidak lagi dibiayai oleh kreditur asing. Cina, India dan negara-negara di Asia lainnya melakukan hal yang sama. Ini menyebabkan inflasi yang sangat tinggi di AS.</p>
<p><strong>Tiga,</strong> masyarakat AS mudah ditipu, naif dan malas. Pemilihan Barack Obama sebagai Presiden AS adalah contohnya. Orang-orang yang mengendalikan di sekitar Obama sebagian besar adalah anggota the Council on Foreign Relations. Mereka adalah orang-orang yang sama yang mengendalikan perjalanan administrasi Clinton dan Pemerintahan dua Bush. Mengenai kebijaksanaan ekonomi &#8220;Obama&#8221; akan menjadi Hoover yang lain.&#8221; Dengan kata lain Obama akan mengikuti perintah-perintah yang disampaikan kepadanya dan akan membidani malapetaka perekonomian Amerika Serikat yang akan segera terjadi beberapa saat lagi. Menurut banyak pengamat AS, Obama adalah seorang presiden yang tidak penting, yang memang dipilih oleh the &#8220;elite&#8221;, kemudian dilatihnya, dipelihara, penampilan palsunya dibungkus dengan rapi kemudian dijual kepada publik Amerika.</p>
<p><strong>American Dream is Over</strong><br />
Empat, rakyat AS diambang kesadaran dari tidur nyenyaknya. Selama ini pemerintah AS selalu ketakutan jika rakyat AS menyadari apa yang sedang terjadi di negaranya. Keesokan hari setelah pemilihan Obama, toko senapan di seluruh AS habis diborong oleh warganegara yang takut dan terkejut atas kemenangan Obama.Wal Mart melaporkan bahwa keesokan hari setelah pemilihan presiden penjualan perlengkapan senjata mereka naik sebesar 400%. Angka tersebut adalah sebuah catatan dalam penjualan perlengkapan senjata dalam tempo satu kali dua puluh empat jam. Hal ini berlanjut selama beberapa minggu setelah pemilihan. Dan perilaku rakyat AS ini merupakan refleksi dari rasa takut yang besar.</p>
<p>Lima, perang Afghanistan. Sementara Kongres AS menyetujui stimulus Obama senila lebih 800 milyar dollar, di sisi lain terjadi pengerahan militer besar-besaran ke Afghanistan. Rakyat AS sampai saat ini masih tidak paham apa yang menyebabkan mobilisasi tentara ke Afghansitan tersebut. Yang pasti, dengan adanya pengerahan ini memakan biaya yang sangat besar pula. AS diyakini akan mengalami nasib seperti Rusia yang juga pernah menginvasi Afghanistan dan bangkrut di tengah jalan.</p>
<p>Akankah itu semua merupakan tanda bahwa AS akan mengalami kehancuran ekonomi dan bidang lainnya di tahun 2009? Wallohu alam bis showwab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2009/02/tahun-kehancuran-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Israel Bela Diri, Liga Arab Tepuk Tangan</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2009/02/israel-bela-diri-liga-arab-tepuk-tangan/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2009/02/israel-bela-diri-liga-arab-tepuk-tangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 14:14:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[israel]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[zionis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Kemarahan Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyip Erdogan meledak di Forum Ekonomi Dunia yang berlangsung di Davos, Swiss. Erdogan kesal karena pidato Presiden Israel Shimon Peres mengenai pembelaan atas perang Israel di Gaza disambut tepuk tangan hadirin termasuk liga arab. Nah Loh&#8230;? Liga Arab Setuju toh..?! Kemarahan Erdogan terkait dengan pidato Presiden Israel Shimon Peres [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 110px"><img src="http://i40.tinypic.com/ojju3q.jpg" alt="Perez:Israel membunuh untuk demokrasi" width="100" height="120" /><p class="wp-caption-text">Perez:&quot;Israel membunuh untuk demokrasi&quot;</p></div>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><img src="http://i43.tinypic.com/26473fa.jpg" alt="" width="150" height="180" /><p class="wp-caption-text">Yess...</p></div>
<p>Kemarahan Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyip Erdogan meledak di Forum Ekonomi Dunia yang berlangsung di Davos, Swiss. Erdogan kesal karena pidato Presiden Israel Shimon Peres mengenai pembelaan atas perang Israel di Gaza disambut tepuk tangan hadirin termasuk liga arab. Nah Loh&#8230;? Liga Arab Setuju toh..?!</p>
<p>Kemarahan Erdogan terkait dengan pidato Presiden Israel Shimon Peres di forum internasional tersebut. Erdogan kesal karena pidato Peres mengenai pembelaan atas perang Israel di Gaza disambut tepuk tangan hadirin. Anehnya Acara tersebut juga dihadiri para pemimpin dunia termasuk Sekjen PBB Ban Ki-moon, Sekjen Liga Arab Amr Mussa dan lainnya. &#8220;Kita tak bisa memulai debat ini karena kita tak punya waktu,&#8221; kata Ignatius seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (30/1/2009).</p>
<p>&#8220;Sangat menyedihkan karena orang-orang bertepuk tangan atas apa yang Anda katakan. Padahal banyak orang telah terbunuh,&#8221; seru Erdogan pada Peres sebelum ditengahi oleh moderator, wartawan Washington Post, David Ignatius.</p>
<p>Erdogan juga kesal karena Peres mendapat waktu 25 menit untuk bicara di debat tersebut sedangkan dirinya cuma diberi waktu 12 menit.</p>
<p>Dalam pidatonya, Peres bersikeras bahwa Israel terpaksa melancarkan serangan ofensif terhadap Hamas dikarenakan ribuan roket dan mortir yang ditembakkan Hamas ke Israel.</p>
<p>&#8220;Tragedi Gaza bukan karena Israel, tapi Hamas,&#8221; kata Peres. &#8220;Mereka menciptakan kediktatoran. Kediktatoran yang sangat berbahaya,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Erdogan tanpa rasa takut berdebat panas dengan Perez tentang agresi Israel di Jalur Gaza.</p>
<p class="capt"><img src="http://i42.tinypic.com/1zwm5pc.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="200" /><br />
Israel membunuh rakyat palestina</p>
<p>&#8220;Kalian membunuhi orang-orang.&#8221; seru Erdogan keras kepada Perez. &#8220;Apa yang kalian lakukan tidak manusiawi!&#8221;</p>
<p>Menanggapi perkataan Erdogan, Perez langsung memotong dengan panas, &#8220;Apakah Anda sungguh benar-benar mengerti akan situasi dimana ratusan roket berhamburan dan menyerang perempuan dan anak-anak? Ada apa dengan Anda?&#8221; repetnya.</p>
<p>Erdogan tidak terima perkataan Perez, dan ia meminta waktu kepada moderator untuk kembali bicara. Namun, ia hanya diberikan waktu satu menit saja. &#8220;Kalian, Israel, tidak pernah mau mendengarkan.&#8221;</p>
<p>Setelah itu, Erdogan pun berkata, &#8220;Bagi saya pertemuan Davos sudah selesai. Saya tidak diizinkan untuk bicara di sini. Perdana Menteri kalian, Ohud Olmert, mengatakan sangat senang memasuki Palestina dengan tank, peluru dan roket, dan membunuh warganya.&#8221; ujarnya dengan nada tegas kepada Perez, yang langsung disambut dengan tepuk-tangan para hadirin. Setelah itu, Erdogan pun meninggalkan forum dan dengan cuek melewati Perez yang tampak tertekan. Erdogan mengatakan tak akan menghadiri lagi forum itu.</p>
<p>Perkataan Erdogan di atas langsung membuat Shimon Perez mengkerut. Ia terlihat tidak pede dalam pertemuan itu. Perdana Menteri Kjell Magne Bondevik dari Norwegia berkata, &#8220;Saya tidak pernah melihat Perez seperti itu. Ia mungkin sadar bahwa seluruh dunia sekarang sedang memusuhinya. Saya sedih Erdogan meninggalkan forum.&#8221;</p>
<p>Dukungan untuk Erdogan datang dari banyak pihak. Menteri Luar Negeri Mesir, Moussa, yang selama debat hanya diam saja, berkomentar, &#8220;Sikap Erdogan bisa dipahami. Israel memang tidak pernah mendengarkan siapapun.&#8221;</p>
<p>Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan pulang mendapat sambut bak seorang pahlawan saat tiba di negerinya sepulangnya dari pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.</p>
<p>Sementara itu Sekitar 5.000 orang bersorak sorai sambil melambaikan bendera Turki dan bendera Palestina, ketika pesawat yang membawa Erdogan menyentuh landasan bandara Turki hari Jumat pagi waktu setempat.</p>
<p>Rakyat Turki memuji ketegasan sikap Erdogan saat berdebat dengan Presiden Israel Shimon Peres tentang agresi brutal Israel di Gaza dalam Forum Davos.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 420px"><img src="http://d.yimg.com/us.yimg.com/p/ap/20090129/capt.20c21949957645548d813cab5d66a176.aptopix_switzerland_world_economic_forum_dav500.jpg" alt="Erdogan: Kalian membunuhi orang-orang palestina" width="410" height="273" /><p class="wp-caption-text">Erdogan: &quot;Kalian membunuhi orang-orang palestina&quot;</p></div>
<div class="box"><strong><span style="color: #0000ff;"><span style="font-size: small;">Pulang ke Turki, Erdogan Disambut Bak Pahlawan</span></span></strong><br />
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan pulang mendapat sambut bak seorang pahlawan saat tiba di negerinya sepulangnya dari pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.<br />
<img id="photoMain" src="http://d.yimg.com/us.yimg.com/p/ap/20090130/capt.1e8c3e23f44645559fd07e8ca91313e6.turkey_israel_palestinians_ist104.jpg" alt="" hspace="1" height="275" /><img id="photoMain" src="http://d.yimg.com/us.yimg.com/p/rids/20090130/i/r3433039106.jpg" alt="" hspace="1" height="275" /><img id="photoMain" src="http://d.yimg.com/us.yimg.com/p/rids/20090130/i/r2118581397.jpg" alt="" hspace="1" height="275" /><br />
Sekitar 5.000 orang bersorak sorai sambil melambaikan bendera Turki dan bendera Palestina, ketika pesawat yang membawa Erdogan menyentuh landasan bandara Turki hari Jumat pagi waktu setempat. Rakyat Turki memuji ketegasan sikap Erdogan saat berdebat dengan Presiden Israel Shimon Peres tentang agresi brutal Israel di Gaza dalam Forum Davos. Seperti diberitakan, Erdogan melakukan aksi walk out saat debat dengan Peres, karena moderator debat David Ignatius-kolomnis harian Washington Post-tidak memberi kesempatan pada Erdogan untuk menjawab argumen Peres tentang perang Israel di Gaza. Ignatius hanya memberikan waktu satu menit pada Erdogan untuk merespon pemaparan Peres yang memberikan justifikasi terhadap serangan brutal Israel ke Gaza. Kesal dengan sikap Ignatius yang juga beberapa kali memotong pernyataannya, Erdogan langsung meninggalkan kursinya sambil berkata pada Peres &#8220;Anda pembunuh.&#8221; (ln/aljz/erm)</div>
<p><img id="photoMain" src="http://d.yimg.com/us.yimg.com/p/rids/20090130/i/r2381650919.jpg" alt="" hspace="1" height="300" /><br />
Masyarakat Palestina pun melakukan demo memuji ketegasan sikap Erdogan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2009/02/israel-bela-diri-liga-arab-tepuk-tangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebohongan di Gedung Putih : Warisan Dosa Bush Buat Obama</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2009/02/kebohongan-di-gedung-putih-warisan-dosa-bush-buat-obama/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2009/02/kebohongan-di-gedung-putih-warisan-dosa-bush-buat-obama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 13:57:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Bush]]></category>
		<category><![CDATA[gedung putih]]></category>
		<category><![CDATA[obama]]></category>
		<category><![CDATA[warisan dosa bush]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, Selasa (20/1/2009) ini adalah hari terakhir Presiden Bush memimpin negara adidaya AS. Tak cuma Gedung Putih yang diwariskan Bush pada penggantinya, tapi juga setumpuk &#8220;dosa-dosa&#8221;. &#8220;Dosa-dosa&#8221; Bush ini diungkap dengan gamblang oleh Scott McClellan, eks jubir Bush, dalam bukunya yang berjudul What Happened. Buku ini terbit di AS pada April 2008 dan pertengahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, Selasa (20/1/2009) ini adalah hari terakhir Presiden Bush memimpin negara adidaya AS. Tak cuma Gedung Putih yang diwariskan Bush pada penggantinya, tapi juga setumpuk &#8220;dosa-dosa&#8221;.</p>
<p>&#8220;Dosa-dosa&#8221; Bush ini diungkap dengan gamblang oleh Scott McClellan, eks jubir Bush, dalam bukunya yang berjudul <img class="alignright" src="http://i42.tinypic.com/iv8fgm.jpg" alt="" width="150" height="180" /><strong>What Happened</strong>. Buku ini terbit di AS pada April 2008 dan pertengahan bulan ini telah beredar di Indonesia dengan judul <strong>Kebohongan di Gedung Putih : <em>Warisan Dosa-dosa Bush bagi Penggantinya</em></strong>. Dengan mudah Anda bisa menemukannya di toko-toko buku terkemuka.. Scott McClellan mengenal dan bekerjasama dengan Bush sejak 1996, saat Bush menjabat Gubernur Texas. Ketika Bush menjadi presiden, Scott menjadi jubir. Dia selalu berada di garda terdepan untuk membela semua kebijakan Bush, termasuk soal perang Irak. <img src="http://swaramuslim.com/images/emoticons/video.gif" alt="" /></p>
<p>Namun pria kelahiran 14 Februari 1968 itu memutuskan mundur pada 26 April 2006 dengan alasan seperti yang ditulis di bukunya dua tahun kemudian: Gedung Putih penuh tipu muslihat! Dan dia merasa kecewa karena dimanfaatkan untuk menebar kebohongan, termasuk soal perang Irak.</p>
<p>Kebohongan yang menyakitkan Scott dan mendorongnya untuk mundur dari lingkaran Gedung Putih adalah terkait skandal Plame. Singkat cerita, kala itu identitas Valerie Plame, istri eks Dubes AS Joseph Wilson, sebagai agen CIA, bocor ke sejumlah wartawan. Padahal identitas Plame masuk kategori rahasia keamanan negara.</p>
<p><img src="http://i41.tinypic.com/15pogmw.jpg" alt="" hspace="5" width="150" align="right" />Pers menuduh justru orang Gedung Putih-lah yang membocorkan identitas Plame. Scott yang berada di garis depan dalam relasi dengan pers, menyangkal mati-matian tuduhan itu dalam jumpa pers Jumat 10 Oktober 2003.</p>
<p>&#8220;Masalahnya hanya satu. Apa yang saya katakan ternyata tidak benar,&#8221; tulis Scott.</p>
<p>&#8220;Tanpa saya ketahui, saya telah meneruskan berita bohong dan ada lima pejabat teras di pemerintahan Bush yang ikut terlibat di dalamnya: Rove, Libby, Wapres Cheney, Kepala Staf Kepresidenan Andrew Card dan Presiden Bush sendiri,&#8221; imbuh Scott.</p>
<p>Karl Rove adalah penasihat politik utama Bush, Lewis &#8220;Scooter&#8221; Libby adalah kepala staf wapres.</p>
<p>Lebih lanjut Scott menulis, &#8220;Selama dua tahu berikutnya saya menjabat sebagai juru bicara, kata-kata bohong yang saya ucapkan dalam jumpa pers hari Jumat itu menjadi posisi resmi Gedung Putih terhadap kasus Plame. Saat itu saya tidak menyadari bahwa apa yang saya katakan dan kebohongan besar di baliknya akan menjadi batu sandungan bagi karier saya sebagai juru bicara kepresidenan. Saya telah membiarkan diri saya dimanfaatkan untuk menyebarkan kebohongan.&#8221;</p>
<p><img src="http://i39.tinypic.com/34s2qvr.jpg" alt="" hspace="5" width="150" align="right" />&#8220;Saya tidak menyadari bahwa penyataan saya itu tidak benar sampai media massa mulai mengungkap semuanya hampir dua tahun kemudian. Saya yakin Presiden Bush juga demikian halnya. Dia juga telah dibohongi sehingga tanpa sadar ikut membohongi saya. Namun, petinggi Gedung Putih lain yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi &#8212; termasuk Rove, Libby dan kemungkinan Wapres Cheney &#8212; membiarkan saya, bahkan mendorong saya, untuk menyebarkan kebohongan.&#8221;</p>
<p>Sejarah telah mencatat, akibat terkuaknya identitas Plame, Judith Miller, wartawati harian The New York Times dan Matthew Cooper, wartawan majalah Time, dipenjara karena menolak mengungkap sumber berita anonim mereka yang memberitahui identitas Plame. Namun Cooper tidak tahan sehingga keluarlah nama Karl Rove, penasihat politik Presiden Bush. Rove pun dipecat dan diadili.</p>
<p>&#8220;Ketika kebenaran akhirnya terkuak, kredibilitas saya sebagai juru bicara Gedung Putih sangat ternoda, pengalaman yang sangat menyakitkan bagi saya,&#8221; ujar Scott.</p>
<p>Scott menyebut Gedung Putih tidak terbuka dan berterus terang mengenai skandal Plame. &#8220;Ternyata itulah ciri khas pemerintahan Bush, yang di saat menentukan sering kali memilih untuk menciptakan kesimpangsiuran dan menyimpan rahasia dibandingkan bersikap jujur dan berterus terang,&#8221; ujar Scott.</p>
<p>Dalam bukunya, Scott menyatakan, skandal Plame ini rupanya bertujuan untuk &#8216;menghukum&#8217; atau &#8216;mendiskreditkan&#8217; mantan Dubes Joseph Wilson, suami Valerie Plame, yang mengkritik perang Irak. Sebab Joseph Wilson diketahui Karl Rove dkk sebagai sumber anonim di artikel pemenang Pulitzer Prize, Nicolas Kristof, di koran terkemuka New York Times. Dalam artikel itu, Kristof menyitir sumber anonim bahwa dokumen tentang Irak yang membeli fisil uranium atau yellowcake (roti kuning) ke Nigeria untuk mengembangkan nuklir, hanya isapan jempol belaka.</p>
<p>Wilson mengetahui hal itu karena dia pernah ditugaskan pergi ke Nigeria guna mengecek dokumen pembelian &#8216;roti kuning&#8217; itu. Sebab berbekal dokumen itulah Bush menginvasi Irak 19 Maret 2003. Dokumen itu belakangan oleh CIA dinyatakan palsu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2009/02/kebohongan-di-gedung-putih-warisan-dosa-bush-buat-obama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rakyat AS Rayakan Tumbangnya Pemerintahan Iblis Bush</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2009/01/rakyat-as-rayakan-tumbangnya-pemerintahan-iblis-bush/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2009/01/rakyat-as-rayakan-tumbangnya-pemerintahan-iblis-bush/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 08:13:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[george w bush]]></category>
		<category><![CDATA[washington]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahaya-iman.web.id/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[WASHINGTON – Ketika George W Bush sedang bersiap-siap meninggalkan kursi kepresidenannya, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di depan Gedung Putih sambil melemparkan sepatu mereka sebagai tanda perpisahan kepada mantan kepala Negara yang dituduh sebagai salah satu dalang pembantaian berantai di Gaza. Tidak banyak yang berkumpul untuk larut dalam “perayaan” pelepasan iblis Bush tersebut. “Presiden Bush telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--:en--><img class="alignleft" src="http://i41.tinypic.com/2vl4bbn.jpg" alt="" width="100" height="120" />WASHINGTON – Ketika George W Bush sedang bersiap-siap<img class="alignright" src="http://i43.tinypic.com/aaj980.jpg" alt="" width="150" height="200" /> meninggalkan kursi kepresidenannya, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di depan Gedung Putih sambil melemparkan sepatu mereka sebagai tanda perpisahan kepada mantan kepala Negara yang dituduh sebagai salah satu dalang pembantaian berantai di Gaza. Tidak banyak yang berkumpul untuk larut dalam “perayaan” pelepasan iblis Bush tersebut.</p>
<p>“Presiden Bush telah melepaskan tanggung jawabnya atas kekerasan yang diciptakannya, dan saya harap pemerintahan baru AS dapat mengatasinya”, kata Jamilla El-Shafei, salah satu pengunjuk rasa.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://i40.tinypic.com/2wnr0ig.jpg" alt="" width="100" height="120" />Protes tersebut juga sebagai tanda simpati terhadap seorang wartawan Irak yang telah berani melempaarkan sepatunya kea rah Bush dalam jumpa persnya di Irak pada 14 Desember lalu.</p>
<p>El-Shafei membawa gambar Nazi Bush setinggi delapan meter ke pusat-pusat wisata, dan mengajak para aktivis dan turis untuk melemparkan sepatu mereka ke gambar tersebut.</p>
<p>Lalu ratusan pengunjuk rasa melanjutkan pawai mereka hingga ke depan<img class="alignright" src="http://i43.tinypic.com/2vuzj2v.jpg" alt="" width="150" height="200" /> Gedung Putih, dan melemparkan sepatu mereka ke arah gerbang gedung tersebut.</p>
<p>Jay Marx, salah seorang aktivis Pusat Perdamaian Washington, melakukan aksi yang tidak kalah berani. Dia mendekati gerbang Gedung Putih sambil menyebut Bush dan Wakil Presiden Dick Cheney sebagai penjahat perang.</p>
<p>“Kalian telah membunuh ribuan orang tak berdosa, namun tanpa hasil apapun! Kalian buang-buang waktu saja!”, teriaknya yang diikuti teriakan ratusan pengunjuk rasa lainnya.</p>
<p>Seorang wanita yang mengenakan pakaian Grim Reaper juga terlihat sibuk berlarian di jalanan sambil berfoto dengan orang-orang yang ditemuinya.</p>
<p>“Saya benci Bush bahkan sebelum semua masalah ini!”, terpampang jelas dalam salah satu spanduk.</p>
<p>“Seluruh penduduk AS telah memberikan surat pengusiran terhadap iblis Bush”, kata Diamond Dar, seorang penduduk Arizona.</p>
<p>“Sebagai penduduk asli Amerika, kami tidak pernah mempercayai pemerintahan karena merekalah yang dulu pernah menjajah nenek moyang kami”, katanya ketus, meski dia mengakui berharap adanya perubahan dalam pemerintahan Obama.</p>
<p>Sedang di pedalaman Washington, seorang pengunjuk rasa berdiam diri diantara lalu lintas manusia sambil membawa spanduk bertuliskan “Hakimi Bush!”.</p>
<p>Bartholomew Jackson, 17 tahun, mengungkapkan keinginannya untuk membaw Bush ke meja hijau karena telah mengadu domba pasukan AS dan Irak.</p>
<p>Di beberapa blok dari Gedung Putih, terluhat beberapa orang mengenakan pakaian berwarna orange sehingga menyerupai tahanan Guantanamo. Mereka terus menerus berputar-putar sambil membawa spanduk bertuliskan, “Hakimi Bush!” dan “Tidak Ada Kejahatan Yang Boleh Terlepas”.</p>
<p>Dan beberapa orang yang sebelumnya hanya berlalu lalang secara spontan menjadi bagian dari lautan pengunjuk rasa yang mulai membesar.<br />
“Bush telah menggunakan cara yang licik untuk membantai orang-orang tak berdosa”, kata Gary Brooks, seorang dokter Afro-Amerika separuh baya guna menyaksikan pelantikan Obama. “Cara patriotik AS telah lama mati”.</p>
<p>“Perang Irak adalah perang untuk menguasai minyak”, kata Derrick Buckingham, seorang analisis keamanan computer. “Dan masalah ini akan berakhir pada masa pemerintahan Obama”.</p>
<p>Nampaknya “perayaan” tersebut juga terjadi di beberapa belahan dunia lainnya. Seperti beberapa waktu lalu, ratusan penduduk Pakistan berkumpul sambil membawa spanduk bergambar Bush dalam bentuk sepatu. (afpsmedia)<!--:--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2009/01/rakyat-as-rayakan-tumbangnya-pemerintahan-iblis-bush/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beranikah Obama Adili Bush</title>
		<link>http://cahaya-iman.web.id/2008/12/beranikah-obama-adili-bush/</link>
		<comments>http://cahaya-iman.web.id/2008/12/beranikah-obama-adili-bush/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 01:46:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Luar Negeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://w4hyuh.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Jonetta Rose Barras, analis politik dan penulis buku laris itu, mengamati Barack Hussein Obama dengan jeli. Wanita kulit hitam itu belum lama menulis sebuah artikel di Washington Post, mengingatkan pembaca bahwa Obama tak pernah menempatkan diri dalam posisi sebagai juru bicara orang kulit hitam Amerika. Jadi ia berbeda dengan Jesse Jackson, tokoh kulit hitam yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://i33.tinypic.com/5a5k6t.jpg" alt="" width="150" height="180" />Jonetta Rose Barras, analis politik dan penulis buku laris itu, mengamati Barack Hussein Obama dengan jeli. Wanita kulit hitam itu belum lama menulis sebuah artikel di Washington Post, mengingatkan pembaca bahwa Obama tak pernah menempatkan diri dalam posisi sebagai juru bicara orang kulit hitam Amerika. Jadi ia berbeda dengan Jesse Jackson, tokoh kulit hitam yang pernah menjadi nominator calon presiden Partai Demokrat atau bahkan Martin Luther King, pendeta, pejuang hak-hak sipil yang mati ditembak itu. Apalagi Louis Farrakhan, pemimpin Nation of Islam yang dituduh sangat anti-Yahudi.</p>
<p><span id="more-27"></span>Ayahnya, Barack Hussein Obama (Senior) memang berkulit hitam, tapi ia bukanlah keturunan budak Amerika. Ia seorang pemuda cerdas dari Kenya yang terpilih mendapat bea siswa untuk belajar ke Amerika Serikat. Lebih tepatnya: Barack Hussein Obama Senior adalah seorang warga asing yang datang ke Amerika guna menuntut ilmu. Di sebuah kampus di Hawai, ia berkenalan dan kemudian menikah dengan seorang ahasiswi kulit putih asal Kansas. Dari situ lahir Obama Yunior. Sang ayah kemudian menamatkan sekolahnya di Harvard University, salah satu perguruan tinggi terbaik Amerika, lalu kembali ke negerinya.</p>
<p><img class="alignright" src="http://i35.tinypic.com/w05hsl.jpg" alt="" width="300" height="217" />Cek &#8220;Galeri Masa Kecil Obama &amp; Keluarga hingga menjadi Presiden&#8221;Obama bersekolah di SD tahun dari 1967–1970 an di Jakarta, SD (Percobaan) 4, jalan Besuki, Menteng Jakarta (lihat foto) dan SD Katolik Asisi. Kemudian pindah ke SD di Honolulu, Hawaii.</p>
<p>Obama Jr. bersama ayahnya dibandara Honolulu Hawai<br />
Obama Yunior nyaris tak kenal ayahnya, karena sang ayah bercerai dengan ibunya ketika ia masih sangat kecil. Ia dibesarkan sang ibu, lalu kemudian oleh kakek dan neneknya dari garis ibu, semua adalah warga kulit putih. Kisah ini oleh Obama dengan sangat cerdas dimanfaatkan dengan baik di panggung-panggung kampanye. Fotonya bersama sang ibu atau kakek dan neneknya tersebar luas. Kisah ibunya yang meninggal dalam usia terhitung muda oleh penyakit kanker selalu dijadikan ilustrasi oleh Obama ketika mengkampanyekan program jaminan kesehatan. Neneknya yang kebetulan meninggal dalam usia tua di Hawai menjelang pencoblosan, membantu pencitraan Obama sebagai calon presiden yang memiliki darah kulit putih.</p>
<p>Memang lawan mencoba mengaitkan Obama dengan keluarga ayahnya yang Muslim di Benua Afrika sana. Tapi itu tak berhasil maksimal karena Obama memang tak mengenal ayahnya, selain karena kehati-hatiannya dalam berkampanye. Dalam salah satu kampanye, misalnya, seorang wanita berjilbab yang menempati baris depan panggung segera disingkirkan panitia, sebelum Obama sampai di arena. Bila tidak, jilbab itu pasti akan dijadikan lawan menghabisinya. Ia terbukti berhasil. Exit poll menunjukkan Obama dipilih 44% pemilih kulit putih.</p>
<p>Itu sebuah angka yang tinggi untuk seorang calon Partai Demokrat. Lebih tinggi dari pemilih John Kerry (dalam Pemilu 2004) dan Al Gore (2000). Dua kandidat Partai Demokrat itu dipecundangi calon Partai Republik, George Bush. Bahkan lebih tinggi dari pemilih Bill Clinton, ketika sebelumnya selama dua priode Clinton terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat.</p>
<p>Jadi, adalah salah kalau terpilihnya Obama sebagai Presiden Amerika Serikat dilihat sebagai pertanda sudah selesainya masalah diskriminasi rasial di Amerika Serikat. Apalagi kalau terpilihnya Obama dikatakan sebagai tuntutan ide demokrasi, seperti ditulis Profesor William Liddle dari Ohio State University, Indonesianis yang banyak punya murid di Indonesia.</p>
<p>Cara Liddle mengkampanyekan demokrasi Amerika Serikat di koran Kompas, 7 November lalu, mirip Presiden Bush sewaktu menjajakan demokrasi ke Timur Tengah. Sekadar ilustrasi, di saat orang masih ramai membicarakan kemenangan Obama, di Louisiana, polisi menangkap belasan orang anggota Ku Klux Klan (KKK), kelompok ultra kanan yang gemar menggunakan kekerasan terhadap orang Hitam dan Yahudi. Mereka dituduh membunuh seorang wanita asal Oklahoma karena wanita itu ingin mengundurkan diri dari kelompok KKK. Apakah KKK yang sangat kejam dan sangat rasis itu juga adalah bukti tuntutan demokrasi Amerika?</p>
<p>Koran terkemuka The New York Times, 12 November lalu, menurunkan editorial mengkritik apa yang terjadi di sebuah taman kota di Utah. Di taman yang bernama Pioneer Park, pemerintah kota hanya mengizinkan berdiri Monumen Ten Commandments (Sepuluh Perintah Tuhan) dari Kristen.</p>
<p>Kelompok agama yang lain menamakan diri Summum ingin membuat monumen sendiri di taman itu, yang mereka sebut sebagai Seven Principles of Creation. Mereka yakini bahwa seven principles of creation juga diturunkan Tuhan kepada Musa di Gurun Sinai. Ternyata pemerintah kota melarang rencana mereka. Merasa hak konstitusionalnya sesuai amendemen pertama dikebiri mereka menggugat ke pengadilan. Nyatanya mereka dikalahkan. Padahal menurut editorial itu, property milik publik seperti taman kota harus erbuka untuk semua agama dengan hak sama. Atau sebaliknya, semua agama dilarang bikin monumen di situ.</p>
<p>Tapi begitulah Amerika. Peristiwa mirip seperti ini – bentuk-bentuk diskriminasi &#8212; tak sulit ditemukan. Di Indonesia. Kedubes Amerika sibuk mengurusi kelompok Ahmadiyah, padahal di Amerika sendiri sudah bertahun sampai sekarang kelompok Ahmadiyah gagal mendirikan masjid di kawasan Frederick, Maryland, karena urusan izin. Tanah luas sudah mereka miliki, dan masjid itu mereka rencanakan menjadi pusat Ahmadiyah di Amerika.</p>
<p>MEMUJA KETAMAKAN<br />
Harus diakui, Obama seorang yang istimewa. Coba, ia bisa belajar di Columbia University dan kemudian Harvard, dua universitas terkemuka. Di Harvard, ia selalu tergolong dalam kelompok satu persen mahasiswa paling pintar(top one percent). Ia meraih gelar doktor hukum (JD) dengan yudisium yang membanggakan. Ketika dengan gelar itu teman-temannya bekerja di perusahaan besar dengan gaji berlimpah, Obama pergi ke Chicago mengabdikan ilmunya bagi rakyat. Agaknya, sejak awal ia telah merintis apa yang diperolehnya sekarang. Apalagi selain cerdas, ia ganteng, suaranya bariton, dan sangat pandai berpidato (eloquence).</p>
<p>Tapi kunci suksesnya yang utama adalah keberhasilan memojokkan John McCain dalam kubu yang sama dengan Presiden George Bush, dengan menyebut pencalonan lawannya sebagai priode ketiga Presiden Bush.</p>
<p>Perang melawan teror yang diproklamirkan Bush menyusul serangan terhadap Menara Kembar WTC dan Gedung Pentagon, berubah menjadi penjajahan terhadap Afghanistan. Tak sedikit rakyat yang tak berdosa menjadi korban – termasuk disebabkan rudal Amerika yang suka nyasar ke pesta perkawinan.</p>
<p>Belum cukup. Untuk menggetarkan lawan-lawannya Bush menciptakan penjara seram diGuantanamo, mirip Gulag, rumah penjara pemerintahan komunis Uni Soviet dulu. Hampir 800 orang ditangkap dari berbagai kawasan, terutama Timur Tengah, dijebloskan ke Guantanamo. Bertahun-tahun mereka disiksa, tak boleh ditemui, dan martabatnya dihinakan. Profesor Liddle perlu ditanya, apakah Guantanamo juga bagian dari tuntutan ide demokrasi Amerika?</p>
<p>Mereka dituduh teroris tapi tak pernah diadili. Belakangan mereka mulai dilepaskan secara diam-diam. Maka sejumlah buku terbit dengan para mantan tahanan itu sebagai nara sumber, menyebabkan mata dunia terbelalak mengetahui betapa kejam perlakuan pemerintahan demokratis Amerika Serikat (yang terbaru, antara lain, bacalah The Dark Side, ditulis Jane Mayer, wartawati The New Yorker).</p>
<p><img class="alignright" src="http://www.tanbou.com/2003/summer/AntiBushDemonstrators.jpg" alt="" width="160" height="251" />Semua ini menyebabkan Amerika – terutama Presiden Bush &#8212; dibenci masyarakat dunia, termasuk di Eropa. Berbagai survei menunjukkan begitu. Tak aneh kalau sambutan atas terpilihnya Obama datang dari seluruh dunia.</p>
<p>Tak aneh pula kalau rakyat Amerika membenci Presiden Bush. Apalagi, perang menyebabkan jatuh korban tak sedikit, selain biayanya sangat besar. Profesor Joseph Stiglitz, pemenang Nobel ekonomi 2001, memperhitungkan perang Iraq berbiaya 3 triliun dollar. Untuk diketahui biaya itu bersumber dari utang luar negeri dalam bentuk penerbitan surat berharga. Sistem kapitalisme laissez-faire pertama digunakan Presiden Ronald Reagan, kemudian dilanjutkan dengan konsisten oleh dua priode pemerintahan Bush, menyebabkan Amerika Serikat sekarang terkena resesi ekonomi. Pengangguran tinggi, bulan ini naik menjadi 6.5%, pertumbuhan ekonomi melambat, lalu sejumlah perusahaan raksasa – seperti Lehman Brothers dan Bear Stearns – bangkrut. Negeri ini sudah terkena resesi, malah mungkin depresi.</p>
<p>Sekarang bank-bank terancam oleh macetnya pembayaran kartu kredit. Kartu kredit sangat istimewa bagi masyarakat karena mereka konsumen yang boros, berbelanja di atas penghasilan yang mereka terima. Tiap orang bisa punya beberapa kartu kredit dan kini pembayarannya macet.</p>
<p>Industri mobil terancam bangkrut. Padahal industri itu dan turunannya melibatkan sekitar 5 juta pekerja. Sejak krisis melanda Amerika dua tahun lalu, setiap tahun ratusan dealer mobil menutup usaha. Sekarang giliran pabriknya, dan kalau itu sampai terjadi berarti Amerika mengalami separuh kiamat oleh datangnya 5 juta penganggur baru.</p>
<p>Konsekuensi dari sistem neo-liberal yang dipakai Presiden Bush menyebabkan terjadi kesenjangan yang parah di dalam masyarakat Amerika. Maka sekali pun pendapatan perkapita negeri itu salah satu yang tertinggi di dunia, 50.000 dollar, tapi 45 juta penduduk tak bisa berobat kalau sakit karena tak punya asuransi kesehatan. Dengan krisis ekonomi sekarang, 3,9 juta penduduk disita rumahnya (lebih jauh tentang kesenjangan ekonomi masyarakat Amerika Serikat baca The Conscience of A Liberal dari Profesor Paul Krugman, terbit akhir tahun lalu).</p>
<p>Dulu Alan Greenspan, bekas Ketua The Fed, bank sentral Amerika Serikat, dipuja sebagai arsitek kemakmuran Amerika. Kini dia dianggap bertanggung jawab atas kebangkrutan negerinya. Idiologi laissez-faire yang dianutnya menyebabkan ia menghadang setiap regulasi untuk pasar Amerika. Pasar tanpa regulasi itu ternyata kemudian menjadi liar tak terkendali dan menjerumuskan.</p>
<p>Adalah tepat kalau pemilihan presiden kemarin di mata Paul Krugman, Guru Besar Ekonomi Politik di Princeton University, pemenang Nobel Ekonomi 2008, tak lain dari referendum terhadap filosofi politik Amerika: konservatif diwakili John McCain dan Partai Republik, sedangkan progresif diwakili Obama dan Partai Demokrat. McCain ingin menarik Amerika ke kanan, Obama menyeret lebih ke kiri.</p>
<p>Obama menawarkan program tentang jaminan pemeliharaan kesehatan, pembebasan pajak untuk rakyat menengah-bawah (middle-class) tapi kemudian menaikkan pajak untuk orang kaya. Maka John McCain menyerang program Obama sebagai melakukan redistribusi kekayaan ala sosialisme. ‘’Dalam keadaan demikian ternyata rakyat memilih Obama. Itu mandat yang sesungguhnya,’’ tulis Paul Krugman di The New York Times, 7 November lalu.</p>
<p>Dan harap dicatat, yang menang bukan cuma Obama. Para calon Partai Demokrat memenangkan pertarungan memperebutkan anggota Senat dan DPR (House of Representative). Di kedua kamar parlemen Amerika itu kini Partai Demokrat menguasai mayoritas suara.</p>
<p>Di negeri ini para menteri sampai Presiden sibuk bukan kepalang karena nilai saham konglomerat Aburizal Bakrie tersungkur di bursa. Tapi tak peduli rakyatnya antrean panjang di mana-mana. Presiden SBY yang dikenal sangat dekat dengan Pesiden Bush tiba-tiba sekarang sibuk ingin bertemu Obama di Amerika.</p>
<p>Sungguh memalukan Obama tak bisa menerima langsung Presiden SBY.</p>
<p>BISAKAH BUSH DIADILI?<br />
Dari segi kemanusiaan ini menggembirakan. Terpilihnya Obama menyebabkan penjara Guantanamo segera ditutup dan pasukan Amerika Serikat akan ditarik dari Iraq. Ketegangan internasional juga akan menurun karena Obama sedia berunding dengan Iran dalam masalah proyek nuklir. Ini sebuah langkah realistis yang akan dijalankan Obama. Soalnya, Amerika sekarang bukan Amerika 10 tahun lalu. Lima tahun perang Iraq, menyebabkan negeri itu tak sempat meremajakan peralatan tempurnya. Pesawat tempurnya sudah ketinggalan zaman bila dibanding dengan Sukhoi yang kini dimiliki angkatan udara Rusia dan China.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.sacunion.com/images/article_photos/7_Bush_Lies.jpg" alt="" width="191" height="255" />Secara ekonomi, negeri ini sudah bangkrut, bagaimana mungkin ia diajak terus berperang? Karena itu, bisa dipahami Amerika tak bisa berbuat apa-apa ketika pasukan Rusia menduduki Georgia beberapa bulan lalu, padahal rezim yang berkuasa di Georgia adalah anak kesayangan Amerika.</p>
<p>Tapi cukupkah hanya menutup Guantanamo? Dan Froomkin melalui kolom tetapnya, White House Watch, di Washington Post Com, 13 November lalu, menulis bahwa banyak tindakan pemerintahan Bush – tersangkut penyiksaan, penyadapan, dan politisasi Departemen Kehakiman – yang belum diketahui rakyat Amerika.</p>
<p>Maka setelah Bush berhenti dan Obama menjadi presiden, saatnya dilakukan investigasi oleh Kongres atau investigasi kriminal oleh institusi hukum. ‘’Apakah Presiden Obama akan membuka berbagai masalah penting itu kepada publik?’’ tanya Froomkin. Masalah itu sekarang menjadi topik bahasan, terutama di kalangan penegak hak asasi manusia di Amerika sendiri. Belum lama ini, Eric Stover, direktur University of California Berkeley Human Rights Center, menyebarkan siaran pers. ‘’Kami tak bias membersihkan lembaran hitam sejarah bangsa kita dengan menyelimutinya lewat penutupan penjara Guantanamo. Pemerintahan baru harus menyelidiki di mana kesalahan terjadi dan siapa yang bertanggung jawab,’’ ujar Eric Stover.</p>
<p>Eric Stover agaknya malu selama ini berteriak-teriak menegakkan HAM ke seantero dunia sementara negaranya adalah pelanggar HAM nomor satu. Itulah sebabnya di negara berkembang, seperti Indonesia, isu penegakan HAM dicibir sekadar alat politik negara maju seperti Amerika untuk menekan negara berkembang di Asia dan Afrika. Apalagi LSM-LSM tertentu di Indonesia kentara sekali menggunakan isu HAM cuma alat mengais rezeki dollar dari luar negeri, dengan mengemis-ngemis ke negara donor yang sebenarnya adalah negara pelanggar HAM yang parah.</p>
<p>Bagaimana mungkin anggota Konggres Amerika mencampuri urusan HAM di Indonesia padahal Amerika membunuh 1 juta rakyat Iraq yang tak berdosa, memiliki penjara rahasia tempat berbagai metode penyiksaan diuji-cobakan dan dipraktekkan.<br />
Presiden Amerika terpilih Barack Hussein Obama akan menutup penjara Guantanamo, menarik pasukan dari Iraq, dan berunding dengan Iran. Tapi di Amerika sendiri kalangan aktivis HAM menuntut Obama memeriksa dan mengadili Georga Bush untuk berbagai kejahatan yang ia lakukan.Mayoritas rakyat Amerika memang sudah muak kepada Bush karena memberikan penderitaan pada rakyatnya sendiri. Berbagai polling menunjukkan dukungan terhadap Bush di bawah 30%. Maka Obama mensejajarkan John McCain dengan Bush, sesama calon Partai Republik. Bush menyebarkan demokrasi ke Timur Tengah dengan moncong senjata. Akibatnya satu juta rakyat Iraq meninggal dunia, jutaan orang kehilangan tempat tinggal, dan jutaan lagi menjadi pengungsi di Jordania dan Syria.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahaya-iman.web.id/2008/12/beranikah-obama-adili-bush/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

